Bagi  sahabat Bilal sebutan Ahad tidak masalah, yang penting kesadaran Beliau ketika menyebut Ahad adalah tertuju kepada Allah. Kalau ditanyakan kepada Bilal apakah Rasulullah pernah mengajarkan Ahad Ahad… ? . Saat Itu Sahabat Bilal yang ada dalam jiwa Beliau hanyalah Allah Allah dan Allah, meski Beliau mengucap Ahad  Ahad…. Apakah Bilal salah ketika menyebut Allah dengan sebutan Ahad? … silahkan jawab sendiri…..

kita ini seringkali berdebat yang tidak ada habisnya mengenai hal hal luar (perifer) marilah sekarang kita mendalami kesadaran kita adakah kesadaran kita menuju kepada Allah …. ketika tidak menyebut Allah misalnya ketika kita bekerja? atau bahkan kesadaran kita ketika kita sholat misalnya. Sekali lagi lihat kesadaran kita masing masing sudahkah kita berihsan sudahkah kita bersama Allah.

Lihatlah Sahabat Bilal cukup dengan Ahad Ahad dapat mengantarkan Beliau menuju keridloannya Allah padahal tidak ada tuntunan untuk berdzikir Ahad Ahad…… Kalau anda mengikuti sunah Rasul dan para sahabat kenapa anda tidak mengamalkan dzikir Ahad Ahad…

Wilayah Shabat Bilal sudah mencapai wilayah kesadaran AHADUN sehingga Beliau melupakan semua hal lain kecuali yang Ahad dan ucapannya pun bukan Allah Allah tapi Ahad Ahad….

Orang jawa disini menyebut Allah tidak dengan Allah tapi dengan Gusti Allah… tapi esensinya adalah menuju kepada Allah, boleh dilihat ketika pengajian pengajian umum disini menyebut Allahpun ada yang Gusti Allah bahkan ada yang menyebut Pangeran….

Semoga tulisan singkat ini menjadikan kita lebih paham bahwa yang terpenting adalah kesadaran kepada Allah.