beda menjalankan syariat solat dan hakikat solat

Syariat solat adalah bagaimana rukun sah nya solat kita lakukan misalnya sujud dengan meletakkan 7 anggota tubuh ke lantai, gerakan dan bacaan lainnya yang sesuai dengan hukum hukum syariat. Bicara syariat bicara masalah hukum. masalah hukum kita akan bicara masalah benar dan salah. orang yang berkutat pada syariat (syariat minded) solatnya hanya sekedar memenuhi sahnya solat saja. dia tidak akan memperhatikan lebih jauh daripada solatnya lebih dari pada hukum hukum dalam menjalankan solat. misalnya kalau solat pikiran kemana mana sah maka ketika solat dia tidak merasa bermasalah dengan pikiran yang kemana mana ketika sholat. bahkan gerakan gerakan tangan semasa sholatpun tidak akan dihiraukannya , misalnya tangannya garuk garuk (padahal tidak gatal), atau mengelus elus jenggot. Dia tidak memperhatikan apakah sholatnya sedang diperhatikan Allah apa tidak, karena dia sendiri tidak yakin bahwa Allah ada disini.

Baik paragraf pertama diatas membahas syariat, sekarang kita bahas tentang hakikat solat. hakikat solat adalah menjalankan sisi kejiwaan dalam sholat. hakikat berada di atasnya menjalankan syariat. artinya kalau kita menjalankan hakikat, syariat kita harus sempurna. misalnya kita akan menjalankan hakikat sujud maka sujud kita harus sempurna terutama rukun sahnya dalam sujud. orang yang menjalankan meski dia tidak memperhatikan sujudnya secara syariat tapi dia tidak meninggalkan syariat sujud. Hakikat sujud adalah berserah kepada Allah. maka yang dia perhatikan hanya berserah kepada Allah, dia sudah tidak memperhatikan syariat sujudnya karena memang sudah sempurna.

inilah yang dilakukan para kaum sufi , sudah tidak memperhatikan syariat tapi juga tidak meninggalkan syariat. Fokus kaum sufi dalam menjalankan syariat bukan pada syariat tapi fokus kepada untuk apa dia perintahkan Allah untuk menjalankan ibadah tersebut. seperti sujud, kaum sufi sudah tidak memperhatikan sujudnya secara syariat karena memang sudah benar dan sempurna sujudnya, fokus kaum sufi adalah ketika sujud berserah diri kepada Allah secara total.

Bahaya Syariat Minded

Syariat bukanlah tujuan tapi syariat adalah tata cara. tujuan utama dalam beribadah adalah menghamba kepada Allah. inilah yang saya maksud hakikat. kalau kita fokus hanya syariat dan syariat maka hati kita akan kering meski amal kita banyak. orang yang hanya syariatnya saja yang dijalankan menyebabkan banyaknya ibadah yang dia lakukan berbanding lurus dengan kekerasan hatinya. Maka hanya syariat saja yang dijalankan dalam ibadah menyebabkan bahaya jiwa. inilah mungkin yang menyebabkan orang islam di hancurkan Allah dan direndahkan Allah karena solatnya masih tergolong munafik (antara yang diucapkan dalam solat tidak sesuai dengan apa yang ada di hati).

solatnya orang munafik

solatnya orang munafik selalu berkutat pada syariat. takbirnya tidak mengagungkan Allah meski tangan dan mulutnya bertakbir. sujudnya tidak berserah kepada Allah meski badannya sujud. inilah beberapa perilaku orang munafik di dalam sholat. tulisan ini mungkin agak keras, bukan agak lagi tapi sangat keras. hal ini untuk menyadarkan kepada kita “mbok ya kalau solat itu jiwanya juga solat”.

pelatihan pelatihan solat yang saya lakukan di indonesia maupun di malaysia, selalu menekankan kepada sinkronisasi antara syariat dan hakikat, harmonisasi antara tubuh dan Ruh. Sehingga diharapkan peserta dapat merasakan benar benar kebahagiaan ketika terjadi perpaduan antara gerak tubuh dan gerak Ruh.

Baiklah tulisan ini kami tujukan agar dalam solat kita paham arti pentingnya belajar hakikat. belajar hakikat ada dalam sholat. Insya Allah dengan menjalankan hakikat sholat ini maka kita akan mendapatkan banyak hal. Kedalaman sholat tidak ada batasnya, semakin kita mendalaminya dengan hakikat sholat maka kita akan mendapatkan banyak hal. semoga Allah mengajari kita. amin