bukan menahan lapar dan dahaga tapi mengihlaskan lapar dan dahaga

pemahaman kita seringkali salah, eh maaf bukan salah tapi sedikit keliru tentang puasa terutama terkait dengan menahan lapar dan dahaga. sebenarnya lapar dan dahaga bukan kita tahn, kalau kita menahan lapar dan dahaga maka kita sebenarnya melakukan sesuatu dengan terpaksa, atau melakukan sesuatu dengan berat. kata menahan sendiri sudah berkonotasi negatif, menahan berarti ada suatu daya upaya (dorongan) untuk tidak melakukan sesuatu, berarti ada kekuatan yang kita gunakan untuk tidk makan dan tidak minum. tentunya ini membutuhkan energi tersendiri.
dalam puasa ini sebaiknya kita tidak menahan namun mengihlaskan puasa kita yaitu kita ihlas lapar dan kita ihlas dahaga. kata ihlas mengandung konotasi positif yaitu melakukan sesuatu dengan tidak terpaksa dan dengan senang hati. tentunya ihlas karena ALlah. kata ihlas juga mengndung makna semangat dalam menjalankan sesuatu, coba bandungkan dengan kata menahan.., sangat jauh bedakan.
prakteknya dalam puasa ini kita usahakan ketika lapar dan haus menyerang maka segera kita niatkan dalam diri kita untuk mengihlaskan lapar kita mengihlaskan dahaga kita, insya ALlah dengan demikian maka puasa kita akan lebih bermakna. amin

8 Comments

  1. Fuad Latip 22/08/2009
    • Setiyo Purwanto 24/08/2009
  2. Surya 23/08/2009
  3. heru 23/08/2009
  4. Sundari 24/08/2009
    • Setiyo Purwanto 24/08/2009
  5. Nursila 27/08/2009
  6. saiful 30/08/2009

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.