ciri utama orang munafik adalah apa yang dikatakan tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan. orang munafik mengatakan¬† ya tapi hatinya tidak, orang munafik mengatakan mahasuci Allah tapi pikirannya tidak memuji Allah. orang munafik juga berbeda dalam perbuatan dan pikirannya. perbuatannya A pikirannya B, demikian sebaliknya. di dalam sholat rasulullah memperingatkan bahwa ada indikasi sholatnya orang munafik yaitu bila sujud hati dan pikirannya tidak sujud, bila bertakbir hati dan pikirannya tidak bertakbir, bila iftirasy hati dan pikirannya tidak memohon kepada Allah…

kalau orang yang tidak munafik ada sinkronisasi antara apa yang diperbuat dan apa yang diucapkan dengan pikiran dan hatinya. di dalam sholat orang yang tidak munafik jika sujud maka hati dan pikirannya sujud, jika iftirasy hati dan pikirannya memohon berdoa kepada Allah.

kenyataan ini mengagetkan kita, karena seringkali sholat kita tidak disertai dengan hati dan pikiran, ketika kita sujud pikiran dan hati kita malah pergi melayang entah kemana … ke kantor, ke pasar, ke rumah …. tidak ada kesesuaian antara apa yang kita ucapkan dengan apa yang kita lakukan. jelas hal ini tidak bisa ditawar.. bahwa kita masih MUNAFIK… kenyataan ini jangan membuat kita kendor justru KEMUNAFIKAN kita dalam sholat bisa menjadikan pemicu dan pemacu semangat kita untuk memperbaiki sholat kita.