Belajar Makrifat apa menjalani ma'rifat ??? (3)

untuk apa belajar lama-lama tentang ilmu hakikat makrifat kalau semua tinggal dijalani. mengenal Allah tidak diperlukan kenal seperti kenalnya para aulia atau para nabi… ya kenalnya semampu kita kenal dengan Allah. yang sedikit yang sederhana kita kenal dengan Allah itulah yang kita gunakan kita pake kita jalani. contoh kalau kita mau ke pasar atau ke suatu tempat yang mungkin agak jauh… kita hanya punya sepeda motor untuk menjangkaunya.. ya sudah tinggal tancap gas saja pergi berjalan ,.. kenapa kita harus nunggu punya mobil ya kelamaan wong punya kita cuma motor, lain dengan yang sudah mobil … namun belum tentu juga .. bahwa yang punya mobil dipakai untuk berjalan menuju ke Allah.. bisajadi kan dia berilmu makrifat tinggi tapi tidak dipakai untuk hidup keseharian. allahpun tidak melihat ilmu kita atau alat yang kita pakai kok, tapi Allah melihat kesungguhan kita dalam menuju kepada Nya.

mungkin kita ragu untuk segera berjalan ke Allah karena takut tersesat.. yang menyesatkan sebenarnya adalah pikiran kita sendiri yang menganggap bahwa kita akan tersesat. jadi sugesti tersesat itu sebenarnya yang akan menyesatkan kita sendiri, bukan jin dan bukan syetan (kasihan dia selalu di kambing hitamkan).

saya katakan lebih ekstrim lagi bahwa menjalani makrifat tidak perlu menggunakan ilmu, jadi untuk apa belajar makrifat… malah jika terlalu banyak belajar makrifat malah bisa bikin pusing.. coba ikuti saja diskusi diskusi di milis milis yang membicarakan masalah makrifat saya jamin tambah bingung dan tambah bingung. mereka bicara ilmu makrifat bukan perjalanan makrifat. makrifat kalau ditulis malah nggak keluar tulisannya. Apanya yang ditulis kalau akhirnya mentog pada ketiadaan. orang bicara makrifat pasti sesuai dengan persepsi nya sendiri dan sesuai dengan pengalaman emosional yang dialami. sehingga dalam mempelajari ilmu makrifat akan sangat banyak versi. contohnya saja kiat belajar makrifat dari Ust Abu Sangkan dengan para ahli tarekat akan sangat berbeda kalau pak tidak mengenal wasilah (perantara) tapi jika para ahli tarekat sangat tergentung pada wasilah dalam berjalan menuju ke allah. mana yang benar? saya kira semua mnemiliki dasar pengalaman sendiri sendiri dan hal ini tidak perlu diberdebatkan lagi.

Apa yang terjadi saat ini merupakan cerminan dari “pembelajaran ilmu makrifat yang salah” kenapa salah ya salah karena orang jadi awang awangen untuk belajar makrifat karena berbelit belit dan sulit. akhirnya mereka pun mengatakan jangan belajar makrifat kalau masih muda, nanti saja kalau sudah tua.. ini suatu kesalahan fatal yang harus kita perjuangkan. kenapa mengenal Allah nunggu tua??!.

mengenal Allah ini lintas ilmu, orang yang berilmu dan orang yang tidak berilmu memiliki kesempatan yang sama untuk mengenal Allah. ada sedikit kecenderungan egoisme dari para ahli ilmu agama bahwa makrifat merupakan pelajaran universitas… jadi adakecenderugan untuk membeda bedakan kasta… yang kasta tak berilmu tidak boleh mempelajari ilmu ini , yang kasta santri atau kyai boleh mempelajari ilmu ini. ini adalah suatu pembodohan yang menyesatkan, lagi lagi egoisme menimbulkan kerusakan.

mungkin tulisan ini agak keras.. maaf.. namun hal ini sekedar penyemangat saja bagi sahabat sahabat seperjuangan termasuk juga kepada mas Musahfiq yang menyampaikan keluhan nya (baca komentar), untuk selalu menjalni makrifat bukan belajar makrifat. jangan bangga dengan ilmu yang dimiliki tapi banggalah jika kita bisa selalu bersama allah dalam keseharian kita.

154 thoughts on “Belajar Makrifat apa menjalani ma'rifat ??? (3)

  1. Leres Mas ,Aku jadi teringat[tepatnya diingatkan oleh Allah ,bukan tanpa kesengajaan terus ingat]dalam paparan Bapak Abu Sangkan bahwa hidup ini adalah shafar [maaf kalok tulisannya salah] ,hidup adalah perjalanan menuju ALLAH.
    Namanya perjalanan Mas ya banyaklah cara kita menempuhnya ,Saya sih pakek cara yang sederhana aja Mas, nggak pakek teori yang ndakik-ndakik yang malah membuat kepala cekot-cekot.,nggak pakek pikiran yang malah membuat kepala bagian belakang sakit. Yang saya lakukan adalah rileks,berserah diri ,jahadu atau kesungguhan untuk datang ke ALLAH ,pengakuhan bahwa saya tidak mengerti,tidak bisa apa-apa tanpa bantuanMU YAA ALLAAH. ya ALLAH ajari aku ,tunjuki aku ,aku datang kepedaMU YA ALLAH kemudian aku panggil-panggil ALLAH terus dengan kerendahan hati sampai direspon oleh ALLAH sendiri.Selanjutnya ada kepasrahan total ,tinggal aku ikuti maunya ALLAH,aku diperjalankan ALLAH.
    Dan adalah suatu kewajaran atau keniscayaan dalam perjalanan tsb.mendapatkan pemahaman baru,ilmu baru ,pengalaman baru dan apa saja bentuknya opo jare ALLAH, saya tinggal bersaksi dan mensyukurinya saja. Terimakasih YA ALLAH.

  2. betul sekali mas Mushafiq, jadi ke Allah tidak pakai nafsu, kalau pake nafsu biasanya akan kecanthol canthol, entah kepala jadi pening, pusing, atau mungkin seperti berhenti di tenggorokan. dengan relaks ke Allah, pasrah total kemudian kita panggil saja Allahnya.. biarkan Dia yang merespon kita, jadi tidak ngatur Allah untuk merespon kita. kemarin forum malam jumatan juga ada yang menanyakan ke saya , Pak Pur kok saya ndak bisa merasakan apa apa ke Allah ya…. jawaban saya ya sederhana saja “lho yang dicari allah nya apa sensasinya…kalau njenengan mau kerumah saya yang njenengan cari itu saya atau suguhan saya.. mestinya saya kan yang ingin anda temui bukan nya kerumah saya untuk mencari makanan atau minuman.
    jadi memang intinya ke Allah harus dalam keadaan pasrah tanpa nafsu.

  3. ass ww, Maaf saudaraku…sebelumnya saya mohon izin utk tertawa…huahahaha…1000x…
    saya sangat tertarik dg tulisan mas Setiyo. Dg bahasa yg sangat sederhana, tp bisa membuat saya cepet mengerti dan sangat tersentuh. Saya sangat mengaharapkan perjuangan saudara sekalian semuanya hanya karena Allah. Amin…
    salam hangat selalu dr saudara2 shalat center Batam. Wassallam…

    NB : kesalahan tulisan (ketikan), mohon secepatnya di benahi. ini utk menghindari org salah persepsi. trim’s…

  4. Waalaiukum salam, saudara ku yang ada di Batam.. ini benar benar silaturahmi… nyambung rasa … pakai blog sampai juga di batam. maaf juga mas Sultan.. saya juga tertawa terbahak bahak 1001 X membaca alamat email mas sultan… yang ….
    salam juga buat temen temen di Batam dari temen temen shalat center solo.
    kesalahana tulisan … baik mas terima kasih banyak atas sarannya

  5. aslamualaikum wr.wb
    begini pak saya mau tanya tentang teori bapak mengenai makrifat,sebenarnya kalu ditelusuri lebih dalam lagi ilmu makrifat itu bukan hanya sekedar teori tetapi praktek juga. dan orang yg mempunyai ilmu makrifat sangat beruntung,dengan seizin allah pun kita dapat tau ini halal atau haram. yang saya tanyakan adalah resiko orang yg mempunyai ilmu makrifat itu apa pak, terima kasih mohon maaf klo ada kata yang salah

    wasalmualaikum wr.wb

  6. terimakasih Mbak Dewi, tentang resiko orang bermakrifat… apa ya.. begini mbak.. kalau orang sudah dekat dan yakin dengan kemurahan Allah.. maka apapun yang diinginkan pasti Allah akan mengabulkan, maka sikap hati hati harus di pakai yaitu jangan sampai berkeinginan yang negatif.. karena allah pun akan mengiijinkannya… maka sebenarnya orang makrifat jika tidak benar benar ihlas akan terjadi sebaliknya dia bisa berbuat jahat dengan makrifatnya. jadi ya tetep harus hati hati dan waspada. luruskan hati ke allah pasrah dan mengikuti apa maunya Allah.

  7. asalamualaikum pak
    terima kasih pak sdh di jwb
    maaf pak klo saya tanya lagi,begini klo org yg mempunyai ilmu makrifat bisa berbuat jahat dengan makrifatnya itu yg bgman? trus klo org itu mempunyai ilmu makrifat tdk membimbing umat islam dgn bnr maka ilmu yg di milikinya akan di cabut oleh allah. dan 2. pak klo org yg mempunyai ilmu makrifat itu khan tau azab2 dari kubur dgn seizin allah,terima kasih

  8. setuju…………… hehehehehhe…… belajar makrifat gak usah nunggu tua.keburu telat ^_^ hohohohoh…
    bisa2 koit duluan ( just kidding…)

    skr spiritual udah jadi life style buat anak muda.klo menurut saya sih, gak spiritual gak gaul hehehhehe…

    iya gak pak???

    maap klo bahasanya kurang sopan ^_^
    yang penting dalem tetep KOSONG kan PAK……

    hidup PATRAP !!!!!!!! merdeka Indonesia

    ISLAM DUNIA

  9. As Wr Wb.

    Segala puji bagi Sang Pemilik Segalanya,
    Yang memberikan kehidupan menuju kematian,
    Yang menganugrahi kebodohan dalam kepintaran,
    Yang melimpahkan kekosongan dari semua kebesaran.
    Semoga Dia mencurahkan kasih sayang kepada yang merelakan diri kepadaNya.
    Amin.

  10. Ass. Mas Nuwun sewu tumut & nderek tampil.Mas kl kita mau kenal Allah apa g yang pertama Kenal Siapa kita.yang mana kita, kenapa kita Ada???itu yang menghambat proses Makrifat. apa begitu????mohon Saran mas………….Nuhun….

  11. Ass. mas setiyo
    selain menjalankan syariah apakah syarat untuk bermakrifat….? apakah hati harus benar-benar bersih dari penyakit hati sebagai sarananya.
    Ego adalah salah satu penyakit hati yg sulit dihilangkan (fitrah red) bagaimana mengendalikannya…? mohon saran mas

  12. nggih nggih mekaten sekeca mas… karena banyak juga temen temen yang salah belajar makrifat terutama lewat metode patrap dan sholat ini. mereka senenge kesusu terburu , cepat pingi bisa.. padahal belajar makrifat harus tumakninah dan menunggu dengan seksama setiap pelajaran dari allah…

  13. Assalamu’alaikum Wr Wb,

    ‘met siang Mas Setiyo Purwanto, ‘pa kabar? Mudah2an Allah SWt memberikan semua berkah & hidayahnya untuk Mas & keluarga.

    Dari semua artiket tentang islam baru kali ini Rachmat coba ikut ngisi responsnya. Pengalaman pertama Rachmat tentang Makrifat adalah secara kebetulan pas liat-liat artikel tentang islam trus ngedownload file tentang Makrifat yg ditulis sama “Ananta” (bukan nama asli & bukan orang Islam tp karena temen dekat saja ) disalah satu Web & Rachmat print untuk dijadikan bacaan. Lumayan setebel buku Skripsi.
    Awal Rachmat baca tentang Makrifat adalah Rachmat bisa dapat ketenangan serta bisa menjalani hidup ini dengan nyaman walau banyak temen yg kaget karena menurut mereka belajar Makrifat itu adalah tahap keempat dr Islam setelah ke 1, 2 & 3 apa gitu… tp asli nggak peduli ajach karena banyak tulisan tentang hidup yg bisa Rachmat terima seperti Ikhlas, Zhikir (didalamnya dituliskan Meditasi) & lainnya.
    Dan setelah membaca tulisan Mas jadi keinget lg untuk baca buku itu & kalau boleh bertanya,

    “Bagaimana atau ada kiat-kiat khusus untuk bisa mendapatkan hati yg bersih serta menerima semua ujian hidup dengan hati yg ikhlas…? & sejauhmanakan kita mengikuti kata hati karena Rachmat masih ragu apakah ini dari Allah atau hanya bisikan dari sesuatu yg sesat…?”

  14. mas rachmat, untuk mendapatkan hati yang bersih tidak ada cara lain yang lebih efektif kecuali mendekat kepada allah. nanti allah yang akan bersihkan hati kita. kemudian keraguan mas tentang bisikan gampang saja mbedakannya. kalau mas racmat lurus ihlas ke allah berarti pelajaran itu dari allah namun jika tidak ke allah berarti pelajaran itu bukan dari allah, bisa syetan , jin atau lainnya

  15. mas salam kenal, kalau boleh tahu apakah hanya islam yg bisa makrifat kepada allah bagai mana dgn umat diluar islam,bukankah agama dimuka bumi ini allah juga yang menciptakan,bagai mana kalau mereka tidak makrifat benarkah mereka dalam menyembah tuhannya, bukankah makrifat itu kenal atau tahu dgn tuhanya,

  16. “Alangkah ramainya orang alim dan orang yang zuhud tidak dianugerahi makrifat, kecuali mereka memiliki makrifat seperti orang awam atau kutu lepak. Boleh jadi alangkah ramainya orang awam yang dianugerahi makrifat, sesuatu yang tidak dikurnia kepada orang alim dan orang zuhud padahal mereka sudah berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkannya. Makrifat ialah anugerah Allah yang dilimpahkan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.”

  17. manusia itu belajarnya adalah sampai ke hakikat…..kalo makrifat adalah bonus…..kalo ada guru yang bisa memberikan makrifat itu adalah boong besar………

  18. mbak cahyaning : maaf jangan kan umat lain yang sesama manusia ini, syetan saja makrifat kok mbak , cuma makrifat nya bukan makrifat patuh kepada allah tapi makrifat yang membangkang kepada allah. yang terpenting bukan makrifat nya namun ketundukan kita kepada allah.
    untk mas martinus apakah syetan tadi ketika mendapatkan makrifat termasuk karunia ? tidak mas, orang makrifat belum tentu karunia bisa jadi itu istidraj dari allah, mengenal tapi tak tunduk. jadi tidak peduli makrifat atau tidak yang penting kita tunduk patuh kepada allah saja mas.

  19. Hmmm,,, Memang benar pak, tak pandang umur. Sebenarnya ilmunya gampang, cuma prakteknya yang susah. Dalam satu majlis dengan satu pembimbing yang sama, maka masing-masing yang dibimbing akan memperoleh hasil yang berbeda-beda, karena rasa dan perasaan masing-masing orang beda-beda, pengamalan, ketaatan, tujuan dan keikhlasannya pun beda-beda. Bahayanya,,, karena bisa disalah gunakan.

  20. Sebenarnya, ketika seseorang ma’rifat, ia tidak akan dihizab lagi di kubur, bahkan ada yang mayatnya menghilang setelah di kuburkan. Oleh karena itulah orang-orang yang paham akan menempuh habis-habisan jalan makrifat (pencarian) agar dapat menemukan ilmu ini. Namun tidak banyak yang berhasil. Ada yang dari guru ke murid, malah sampai muridnya mati semua, ilmunya belum di dapat juga karena tirhijab sesuatu.

  21. Kalau ingin menemukan ilmunya, TAUHIDKAN (syirkan) bacaan shalat dan zikir hanya dalam hati, karena kuncinya adalah SHALAT dan ZIKIR. Amalkan shalat Tahajjud dan shalat Dhuha, amalkan puasa senin-kamis empat bulan tanpa putus. Setiap bulan amalkan puasa tiga hari berturut-turut (tgl 13, 14, 15 bulan di langit) dalam penanggalan hijriyah. Puasa tiga hari ini, terakhirnya ditutup dengan Tahajjud pada tgl 15 malamnya di masjid atau di tempat yang sepi. Setiap setelah Tahajjud, mintalah ilmunya. Usahakan amalan anda tidak diketahui orang, tidak dipamerkan atau diceritakan kepada orang lain. Lakukan selama empat bulan berturut-turut. Isyaallah!!

  22. Ibnu Wahb pernah berkata: “Seorang ahli hadits pun akan tersesat jika tidak memiliki seorang imam dalam fiqih”. Ali Alqari pernah berkata, “Seorang ulama hadits TANPA ILMU fiqih adalah seperti penjual obat yang bukan dokter. Dia hanya memiliki obat tetapi tidak tahu kegunaannya”. (Mu’taqad Abi Hanifah). Ibnu Uyaynah berkata, “Hadits itu dapat menyesatkan kecuali bagi mereka yang fiqih”. Khalifah Umar bin Abdul Aziz: “Jika seorang berdakwah atau beribadah kepada Allah BUKAN DENGAN ILMU, maka yang aku khawatirkan akan lebih banyak salahnya daripada benarnya”.

  23. Assalamu’alaikum….

    benar mas menjalani makrifat tidak boleh terburu2 seperti belajar ilmu (pingin cepat bisa), semakin kita punya kemauan2 semakin jauh kita masuk dalam kemakrifatan, kita harus bisa meninggal trompa kita mas dan itu sulit sekali hanya bimbingan dan ridhoNya ….Amin ya Allah.

  24. boleh ya aku ikutan nimrung? ma’rifat itu mengenal, ma’rifatullah mengenal Allah, ada hadits mengatakan awaluddin ma’rifatullah, awalnya segala sesuatu adalah ma’rifatullah. byk yg keliru berpersepsi bhw bljr agama terkotak2 dr syariat, tharekat, hakekat dan ma’rifat, pdhal sesungguhnya apa yg di asumsikan itu adalah satu kesatuan yg tidak terpisahkan dan mmg tdk bisa terpisahkan, awalnya hrs ma’rifat/mengenal. klu kita ingin ke pasar yg subtansial mnrt sy adalah bkn naik apa ttp harus kenal dulu apa itu pasar (tujuan), setelah itu br kita naik apa? dgn apa? jgn sampai nyasar ke t4 lain.

  25. Ikutan ah…
    Belajar marifat apa menjalani ma’rifat ??

    Semuanya benar….yg disampaikan oleh mas Sam juga benar….pendapat mas setio juga tdk salah….

    karena yg dibicarakan hal gaib dan kita berada didunia nyata maka terjadilah hal seperti ini…

    Tolong jawab pertanyaan saya berikut ini
    1. Dari mana asal Manusia ???
    2. Mau kemana Tujuan manusia ??
    3. Apa tujuan manusia diciptakan ??

    Hp aja ada penciptanya, dan tujuannya hp juga ada….dan akan menjadi kepingan besi tak berguna jika dihancurkan…

    pasti manusia juga seperti itu…

    Setelah itu terjawab saya juga mau bertanya…

    1. Bagaimana cara mengingat Tuhan ?? seandainya tuhan itu sebuah mobil yg digunakan oleh Michael Schumacher….maka akan mudah lah seorang hamba untuk mengingatnya…nah bagaimana dengan kita yg tdk pernah melihat wujud Tuhan ???
    Jangan2…cuman kita yg mengklaim bahwa kita sudah bertemu tuhan dengan adanya getaran…rasa…dan cognitif….
    seandainya benar ?? maka apakah rasa getaran dan cognitif itu bisa menjadi penyelamat kita ?????

    2. Jika AlQuran adalah kebenaran ?? maka bagaimana dengan injil ??? Taurat dan Zabur ?? sedangkan Allah SWT menciptakan Jin dan Manusia (kristen,islam dll) kecuali untuk menyembah…??

    3. Bentuk penyembahan yg disebutkan oleh ayat tersebut seperti apa ?? karena pasti Sholat bukan penyembahan….sebab kalo sholat penyembahan….maka Kristen tdk menyembah dong ?? org haid tdk menyembah dong…sementara Semua yg hidup menyembah….
    apa bentuk universal manusia menyembah ??

    Thank you

  26. mas setio yg terhormat,saya mau tanya siapakah manusia yang sesungguhnya?bukan orang ya tapi manusia yang sesungguhnya.terima kasih mas

  27. untuk mas adi :
    manusia yang sesungguhnya adalah manusia yang mau kembali dan mengembalikan diri dan semua urusan kepada Tatanan ALLAH.

    untuk mas pupun:
    1. asal manusia dari tidak ada, lalu diadakan
    2. tujuan manusia adalah untuk mati
    3. manusia diciptakan untuk beribadah kepada ALLAH

  28. Mas Setio yang saya hormati, saya mau tanya
    apa perbedaan rahmat Allah dengan Ni’mat Allah dan apa Ni’mat Allah yang paling besar. Terima kasih mas.

    • wah apa ya pak saya kok juga belum begitu paham ya…kalu nikmat alah yang paling tinggi menurut saya adalah kita diberi kepahaman tentang makrifat dan dapat menjalankannya serta menyampaikannya kepada Orang lain..demikian pak maaf dan termakaish atas kunjungannya

  29. ikutan nimbrung mas, mau bermakrifat dgn Allah, ikuti aja prinsip radar, radar akan memberi sinyal apabila sasaran didapat. apabila sasaran sudah diadapat, pertahankan jangan sampai hilang.

  30. Assalamu’alaikum,Maaf Mas..saya pernah disuruh menyanyakan oleh seseorang tentang …Kitabul arsy, trus Wirid Sidrotul Munthaha….apakah memang ada….terima kasih sebelunya atas pencerahanya….

  31. salam sejahtera,
    maaf sedikit nimbrung,
    ilmu hati tidak perlu diidiskusikan, tapi ada satu batas seseorang utk mulai serius belajar hati, batasan itu adalah sebuah rasa yg meyelimuti seluruh tubuh, nah jika manusia sudah pernah (meskipun hy 1x) merasakannya, berarti hidayah allah telah datang padanya, guru terbaik adalah hatinya. jika kurang yakin akan yg mana kehendak allah, yakinkan bahwa kehendak istri/suami adalah kehendak allah, LAKUKAN PERINTAHNYA DG SENANG HATI,

    • Tanggapan bapak toni. Guru terbaik bukan hati pak. Saya khawatir pemahaman bapak menyesatkan orang. Untuk pribadi sih sah-sah saja. Karena bapak mendengar “sir-Nya” didalam hati bapak. Untuk itu kita semua bersyukur karena bapak dikaruniakan iman itu. Wassalam.

  32. assalam wr wb,
    salam kenal pak Pur..
    saya tertarik dan mungkin berminat..
    kira-kira kalau untuk daerah Kab Bekasi Jabar dimana tempatnya untuk mendapatkan bimbingan tersebut..
    terima kasih..
    waalaikum wr wb.

  33. menurut saya, apa pun ilmunya maka tujuan penguasaan ilmu yang “baik” adalah apbila ilmu tersebut dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain dan lingkungan.

    menurutku, ilmu makrifat itu sebenarnya sudah build up dari sononya. Contoh, ketika kita nemu dompet di jalan pastilah hati kita berbisik “kembalikanlah dompet ini kepada pemiliknya”.

    nah, makrifat biasanya selalu membimbing kita ke jalan kebenaran dan kebajikan, tak peduli apakah orang tersebut beragama atau tidak.

    Tetapi, dalam diri manusia juga ada yang berbisik “asyiik nemu dompet nih, wah uangnya banyak lagi, ini namanya rejeki, ambil aja ah, aku kan tidak mencuri” nah jika bisikan ini yang kita turuti berarti kita “tidak menemukan jalan makrifat”.

    Jadi makrifat adalah ilmu yang sudah menyatu dengan diri setiap manusia tanpa harus dicari. Hanya yang menjadi masalah, manusia biasanya lebih menyukai jalan kesesatan, yakni jalan yang merugikan diri sendiri, orang lain maupun lingkungan.

    Mengapa jalan makrifat jarang dipilih? karena jalan makrifat adalah jalan kejujuran, kasih sayang, kesederhanaan, kesabaran dan keikhlasan.

    Sekali lagi, belajar makrifat tak perlu terlalu bingung dan pusing, belajar saja dari alam yakni bagaimana sang ulat (agar dia kelak bisa berubah menjadi kupu-kupu) bisa begitu parah dan sabar dengan menjalani hidup dalam kepompong dan seribu kebijakan alam lainnya.

    Jika kita “peka” pasti bisa justru yang paling sulit adalah “mengamalkannya”.

    matur suwun, sumonggo dipun resapi.

  34. mohon maaf ada ralat dikit tertulis “………bisa begitu parah dan sabar dengan….”

    yang benar “…..bisa begitu pasrah dan sabar dengan dst….”

    terima kasih.

  35. ikutan…..
    Prinsipnya Ilmu makfrifat itu memang sudah ada di diri kita, Di kejar dia lari, Diam dia menuggu. lalu Harus bagaimana ?, Biarkan Dia datang sendiri yaitu dari Keikhlasan dari apa yang kita kerjakan, Sholat, amal,Zakat,Puasa, semua Karna Allah Bukan karena mengejar ilmu tadi, mereka hanya Pemandu, dan Hati Kita dengan keyakinan yang akan merasakan Hasilnya…

  36. saya sebagai org awam yg mencoba belajar mengenal Allah, saya pribadi memulainya dgn menjalankan tuntunan syariat yg benar yg telah diajarkan oleh Rasulullah SAW, dan mengikuti hukum2 yg telah ditetapkan oleh Alquran & Assunah dan kemudian mencoba utk menjauhi segala laranganNya & menjalankan perintahNya, setelah itu berusaha utk tetap istiqomah dlm menjalankan syariatNya. Kemudian mencoba membersihkan hati dari rasa dendam, benci, amarah, iri & dengki, ria, takabur, ujub, yg walaupun dlm pelaksanaannya susah sekali menjaga hal2 yg berhubungan dgn penyakit hati, tapi paling tdk saya mencoba utk lebih sabar, ikhlas & menerimanya. Saya jg mencoba utk menjauhkan segala sesuatu yg mengandung kemusyrikan, kesesatan, klenik & perdukunan seperti benda2 yg katanya berbau magis, jin, demit & sebangsanya, seperti batu akik, keris, isim, jimat2, wifiq, ilmu2 & amalan2 sesat semacam pelet, gendam, pengasihan, kekebalan, silat gaib, dsb. Bagaimana saya mau mengenal Allah bila saya msh mempercayai sesuatu yg pd hakekatnya itu semua jg makhluk Allah.

  37. menurut “keyakinanku” apa pun yang diajarkan oleh agama apa pun tentang “tuhan” bukanlah tuhan yang “sesungguhnya”.

    Mengapa? sebab tuhan yang sesungguhnya tan keno kinoyo ngopo (tak bisa dibayangkan seperti apa). Artinya, benar memang kita “bisa membayangkan” tetapi apa yang kita bayangkan bukanlah tuhan yang “sebenarnya/sesungguhnya”.

    Tuhan yang sesungguhnya hanyalah tuhan sendiri yang tahu. Kita hanya bisa “mereka-reka/berkhayal” misalnya tuhan maha pencipta, tuhan maha pengasih, tuhan maha esa dan seribu sebutan lainnya.

    Nah benarkah kenyataan yang sesungguhnya demikian? saya kira tak ada satu orang pun yang bisa “menjamin kebenarannya”. Sebab, semua itu hanyalah “keyakinan” sedang manusia termasuk seluruh nabi yang pernah ada tidaklah memiliki “pengetahuan” apa pun tentang tuhan.

    Mohon kalimat di atas bisa dicermati, saya tegaskan bahwa antara “keyakinan/kepercayaan”
    dengan PENGETAHUAN jelas sangat berbeda, mencampuradukkan antara keduanya bisa berakibat sangat fatal (yakni menganggap keyakinan sebagai pengetahuan).

    Sebab, “kebenaran keyakinan” untuk menjadi pengetuhan dibutuhkan “pembuktian”. Jika keyakinan sudah bisa dibuktikan kebenarannya, ini baru namanya PENGETAHUAN.

    Jadi boleh saja dan tidak ada yang melarang dan tidak ada yang bisa menyalahkan “segudang keyakinan atau kepercayaan anda” tentang agama dan tuhan anda.

    Semua keyakinan itu tidak salah,silakan saja, yang “salah” adalah apa bila ternyata keyakinan itu ternyata TIDAK SESUAI dengan kenyataan yang sebenaranya.

    Nah jika kita ingin TAHU apakah keyakinan kita selama ini benar atau salah, maka tidak ada cara lain kecuali mari kita buktikan bersama-sama.

    Pertanyaan, bagaiman cara membuktikan bahwa tuhan itu maha kuasa, tuhan itu maha pencipta, tuhan itu maha tahu dan seterusnya.

    Sekali lagi “pembuktian” jadi bukan hanya sekadar “opini” dan pengandaian-pengandaian.

  38. klo menurut saya pendapat pak suprayitno ada benarnya akan tetapi untuk mendapatkan keyakinan tidak perlu bukti,karena kalau kita ingin bukti kita g akan bisa sampai,karena kita bisa terbelenggu nafsu dari rasa ingin tau kita yang berlebihan

  39. Allah berfirman “Aku mengikut sangkaan hambaku terhadapku”

    Nah,,, sangkaan itu mestilah menepati dengan apa yang diajarkan oleh Al Quran dan Hadis,

    jikalau asas sangkaan itu benar, isnyallah akan ketemu Allah,

    kerana Allah telah berjanji: Siapa yang sungguh-sungguh ingin bertemu denganKu (Allah), masa pertemuan itu pasti akan tiba.

  40. menurutku, sungguh mustahil jika kita ingin bertemu dengan allah. sebab, allah bukan suatu objek yang pantas untuk kita temui dalam wujud-Nya.

    allah adalah objek maha ghoib yang hanya bisa kita dekati melalui “imajinasi/kontemplasi” dengan penuh keyakinan, bersih hati dan konsentrasi.

    Dia akan datang bukan dalam bentuk wahyu atau produk kata-kata melainkan “menyirami seluruh jiwa kita” dalam suasana yang begitu hening, indah dan nyaman. Dan suasana ini hanya berlangsung sekejap.

    Namun pengaruh dari yang “sekejap” itu sungguh akan membuat pikiran dan jiwa kita akan merasa tenang dalam menghadapi berbagai problem kehidupan.

    kita tak lagi merasa khawatir dan cemas terhadap masa depan kita, sebab kehidupan ini hanyalah seperti air yang mengalir.

    tak perlu disesali, biarkanlah penderitaan dan kebahagiaan itu datang silih berganti, seperti siang dan malam.

    Kita hanya menjaga supaya kita jangan terlalu sedih ketika sedang menderita dan tidak terlalu merasa senang ketika sedang memperoleh keberuntungan.

  41. saya mau tanya kenapa pada konsultasi spiritual dikenakan biaya?? kan ini karna allah?? maaf tapi guru besar saya hanya tersenyum mendengar muridnya(saya) berkata seperti ini… maaf

    • bagi saya semua karena Allah pak, spiritual atau bukan spiritual, itu semua karena Allah, dan saya masih terikat dengan hukum sunatullah…. saya mengenakan biaya ini juga karena Allah…. artinya saya ihlas… untuk itu terserah jenengan…saya ihlas ihlas saja…

      • ya di dunia ini saya rasa emang semua bisa dijual, okigen juga bisa dijual apa lagi yang lain-lain, termasuk tuhan, agama dan ayat-ayat-Nya.

        yang beli kadang karena saking bodohnya atau saking pinternya, sementara yang menjual bisa karena memanfaatkan orang-orang bodoh atau memang untuk sekedar mencari makan.

        yang kekterlaluan menurut saya justru yang beli, karena tuhan sesungguhnya tidak bisa diperjualbelikan.

  42. ya,,, memangnya Tuhan tidak dilihat dengan mata kepala, tapi dengan mata hati dengan rasa, kita merasakan kehadirannya, sudah merasakan kehadirannya, maka itulah yang dikatakan bertemu dengan Allah,

    inilah yang telah dijanjikan Allah: siapa yang sungguh-sungguh terhadapku masa pertemuan itu akan tiba,

    iaitu, ‘tiba merasa kehadirannya’.

    nah,,, bagi saya inilah makrifat, rasa kehadiran ini perlu dikekalkan sepanjang masa, dan inilah yang dikatakan ‘menjalani makrifat’ bukan ‘belajar ilmu makrifat’.

    tapi kerana telah terbiasa mencari ilmu makrifat, sudah bertahun-tahun demikian, dari kecil hingga dewasa, walaupun sudah makrifat tapi kerana tabiat semula jadi, masih lagi mencari ilmu makrifat,

    inilah yang harus diperbetulkan, setelah makrifat jangan mencari lagi, tapi jalani makrifat, barulah ‘pintu-pintu’ yang lain akan terbuka.

  43. menurutku, sangat sulit untuk mengatakan atau meyakini bahwa kita “telah berhasil ketemu tuhan”.

    menurutku tuhan gak pernah memberikan janji-janji kepada umatnya, sebab yang sering janji itu manusia (dan sering mengingkarinya).

    tuhan tak pernah berjanji, mengapa? sebab semua sudah diberikan atau digelar di atas jagad ini. Persoalannya, manusia sering tidak tahu atau malas mencari nikmat tuhan yang telah tergelar.

    manusia beriman lebih suka “memproduksi doa” dengan tak lepas-lepasnya ke dua tangan menengadah kelangit, tetapi sering melupakan kerja keras, kejujuran, inovasi, kreativitas dan kesabaran sehingga hasilnya banyak umat muslim yang nasibnya kurang baik dibandingkan dengan negara-negara sekuler, yang kebalikan dengan bangsa kita yakni mereka (bangsa sekuler) lebih banyak bekerja tetapi sedikit berdoa.

    Negara-negara arab bisa maju, itu menurutku bukan karena hasil kerja kerasnya melainkan karena kekayaan minyaknya yang dieksploitasi oleh negara-negara sekuler.

  44. ya,,,janji Allah bukan seperti kita mendengar kata-kata dari seseorang, tapi janji Allah apa yang tertulis di dalam kitab suci Al Quran.

    QS Al Baqarah 2:223 … dan sesungguhnya kamu harus menemuiNYA (Allah).

    QS Al Khafi 18:110: Barang siapa yang berharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah mengerjakan amal saleh dan janganlah ia menyekutukan seorangpun dalam beribadah kepadaNya (Allah).

    QS Al Baqarah 2:46: yaitu orang yang menyakini bahawa mereka akan menemui TuhanNya dan mereka akan kembali kepadaNya (Allah).

    QS Al Ankabut 29:5: Barang siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu yang dijanjikan itu pasti akan datang. Dan Dialah yang maha Mendengar dan maha Mengetahui.

    bagi saya,, inilah janji-janji Allah berkaitan pertemuan seorang hamba denganNYA,

    saya mengimani Al Quran dan bagi saya Allah tidak mungkir janji.

  45. Tegas AJA..
    Maaf,.. Kang Supriyatno agamanya apa ya ?….

    Komentar anda sepertinya tidak suka dengan ARTI dekat dengan Allah,… dan Insya ALLAH dengan Rahmat dan Hidayahnya kita mampu Bertemu dengan ALLAH seperti yang telah Allah tetapkan dalam AL’quran.

    Anda telah meragukan apa yang telah tertulis dalam Ayat-ayat Al’quran. Karena semuanya yang kita Bahas ini berdasarkan Alqur’an dan Hadist ,

    Anda sendiri seperti juga ragu menyebut asma ALLAH tetapi hanya dengan sebutan TUHAN seperti yang di lakukan olah Kaum Nasrani yang membagi Tuhan menjadi 3, Tuhan ALAH, Tuhan Yesus, Bunda Maria…

    Negara kita lebih Kaya dengan segala sumber Alam Didlamnya.
    Sedangkan Negara Arab hanya mengandalkan Hasil Minyak saja bisa bisa lebih Maju SEKARANG INI,..
    Dulu Arab terkenal dengan JAHILIYAH nya dan Rosululluh S.A.W.dan para Khalifah nya mengubah semua Hukum dan menerapkan HUKUM ISLAM yang sesuai dengan Ajaran Alquran, yang sebenar-benarnya dimana membedakan Haram dan Halal dan tidak memperbolehkan tempat Maksiat DLL,
    dan di NEGARA Arab , HUKUM ISLAM tersebut HASILNYA sangat terasa sampai sekarang

    Kita Hukum Demokrasi Hukum yang bisa di beli, tempat Maksiat lebih banyak dari pada MESJID, belum mampu menghukum semua Koruptor yang membuat negara ini banyak HUTANG

    Jadi jangan Meragukan Apa yang telah ALLAH tetapkan dalam Alqur’an…Karena semua tidak ada yang tidak mungkin dengan izin ALLAH..
    Insya ALLAH
    Amiin

  46. Salam.
    Maaf ikut nimbrung pak. Terus terang dalam melihat aneka kehidupan ini benar-benar bikin banyak manusia ( barangkali termasuk saya ) terlena dan lupa, sehingga sulit untuk menerima suara hati ( nurani/nur Illahi ). Akhirnya lahirlah aliran atau golongan-golongan yang semuanya merasa dekat dan dicintai Allah, merasa paling benar dan merupakan calon penghuni surga. Dan lucunya indikator dekat/dicintai Allah dibuat oleh mereka sendiri. Saya pribadi saat ini tidak begitu memusingkan dengan berbagai ilmu yang sering dibicarakan, seperti syari’at, tarikat maupun hakikat, apalagi tentang ma’rifat. Banyak kita lihat orang yang secara umum dianggap sebagai panutan dan ahli dalam agama ternyata juga tergelincir oleh madunya dunia. Hidup bagi saya sederhana saja. Berusahalah diri ini untuk bisa memberikan manfaat bagi sesama, bisa menjadi contoh bagi orang lain dilandasi rasa ikhlas. La khaula wala khuwata illa billah. Salam.

  47. saya setuju dengan mas baset, kayaknya jalan pikiran kita bisa bertemu.

    menurutku kita hidup ini tidak boleh diperbudak oleh “agama”. Ciri-ciri seseorang yang telah menjadi budak agama adalah mengaku yang paling benar sehingga akhirnya tumbuhlah ideologi yang berbasis pada “kebenaran tunggal atas nama sabda/wahyu tuhan”.

    Ciri-ciri lainnya, biasanya orang tersebut sangat mudah terbakar “emosinya”, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain sehingga mudah sekali memberikan stigma “sesat dan kafir” bagi orang-orang yang tidak seiman, dan dalam memandang persoalan lebih cenderung hanya menggunakan pendekatan “keyakinan/iman” bukan “pengetahuan”. Sehingga lahirlah “sumbu pendek” yang mudah “meletus dan membakar”. Hal ini bukan hanya sekadar teori tetapi silakan buktikan kenyataan yang ada.

    Keyakinan memang tidak “pernah salah” apa pun keyakinan anda. Namun, di dalam keyakinan selalu terdapat “dua kemungkinan” bisa benar bisa juga salah. Jika keyakinan kita ternyata tidak sesuai dengan “kenyataan yang sesungguhnya terjadi” berarti keyakinan kita “salah”. Jika keyakinan kita ternyata “sesuai” dengan kenyataan yang ada (fakta) maka keyakinan kita itu adalah keyakinan yang “benar”.

    Keyakinan tidak ada yang salah, yang salah adalah ketika keyakinan tersebut tidak sesuai dengan fakta. Contoh kita begitu yakin bahwa kalau tengah malam kita melintas di suatu wilayah yang terkenal sangat angker itu, maka kita akan diganggu oleh setan atau hantu.

    Ternyata setelah penuh dengan “keberanian” kita menembus malam melintasi tempat angker tersebut, tidak ada secuil pun setan atau hantu yang kita temui, maka inilah yang disebut dengan KEYAKINAN YANG SALAH.

    Contoh lain yang lebih realistis, kita yakin bulan ini akan bisa menutup target penjualan. Ternyata setelah akhir bulan omzet kita tidak mencapai taget maka kita bisa mengatakan bahwa keyakinan itu ternyata meleset atau salah.

    Dan semua keyakinan termasuk yakin pada yang ghoib maupun yang realistik berpeluang seperti itu yakni bisa salah bisa juga benar.

    Keyakinan jelas beda dengan pengetahuan sebab di dalam “pengetahuan” jelas sekali antara obyek dan subyeknya. Sehingga jika pengetahuan akan mengklaim kebenarannya maka harus lebih dulu bisa dibuktikan. Tidak bisa mengklaim kebenaran “dalam pengetahuan” hanya berdasarkan “jarene atau katanya wahyu” tanpa bukti yang jelas. Basis pengetahuan pada umumnya adalah fakta empirik sedang basis keyakinan/agama pada umumnya adalah spiritulistik/transendent/hal-hal ghoib.

    Dalam keyakinan hubungan antara subyek dengan obyek tidak jelas. Sebab obyek keyakinan/agama adalah benda-benda ghoib, yang setiap orang bisa memiliki persepsi/keyakinan atas obyek tersebut secara berbeda-beda, tergantung latar belakang pendidikan, budaya, agama dan lingkungan orang tersebut.

    Jika lingkungannya dan agamanya islam maka akan menyebut tuhannya dengan sebutan alloh dan masih terdapat seribu sebutan lainnya.

    Kita hidup di negara Indonesia yang memiliki ideologi Pancasila. Bahwa, sampai hari ini ternyata sila “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” belum juga terwujud bahkan tampaknya justru semakin menjauh, hal ini sesungguhnya bukan Pancasilanya yang lemah atau keliru.

    Pancasila hanyalah sebagai alat guide/pemandu/pembimbing maka jika yang dipandu tidak mau menurut maka siapakah yang patut dipersalahkan?

    Jadi kita jangan tergesa-gesda mengambil syariat islam hanya karena kita tidak percaya lagi terhadap ideologi Pancasila.

  48. Agama dan wahyu tidak pernah lepas dengan Tuhan. Sayangnya, para Nabi atau pemimpin agama tidak pernah memberikan banyak pilihan
    kepada manusia untuk menelaah tentang apa wahyu itu dan siapa sebenarnya Tuhan itu, mengapa manusia harus percaya terhadap wahyu? Bisakah wahyu dipercaya? Wahyu dan Tuhan adalah “dagangan” yang tidak
    boleh dicela dan dikrtitik. Kita tidak bisa tawar menawar,Dia harus dibeli atau tidak sama sekali.

    Agama benar-benar telah membebani umat manusia, sehingga umat manusia dicekam oleh ketakutan-ketakutan yang luar biasa terhadap api
    neraka. Ketakutan itu akhirnya hanya membuat manusia terpenjara.

    Dalam ruang sempit itulah orang-orang beriman bicara dan berteriak tentang
    “kebenaran”. Padahal kebenaran yang sesungguhnya tidak bisa
    diteriakkan dalam ruang sempit yang bernama “penjara rasa takut”.

    Bila kita ingin menyuarakan kebenaran, maka kebenaran itu membutuhkan
    tempat yang teramat luas.

    Apa sih kebenaran itu? Kebenaran hanya
    mungkin kita peroleh atau kita diskusikan manakala tidak terjadi “penindasan pemikiran” antara satu dengan yang lain.

    Sebab kebenaran adalah pencarian terhadap REALITAS YANG SESUNGGUHNYA. Bukan berdasarkan opini atau “katanya” tetapi berdasarkan FAKTA.

    Bagaimana kita mengklaim kebenaran jika hanya berdasarkan KATANYA? puaskah kita hanya sekadar DICERITANI (diberi cerita)?

    Jika KATANYA bisa dijadikan DASAR sebuah kebenaran maka di dunia ini PASTI akan muncul berbagai macam KEBENARAN tergantung siapakah yang memberikan cerita/kata-kata.

    Padahal setiap kata-kata (pernyataan) yang TIDAK SESUAI DENGAN KENYATAAN berarti sebuah KEBOHONGAN. Dan tidak ada ceritanya KEBENARAN ditgakkan dengan SEBUAH KEBOHONGAN.

    • Oh ya? menarik sekali – adakah bukti dari anda bahwa setiap nabi tidak pernah memberikan kesempatan umatnya untuk mengerti dan memahami pa otu wahyu?

      • iya, jika nabi bilang “ini wahyu dari tuhan” maka adakah kita bisa menyanggahnya?

        bagaimana saya BISA TAHU bahwa anda atau nabi telah mendaptkan wahyu?

        betapapun yang namanya wahyu itu sifatnya sangat “subyektif”, hanya ada dua pilihan bagi umatnya, you percaya atau tidak?

        tidak percaya atau meragukan berarti you kafir!! seperti itu kan yang terjadi?

    • “Padahal setiap kata-kata (pernyataan) yang TIDAK SESUAI DENGAN KENYATAAN berarti sebuah KEBOHONGAN. Dan tidak ada ceritanya KEBENARAN ditgakkan dengan SEBUAH KEBOHONGAN.”

      ehm, kalau begitu dalam pemikiran anda, apakah Al Qur’an itu juga penuh dengan kebohongan – khan Al Qur’an itu wahyu dari Allah?!

      • ujian pertama, wahyu berbunyi bahwa tuhan itu maha tahu.

        Jika benar tuhan maha tahu, mengapa bersamaan dengan itu banyak wahyu yang berbunyi “tuhan memberikan cobaan untuk menguji keimanan umatnya?” dan bentuk-bentuk ujian lainnya?

        Apa pun yang namanya cobaan atau ujian, pasti karena yang memberi ujian atau cobaan tersebut TIDAK TAHU hasil akhirnya, apakah orang tersebut nantinya akan lulus atau tidak, gagal atau berhasil.

        Nah bagaimana mungkin cobaan atau ujian itu dilakukan oleh tuhan? Bukankah tuhan sudah mengetahui hasil akhir dari setiap ujian atau cobaan yang dilakukan oleh diri tuhan sendiri?

        Bukankah pengetahuan tuhan meliputi masa lalu, masa kini dan yang akan datang? bahkan baik yang tersembunyi (dalam bathin) maupun yang diucapkan?

        Jika anda teliti, masih banyak ayat (baca:wahyu) yang kontradiksi, Baca saja seluruh surat yang jumlahnya 114 itu pelan-pelan, nanti PASTI akan anda jumpai kejanggalan-kejanggalan itu.

  49. Salam !
    Maaf mas Prayitno, barangkali ada sedikit yang harus diluruskan. Saya kira tidak ada agama yang memperbudak umatnya. Manusianya sendiri yang mungkin saja sudah dikotori oleh nafsu egonya, sehingga tanpa pikir panjang langsung menilai selain punya saya salah, yang benar hanyalah milik saya! Sementara barangkali yang dilakukannya tanpa disadari malah bertentangan atau menyalahi ajaran agamanya. Saya sendiri insyaAllah berkeyakinan Islam, tetapi memang kadang tidak sreg dengan prilaku sebagian saudara-saudara saya sesama muslim. Mengapa banyak diantara kita yang sering berdebat masalah keyakinan, sementara pribadi kita sendiri belum memberikan manfaat yang nyata kepada alam ini. Waktu kita terus berjalan menuju pintu kematian. Sudahkah kita punya cukup bekal untuk menjalani dunia lain dibalik pintu tersebut? Apa bekal yang harus kita miliki ? Jangan sampai kita terpancang kepada sarana untuk mencapai kesempurnaan, sementara kesempurnaan sebagai hamba Allah semakin jauh dari diri ini. Allah yang berhak menilai, hanya Allah yang berhak menghakimi hambaNya. Kita sesama makhluk hanya bisa berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memberikan manfaat sebagai jalan untuk menuju kepada kesempurnaan.
    Salam !

  50. maaf juga mas bambang,

    maksud saya dengan pernyataan “……menurutku kita hidup ini tidak boleh diperbudak oleh “agama”.

    karena memang sepanjang yang saya ketahui agama apa pun menuntut adanya KEYAKINAN TOTAL tanpa reserve.

    Sejauh yang saya ketahui, sepertinya hampir tidak ada agama yang sudi dikritik. Sebab, mengkritik agama berarti secara langsung juga mengkritik tuhannya dan otomatis juga mengkritik nabinya.

    Itulah prilaku agama yang saya ketahui, sehingga akhirnya melahirkan manusia-manusia “robot” yang mudah sekali dikendalikan dengan remote control. Padahal menurutku mengkritik kitab suci/wahyu tidak otomatis sama dengan mengkritik tuhan.

    Karena PASTI tuhan itu tidak sama dengan kitab suci. Memang betul diyakini bahwa kitab suci adalah berisi sabda tuhan. Tetapi, pertanyaanya bagaimanakah dengan seseorang yang menolak atau mengkritisi kitab suci tersebut?

    Apakah agama tidak serta merta akan marah dan menyebutnya sebagai kafir?

    Itulah mas bambang yang saya maksudkan yakni agama menuntut supaya kita menjadi PENURUT TANPA RESERVE (budak). Barang siapa tidak percaya atau meragukan kitab suci, langsung dicap sebagai “MUSUH TUHAN”.

    Nah, saya kira sampai kapan pun saya tidak akan pernah memusuhi tuhan, sebab sekali-kali saya tidak pernah menempatkan tuhan sebagai musuh manusia. Meskipun, saya tetap akan mengkritisi kitab suci.

    Mudeng sing tak karepke ya pak bambang? suwun.

  51. Fikiran tidak akan menyampaikan seseorang kepada Allah, kerana fikiran tidak akan mampu memikiran kewujudan Allah, bagaimanakah fikiran dapat memikirkan tentang Allah,

    kerana Allah itu tiada satupun yang meyerupainya, tidak dapat dibayangkan dan tidak dapat difikirkan..

    kerana itu untuk sampai kepada Allah perlukan keyakinan, keyakinan ini mestilah berlandaskan Al Quran dan hadits,

    terdapat banyak petunjuk atau indikator yang terdapat di dalam Al Quran dan hadits tentang keberadaan Allah, tentang dekatnya Allah,

    nah,, mengapa memilih indikator sendiri tentang dekatnya Allah?

    contoh yang terdapat di dalam Al Quran seperti;

    di dalam diri kamu mengapa tidak kamu perhatikan,

    ke mana kamu hadapkan wajahmu di situlah wajah Allah,

    tiap-tiap sesuatu akan binasa kecuali wajah Allah,

    Allah lebih dekat daripada urat lehermu,

    di mana saja kamu berada di situ ada Allah,

    ya,,,sebagai contoh, siapakah yang mengatur turun naik nafas?,

    pastinya kita tidak mampu untuk mengatur nafas kita sendiri,

    dan ini jelas Allah itu dekat, malah lebeh dekat dari urat leher, dan dengan keyakinan inilah yang dapat membawa pertemuan dengan Allah,

    indikator daripada Allah….masa pertemuan yang dijanjikan itu pasti akan tiba.

  52. Nyuwun sewu mas setiyo purwanto,

    komentar saya untuk pak bambang kok di delete ya, apa dianggap tidak layak untuk dimuat?

    sebenarnya, saya hanya ingin menyampaikan apa adanya, saya bukan dalam posisi menganggap diri ini paling bijak dan paling tahu.

    saya hanya ingin berdiskusi dengan cara yang agak menyimpang dari pakem biasanya. Namun, jika “penyimpangan” ini dianggap membahayakan oleh mas setiyo, ya monggo silakan, toh ini blognya panjenengan.

    saya pikir, seluruh yang terlibat dalam bog ini sudah sangat matang untuk berdialektika, sehingga saya akui memang saya sering menggunakan bahasa yang bersifat vulgar. Bukan bermaksud menghina atau memojokkan, namun sebagai refleksi pemikiran yang menghindari bahasa-bahasa yang bersifat kabur dan tidak jelas.

    saya sedikit kecewa dengan mas setiyo, untuk itu bila panjenengan berkenan mohon panjenengan bisa memberikan alasan mengapa jawaban saya untuk pak bambang tidak bisa ditampilkan.

    sebelumnya saya ucapkan terima kasih dan mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila mas setiyo dan para pembaca menganggap saya salah.

    salam

  53. Ok sepertinya sudah ditampilkan lagi tuh,

    thank u mas setiyo purwanto, semoga tidak ngilang lagi, monggo silakan pak bambang dipun resapi kanthi renaning penggalih.

    bila tidak berkenan saya mohon maaf, sekali lagi terima kasih.

  54. mas hutann,

    apakah yang dimaksud dengan “fikiran” itu? bisakah manusia berkata atau menyebut alloh tanpa menggunakan pikiran??

    mengapa anda bisa mendeskripsikan alloh begitu rinci? bukankah alloh itu maha ghoib? apa artinya “keghoiban” itu jika ternyata manusia bisa mengetahui sifat-sifat alloh?

    yakinkah anda bahwa keyakinan anda tentang alloh selama ini benar?

    jika yakin, dari mana anda TAHU kalau benar?

  55. Salam !
    Terimakasih mas Prayitno . InsyaAllah saya mengerti apa yang anda maksudkan. Sayapun tidak bisa langsung menerima mentah-mentah apa yang tertulis dalan kitab. Hanya barangkali cara penyampaiannya saja yang ada sedikit perbedaan. Menurut saya semua yang tertulis dalam alkitab adalah benar adanya. Hanya saja yang perlu dipertanyakan apakah pemahaman kita itu sudah persis sama dengan yang dikersakke Gusti Allah. Sehingga apa yang dimaksud oleh mas Prayitno dengan ” mengkritisi ” mungkin kalau boleh lebih tepat saya katakan dengan mengkaji. Bagi saya mengkaji ini wajib hukumnya, sehingga kita tidak langsung menyimpulkan secara mentah yang akhirnya malah akan membawa kita semakin jauh dari apa yang dikersakke Allah. Memang menurut pengamatan saya banyak diantara kita yang terbelenggu oleh sesuatu yang disebut “dosa “. Sehingga untuk mengkaji apa to yang dimaksud dengan yang tertulis didalam alkitab saja sudah takut dosa. Sehingga terjadi penafsiran-penafsiran pendek yang belum tentu kebenarannya. Hal inilah yang sering menimbulkan berbagai aliran dan golongan yang merasa paling benar. Walaupun memang sah-sah saja sih siapa saja merasa paling benar. Yang salah adalah ketika kita mulai menyalahkan orang/ golongan lain, kemudian memaksakan keyakinannya untuk dibenarkan oleh yang lain. Seandainya hal ini terjadi ( sepertinya memang sudah terjadi ) maka dunia ini tidak akan pernah tentram. Bagaimana mungkin menyeragamkan isi dunia, sementara Allah sengaja menciptakan berbagai perbedaan yang ada agar semua bisa saling belajar dan saling melengkapi. Dan tentu saja belajar juga menghargai pendapat yang lain. Untuk mas Pur, saya mohon maaf telah banyak menggunakan blog panjenengan. Tapi saya doakan semoga panjenengan banyak mendapatkan kebaikan ( “pahala” ) karena telah memberikan tempat untuk berdiskusi yang insyaAllah diskusi yang mengandung kebaikan pula, amin! Oh iya mas Prayit, ini saya pakai nama baset, karena nama bambang ternyata banyak kembarannya. Trimakasih atas semua masukannya.
    Salam !

    • iya mas silahkan digunakan blog ini untuk saling tukar pendapat….. saya juga banyak belajar dari penjenengan semua baik melalui pertanyaan maupun pendapat. terimakasih telah ikut mengaktifkan blog ini

    • terima kasih mas baset juga mas setiyo atas diperkenankannya blog ini untuk saling asah, asih dan asuh bagi para pengunjung,

      mas baset, miturut pinanggih kawulo, beragama yang baik (beragama apa sajalah ) itu bukan sekadar manut grubyuk, waton entuk (pahala). Melainkan harus juga disisakan ruang untuk “MENGKRITISI” dan menurut panjenengan lebih sreg mengatakan “mengkaji/mengaji”, monggo silakan.

      Nah karena “obyek pembelajaran” agama itu menyangkut dimensai yang sangat abstrak yakni Gusti Alloh, maka menurut saya, semua umat manusia tanpa kecuali memiliki “hak dan Kedudukan yang sama di hadapan Alloh”.

      Artinya, tidak ada yang lebih hebat pengetahuannya dan tidak ada yang lebih buruk pengetahuannya, semua sama.

      Maksud kata-kata “SAMA” adalah kita semua hanya sebatas pada “MENAFSIR” dari apa yang kita dapatkan.

      Semua bisa menafsir, baik -maaf- para lonthe, bajingan, pendeta, bhiksu, kiyai, ustadz, nabi, pastur pokoknya semua orang. Sejatinya, mereka hanya bisa “mereka-reka atau meyakini” tuhan berdasarkan latar belakang pendidikan, lingkungan, budaya dan sudah tentu agama yang diajarkan.

      Intinya, secara faktual, SESUNGGUHNYA kita semua tidak TAHU APA-APA TENTANG TUHAN. Kita hanya berbekal keyakinan atau kepercayaan sesuai dengan persepsi masing-masing dengan latar belakang agama masing-masing.

      Mohon maaf, jika ada yang mengaku TAHU TENTANG TUHAN saya berpikir jangan-jangan orang tersebut stres atau -maaf- gila.

      Mengapa saya berani mengatakan tidak ada seorang pun yang TAHU TENTANG TUHAN? sebab, kan sudah sangat jelas diyakini oleh semua agama bahwa TUHAN ITU MAHA GHOIB. Jika kita berhasil mengetahui-Nya berarti tuhan bukan lagi ghoib tetapi sebuah KENYATAAN EMPIRIK.

      itu mas jalan pemikiran saya, yang mungkin saja berbeda dengan masyarakat pada umumnya.

      suwun

      • Tuhan Itu sangat nyata Dia tidak Ghoib, manusialah yang Ghoib terhijab dari sampai mengenal Allah.

        Dia juga tidak bisa dipersepsikan sama atau serupa dengan mahkluk-Nya, karena Dia adalah Dia sendiri.

        Mengenal Allah tidak bisa hanya lewat sangkaan hasil fikiran saja, asalkan anda mau membuka kesadaran diri sejati anda – bahasa simple nya gunakan iman dalam hati anda bukan gunakan pikir dalam otak anda, maka Allah akan mau mengenalkan Diri-Nya.

        Bagaimana caranya, benahi dulu tauhid anda !

        Tiap hari anda disapa mesra oleh Tuhan, tetapi tiap hari pula anda lupa dan semakin jauh dari-Nya.

      • Salam kenal……Untuk mas prayitno, ilmu pemahaman tentang Tuhan dan alam semesta dari anda ini sulit sekali dicerna oleh orang lain. Saya harap anda bisa menjelaskannya tahap demi tahap… namun saya mengakui semua yang anda paparkan ini banyak benarnya.
        Apabila ilmu yang anda punya sudah cukup, apakah anda sudah meminta kepada Ghoibul Ghoib untuk mengijinkan anda meninggalkan Alam dunia ini.
        Saya tidak mendo’akan tapi buat apalah hidup di dunia ini dibandingkan dengan DISANA. Ataukah anda merasa masih punya kewajiban di dunia ini ?
        Maaf mas….Sekali lagi saya tidak mendo’akan. Saya hanya mengingatkan…

  56. fikiran hanya dapat mencerna apa yang dapat dibawa oleh pancaindera,

    sedangkan Allah itu berada di luar lingkungan persepsi pancaindera,

    jadi sia-sia saja mencari Allah melalui fikiran.

    • mas sing mbok maksud “fikiran” ki opo tho mas? bisakah kita atau sampean hidup tanpa pikiran/akal?

      Mungkin bisa. Tetapi, jika seseorang sudah kehilangan pikiran/akal, bukankah orang tersebut disebut gila?

      pikiran itu sangat urgent untuk kehidupan mas, sebab dengan pikiranlah kita bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk.

      Nah, orang yang tidak punya pikiran mana mungkin bisa membedakan hal tersebut?

  57. nampaknya mas sup… tidak menggunakan fikiran atau sengaja mengelak untuk berfikir,

    sedangkan mas sendiri tahu daya fikiran itu bertingkat-tingkat,

    fikiran seorang kanak-kanak tidak sama dengan seorang dewasa,

    bagai manapun tinggi daya fikiran seseorang tetapi fitrahnya tidak akan dapat memikirkan kewujudan Allah.

    bagaimana mas bisa mengdiskusi tentang yang maha ghaib, sedangkan fungsi daya fikiran pun mas ngak faham.

    • nyuwun pangapunten mas hutann, pertanyaan saya mengenai apa yang dimaksud dengan pikiran itu? kok rasanya belum dijelaskan.

      saya jelas tidak mungkin mengelak untuk berpikir, sebab tidak mungkin apa yang saya lakukan semua ini (dengan penuh kesadaran) tanpa memfungsikan daya pikir saya.

      jika kita ingin mendiskusikan yang maha ghoib, tentu kita harus sepakat dulu apa yang dimaksud dengan yang maha ghoib itu. Sebab, jangan-jangan definisi “ghoib” panjenengan tidak sama dengan apa yang saya fikirkan.

  58. @ Mas Suprayitno:

    benar saya membaca dalam AL Qur’an begitu banyak ayat yang menyatakan Tuhan memberikan Ujian atau cobaan terhadap umat-Nya, tapi bukan berarti Allah tidak tahu jawaban atas ujian atau cobaan tersebut mas.

    Salah satunya adalah ujian ini – ayat-ayat dalam Al Qur’an tersebut saat ini adalah menjadi ujian bagi anda?

    Maksud Allah apakah anda akan mampu sampai dan mengenal Dia, ataukah anda semakin terpuruk dalam kebingungan anda mengenai Dia – maaf saya gunakan kata kebingungan, lebih arif daripada saya harus mengunakan kata kesesatan.

    cobalah pahami saat Allah mengajak anda berkomunikasi baik itu lewat ayat-ayat dalam kitab suci Nya maupun dalam ayat Kauniyah-Nya.

    Silahkan anda tangapi ataupun tidak tulisan ini tidak akan membuat beda, saya cukupkan watawa shaubish haq ini sampai disini.

    Semoga Allah menyentuh kesadaran an nafs anda sehingga nafsu anda bisa padam dan melihat jelas dengan cahaya ma’rifat pada Allah.

    jika tidak semoga Allah berkenan mengampuni kekhilafan anda.

    • Cak Mamad berkata : Salah satunya adalah ujian ini – ayat-ayat dalam Al Qur’an tersebut saat ini adalah menjadi ujian bagi anda?

      jawab saya : maaf cak mamad, aku tidak pernah merasa tuhan menguji aku karena aku “begitu yakin” tuhan lebih tahu apa yang terbaik buat diriku. Mengapa aku yakin begitu? sebab, sampai dengan saat ini aku merasa menjadi orang yang beruntung, bukan orang yang rugi dengan pengetahuanku.

      Cak Mamad berkata : Maksud Allah apakah anda akan mampu sampai dan mengenal Dia, ataukah anda semakin terpuruk dalam kebingungan anda mengenai Dia – maaf saya gunakan kata kebingungan, lebih arif daripada saya harus mengunakan kata kesesatan.

      jawab saya : orang yang mengatakan dirinya LEBIH TAHU tentang tuhan dari pada orang lain, bagiku orang tersebut “sombong banget” untuk tidak mengatakan “narsis”. Jawaban anda di atas sangat tendensius berbunyi “anda sedang menjadi juru bicaranya tuhan”. Padahal bagiku, tuhan TIDAK BUTUH JURU BICARA dari siapa pun (termasuk dari anda), karena tuhan TAK PERLU DIBANTU OLEH SIAPA PUN, hanya tuhan yang lemahlah yang butuh juru bicara/bantuan dari umat ciptaan-Nya.

      aku tidak berada dalam kesesatan maupun kebingungan, sebab bagiku tuhan sudah teramat jelas. Bagiku yang tidak jelas adalah “mengapa orang-orang menganggap tuhannya sebagai obyek yang terbatas, padahal tuhan itu sesungguhnya TIDAK TERBATAS” (mohon kata-kata kunci ini bisa diresapi dengan pemahaman yang luas).

      Kriteria orang yang bingung dan sesat adalah manakala orang tersebut tidak bisa membedakan arah yang jelas, misalnya dari mana matahari terbit, atau orang yang tidak bisa membedakan antara “khayalan dan realitas” antara opini dengan fakta.

      Dan sampai dengan saat ini, saya merasa cukup bisa membedakan antara “halusinasi/khayalan dengan fakta/realitas”. Nah beragama yang cerdas menurut aku yakni ketika kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dalam segala hal, yakni baik pemikirannya dan baik budinya.

      Mari kita bersama-sama introspeksi, apakah setelah kita beragama “pemikiran kita” menjadi tambah maju dan baik atau justru malah “mundur”? Apa yang menjadi ukuran pemikiran yang baik itu? Dan apakah setelah beragama “budi” kita semakin baik dan peka terhadap lingklungan? silakan anda jawab sendiri.

      • anda menjawab: orang yang mengatakan dirinya LEBIH TAHU tentang tuhan dari pada orang lain, bagiku orang tersebut “sombong banget” untuk tidak mengatakan “narsis”. Jawaban anda di atas sangat tendensius berbunyi “anda sedang menjadi juru bicaranya tuhan”. Padahal bagiku, tuhan TIDAK BUTUH JURU BICARA dari siapa pun (termasuk dari anda), karena tuhan TAK PERLU DIBANTU OLEH SIAPA PUN, hanya tuhan yang lemahlah yang butuh juru bicara/bantuan dari umat ciptaan-Nya.

        saya setuju dengan pendapat anda bahwa jikalau ada orang yang mengatakan dia LEBIH TAHU tentang Tuhan daripada Orang lain maka orang itu SOMBONG Banget atau narsis banget. – mohon dicatat bahwa say tidak mencoba untuk mengklaim saya Tahu Tuhan daripada anda, namun saya paham saat Allah menyampaikan pesan-pesan Nya dalam ayat Al Qur’an maupun ayat Kauniyah-Nya.

        dan terimakasih, atas tanggapan anda – saya masih tahu dan bisa membedakan mana barat dan timur, saya tidak sedang bingung.

        Saya setuju agama adalah budi karena memang itulah yang coba diajarkan oleh Allah pada manusia, bukankah Rosul Muhammad saw pernah bersabda bahwa “Aku diutus oleh Allah untuk mensempurnakan Akhlak yang mulia” – intinya adalah memperbaiki budi / akhlak manusia.

        semua tujuan syariat dan perintah Allah dalam ayat-ayatNya adalah untuk mensempurnakan akhlak manusia.

        Karena itu pulalah mas prayitno, kawanku – Allah dalam menurunkan ayat pertama kepada Rosul saw adalah berbunyi Iqro’, yang artinya membaca – dalam artian lain adalah membaca ayat-ayat Allah dalam semesta ini, dalam lingkungan ini – sama artinya Allah mengajarkan kepada manusia untuk tanggap dan peduli pada keadaan sekitarnya.

        maaf bila ada tulisan saya diatas menyakiti perasaan saudara.

    • assalamualaikum mas cak..kalo ga keberatan.boleh kah sy mnta email nya..sepertinya sy terpesona dgn penerangan anda mas..mohon ya..

  59. Salam !
    Ha..he..ha..he…
    Sakjanipun kula salut kalian panjenengan lho mas prayit. Akal pikiran manusia memang tidak akan mungkin bisa berpikir mengenai Dzat Yang Maha Tinggi, lha wong mbayangken gimana kita kok bisa hidup saja ndak tekan je, apalagi Dzat Allah. Cuma, dengan keterbatasan tersebut barangkali bisa menjadikan kita jadi lebih bijak, sehingga kita bisa meyakini bahwa ada sesuatu Yang Maha Segalanya. Makanya saya tidak pernah berani memikirkan Dzat Yang Maha Segalanya tersebut.
    Maka seperti yang pernah saya sampaikan bahwa semua berhak untuk merasa paling benar dengan apa yang diyakininya, yang nggak bener adalah yang memaksakan keyakinannya untuk dibenarkan oleh yang lain. Kalau diskusi seperti ini menurut saya baguslah, sehingga wadag seperti saya ini bisa lebih banyak belajar.
    Lha yang lucu kan kalau sudah saling ngotot, memaksakan pendapatnya supaya dibenarkan, kalau sudah seperti ini aluwung tak gendong… asyik to… enak to… ha…ha… ha… I love you full…
    Semoga kita semua mendapat rakhmat dan hidayahNya, amin.
    Salam!

    • Wah saya bayangkan anda bawaannya ceria mas baset? semoga demikian adanya, sehingga bayangan saya tentang anda tidak keliru.

      Panjenengan berpendapat bahwa “Akal pikiran manusia memang tidak akan mungkin bisa berpikir mengenai Dzat Yang Maha Tinggi…….”

      nyuwun sewu mas baset, bukankah kita saat ini sedang menggunakan akal pikiran kita untuk masing-masing berpikir tentang Dzat Yang Maha Tinggi?

      Nah, berarti kita bisa dong menggunakan pikiran kita untuk mengenal Dzat Yang Maha Tinggi?

      Hanya saja menurutku, kita memang tidak bisa menjangkau KEPASTIAN mengenai KEBENARAN pikiran kita dalam menafsir siapa DAN BAGAIMANA sesungguhnya Tuhan itu.

      Mungkin begitu mas baset? atau saya yang salah menafsirkan ungkapan panjenengan?

      • maaf nyampuk dikit..kiranya..ALLAh itu tidak ada satu pun yg boleh di ucapkan,dibayangkan.maksudnya,ga ada satu pun yg boleh menjangkaui Dia..tidak bersuara dan berhuruf..itu yg sebenar2 nya Dia kan mas cak..mohon maaf kalo tersilap.dan mohon diperbetulkan kalo sy silap ya mas..

  60. Ikutan :
    Kang Yitno,
    Allah BerFirman Dan Rosul Bersabda, bukan Allah bersabda,….
    Inilah suatu tingkatan dimana pernyataan sang kholik adalah MUTLAK dan tidak Bisa di bantah lagi apalagi di Ragukan…Qun Fayakun maka terbuktilah adanya kita dan Alam semesta.
    Rosul bersabda: atas apa yang Allah perintahkan kepadanya untuk dapat membimbing dan meluruskan apa apa yang salah atas Pemikiran dan Akal Perbuatan Kita ini.
    Anda hanya pikir dengan Logika pikiran Anda, dengan Perasaan anda Saja Tanpa Dasar apapun, hanya berdasarkan Hasil kajian yang ada di HIDUP ANDA,dan Jika itu tidak terjadi dalam Hidup anda , tetapi terjadi pada Hidup Orang lain, maka anda langsung berpikir bahwa ITU Tidak MUNGKIN.
    Maka Dasar Kita Harus berpikiran, dan berbuat sesuai AKAL yang kita milki untuk tidak Lari dari ISI AL,qur’an dan Hadist,

    tidak ada yang tidak mungkin jika kita tahu ILMUNYA, .
    Jaman Dahulu, orang meragukan Bisa Ke BULAN, bahkan tidak mungkin, tapi terbukti Bisa.
    Dengan ILMU yang penuh keimanan dan ketaqwaan Kepada ALLAH, saya yakin apapun yang kita Doa dan inginkan Insya Allah Pasti Kercapai,…
    sekarang tinggal kita Pikir Sejauh mana KADAR ILMU kita, KADAR keimanan dan KADAR Pemikiran kita,… di sinilah Tingkatan Keyakinan Orang terbukti, Tanpa Dasar pasti Semua di RAGUKAN..
    Allahu Akbar, ….
    Salam

  61. Salam !
    Slamat pagi mas pur,mas prayit, hutann, cak mamad, slamat pagi semuanya. Semoga semua senantiasa dilimpahi cahaya Ilahi dan semakin dekat menuju kepada kesempurnaan.
    Mas Prayit, jangan panjenengan berkecil hati jika beberapa pernyataan seolah menilai anda berada dalam kebingungan yang menurut kata cak mamad itu lebih arif dibanding menggunakan kata ” kesesatan “.
    Kita semua sebenarnya ( menurut saya lho ! ) ada dalam masa pencarian. Dalam proses pencarian ini tentu saja banyak timbul pertanyaan-pertanyaan yang pada awalnya tentu saja kita tidak bisa meyakini semua jawaban yang ada. Semakin banyak pertanyaan yang keluar dari wadag ini, maka pada masanya mendapat jawaban akan menjadikan kita semakin tinggi kualitas keimanannya. Dan hal ini merupakan rakhmat yang tak ternilai. Tentu saja kualitas imannya sangat berbeda dengan yang asal meyakini.
    Kita semua dalam proses ini sebenarnya sebatas meraba-raba, dengan berbekal yang tertulis dalam alkitab kita mulai mencari pembuktian melalui kehidupan yang kita jalani agar iman kita lebih berkualitas. Hanya saja perlu saya sampaikan bahwa waktu terus berjalan, bagi saya jalani saja yang sudah kita yakini dengan sebenar-benarnya selagi kita masih belum melewati pintu kematian. Kita semua tidak pernah tahu apakah kebenaran yang kita yakini adalah benar-benar kebenaran yang hakiki sesuai yang dikersakke Sang Pencipta.
    Semisal panjenengan punya 10 pertanyaan, baru mendapat 5 jawaban, walaupun baru 50 %, jalani dulu yang 5 tadi sambil mencari 5 jawaban yang lain. Dan yang 50 % ini tentu saja jauh lebih berkualitas dibanding dengan yang 100 % tapi hanya punya 1 pertanyaan, apalagi dengan yang tanpa pertanyaan ( karena takut dengan ” dosa ” ) tapi sudah menyatakan beriman, walaupun yang demikian juga sah-sah saja sih.
    Tentu saja jawaban yang ada belum tentu sesuai dengan kehendakNya. Kita hanya nenuwun semoga jawaban yang kita dapat adalah kebenaran yang hakiki.
    Kados pundi mas Pur ?
    Semoga kita semua semakin menuju kepada kesempurnaan, amin !
    Salam !

  62. ya, cocok mas baset.

    Keyakinan yang baik (atau jalan pikiran yang baik) niscaya akan menghasilkan “jalan hidup” yang baik pula. Sebaliknya keyakinan (atau jalan pikiran) yang “buruk” akan menghasilkan jalan hidup yang buruk pula. Hidup bagiku sesimpel ini, tidak rumit, tidak pula sulit, jika anda tidak percaya, boleh mari kita buktikan bersama, dengan metode apa pun apakah menggunakan pendekatan keimanan atau akal pikiran/logika.

    Apa yang dimaksud keyakinan atau pemikiran yang buruk dan apa pula yang dimaksud keyakinan atau pemikiran yang baik? Mudah kok, cara mengetesnya atau untuk mengujinya.

    Caranya? saya percaya mas baset atau mas setiyo bisa menjabarkan dengan baik. Monggo silakan mas…………

  63. Weleh..weleh…weleh…
    Lha punika ingkang naminipun makakne.
    Ha…ha…ha…
    Kula lingsem kalian mas Setiyo, ha…ha…ha…
    Saya diminta menjabarkan apa itu keyakinan yang baik dan keyakinan yang buruk ? ha…ha…ha…
    Panjenengan niku kok ada-ada aja mas prayit.
    Sudahlah biar menjadi PR kita semua, keyakinan kita termasuk yang baik atau yang buruk.
    Wakil Allah di dunia adalah makhlukNya. Kalau kita mau dekat dengan-Nya maka dekatilah makhlukNya, kalau kita mau dicintai Allah, maka cintailah makhlukNya, kalau kita mau dikasihi Allah, maka kasihilah semua makhluknya, dst…dst.
    Semakin banyak makhlukNya kita sayangi dan menyayangi kita maka semakin pula kita dicintai Allah.
    Ha..ha…ha…
    I love you full…
    Semoga kita menjadi hamba yang demikian, amin.
    Salam !

    • Nah gak salah kan? panjenenan memang cerdas lahir tumukaning bathin.

      Andai saja semua orang yang beragama memiliki pemahaman seperti panjenengan,

      wah mbok bilih hidup ini terasa sangat adhem ayem tentrem lan migunani.

      Tanpa harus ada yang dikorbankan/dihilangkan dari agama yang kita peluk, kita tidak harus diperbudak oleh agama, karena kita tahu bagaimana cara memahami, menghayati dan mengamalkan “agama” hingga jiwa kita menjadi sebening kristal dalam memandang segala macam keyakinan dan persoalan kehidupan.

      Inilah sesungguhnya capaian yang paling agung dari semua lapisan masyarakat di atas bumi.

  64. Anda berkata : Rosul Muhammad saw pernah bersabda bahwa “Aku diutus oleh Allah untuk mensempurnakan Akhlak yang mulia” – intinya adalah memperbaiki budi / akhlak manusia.

    saya berpendapat : Jika muhammad bisa mengklaim bahwa dirinya adalah utusan tuhan, bukankah si Fulan umpamanya, juga bisa mengklaim yang sama (sebagai utusan Tuhan)?

    masalahnya kan terletak pada “trust” kepercayaan. Tinggal orang lain yang mendengar pernyataan Fulan tersebut percaya atau tidak?

    Toh seharusnya agama juga tidak pernah memaksa seseorang untuk percaya.

    Demikian juga jika ada orang yang tidak percaya bahwa muhammad itu utusan tuhan, kan juga sah-sah saja, tidak ada yang salah dengan “ketidakpercayaannya” kan?

    Biarkanlah orang yang tidak mau percaya dan biarkan juga bagi orang yang mau percaya. Mudah kan, tidak usahlah kita memberi cap kafir kepada yang tidak mau mempercayainya, apalagi jika sampai ada himbauan “untuk membunuh orang-orang kafir”.

    Lagi pula, saya sungguh meragukan jika Tuhan membutuhkan utusan (bantuan) dari umat ciptaan-Nya. Apa alasannya? sebab, saya yakin se yakin-yakinnya bahwa tuhan itu maha perkasa untuk mengurus kebutuhannya sendiri.

    Jika tuhan masih memerlukan bantuan yakni dengan “mengutus” seseorang, berarti dalam diri tuhan ada yang KURANG.

    Tuhan menurut “persepsiku” bukanlah seperti seorang BOS yang suka minta bantuan pada bawahannya. Kalau bos mengutus bawahannya ini jelas karena bos tersebut TIDAK MUNGKIN MENGURUS SEMUA PEKERJAANNYA SEORANG DIRI.

    Lha kalau tuhan masih butuh bantuan, bagiku sama saja dengan TUHAN YANG LEMAH.

    TIDAK BISAKAH tuhan mengerjakannya sendiri apa yang dikehendaki-Nya tanpa bantuan/utusan/perantara dari siapa pun?

    Jawabannya hanya ada dua yakni BISA atau TIDAK BISA. Anda akan memilih yang mana?

    • Saya memilih bisa – Allah swt Dzat Maha Perkasa Dia tidak bergantung pada sesuatu bahkan pada utusan-Nya Muhammad saw, Dia juga maha santun – dengan menyebut Rosul Muhammad saw sebagai utusan-Nya padahal pada dasarnya Dia menggerakan Rosul saw sesuai dengan keinginan dan kehendak Allah swt. Allah Maha Pecinta dan Kasih Sayang dan Dia sebut utusan-Nya Muhammad saw sebagai kekasih-Nya, karena Dia Maha Pensyukur.

      saya cukupkan jawaban saya sampai disini, silahkan anda mempersepsikan Tuhan seperti apapun kehendak pikiran anda, toh Allah Maha Demokratis dan Adil, sedang saya hanya mahkluk-Nya, bukan wewenang dan kekuasaan saya sampai haarus saya mencap anda kafir atau tersesat.

      saya hanya menyampaikan pesan Allah dalam salah satu kitab-Nya, …saling berpesanlah dalam Haq (kebenaran) dan saling berpesanlah dalam kesabaran…

      Maaf jika ada tulisan saya yang mungkin dalam persepsi anda ada yang anda persepsikan sebagai pemaksaan keyakinan pada anda, tidak ada secuilpun niat untuk memaksa seseorang – hidayah adalah Hak milik Allah bukan saya.

      Selamat menjalani hidup.

      • ya sama dong, saya juga YAKIN bahwa tuhan BISA mengerjakannya sendiri apa pun yang Dia kehendaki.

        So, tuhan gak perlu NABI, jika ada orang yang mengaku NABI atau ROSUL bagiku itu TIDAK MUNGKIN utusan dari Tuhan.

        Mengapa saya berpendapat seperti itu? Jawabannya mudah saja kok.

        Sebab, seluruh KEHENDAK TUHAN telah diTRANSFER melalui ALAM SEMESTA. Mari kita uji kebenaran keyakinan ini. Bagiku inilah yang disebut THEOLOGI RASIONAL bukan theologi yang mistis transendental-subyektif yang dijual oleh para nabi/rosul melalui kedok agama.

        ILMU TUHAN YANG TAK TERBATAS telah membuat seluruh manusia yang NORMAL selalu dibekali akal budi dimana secara GENETIS setiap insan PASTI MEMILIKI KESADARAN untuk berbuat BAIK, di manapun atau dibelahan bumi mana pun.

        HATI NURANI INI TELAH ADA TANPA PERLU MANUSIA MEMINTANYA, INILAH YANG DISEBUT DENGAN NUR ALLAH AKAN MENETAP PADA DIRI SETIAP INSAN. Memang dalam perjalanannya, banyak manusia yang akhirnya KEHILANGAN HATI NURANI, hal ini jelas bukan salah tuhan melainkan karena manusia menganiaya dirinya sendiri.

        ALAM ini adalah WAHYU TUHAN YANG TIADA TERBATAS, tinggal tergantung KEMAMPUAN MANUSIANYA UNTUK MEMBACA RUMUS-RUMUS ALAM SEMSTA, mampu atau tidak?

        Bagi saya NABI ATAU ROSUL terlalu sangat kecil dibandingkan dengan KUASA TUHAN lagi pula semua itu hanyalah PENGAKUAN SEPIHAK.

        Tuhan terlalu agung dan suci untuk menitipkan wahyu-wahyu-Nya melalui orang-orang seperti muhammad, yesus dan sebagainya.

        Mengapa?

        sekali lagi DENGAN MEKANISME KERJA ALAM SEMESTA YANG TIADA TERBATAS, Tuhan telah berbicara dengan BAHASA-NYA SENDIRI, yang tak pernah BOHONG.

        Dengan keyakinan seperti itu, makanya saya TIDAK PERLU NABI atau ROSUL, terus terang saya JUSTRU sangat senang dan LEBIH MEMERLUKAN BANYAK ORANG SEPERTI MAS BASET untuk bersama-sama MEMAYU HAYUNING DIRI DAN MEMAYU HAYUNING BAWONO.

        Dengan tulisan-tulisan ini saya sama sekali TIDAK BERHARAP dan TIDAK INGIN anda mengikuti KEYAKINANKU, sebab keyakinanku hanya cocok untuk diriku sendiri.

        Jika ada yang berkenan menanggapi, monggo silakan supaya blog ini tidak berhenti.

        wassalam

  65. maaf ya massup..karena sebenar2 nya Dia itu tidak dialam nyata.karena Dia itu Rahsia Dia..maka Dia mengutus rasul untuk membawakan rahmatnya kepada dunia nyata ini..kalo sebenar2 nya Dia itu di nampakkan pada semua..maka tidaklah Dia itu Rahsia atau dipanggil maha segala2 nya..seprtinya sy fhm,tp untuk menghuraikan nya ini agak sulit..hehe papun sy ngerti..

  66. ass wr wb

    sebenarnya bagusan mempelajari syariat atau makrifat sich…???

    trus yang saya pernah dengar tentang tarekat..
    sebenarnya apa sih tarekat itu???

    mohon penjelasaannya

  67. nelingne wae, antara yg menciptakan dan yg di ciptakan itu jelas mempunyai perbedaan, jadi jangan sampai beranggapan bahwa kita sebagai yg di ciptakan sama dengan yg menciptakan, dan dasarnya kita tidak mempunyai apapun, kita dapat mengerjakan apapun karena rahmatNya. opo wae sing ono neng ndoyo mung titipan wae mengko di jaluki tanggun jawab’e . opo ngono ?

  68. kalau anda semua merasa ilmu ma’rifat anda sudah tinggi maka jangan lah saling menghujat. berarti kita masih pada tingkatan terendah Pada nafsu yaitu nafsu amarah. dan jangan merasa ujub dan takabur karena kita masih di tingkat khatir rabbani. kita wajib percaya kepada nabi dan rasul itu terkait dengan keimanan kita pada rukun iman. so jangan saling tuduh menuduh tunjuk-menunjuk karena karena kita belum ada apa-apanya di mata Allah. lihat lagi kepada syarat-2x Islam, tanda-tanda Islam, dan yang membinasakan Islam. masing-2x ada 4 perkara. dan apabila masih ada 12 perkara itu pada diri kita, maka kita belum lah islam. coba dipikirkan kembali

  69. heheheh…agak menarik memang klo saya membaca tulisan mas suprayitno..saya sangat sepakat dgan argumen sampean om…cuma mungkin yg di maksud om buyed dlm konsep islam yg tertuang dalam al quran , memang saya pikir arah nya tetap kesana yg sampean maksud om prayitno…cuma mas buyet memakai dasar2 dalil alquran yg di pelajari jddi saya pikir sah2 aja. terlepas dari benar atau pun tidak nya yg pasti buat saya kedua argumen sama 2 memberi arah yg baik buat kta semua…dan menambahkan wawasan bagi si pembacanya saya berharap ada lagi argumen2 yg lain konsrp2 lain mengenai cara maumpun tatalaksana dalam berkehidupan danbertuhan terima kasih

  70. Mas Iwan tambi yth,

    Mas mungkin apa yang akan saya sampaikan agak nyimpang dari perbincangan blog ini, namun berbicara masalah DOA, hari ini Rabu, 19/5 saya kirim tanggapan di surat pembaca Kompas sehubungan dengan tulisan dari Yudi Latif mengenai “Kepemimpinan Transformatif”, mudah-mudahan bisa nyambung dengan perbincangan kita di blog ini.

    Tulisan selengkapnya sbb :

    DOA YUDI LATIF

    Saya tergelitik dengan doa Yudi Latif dalam tulisan “Kepemimpinan Transformatif” (Kompas 19/5), Ya Allah, jadikan negeriku tempat yang aman. Berkatilah warganya dengan kemakmuran dan kebahagian.Tumbuhkanlah para pemimpin yang lebih besar dari dirinya sendiri.

    Doa tersebut saya kira juga menjadi doa kita semua. Hanya saja, kita sering lupa bahwa Tuhan itu bukanlah seperti tukang sulap, artinya bisa “menjadikan” segala sesuatu tanpa proses. Tidak ada yang salah dengan doa, sebab doa biasanya merupakan harapan yang baik-baik.

    Persoalannya, andai saja saya bisa mewakili pikiran Tuhan, maka akan saya tanya kembali kepada Mas Yudi Latif, “Tahukah Anda, bagaimana cara untuk mewujudkan cita-cita supaya negerimu menjadi tempat yang aman? Tahukah Anda, bagaimana cara merealisasikan supaya seluruh wargamu menjadi makmur dan bahagia? Tahukah Anda bagaimana cara memilih pemimpin yang amanah, sehingga ia akan menjadi pemimpin yang lebih besar dari dirinya sendiri?”

    Jika Mas Yudi Latif “tahu jawabannya”, begegaslah kerjakan sekarang juga, jangan tunda esok hari sebab persoalan esok hari tidak selalu sama dengan persoalan hari ini. Perubahan jelas perlu konsep yang matang, tetapi konsep/doa tidak akan mengubah apa pun. Sebab, yang akan mengubah adalah aksi/tindakan yang nyata. Tetapi, jika Mas Yudi Latif “tidak tahu jawabannya”, maka doa yang bagus-bagus itu mustahil akan menjadi kenyataan. Sebaliknya, tahu tetapi tidak action juga sami mawon.

    Intinya, saya hanya ingin menyampaikan bahwa doa memang penting, tetapi ada hal yang jauh lebih penting yaitu aksi atau tindakan. Dan seluruh tindakan itu harus disertai dengan pemahaman/kecerdasan dan keyakinan yang kuat, disertai ketulusan hati, pengorbanan yang tulus, strategi yang tepat dan tanpa mengenal putus asa. Mudah-mudahan Tuhan akan mengabulkan apa yang menjadi harapan/doa Mas Yudi Latif yang juga harapan kita semua.

    Tuhan memang tempat meminta (berdoa) tetapi tak ada makan siang yang gratis, sebab makanan itu bukan berasal dari sulapan “jadilah” maka tiba-tiba makanan itu terhidang di meja makan. Tetapi “harus” kita usahakan dengan kerja keras dan berbagai cara.

    Suprayitno
    Sekretaris FPSP (Forum Penulis Surat Pembaca Lintas Media)

    demikian tambahan dari saya, silakan yang lain bisa ikut nambahin.
    Mas Iwan tambi, kita terlalu sering mendengar doa dari orang-orang yang beriman dengan awalan doa “Ya Allah, jadikanlah……..bla….bla…….bla” . Mereka lupa bahwa untuk menjadi sesuatu jelas butuh PROSES, dan proses itu ditangan manusia bukan ditangan Tuhan.

    Makanya, meskipun seluruh rakyat Indonesia tiap hari berdoa untuk kemakmuran dan kesejahteraan negeri ini, tetapi kenyataannya yang makmur sejahtera hanyalah “para penguasa” dan “para pengusaha (konglomerat)” rakyat yang lain pada sekarat (susah kehidupannya/ekonominya).

    Menurutku, bukannya Tuhan diam membisu dan tak mau mendengarkan doa rakyat Indonesia, melainkan Tuhan tak tahu lagi, bagaimana cara menolong manusia Indonesia yang hanya pandai berdoa tetapi sedikit bekerja. Sesungguhnya doa yang paling baik adalah “bekerja” sebab di dalam setiap kerja selalu ada harapan, dan harapan adalah sama dengan doa. Bekerja yang baik adalah doa yang baik.

    Mohon maaf itu hanyalah ungkapan kebodohanku. Terima kasih.
    salam.

    Balas

  71. hehehe………lucu jga argumen om Suprayitno ini hahahah…..tapi pada dasar nya saya sangat sepakat dengan sampean mas. tuhan tidak akan pernah merubah nasib satu kaum pun klo kaum itu tidak merubah nya sendiri, memang ada keterangan seperti itu om di dalam quran ,tapi memang kmbali lagi kita memahami nya . memang terkadang banyak jga penafsiran tentang tuhan yg begini dan begitu ya seperti yg sampean tulis seperti sulap. tapi ya saya pikir wajar saja pola org berpikir berbeda beda apa lagi yg berkaitan dengan agama yg berhubungan dengan sugesti dan keyakinan jadi sulit jga ya om. padahal yg sangat di butuhkan aksi kata sampean kan tapi memang bukan berarti salah berdoa dan salah klo jga tidak berdoa kan om prayitno.saya jga berpikir tatkala org berusaha dan bekerja jga berdoa secara otomatis .berdoa mengharap sesuatu bekerja pun mengharap sesuatu jdi ya podo wae ya om.ya om makasih artikel nya wasalam

  72. Mas Iwan yang baik, di bawah ini salah satu tulisan tanggapan saya di sebuah blog yang mengulas tentang MENGENAL AJARAN SYEH SITI JENAR. Cukup ramia diskusi itu, nah mungkin saja pemikiran ini juga perlu untuk saya sampaikan kepada pembaca blog ini, khususnya kepada yang punya blog/MAS SETIYO PURWANTO dan juga kepada mas iwan, monggo dipun waos sareng-sareng.

    MENANGGAPI AJARAN SYEH SITI JENAR

    Adalah fakta bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang “RELIGIUS” ciri-ciri masyarakat religius diantaranya kental dengan aliran pemikiran yang bersifat “mistik”.
    Wujud dari sikap religius ini kemudian dituangkan dalam Pancasila sila yang pertama yakni Ketuhanan yang maha esa.

    Ada satu pertanyaan besar yang selalu menjadi pemikiran saya yakni, apakah masyarakat yang religius ini merupakan “ASET”/kekyaan SDM untuk mempercepat laju pembangunan Indonesia yang maju, modern, adil, sejahtera, aman dan damai ataukah masyarakat yang religius ini justru merupakan BEBAN sejarah yang senantiasa membuat bangsa dan negara Indonesia susah mencapai kemajuan?

    Pendekatan personal, mungkin saja seseorang nyang sangat religius berdampak langsung pada dirinya yakni melahirkan sikap hidup yang penuh kejujuran dan kedamaian, tetapi jika kita melihat secara “makro” persoalan religiusitas masyarakat Indonesia adalah fakta juga bahwa masyarakat yang religius ternyata paralel dengan masyarakat yang munafik, korup dan terbelakang. Terserah anda, suka atau tidak suka dengan fakta ini.

    Saya akan coba uraikan berdasarkan “opini pribadi” mengapa keadaan tersebut bisa terjadi. Pada dasarnya agama adalah produk kebudayaan manusia yang lahir karena situasi dan kondisi alam dimana dia berpijak. Situasi dan kondisi tersebut berhubungan sangat erat dengan faktor-faktor geografis, politis, ekonomi dan sosial.

    Semakin “ekstrem” keadaan alamnya dimana pilihan hidupnya hanya “hidup atau mati” maka kultur masyarakat setempat akan melahirkan orang-orang yang produktif, inovatif, pantang menyerah, pekerja keras yang berbasis pada kekuatan nalar/logika, sebab jika tidak demikian mereka akan mati oleh kejamnya alam. Kebudayaan mereka cenderung melahirkan sikap hidup yang lebih pragmatis dan realistik. Sekadar contoh mungkin negara-negara eropa ketika musim beku/dingin akan membunuh rakyatnya jika mereka tidak kreatif. Negara yang gersang tandus juga merangsang masyarakatnya untuk bekerja lebih keras, sebab tanpa kerja keras mereka akan mati. Di negara yang “ekstrem” kondisi alamnya, hanya sedikit waktu yang tersisa untuk memikirkan hal-hal yang bersifat MISTIK.

    Namun, di negara-negara yang kondisi alamnya subur dimana diibaratkan “kail dan jala cukup menghidupimu” bisa bertani sepanjang musim maka waktu untuk berkhayal tentang hal-hal yang mistik menjadi sangat banyak. Itulah mengapa bangsa Indonesia tumbuh menjadi bangsa yang sangat religius.

    Bagaimana dengan kondisi di Timur tengah yang gersang itu? mengapa di sana tumbuh aliran pemikiran yang kental dengan misitik yang akhirnya melahirkan agama? bukankah seharusnya di sana tumbuh subur aliran pemikiran yang pragmatis-realistis supaya mereka tetap eksis berdampingan dengan kondisi alamnya yang ekstrem?

    Coba perhatikan dengan seksama, apa bedanya agama/mistisisme yang lahir ditanah gersang dengan mistisisme yang lahir di tanah subur? PASTI ADA BEDANYA, perbedan itu terletak pada fungsi dari mistik atau agama itu sendiri. Fungsi agama di tanah gersang, lebih cenderung berbau “politis” artinya di sana terdapat hukum-hukum yang sangat radikal, sangat keras. Mengapa? sebab di tanah yang keras yang pasti juga melahirkan budaya yang keras, maka tidak bisa lain hukumnya juga harus keras.

    Isalm identik dengan kekerasan jika dilihat dari keseluruhan ayat-ayatnya setelah Muhammad memenangkan pertempuran atau perampasan di Badar. Periode kejayaan Islam sebenarnya dimulai tahun pertama setelah Hijriah, atau pasca kemenangan di Badar yang kemudian menyulut perang-perang atau kekerasan-kekerasan yang tak pernah berhenti hingga detik ini.

    Jadi bagaimana kita seharusnya memahami dan mengimani agama? Ya harus belajar politik dan filsafat, sebab tak ada satu agama pun yang lahir tanpa motif politik. Apa yang dimaksud politik itu? politik berasal dari kata polis yang berarti kota. Intinya, politik adalah seni untuk mendapatkan kekuasaan dengan berbagai jalan dan hanya dengan kekuasaan itulah sebuah peradaban bisa diatur sesuai dengan visi dan misi yang digendong oleh para politikus itu. Visi dan misi ini i bisa saja mulia tetapi bisa juga jahat.

    Agama-agama yang lahir ditanah subur biasanya bercirikan “manunggaling pribadi dengan alam” artinya agama digunakan sebagai sarana untuk kontemplasi memperbaiki prilaku dirinya sendiri dengan alam dan dengan sang supranatural/tuhan.

    Pengamalan agama Seh Siti Jenar menurut “perabaan” saya bukanlah semata-mata mengadopsi agama yang lahir ditanah kering, melainkan Seh Siti Jenar telah mengawinkan ruh agama tanah kering dengan ruh kemistikan tanah jawa yang subur.

    Hidup ini semua serba “politis” maka waspadalah jangan mudah terjebak dengan NAMA. Sebab, nama itu bukan substansi.

    silakan rame-rame ditanggapi.

  73. betul om memang belajar agama jangan hanya semata mistis perlu di pikirkan dengan logika om juga yg sampean tulis filsafat untuk mencapai ke damaian dan ke jujuran menjadi kan ahklak lebih baik ya om memang untuk mencapai satu tujuan perlu juga ya om strategis yg om bilang politik kali sema itu perlu menjadi kajian atau perenungan dan pemikiran om , cuma satu yg kurang sependapat sama om kaloi ini om maaf mengenai ,islam identik dengan kekerasan dan banyak ayat2 mrngulas kekerasan itu aja om aku yg g sepaham sebenar nya islam tidak mengajar kan kekerasan cuman manusia nya aja yg kelitu menafsir kan ayat2 quran ,memang saya akui banyak dalam al quran yg memerintah kan untuk membunuh orang2 kafir dan bersikap tegas terhadap orang2 kafir ,nah di sini lah kekeliruanya banyak yg menafsir kan membunuh nya dengan pedang dan senjat padahal bukan om.allah itu maha penyayang di mustahil kan memerintah kan membunuh dengan pedang dan senjat ,orang aja yg keliru menafsir kanya .maka banyak bom di mana 2 dengan dalih jihad . pasahal maksud ayat2 itu membunuh ke bodohanya ,bersikap tegas atas ke bodohan dengan mengajar kan ke ilmuan ayau pengetahuan mengenai berkehidupan dan bertuhan ,agar dapat membedakan mana yg baik dan mana yg buruk yg lebih penting lagi membedakan mana yg haq mana yg batil .jadi rasul itu ingin umat islam itu pandai tidak mudah di hasut dan di bodohi , tetapi sayang banyak orang menafsir kan lain om jadi seolah olah islam itu sadis kejam, dan rasikal , padahal sesungguh nya islam mengajar kan ke damaian itu semua tertulis dalam alquran jadi bergantung siapa bisa memahami dan menelaah nya aja om ,say sudahi dulu ya om nanti di lain waktu dan kesempatan kita sambung lagi asyik jga seh bincang sama om suprayitno makasih ya om wasalam

  74. Mempelajari Islam tanpa mempelajari aspek antropologisnya, sosiologis, politis sebelum Islam lahir hanya akan melahirkan pemahaman yang sepotong-sepotong.

    Mempelajari Islam secara utuh, harus dimulai dari sejarah bangsa arab sebelum Islam lahir, kemudian saat awal kelahiran yakni selama perjuangan muhammad di kota mekkah.

    Pertanyaan, mengapa ajaran muhammad selama kurang lebih 13 tahun tidak bisa diterima di kota mekkah ?

    Lalu mengapa masyarakat Madinah mau menerima kedatangan muhammad dengan sangat bersahabat?

    Apa kegiatan muhammad pada tahun pertama selama beliau berada di Madinah? Apa yang mendorong terjadinya perampasan/perampokan di Badar?

    Dan masih banyak lagi kajian-kajian historis yang harus dipelajari seara detail.

  75. yaya………om prayit memang agak sulit itu buat saya menuliskan tentang itu om kesulitan muhammad mengajarkan tauhid itu di kota mekah memang dalam sejarah nya selam 13 blas tahun mengembangkan tauhid tapi rasanya kurang etis klo saya cerita di sini om apa yg saya fahami tentang tauhid tadi yg lama di kota mekah ko di terima dengan mudah di madinah ,karna memang saya pikir berbeda apa yg di ajar kan muhammad di mekah dan madinah .di mana di madinah beliau lebih banyak mengajar kan tentang tatanan berkehidupan termasuk hukum mau pun politik termasuk srtategis perang. berbeda dengan di mekah tadi om garis besarnya , memang kesulitan beliau merubah peradapan teradisi yg sangat keras pada jaman itu ,maka banyak pertentangan yg pada akhir nya meruntuhkan semua peradapan penyembahan batu2 berhala yg mana pada masa itu juga menjadi kan ajang polotik dan bisnis ,mungkin cuma itu yg sekelumit cerita yg bisa aku tulis dan mengerti om maaf klo ada kekeliruan dan kekuranganya ok om prayitno yg sangat luas wawasanya sekali lagi terima kasih ya om nanti kita sambung lagi wasalam

  76. Ass.wr.wb.
    mohon maaf sebelumnya Mas.., mengenal.. memang bermacam-macam.. akan tetapi mengenal secara hakiki perlu belajar..memang Mas, kecuali sampean mendapat Laduni. Kedudukan ilmu sangat-sangat penting, sangat ironis kita beribadah tetapi tidak tahu ilmu ibadah, lebih baik tidur tapi tahu akan ilmunya tidur.
    ‘ janganlah menggantungkan emas di leher babi’ atau menyuruh membuat kopi kepada bayi..
    Ilmu hakikat marifat salah satu tujuannya ihsan. Ihsan tidak bisa diceritakan,, tapi untuk menuju kesana perlu belajar ilmunya.. baru amaliahnya..
    Wassalam,

  77. heheh.. agak menarik jga komen dari om Pratama mengenai om bikang kan sangat ironis orang yg beribadah tetapi tidak tahu ilmu nya lebih baik tidur kan gitu ya om yama tentu nya saya boleh nanya dong klo gitu om. giman yg om maksud dengan mengenal secara hakiki itu om. dan jga saya pengen nanya om seertinya om tama sangat ahli …gimana yg om maksud nya ilmu hakekat marifat tujuanya ihsan dan di teruskan dengan amaliah nya bagaiman itu om dan seperti apa saya harus melaksana kan amaliah nya om tolong ya om jelasin biar saya ga keliru om makasih ya om Pratama wasalam

  78. Ass.wr.wb
    bukan ahli.. sebatas urun pendapat saja
    mengenal hakiki yaa..mengenal dengan sebenarnya.. Allah itu kan hanya sebuah nama.. yang paling penting kan kenal yang empu nama, bukan nama-Nya doang dan ini ada dalam ilmu hakikat. orang bilang belajar ilmu hakikat harus mempunyai kasta tertentu.. sebetulnya bukan begitu.seorang kyai/ustandz/guru memang tidak sebarang mengajarkannya, kepada siapa harus diajarkan.. takut bukan manfaat tapi mudhorot yang diterima. dan kita tidak bisa protes.. kita yang mau..yaa kita yang kejar..cari. karena ilmu hakikat itu yang tersirat, jadi bersifat rahasia, bukan yang tersurat.. pengalaman spiritual.. dengan akal pikir.. bukan hafalan.
    kembali ke soal ihsan..pada dasarnya.. setiap ibadah/amaliah wajib tahu ilmunya dulu, siapa yang disembah.. siapa yang sembahyang..untuk ihsan.. kan pertama harus tahu dan kenal yang disembah..baru melaksankan ibadah/sembahyang/amaliah..ihsan sendiri tidak dapat diceritakan.. bagiamana mungkin menceritakan nikmatnya junub pada seseorang?
    berkaitan dengan ilmu, “tafakur sesaat, lebih baik dari pada 70 tahun ibadah”
    Wassalam,

    • jadi sebenar nya yg empunya nama yg om pratama maksud itu sapa om sebenar nya om bikin saya penasaran aja lo …tolong om terangin saya ya om makasih ya om.

  79. Mengenal Allah sangatlah mudah. Cuma diperlukan kemampuan membaca tulisan. Maka bacalah buku-buku karangan Ulama yang berkaitan dengan nama dan sifat Allah. Bukankah anda dikatakan mengenal seseorang karena anda mengetahui nama dan sifat-sifat orang tersebut?

    Saya kasih contoh:
    Syakur adalah salah satu dari nama-nama Allah. Allah adalah Yang Maha Bersyukur; setiap kali hamba beramal, maka Allah membalasnya sepuluh kali, bahkan ratusan kali. Allah akan mendekat sehasta jika hamba mendekat kepada-Nya sejengkal. Allah akan mendekat dengan berlari jika hamba mendekat kepada-Nya dengan berjalan.
    Sabur adalah Yang Maha Sabar; siapakah yang bisa lebih bersabar dari Allah? Orang-orang itu telah menginjak hak Allah dengan mengatakan bahwa Allah punya anak. Namun Allah menahan langit, buni dan gunung tidak runtuh dan hancur. Allah tetap memelihara badan mereka dan selalu memberi rejeki kepada mereka.
    Itulah 2 di antara nama-nama Allah. Bukankah Anda sedikit lebih mengenal Allah setelah membaca uraian di atas daripada sebelumnya? Mudah bukan?

  80. Anda mengetahui apa saja unsur-unsur yang terdapat di atas permukaan bulan, temperatur dan gravitasi bulan dengan cara membaca karya tulis ilmuwan di buku-buku, jurnal-jurnal ilmiah, dsb. (Kecuali jika anda beruntung diajak oleh NASA bersafari ke bulan)

    Lalu anda menjelaskan tentang bulan kepada seseorang yang menurut prasangkaan anda bahwa dia adalah seorang yang cerdas. Apa pendapat anda ketika orang itu berkata kepada anda: berarti bulan itu adalah tulisan, Pak?
    Masihkah engkau menganggapnya cerdas, wahai yang terhormat Bapak Setyo?

    • wah jadi tersanjung nih… pakai “yang terhormat… he he “, kalau bisa ke bulan kenapa pusing pusing pakai perantara… buka buka buku sampai njelimet…. malah ndak sampai bulan

  81. ass.wr.wb
    alhamdulillah sudah kenal tulisannya., entar naik lagi kenal sama hurufnya.. dan selanjutnya naikan lagi..
    salam kenal Mas
    Wassalam

  82. Ar-Rahman. Siapakah yang memiliki cinta melebihi cinta Allah pada hambanya?

    Seorang ibu mencari-cari anaknya yang terlepas dari tangannya dan lenyap di tengah-tengah area yang sedang berkecamuk perang. Tanpa rasa gentar dan takut, ibu itu terus mencari. Ditemukan olehnya anaknya yang sedang menangis keras, dipeluknya dan disusukannya agar hilanglah haus anak itu; sementara jerit perang, dan denting pedang dan tombak terus bergemuruh di sekitar mereka berdua.
    Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda: Cinta Allah kepada hamba-Nya melebihi cinta ibu itu kepada anaknya.

    Seorang musafir di tengah-tengah padang pasir yang amat luas kehilangan ontanya dengan segala bekal makan dan minumnya. Tinggallah ia terduduk menanti maut menjemput. Di tengah rasa frustrasinya yang sangat, tiba-tiba onta dan segala perbekalannya muncul di hadapannya. Kegirangan yang luar biasa meliputinya sehingga ia keliru ketika mengucap syukur: Alhamdulillah, ya Allah.. Engkaulah hambaku dan Aku Rabb-Mu!
    Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda: Allah bergembira ketika mendapati hamba-Nya bertobat melebihi gembiranya musafir tadi.

    Alhamdulillah. Hanya dengan kemampuan membaca dan memiliki pemahaman, betapa mudah mengenal Allah.. Rabbku, Penciptaku, Yang sempurna semua nama dan sifat-sibatnya..

  83. Ass.wr.wb
    Adanya Allah, adanya alam semesta beserta isinya, dan segala sesuatu, alangkah bodohnya kalo tidak mengenal bahwasanya Allah itu ada. lalu apakah sudah cukup mengenal nama-Nya dan sifat-sifat-Nya aja. siapa yang punya nama Allah itu.. bagiamana mau lebih akrab, kalo tidak kenal yang punya nama. tapi ini sangat ironsi sekali.. padahal yang punya nama itu sangat dekat..kenapa merasa jauh.. yaa karena belum mengenal diri sendiri
    Wassalam

        • hehe saya meliht keatas.. saya melihat terynyata kekuasaan allah tak terbatas dan tidak dibatasi oleh langit…. benar.. ternyata langit tidak ada langit ilusi karena keterbatasan mata saya yang tidak bisa menjangkau kekuasaan Allah……. subhanallah Allah ada disini dan saat ini…….dan saya bersaksi ada Allah karena saya melihat Allah saya besaksi dengan bersyahadat…

  84. Katakanlah (wahai Muhammad): Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah (keterangan) untuk itu dan (mengharamkan) kalian berbicara tentang Allah tanpa dasar ilmu. (Al-Quran, Surah Al A’raf: 33)

  85. syareat,tarekat domainnya adalah ilmu zahir, sedangkan hakikat,marifat domainnya adalah ilmu batin. mau belajar atau tidak terhadap ilmu hakikat marifat terserah, tidak ada larangan. namanya ilmu batiniah yaa ngga sama dengan ilmu zahir yang mempunyai hukum dan kesepakatan sama.. secara umum.
    makanya tulisan diatas.. menjalani marifat.. lucu, bukan menjalani marifat,, tapi menjalani apa-apa yang menjadi tugas dan kewajiban seorang hamba untuk mencapai derajat marifat. untuk mencapai kesana yang harus menuntut ilmu.. meskipun ini juga tidak mutlak.. kehendak Allah tidak ada yang tidak mungkin..
    ” Ilmu adalah pemimpin amal, sedangkan amal adalah pengikutnya”

  86. hehe…….mantap rame,,,pembahasanya jadi tertarik pengen nanya saya , boleh kan sohib ku yg baik yg di mulia kan allah. begini saya mau nanya dengan Ummu nisa dan om Pratama pertanyaan nya gini . di al quran di tuliskan kalau adam itu terdiri dari 4 unsur yaitu tanah ,air ,angin .dan api …nah yg menjadikan pertanyaan nya benar atau kah tidak , kalau memang benar bagai mana saya membuktikan ke 4 unsur itu yg ada pada saya karna saya jga anak cucu adam pasti lah mengandung unsur yg sama .dan kalo dan klo salah tentu ada alasanya jga itu lah pertanyaan yg selalu mengganjal dalam benak saya mohon di beri kan panjelasan siapa yg tahu tentang hal itu . terima kasih sebelum nya saya tunggu jawaban nya wasalam

  87. apa yang terkandung dalam Al Quran tidak ada yang salah. manusia (Adam) diciptakan dalam 4 unsur, api, angin , air dan tanah, namun ini dalam pengertian hakikat. cobalah mengenal diri sebenar diri, akan merasakan keempat unsur tersebut.

  88. yang saya dengar awal mula agama itu awaluddin ma’rifatullah artinya mengenal allah, dan tingkatan dalam islam ada 4 sareat, tarekat, hakekat, dan ma’rifat, lebih parahnya lagi yang saya dengar sareat saja tanpa terekat dan hakekat hampa seperti melakukan perbuatan yang sia – sia, dan hanya mengenal nama tanpa makna, jadi buat saya belajar ma’rifat itu penting, sangat penting insya allah. (buat saya ma’rifat itu mesra udah tenggelah kedalam jibu dan hilang pengakuan ato mati karena laa illaha illallah tiada ujud mahluk). salam

  89. KORBAN AGAMA

    Bila ada satu pertanyaan, apakah gerangan HIPNOSIS TERBESAR di jagad raya ini? Hipnosis merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani yaitu hypnos. Dalam mitologi Yunani, Hypnos adalah dewa tidur. Dia memiliki saudara kembar yang bernama Thanatos yang berarti kematian. Ibu Hypnos adalah dewi Nyx yang berarti malam. Sederhananya, hipnosis adalah kondisi peralihan kesadaran yang ditandai dengan meningkatnya kemudahan menerima sugesti.

    Lalu pertanyaannya menjadi, SUGESTI TERBESAR APAKAH yang bisa dilakukan kepada manusia?

    Jawabnya adalah AGAMA. Agama adalah hipnosis terbesar di jagad raya ini, sebab Agama telah mampu menyihir (baca : menidurkan) manusia dari kesadaran empiric menjadi kesadaran mistik. Ciri-ciri seseorang yang telah terhipnosis oleh daya magic agama adalah dia tidak mampu membedakan antara REALITAS dengan ABSURDITAS.

    Setiap hari manusia beramai-ramai “menyembah” dan memuji tuhan. Jika ia tidak melakukannya akan merasa bersalah, berdosa dan gelisah. Karena pengaruh hipnosis yang telah bekerja pada syaraf otaknya dari sejak tingkat TK sampai dengan mahasiswa bahkan sampai mati, mengatakan bahwa “Sembahlah Tuhanmu” maka ketika tuhan tidak disembah akan menimbulkan berbagai “ancaman dan tekanan psikologis” . Ini adalah kesadaran “absurditas”.

    REALITASNYA : Benarkah tuhan perlu disembah? Ayo silakan bagi yang ahli agama memberikan jawaban. Sekali lagi saya bicara “realitasnya” bukan berdasarkan “keyakinannya”.

    Analoginya adalah, misalnya seseorang “berkeyakinan” bahwa di bulan “terdapat tumbuhan”.

    REALITASNYA : Benarkah di bulan terdapat tumbuhan? jika setelah dibuktikan ternyata di bulan tidak ada tumbuhan, maka otomatis keyakinan orang yang mengatakan bahwa “di bulan ada tumbuhan” merupakan “keyakinan yang sesat/keyakinan yang salah”.

    Menurut saya “kebenaran keyakinan” semudah dan sesimpel itu, tidak perlu kesana kemari gembar-gembor, yang membuat ribet, rumit dan seakan-akan sakral itu sesungguhnya hanyalah akal-akalan para pemimpin agama karena ada motif tertentu, bisa karena motif kekuasaan, motif ekonomi dan motif-motif tersembunyi lainnya.

    Anda mungkin saja salah satu korban hipnosis agama, dan harap diingat korban agama tidak pernah menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban. Siapakah yang bisa menjadi korban agama? siapa pun bisa menjadi korban, tidak peduli apakah ia seorang Prof Dr Ma atau cuma sekadar pemulung yang sama sekali tak berpendidikan.

    Korban agama juga bisa menimpa golongan kelas elite dengan status sosial yang tinggi maupun menimpa golongan proletariat/kaum kere. Mengapa banyak manusia yang menjadi korban agama? sebab “racun agama” bersifat “adiktif/membuat ketergantungan” karena begitu nikmat dan memikat baik untuk anak kecil maupun lebih-lebih untuk orang dewasa.

    Mengapa racun agama begitu memikat dan nikmat? karena racun agama bisa menjadikan seseorang menjadi rileks, penuh harapan, optimistis, melayang (mabok) dan secara psikologis bisa menjadi tempat untuk melepaskan beban/suaka jiwa (exonerate).

    Racun agama begitu “mengagumkan” tetapi di sisi lain “sangat menyeramkan” karena dapat menyebabkan jiwa seseorang menjadi ketakuatan yang luar biasa.

    Antara kekaguman dan ketakutan yang telah “menyatu/bersenyawa” dalam jiwa seseorang, bisa melahirkan ledakan tindakan yang tak terkontrol berupa perbuatan-perbuatan “destruktif” atau penghancuran terhadap pihak lain yang dianggap sebagai penghalang bagi keyakinannya (baca : kenikmatannya).

    Mereka menampilkan diri sebagai “penyelamat umat” seperti yang telah diyakininya, meskipun cara penyelamatannya justru bertentangan dengan “prinsisp penyelamatan”. Prinsip keselamatan haruslah disertai rasa kasih-sayang yang dilambari dengan pengetahuan yang benar dan tulus-ikhlas. Sebab, kasih sayang saja tanpa disertai pengetahuan yang benar justru akan memakan banyak korban.

    Bagaimana cara menangkal “racun agama”? Saya rasa, racun agama “tidak perlu ditangkal” biarkanlah racun itu tetap bekerja menggerayangi pikiran manusia sepanjang pengaruh racun agama itu bisa menjadikan seseorang menjadi lebih “nyaman” dan yang paling penting bisa menjadikan lebih baik prilakunya/perbuatannya.
    Yang perlu ditangkal adalah apabila racun agama itu ternyata membuat seseorang menjadi “extreme” dengan kecenderungan “menyerang” dan menghancurkan terhadap orang lain yang tidak sependapat dengan keyakinannya.

    Sepanjang sejarah, yang namanya agama, tuhan, surga, neraka, malaikat, setan, iblis dan yang gaib-gaib lainnya memang menjadi komoditas yang sangat mengasyikkan untuk diceritakan dan ditanamkan sebagai “jalan hidup” terutama untuk masyarakat yang lebih banyak menggunakan nalar mistik dari pada nalar empiric.

    Demikianlah, racun agama akan terus dihipnosiskan (disebarkan) kepada umat manusia, karena di sana banyak keuntungan yang bisa diperoleh bagi para pemimpin hypnotik, dan mereka bisa membagi-bagikan “rasa takut” itu kepada banyak orang. Prinsipnya, makin banyak orang yan takut maka semakin “muluslah” racun itu bekerja.

    Masyarakat yang bodoh akan selamanya dibodohi oleh sihir agama. Racun agama bekerja “sangat halus” karena dia menyelusup (penetrasi) melalui pikiran yang diolah melalui “perasaan”.

    Mengapa disebut racun? Sebab pengaruh agama bisa menyebakan orang waras menjadi sakit jiwanya, walaupun dia tidak pernah merasakannya. Bagaimana ciri-ciri jiwa yang sakit? Dia tidak bisa membedakan antara yang “sesungguhnya terjadi” dan yang “sesungguhnya hanya angan-angan”. Maka, akhirnya dia mengira bahwa angan-angannya sebagai sebuah fakta. Inilah sebagian ciri-ciri dari jiwa yang sakit.

    • @prof dr suprayitno…
      bravo…………………..
      kalah donk romy rafael…
      anda benar2 jenius ky albert einstein…
      hebatnya lagi anda telah menemukan Tuhan tanpa melalui perantara…
      sungguh2 talenta yang luar biasa, seorang nabi aja masih melalui perantara jibril, Musa pun pingsan tak kuasa bertemu Tuhan, salute…..
      anda benar2 super….!

  90. Membaca semua ini benar-benar menarik, saya ibu rumahtangga biasa yang sibuk dengan 2 anak dan suami yang juga sibuk bekerja, saya merasa bahagia membaca semua ulasan bapak-bapak dan ibu-ibu, karena menambah wawasan saya sebagai orang Islam, yang insyaallah beriman kepada Allah dan tetap terus berusaha menjalankan dan mengamalkan ajaran Islam sebaik-baiknya dan masih banyak kekurangan, saya tidak punya misi khusus atau hal-hal yang njlimet, saya mencintai dan menyayangi keluarga kecil saya, kematian itu didepan mata setiap hari kita melihat kematian, saya hanya berharap dengan ibadah saya, dengan do’a, apabila kematian menjemput saya dan keluarga, maka Allah dapat menyatukan keluarga kami lagi ditempat yang baik, insyaallah semoga Allah mengabulkan, saya tidak memikirkan apakah telah diperbudak agama atau tidak, tapi saya dan suami pernah mengalami masa-masa pencarian dalam Islam yang cukup sulit, dan akhirnya kami beranggapan sungguh Allah itu ada, Allah itu tidak membiarkan kami, kami mencintai-Mu ya Allah.

  91. saya sangat masih awam dlm hal ini, tapi setelah membaca judul, koment, tanggapan 2 di atas saya sangat tertarik dan tersentuh. untuk itu saya sangat berharap blog ini bisa terus berlangsung. saya tdk berani koment apa2 karena masih awam dan hanya ingin membaca untuk saya terapkan yg menurut saya benar dan masuk logika, terimakasih dan salam untuk semuanya.

  92. untuk mas prayit yang terhormat: manusia diciptakan untuk menyembah kepada ALLOH, walupun gusti ALLOH tidak disembahpun juga tidak papa, tergantung kepercayaan yang kita miliki, toh Gusti ALLOH juga tidak berhenti memberikan nikmatnya kepada kita,itu terserah kita, Nabi Muhammad diutus kebumi untuk menyempurnakan aklak manusia, dari kegelapan menuju terang ( Anda pasti tahu maksudnya ). aturan agama untuk memberi tahu dan mengingatkan yang baik dan buruk, semua yang Anda tuliskan diatas ( bumi ibu pertiwi, makluk, tumbuhan Dll ) ada dalam kitab AL’QURAN. Manusia tidak bisa menjangakau Ilmu ALLOH apalagi dengan pikiran manusia ini, cuma kita makluk ciptaaanya harus percaya dengan zdat yang serba maha.

  93. Mas prayit ulasan anda tentang agama mungkin lebih jauh bahasannya
    mungkin ulasan anda lebih dekat dengan atheis…knp AGAMA disebut RACUN????
    Astagfirullaaaahhh…

  94. mas R-R, maaf kalau apa yang saya sampaikan kurang berkenan, agak kurang baik kalau kita memfonis seseorang itu kafir atau yang lain. Nabi pernah bersabda: sampaikanlah ayat AL’QURAN dengan lembut, jangan memaksakan Agama pada orang lain, jangan menyakiti hati orang lain, jangan terlalu mengkafirkan orang lain tapi lihatlah diri kita dulu, bila memang mas prayit punya keyakinan seperti itu kita hormati beliau. HUALLOHU A’LAM.

  95. salam..
    Tetapi tentunya wajar dan sangat manusiawi jika seorang yang belum mengerti menjadi semakin bingung dan tidak mengerti apa dan bagaimana???

    Pada dasarnya pemikiran pokok dalam penulisan ini bukanlah mau membahas dan memperdebatkan semua istilah dan kata-kata diatas. Adapun saya lebih cenderung untuk berpikiran praktis dan simpel dalam permasalahan merevisi diri dengan titik tolak pengenalan diri (katakanlah “Aku Sejati”) yang lebih dipandang dari sudut psikologi modern yaitu dengan mengenal kepribadian diri kita masing-masing untuk kemudian melangkah kedalam suatu usaha pengontrolan dan perbaikan kepribadian kearah yang lebih positif.

    Setiap orang pasti membawa sifat-sifat dan karakternya sendiri-sendiri, setiap orang walaupun bisa saja ada kemiripan tapi tidak pernah ada yang sama persis dalam hal ini.

    Bagi sebagian orang mengenali diri sendiri mungkin adalah masalah yang mudah tapi umumnya sebagian besar orang menganggap adalah masalah yang sukar dan sulit. Secara pribadi saya sendiri berpendapat bahwa mengatasi proses pengenalan diri sendiri ini memang bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah dan gampang.

    Permasalahan utama yang sering timbul dan menghambat kita untuk dapat mengenali diri kita ini adalah kemampuan diri untuk berdiri secara “jujur, obyektif dan adil” dalam memberikan pandangan terhadap diri sendiri.

    Nah, dalam kenyataannya memang hal inilah yang justru jarang bisa dilakukan oleh setiap orang . Akhirnya proses mengenali diri sendiri ini memang akan menjadi sangat sulit dan membingungkan karena faktor ketidak jujuran, ketidak obyektifan dan ketidak adilan dalam memandang diri itu sendirilah yang harus bisa disadari dan diperbaiki (revisi).

    Hal ini menurut saya mungkin lebih relevan, jelas dan lebih bermanfaat sebelum kita berbicara terlalu jauh dalam keabstrakan yang sangat dalam.

    Maaf jika ada tulisan saya yang mungkin dalam persepsi anda ada yang anda persepsikan sebagai pemaksaan keyakinan pada anda, tidak ada secuilpun niat untuk memaksa seseorang – hidayah adalah Hak milik Allah bukan saya.

  96. komentar saya hanya satu…
    apa yg di tulis mas prayitno semuanya ngawur!!!! itu hanya pemikiran untuk dirinya sendiri saja…kalo anda tahu tentang Agama kenapa tidak anda tulis dalil-dalil Al-Quran didalamnya???dan knp anda Ragu untuk menyebut nama ALLAH melaikan menyebut dengan sebutan TUHAN???
    Apakah anda tidak pernah membaca AL-QURAN atau menguraikan AYAT2 dengan Artinya?????
    anda memang pintar dalam menjawab tapi berbeda dengan kenyataan!!!!!!!!!!!!!!

    WASALAM….

  97. Salam kenal……Untuk mas prayitno, ilmu pemahaman tentang Tuhan dan alam semesta dari anda ini sulit sekali dicerna oleh orang lain. Saya harap anda bisa menjelaskannya tahap demi tahap… namun saya mengakui semua yang anda paparkan ini ada benarnya. Ilmu yang kita dapatkan mengenai ma’rifat sebagian besar didapat dari pengalaman kita masing-masing yang berbeda-beda. dengan kunci adanya Guru, baik itu guru yang berwujud ataupun tidak berwujud.
    Apabila anda mempunyai pikiran bahwa kita sebagai manusia adalah “bodoh”, maka akan muncul lah sifat kemanusiaan kita, baik antar manusia, manusia dgn alam dan manusia dengan sang pencipta
    Apabila ilmu yang anda punya sudah cukup, apakah anda pernah meminta kepada Ghoibul Ghoib untuk mengijinkan anda meninggalkan Alam dunia ini.
    Saya tidak mendo’akan tapi buat apalah hidup di dunia, dibandingkan dengan DISANA. Ataukah anda merasa masih punya kewajiban dan tugas kemanusiaan di dunia ini ?
    Maaf mas….Sekali lagi saya tidak mendo’akan. Saya hanya mengingatkan…
    Namun apabila nanti tercapai saya ucapkan. SELAMAT.

    Assalamu’alaikum.

  98. assalamuallaikum ya ukhi .

    mass saya punya kontradiktif dengan bathin saya .
    kenapa orang orang disekeliling saya menganggap saya ini orang gila atau orang yang kena sihir ?
    padahal saya hanya ingin memperdalam keislaman saya .
    menurut akhi apa yang harus saya lakukan ?

    belum lagi saya banyak godaan entah itu dari kalangan jin dan manusia ?

  99. Buat umat khususny umat islam hati2 dengan belajar makrifat karena banyak justru ajarannya menyesatkan, karena banyak ajaran makrifat yg akhirnya meninggalkan perintah syariat. Padahal semua nabi dan rasul melaksanakan perintah syariat tp mereka ntah dgn dalil apa bs meninggalkanny.

  100. Saya tdk main fitnah pak…saya hanya mengingatkan karena sudah saya jumpai yg seperti ini …..bagi saya mempelajari dan mendalami ilmu ini sangat baik karena ini ilmu rahasia dan tidak mungkin dibahas di forum ini karena sifatny memang rahasia.

  101. maaf ya pak setiyo : kenapa saya bilang rahasia karena kt nabi kalau sy tdk lupa : syariat itu tubuhku
    tarekat itu lupa sy
    hakikat itu kediamanku
    makrifat itu rahasia ku
    Dalam satu hadist nabi Muhammad SAW pernah mengatakan kpd abu hurairah ra : Wahai abu hurairah aku beri engkau dua kantung ilmu, yang satu kantung ajarkanlah kepada orang banyak, yang satu kantung lg jika kau ajarkan kpd orang banyak niscaya kepalamu akan dipenggal.
    Dan ilmu makrifat yg saya tahu mempunyai amalan2 khusus, jd mustahil belajar ilmu ini tanpa guru yg benar2 ahli makrifat. sementara amalanny bila diamalkan tanpa dipantau guru tsb sangat berbahaya bg orang tsb.
    Pernah kejadian diMdn salah seorang murid baru mengamalkan amalan yg bukan amalan dia akhir salah satu dari bagian unsur dirinya keluar dan tdk kembali selama lebih kurang 3 bulan…ternyata bgn dr dirinya itu dikurung didalam ka’bah sehingga murid tsb linglung selama 3 bulan. alhamdulliah hal tsb akhirnya dapat diatasi guruny dan murid tsb sembuh kembali. maaf pak setiyo bukan sy bermaksud menakuti orang belajar ilmu ini…saya hanya berharap yang mempelajari ilmu makrifatullah harus mempunyai guru yg bs membimbing dan memantau muridny agar tdk terjadi sesuatu yg tdk diingini. Salam buat semuanya….

    • kalau pengertian saya, awaludin makrifatullah, jadi ilmu makrifat itu menjadi ilmu dasar yang mutlak harus diketahui oleh umat islam, bagaimana dia mau menjalankan sholat dengan benar kalau tidak tahu siapa yang disembah, yaitu ALlah, pengenalan kepada ALlah inilah yang dimaksud dengan makrifat . jadi tidak ada yang bersifat rahasia karena makrifat adalah ilmu dasar yang harus dimiliki setiap orang yang beriman.

      • assalamu’alaikum…
        pak setyo mohon untuk dipahami kekhawatiran pak wellcome, menurut saya apa yang disampaikan pak wellcome merupakan bentuk kehati”an. dimasyarakat kita memang ada yang seperti itu. sebagai contoh di lingkungan sekitar saya ada kelompok pengajian yang mengatasnamakan kelompok ngaji LAKU MAKRIFAT, mereka hanya mengamalkan wirid, puasa dan laku” yang tidak ada dalam syariat islam, mereka beranggapan jika sudah mangamalkan laku makrifat maka yang syari’at sudah tidak perlu dilkerjakan lagi termasuk boleh meninggalkan sholat wajib. hasil yang didapat memang luar biasa pak, setiap mendapat persoalan pengikutnya selalu mimpi yang aneh” yang menurut mereka adalah petunjuk dari ALLOH SWT saya ber prasangka baik aja ke pak setyo bahwa pengertian ma’rifat disini berbeda dengan pengertian ma’rifat yang pak setyo sampaikan…tetapi sebenarnya ada mirip” nya juga, mereka mengatakan dengan melakukan wirid (dikatakan semedi) katanya mendapatkan ketenangan batin dan mimpi yang menurut mereka petunjuk adalah wujud komunikasinya dengan gusti ALLOH. saya bisa bicara detail karena istri saya merupakan salah satu dari pengikutnya dan saat ini kami sedang membahasnya.
        wah….saya benar” bingung pak setyo ini yang benar yang mana?…
        kalo boleh saya mohon pencerahan dari pak setyo yang sudah memahami perihal ma’rifat secara sempurna. tolong kalo bisa lewat email saja pak mungkin perlu pembahasan yang agak detail
        mudah”an ALLAH SWT memberikan kelapangan waktu fikiran pada pak setyo untuk memenuhi permohonan saya.
        barokhalloh….wassalamu’alaikum.

  102. mas suprayitno>saya cuma mau bertanya sudahkah anda tahu persis siapa rosullah Muhamad saw, isa as,musa as dll yang sejatinya sampai teganya engkou berkata kata seperti itu kepada para nabi dan rosul. andai engkou tau yng sesungguh dan senyatanya sesungguh nya enkou sedang menghinakan diri anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>