Belajar membaca keadaan dengan firasat

keadaan dapat kita baca dengan kesadaran. KEsadaran ini dapat sempit dan dapat luas. dengan ketenangan hati dan pikiran kemudian kita perluas kesadaran kita maka apa yang kita ketahui akan lebih luas lagi. misalnya ketika kita ingin mengetahui keadaan hati teman di dekat kita, sedangkan dia tidak mau berkata sebenarnya maka kesadaran hati kita bisa kita perluas dengan menembus hati teman kita tersebut. Cara memasukinya dengan cara relaks kemudian kita membiarkan kesadaran kita menangkap sinyal sinyal yang di pancarkan dari hati teman disamping kita tersebut. ya namanya membaca sangat tergantung dari sinyal yang di pancarkan dari emosi teman kita dan daya tangkap dari kita sendiri. Kalau sinyal emosi yang dipancarkan kuat sedangkan kita daya tangkap kita lemah maka, kita tidak akan dapat membacanya, demikian pula sebaliknya.

keadaan di sekliling kita juga mengeluarkan daya atau sinyal, nah kesadaran kita tinggal kita samakan frekwensinya atau frekwensinya kita tinggi kan sehingga bisa menangkap sinyal sinyal tersebut. jika ada orang yang mengetahui apa yang akan terjadi berarti orang tersebut diberi kemampuan Allah untuk menangkap sinyal alam. maka latihan untuk meningkatkan frekwensi tidak lain adalah dengan banyak bersilatun kepada Allah atau patrap. Dengan selalu sadar kepada Allah berarti kita meningkatkan frekwensi kesadaran, sebab Allah adalah kesadaran tertinggi sehingga semua bisa terbaca.

Syukur syukur jika kita bisa meniadakan ego kita maka kita akan mendapatkan kepekaan secara cepat. duduk mengosongkan ego secara perlahan-lahan Allah akan memberi tahukan kepada kita. dalam tahap belajar sebaiknya kita menerima saja apa yang kita tangkap, setelah ini dikuasai kita fokuskan untuk membaca hal yang khusus,

baik, jika memang berminat sungguh sungguh cukup banyak2 silatun maka kita akan tercerahkan dengan bayak hal