Bergurulah kepada Abu Sangkan

saya mendapatkan ceramah dari seorang ahli sufi yang menerangkan tentang berteman dan berguru. Sufi tersebut membahas buku karya ibn Athoillah. Dalam menjelaskan kitab tersebut, Sufi tersebut menerangkan bahwa carilah murid atau guru yang dapat mengajakmu “naik” ke Allah. Dalam uraiannya bahwa yang dimaksud naik itu adalah yang dapat mengangkat spiritualitas kita. Kalau guru tersebut dapat mengangkat spiritualitas kita berarti guru tersebut memang benar benar memiliki kekuatan spiritual yang lebih dan dapat mengajarkan kepada orang lain.

Ketika saya mendengarkan cerama Ahli Sufi tersebut dalam menjelaskan kitab al Hikam, saya langsung terkoneksi dengan guru saya dan panutan saya Yang Dirahmati Allah Ust Abu Sangkan, Saya merasakan sendiri ketika saya bersama beliau spiritualitas saya terasa meningkat. Ketika saya berguru dengan beliau selama kurang lebih 12 tahun, saya merasakan bahwa saya benar benar merasa (subjektif) dekat dengan Allah. Dan saya mendapatkan banyak pencerahan spiritual dan pencerahan dalam hidup saya.

Saya merasa tidak salah pilih untuk menjadikan Ust Abu Sangkan sebagai guru spiritual saya, meski beliau selalu menganggap bahwa diri beliau adalah kawan seperjalanan (sahabat). Untuk itu, karena saya sudah membuktikan tentang guru saya ust Abu Sangkan maka saya mengajak kepada saudara ku untuk bersama-sama berguru kepada beliau. Tidak harus bertemu langsung, jika memang berhalangan. Saudaraku bisa menggunakan Buku karya beliau, CD CD yang beliau hasilkan, rekaman rekaman ceramah beliau, atau kirim fatihah kepada beliau insya Allah aliran spiritual beliau akan mengajak kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

10 thoughts on “Bergurulah kepada Abu Sangkan

  1. 1. Wakhdatul wujud is not a simple thing to do. God (Allah) will only be inside of your heart if you are inside of His heart. God is realy as a symbol of beauty: beauty in deed, beauty in everything. Allah never touch those who still have a bad spirit even though it is very-very small, “Innallaha ya’rifuu maa fii qolbikum, wa ya’rifu kuli syai’in tuf’al” . Manunggaling kawula gusti meniko mboten perkara ingkang gampil. Pramilo ngatos atos. Gusti ingkang murbeing dumados (Allah) saget manunggal kalian jengandiko manawi jenengandiko saget wonten saklebetipun batosipun Allah, Gusti ingkang murbeing dumadi meniko simbul kautamen lan ugi kaindahan: Kautamen lan kaindahaning perilaku ugi sedoyo kemawon ing wanten alam dunyo meniko. Gusti Allah mboten bade sesenggolan kalian senteno kemawon ingkan kagungan batos , niat lan semangat ingkang awon. Gusti mengertosi ingkang wonten sak jroning batos panjenengan, lan mengertosi punopo kemawon ingkang manungso lampahi. Thanks, lan matur nuwun, matur nuwun.

  2. Bapak Ustaz, saya ada memiliki 2 buah buku Pak Abu Sangkan iaitu Berguru dengan Allah dan Solat merupakan Meditisi yang tertinggi. Bagaimana pula untuk mendapat CD beliau di Malaysia?

  3. Sebenarnya Tuhan (Allah) selalu berada dalam hati kita. Antara Tuhan dan kita berada pada satu ruang yang dinamis yang tak berujung. Manusia akan mampu menerobos ruang tersebut bila hati dan mata batin kita mampu meninggalkan kepetingan kita (vested intered) yang tidak khakiki (melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT). Itulah kunci “ma’rifat’. Semoga anda dapat melakukannya.

  4. Bergurulah kapada Allah, bukan pada siapapun, Karena dalam relung hati anda, ada Allah, bacalah ‘Subkanallah wal Khamdulillah dst” dengan ketulusan hati and tanpa mengharap apapun dariNya, karena kalu masih ada pamrih dalam hati anda, pasti Allah tidak akan mau menemani dalam satu ruang yang tak berujung tersebut. Silahkan mencoba.

    • mohon maaf ikut komen, “Bergurulah kapada Allah, bukan pada siapapun, Karena dalam relung hati anda, ada Allah” la kalau hatinya masih rusak nggak berguru kepada siapapun gimana caranya pak dolar? anda sendiri bilang : “karena kalu masih ada pamrih dalam hati anda, pasti Allah tidak akan mau menemani dalam satu ruang yang tak berujung tersebut”, gimana bisa ngilangin pamrih dan sejenisnya kalau nggak berguru kepada sesama…. tolong petunjuknya, gimana cara berguru pada hati bukan kepada siapa-siapa sedang hati kita rusak, siapa tau bapak bisa ngajari…. tanpa berguru saya jadi pinter, kan enak kalau bisa gitu. -tolong dibalas- sebab setahu saya bacaan “‘Subkanallah wal Khamdulillah dst” anda juga dapat dari berguru keseseorang atau ke kitab, yg nulis kitab juga orang.

  5. Maaf Pak Dolar hati-hatilah pula untuk komennya tentang manuggaling kawula gusti kata Pak Dolar harus tulus dan tanpa pamrih berarti tidak harus ada nafsu syahwati yang ikut campur dalam berucap,dalam berpikir dalam bertingkahlaku yang ada hanya ikut maunya yang punya kehendak dan yang menghendaki

  6. Kunci Mencapai ma’rifat adalah Senantiasa ingat Allah dengan ikhlas tanpa menodai ingatan tersebut meskipun setitik saja ingatan diluar-Nya (Biarkan Di dalam hingga diluar Otak anda Cukup Allah saja ditinggikan dan biarkan diri anda senantiasa merasakan rendah diri dengan banyak menyebut asma-Nya),………………

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *