jelas sekali siapa sponsornya,jelas sekali tendensinya, jika memang tuduhan sesat kenapa buku buku yang jelas jelas sesat tidak dipermasalahkan …misalnya buku tentang syeh sirti jenar… buku buku kejawen….. dan buku buku sesat lainnya… tuduhan yang jelas adalah masalah wihdatul wujud, tapi kalau mau dikaji ternyata bukan wihdatul wujud tapi fana… nah ..

dan sebelum acara dimulai penayangan fitnah terhadap sosok Ust Abu diput ar dan diperlihatkan kepada peserta , jelas ini adalah alasan kenapa penyelenggara mengadakan bedah buku berguru kepada Allah yang tujuan akhirnya adalah untuk menjatuhkan, memfitnah abu sangkan. inilah yang menjadi target utama bukan bukunya tapi sosok orangnya yaitu ustad abu sangkan.

pada sesi tanya jawab penanya pertama adalah dari panitia (pak salman) yang mengomentari begini ” apapun hasil bedah buku ini akan kita tindak lanjuti..” kira kira demikian. nah… ini kan sangat kentara sekali. majlis pembedah saja belum memutuskan apa apa kok sudah mau ditindak lanjuti…

saya juga  heran kepada pembicara sebelum saya kok ya kurang paham bahwa diri mereka di stir panitia dan diarahkan panitia untuk menjatuhkan ABU SANGKAN, mereke adalah akedimisi seharusnya paham bahwa yang namanya bedah buku kan harus objektif, ada sisi positif dan negatif…. itu baru bedah namanya.

ya harapan kami di shalat center terutama shalat center solo, penyesatan buku Berguru kepada Allah ini segera  berakhir. kalau mau diskusi ya face to face dulu lah, jangan mobilisasi orang yang tidak paham untuk diajak bersama sama menyesatkan buku. karena saya lihat peserta tidak ada satupun yang punya bku berguru kepada Allah,bahkan pembicara nya pun bukunya foto kopian buku berguru kepada Allah cetakan 2002 (tergolong pembajakan buku he he ). sebaiknya kalau mau menyesatkan pak Abu ada baiknya telp ustad abu dulu, tadi malam Ust abu di makasar telp saya dan beliau bersedia untuk diskusi face to face (satu lawan satu) jangan rombongan (massa). sebaiknya juga pembicara ada baiknya untuk menemui secara baik baik ke ust Abu untuk mencari kebenaran bukan hanya pandai menemukan kesalahan orang, kan sama sama muslim, sama sama ust, sama sama berjuang untuk memperjuangkan kalimat tauhid kenapa harus saling menjatuhkan. jangan menjelekkan sesama ustad di depan publik yang akhirnya akan merugikan umat, tabayun dululah jika memang sesat, kan pak abu juga sudah bersedia untuk membicarakan masalah ini. semoga kita saling bisa menjaga kesatuan umat.

ingat jangan karena ada udang dibalik batu kita rela untuk menjatuhkan sesama kita.