Berkomunikasi dengan Jiwa dalam sholat

Ketika sholat secara lesan kita mengucapkan beberapa lafal atau bacan sholat, demikian pula tubuh kita melakukan dalam bentuk bahasa tubuh (gesture), Namun baik bahasa lesan maupun bahasa tubuh keduanya bukanlah bahasa jiwa. bahasa lesan dan gesture kita gunakan sebagai program hardwarenya, program software yang kita gunakan adalah bahasa jiwa.

Berkomunikasi kepada Allah melibatkan dua hal yaitu bahasa fisik (verbal dan gesture) dan juga bahasa jiwa. kedua bahasa ini harus menyatu secara harmoni sehingga menjadi suatu bentuk perilaku yang memiliki kekuatan ganda yaitu kekuatan tubuh dan kekuatan jiwa.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

18 thoughts on “Berkomunikasi dengan Jiwa dalam sholat

  1. @Setiyo. Ente ngomong nggak pakai dalil Al-Quran atau Hadits sedikit pun. Tapi, ada saja orang-orang bodoh yang tertipu. Sudah berapa duit yg ente kumpulkan dari hasil menjual kesesatan!? Tentu anak dan bini ente juga ikut menikmati. Enak?!

    • Quran itu bukanlah tulisan tapi quran itu adalah wahyu yang diturunkan kepada rasulullah untuk kita. berbeda dengan syetan yang diutus Allah untuk menyesatkan orang dengan berkata yang tidak baik dan memfitnah tanpa ada bukti. semoga Allah memberikan hidayahnya kepada kita amin

  2. Ass.wr.wb, mas Pur yang sabar mas ….buat Mas Ibnu Lahm, perbedaan pendapat adalah rahmat pak….jangan memfitnah orang lain,apakah spt itu bapak pahami yang ada di dalil Alqur’an n Hadist???

  3. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mencela dai-dai yang semacam Setiyo ini dengan permisalan anjing. Seharusnya amatlah mulia pekerjaannya dan banyaklah pahalanya, seorang dai yang menyebarkan agama yang lurus dengan mengharap Wajah Allah Ta’ala. Namun karena dia lebih memilih kenikmatan dunia dengan menjual-belikan ajaran agama yg didakwahkannya (pakai tarif pula!), maka ia bagaikan anjing yang lebih doyan kotoran daripada makanan bersih dan sehat. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga telah memperingati kita tentang keberadaan dai-dai yg berada di pintu neraka, dai-dai yg menyeru manusia untuk masuk neraka bersama.

  4. Assalamualaikum WBT,
    Saudara Ibnu Lahm, maaf ya…seharusnya anda perlu belajar mengenali diri anda sendiri terlebih dahulu. Siapa diri anda dan koreksi diri , baru anda disegani dan dihormati oleh orang lain.

  5. Assalamualaikum wbt,
    Ada mata memerhati … (memerhati dengan kedalaman yang sadar ke Allah)
    Ada telinga mendengar…….(mendengar dengan kedalaman yang sadar ke Allah)……Semoga Allah memberi petunjuk dan hidayah kepada yang mahu sadar ke Allah. Alhamdullilah…

    • waalaikumsalam, yang melihat bukan lah mata , tapi yang melihat adalah yang sadar, yang mendengar bukanlah terlinga tapi yang sadarlah yang mendengar. terimakasih doanya Ibu Fida. salam

  6. jangan dimasukin hati pak ,ustad ,atas komentarnya orang yg gak ada sopan santunnya,saya mendukung anda ,anda telah berbuat yg bermanpaat bagi umat islam,,,sedangkan orang yg mencela bpak mereka tidak ada malu pd alloh dan manusia lain ,mereka hanya pohon kering ,yg tidak bermanpaat bg orang lain,,syang sekali,wslm apalagi buat islam,,,,

  7. Assalamualaikum WBT,
    dari kata2 aja keliatan…teruskan pa setiyo… kan tingkat pemahaman manusia beda2, hati banyak pintu syetannya pa…. bener egak ya, kalau salah mohon maaf ya,semoga Allah mengampuni memberikan petunjukknya.Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *