beda orang beriman dan tidak

misalnya sama sama 2 orang menghadapi kekuarangan uang atau rizki, dan sama sama tidak punya cara bagaimana untuk mendapatkan uang lagi untuk esoknya. tapi dua orang ini memiliki perbedaan orang yang pertama beriman kepada Allah dan yang kedua tidak kepada Allah. Dalam menghadapi masalah tersebut kedua orang ini sama sama pasrah, yang beriman pasrah kepada Allah yang kedua pasrah kepada keadaan. dari sini kita bisa melihat bahwa orang yang beriman meski pasrah dia pasrahnya dengan penuh optimisme, tapi yang tidak beriman pasrahnya pasrah yang pesimis. antara optimis dan pesimis tentunya akan memberikan dampak psikis yang berbeda, yang optimis hidupnya lebih aktiv dalam merespon penyelesaian masalah tapi pesimis dia pasif dan cenderung malas dan cenderung lebih stress dari pada orang yang optimis. jadi orang yang beriman kepada Allah akan selalu aktif dan menyambut rejeki dari Allah dan lebih peka.
menerapkan ilmu yakin ini dapat dilakukan ketika duduk ifitrasy dimana doa doa yang kita panjatkan dalam duduk iftirasy dalam sholat ini benar benar kita yakini bahwa kita diampuni Allah, kita dicukupkan keperluan kita, kita diangkat derajat kita, kita diberi petunjuk, kita diberi rizki, kesehatan dan pemakluman dari allah. doa doa ini harus diyakini sesuatu yang diyakini berarti saat ini belum kita terima secara dlohir. dengan meyakini maka kita sudah menerima secara batin (tidak dlohir) apa apa yang kita mintakan kepada Allah. nanti suatu saat jika yang batin sudah “OK” maka sebentar lagi yang dlohir akan menyusul.
sedikit tambahan
manusia kekhawatirannya lebih banyak disebabkan oleh masa depan dengan meyakini segala sesuatu kepada Allah bahwa sesuatu tersebut akan berjalan dengan baik, maka kekhawatiran tersebut akan hilang dan hal ini akan menimbulkan kebahagiaan tersendiri bagi kita.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *