Biarkan Hawa Nafsu itu ada tapi jangan diikuti

selama jasad masih ada, msih hidup maka selama itu pula hawa nafsun itu ada, karena memang untuk hidup jasad memerlukan hawa nafsu, misalnya saja nafsu makan maka asal sesuai fitrah harus tetap ada. yang di larang untuk diikuti adalah hawa nafsu yang sudah menyimpang atau yang berlebihan. Yang menyimpang misalnya ada keinginan untuk memiliki,milik  orang lain yang bukan haknya, atau yang berlebihan misalnya makan dan minum.

hawa nafsu akan selalu ada tapi jangan diikuti jika memang berlebihan atau menyimpang.