Belajar khusyu tidak boleh mencari khusyu …

Aneh memang belajar khusyu namun juga tidak boleh mencari khusyu. jadi kembali ke paradigma tentang khusyu itu sendiri bahwa khusyu itu sesuatu yang diturunkan oleh Allah ke dalam hati jadi bukan kita yang menciptakan. khusyu tidak dapat kita ciptakan khusyu itu mengalir saja dan kita ikuti kemana arah khusyu … kepasrahan dalam sholatlah yang dapat menstimulasi turunnya khusyu dalam hati.

oleh karena itu khusyu bukan menjadi tujuan kita sholat, tujuan kita sholat adalah bertemu dengan allah inni wajahtu wajhiya lilladzi…. jadi kita berhadapan dengan Allah itu tujuan kita dalam sholat.

belajar khusyu tidak perlu memperhatikan apakah ini khusyu atau ndak.. biarkan saja mengalir yang penting kita berserahdiri kepada allah. kalau dalam sholat kita mengejar khusyu malah tidak bisa khusyu. khusyu ini ibarat bonus yang diberikan Allah kepada kita, bonus diberikan jika orang tersebut dapat berserah diri dalam sholat. jadi kalau kita sholat ngejar bonus malah tidak mendapatkannya. dalam bekerja jangan mikir bonus, bonus ituakan muncul sendiri ketika kita menghasilkan pekerjaan yang baik.

bonus khusyu ini hak mutlak miliknya Allah, sah sah saja allah memberikan bonus kepada hamba yang dikehendakinya. tidak bisa kita membatasi Allah bahwa yang bisa khusyu adalah mereka yang sudah bergelar kyai haji… seorang yang biasa biasa saja namun memiliki kepsrahan yang tinggi pada Allah sangat mungkin diberikan rasa kekhusyan dalam dirinya.