Belajar itu quran harus meningkat jangan berhenti di tajwid atau tahsin

gunakan terjemah dan tafsir ulama

belajar Al Quran tidak berhenti di tajwid dan tahsin, tajwid dan tahsin adalah cara membacanya saja, itu hanya Alat untuk dapat membaca huruf, belum isi kandaungan al quran. Belajar al quran yang utama adalah bagaimana memahami isi perintah yang terkandung dalam al quran tersebut. Perintah ini ada daya atau ada mukjizatnya. Jika kita mau mencoba pasti akan merasakannya. Kita baca satu ayat kemudian kita pahami perintah Allah di balik ayat yang kita baca maka perintah tadi akan merasuk dan akan memformat ulang pikiran dan perasaan kita itulah yang saya katakan sebagai mukjizat, sehingga baca satu ayat saja sudah sangat berat karena dayanya yang besar, seolah mau baca lebih banyak ayat dada ini terasa tidak kuat. Kita bayangkan saja satu perintah Allah ini dayanya dapat memperbaiki pikiran perasaan dan kesadaran maka setiap hari kita baca 1 atau2 ayat pasti akan membuat perubahan hidup yang dangat cepat.

Modal penting untuk memahami perintah Allah dalam al quran adalah pada sikap “mau menjalankan perintah Allah”, atau mencari apa petunjuk Allah dalam al quran” bukan pahala. Sikap mau menjalankan perintah Allah ini akan membuka pintu kemukjizatan al quran pada diri kita. Dan memang al quran adalah untuk siapa saja yang bertaqwa “huda lil mutaqin” orang taqwa berarti orang yang menjalankan perintah Allah.  Membaca al quran adalah sarana untuk bertakwa sebab membaca al quran dengan memahami isi perintah nya adalah sarana untuk menjalankan perintah, Taqwa adalah bentuk action. Ibaratnya adalah membaca surat perintah itu belum termasuk menjalankan perintah. Memang perintahnya membaca tapi untuk level yang diatasnya, bahwa membaca perintah belum menjalankan perintah. Misalnya orang saya beri perintah untuk menyapu lantai dengan surat perintah, maka ketika dia membaca surat perintah itu berarti dia belum menjalankan apa apa yang saya perintahkah yaitu menyapu lantai. Itu saja membaca dengan memahami perintah, apalagi dengan membaca yang sekedar di baca tidak difahami isi nya .

Untuk bisa memahami isi perintah Al quran tidak perlu bisa bahasa arab, tapi yang penting MAU, seperti ketika kita belajar huruf hijaiyah pertama kali, modal utama adalah yang penting mau. Kita bisa menggunakan terjemah kata perkata, terjemah per ayat dan tafsir, dimana ketiganya ini sudah banyak beredar three in one. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak faham dengan al quran.

Pantangan untuk bisa memhami alquran adalah meniatkan untuk mencari pahala, sebab ketika niat sudah mencari pahala maka jiwa kita pikiran kita perasaan kita motorik kita akan di arahkan dengan membaca cepat, orientasi pada jumlah ayat, bangga dengan jumlah ayat yang setiap hari dibaca, malas untuk memahami isi, bahkan takut untuk membaca kandungan ayat karena takut sesat. Niat membaca al quran harus tegas bahwa setiap ayat yang dibaca harus difahami perintah Allah apa. Bahkan kalau anda mau menyadari ayat 16 di surat al qiyamah maka membaca al quran dengan cepat ini adalah di larang. Tapi pasti anda heran hampir mayoritas umat islam jika baca al quran cepat dan tidak faham isinya, yang mana hal ini jelas bertentangan dengan perintah di ayat 16 surat al qiyamah. Saya hanya mengingatkan diri sendiri dan anda semua yang mau saya ingatkan tentang hal ini. Kebiasaan kita sebelumnya yaitu membaca al quran dengan cepat dan tidak memahami isinya ternyata dilarang al quran. bagaimana jika kita menjalankan apa apa yang diperintah Allah?

akhir kata jangan berbangga dengan bacaan al quran, dimana kita sudah sangat menguasai tajwid dan tahsin sebab itu belum apa apa nya, untuk dapat membaca al quran dengan benar kita harus memahami isi sampai pada faham apa perintah Allah di dalamnya dan kemudian menjalankannya dalam kehidupan.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.