Beda perjalanan isra miraj dengan hijrah nabi SAW

yang jelas perbedaan itu adalah jika hijrah nabi SAW pergi bersama jasad namun jika isra dan miraj perginya Rasulullah tidak menggunakan jasad. perbedaan itu sangat jelas karena hijrah sangat terikat dengan ruang dan waktu dimana Nabi harus berjalan dengan menggunakan onta yang memakan waktu berhari hari untuk mencapai medinah sedangkan dalam perjalanan isra, perjalanan dari mekah ke palestin hanya ditempuh dalam waktu satu malam saja. Perbedaan yang lain adalah jika hijrah kendaraan yang digunakan adalah onta yang nyata dan bersifat materi sedangkan perjalanan isra kendaraannya adalah buraaq yang ghoib dan tidak bersifat materi. kedua kendaraan tersebut disebut dengan hewan tapi berbeda dimensi. makanya buraaq kemampuannya bisa terbebas dari ruang dan waktu. kendaraan yang bersifat non materi tentunya tidak bisa dinaiki oleh jasad Rasulullah yang bersifat materi.
sehingga saya berkesimpulan bahwa perjalanan rasulullah dalam peristiwa isra miraj adalah perjalanan nafs dan Ruh saja. jika hujrah Nabi melibatkan jasad nafs dan Ruh

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 thoughts on “Beda perjalanan isra miraj dengan hijrah nabi SAW

  1. Assamu’alaikum Pak Ustad.!
    Terima kasih atas tausiahnya, maaf Pak Ustad kalau ada saudara kita yang memaknai tentang kata ” Abdihi ” adalah hamba, sedang hamba itu manusia yang hidup, tentunya ada : jasad, nafs dan ruh, jadi yang isro’ dan mi’roj itu jasad,nafs beserta ruh_Nya untuk menghadap Allah SWT di lauhil ma’fud. bagaimana cara menyingkapinya.? mohon penjelasan Pak Ustad . Terima kasih Wasalam.

  2. Rasul dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam satu Malam, dan Miraj adalah diangkatnya Rasulullah ke langit, Kita sebagai umat Islam harus Meyakini, bahwa yg Ghaib itu mmg ada, dan yg Ghaib adalah urusan Allah. Kalo Rasulullah bisa melihat dan berkomunikasi dgn Malaikat Jibril. Lalu apakah Mustahil buat Allah utk mengangkat Jasad dan Ruh Rasul kelangit. Tentunya itu sgt mudah bagi Allah jika Allah berkehendak. (Kun Fa ya kun)Yang jelas kita sbg Umat Islam harus meyakininya.
    Rasul di beri Mujizat namun tidak nampak sperti Mujizat yg diberikan Allah kpd Nabi-nabi terdahulu. Justru disinilah cobaan utk umat Islam.

    QS 72:26 (Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang Ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.
    QS 72:27 Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.

    Dari Ayat tersebut mengatakan (Kecuali kpd Rasul) berarti secara Lahiriah (Jasad) Rasul bisa melihat yg Ghaib.
    ‘Waullah hu’alam’

  3. Maaf Pak Ustad,
    Tapi kalo menurut kebanyakan Ulama mengatakan bahwa Isra adalah perjalanan Rasul dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam satu Malam, dan Miraj adalah diangkatnya Rasulullah ke langit, Kita sebagai umat Islam harus Meyakini, bahwa yg Ghaib itu mmg ada, dan yg Ghaib adalah urusan Allah. Kalo Rasulullah bisa melihat dan berkomunikasi dgn Malaikat Jibril. Lalu apakah Mustahil buat Allah utk mengangkat Jasad dan Ruh Rasul kelangit. Tentunya itu sgt mudah bagi Allah jika Allah berkehendak. (Kun Fa ya kun)Yang jelas kita sbg Umat Islam harus meyakininya.

    Rasul di beri Mujizat namun tidak nampak sperti Mujizat yg diberikan Allah kpd Nabi-nabi terdahulu. Justru disinilah cobaan utk umat Islam.

    QS 72:26 (Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang Ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.

    QS 72:27 Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.

    Dari Ayat tersebut mengatakan (Kecuali kpd Rasul) berarti secara Lahiriah (Jasad) Rasul bisa melihat yg Ghaib.

    ‘Waullah hu’alam’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *