Berwasilah tapi jangan mengesampingkan Allah

sangat terkesan dengan tulisan Ust Abu sangkan tentang ayat kursi

“”Saya sering mendengarkan orang berbicara mengenai wirid yang di dawamkan akan mempunyai khadam pembantu yang akan selalu menolong siapa saja yang mengamalkannya. Hal ini sangat bertentangan dengan ayat tersebut yang menegaskan bahwa Allah adalah Sang Penolong, Yang memelihara semua makhluk-Nya, tempat meminta”.

tulisan ust Abu tersebut yang berjudul ayat kursi mengingatkan kita tentang wasilah, seringkali umat islam ini suka dengan wasilah , ada wasilah bacaan atau wird, wasilah kyai, wasilah shalawat dan lain lain. namun beberapa orang hatinya lupa akan yang memberi yaitu Allah SWT. seperti halnya ketika seseorang mendawamkan bacaan ayat kursi dia berkeyakinan dengan bacaan ayat kursi ini akan membawa khadam, dimana khadam ini yang berada di menjaga huruf ayat kursi tersebut bisa menjaga kita dari gangguan orang maupun mkhluk lainnya.

keyakinan tentang khodam ini sebenarnya sudah menggelincirkan kita kepada Allah SWT, sehingga kita secara tidak sadar menjadi syirik. boleh membaca ayat kursi atau berwasilah kepada ayat kursi namun sebaiknya dipahami isinya kemudian diinternaslisasi sehingga menjadi bagian yang kuat dalam sistem keyakinan dalam diri kita. Nah dengan keyakinan itulah maka akan muncul kekuatan yang luar biasa, yang bukan berasal dari khodam tapi dari Allah SWT.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 thoughts on “Berwasilah tapi jangan mengesampingkan Allah

  1. Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Mas Pur Alhamdulilah setiap kali saya baca blog solo the spirit of Islam terasa pencerahan yang mendalam. Mas map mo tanya?? gimana cara menyakini bahwa khadam semuanya lemah di hadapan Beliau (Allah). mohon maaf mas sebelumnya dan terima kasih atas semuanya.

    • waalaikum salam alhamdulilah, kalau di ayat kursi kan jelas pak, dan khadam itu apa benar apa tidak ya saya juga belum menemukan dasar dalil yang jelas. jadi lebih enak kalau Allah sajalah yang bisa menolong kita.

  2. Sekedar menambahkan bahwa apapun yang diniatkan atau ditujukan ke ALLAH maka kekuatannya berasal dari ALLAH. Apapun yang diniatkan karena ingin sakti, ingin selamat bukan karena ALLAH maka yang datang adalah jin atau dimensi lainnya. Termasuk mantra-mantra tertentu itu sebenarnya adalah memanggil khodam tertentu untuk bergabung. Tidak usah mantra…wirid dengan kalimat toyibah namun niatnya bukan karena ALLAH maka yang datang adalah ALLAH…ALLAH tidak mau dimadu..tidak mau disandingkan dengan yang lain…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *