bukan mengingat Allah tapi menyadari Allah

Allah adalah dzat yang tidak bisa dicerna dengan pikiran, mengingat adalah aktivitas pikiran, jadi Allah tidak bisa diingat dengan pikiran kita. cara yang paling praktis dan mudah adalah dengan menyadari Allah. jika kita menyadari Allah maka akan lebih nyata dalam tataran kesadaran, bukan dalam tataran pikiran. Allah dhohir pada level kesadaran dan Allah Bathin pada level pikiran.

Oleh karena itu ketika kita sholat maka kita tidak menggunakan pikiran kita untuk sambung kepada Allah namun menggunakan kesadaran kita untuk sambung atau silatun.

makna Dzikr atau dzikrullah tidak mengingat Allah namun menyadari Allah. kalau kita artikan ingat maka akan terjadi kesesatan seperti membayangkan Allah sebagai yang luas, mewujudkan Allah dalam bentuk tulisan Allah, atau membayangkan Allah sebagai bentuk cahaya yang sangat terang. tapi jika kita menggunakan kesadaran maka kita akan masuk dalam alam kesadaran bahwa ALlah itu dekat, Allah itu meliputi, Allah itu maha agung dan seterusnya.

secara fungsi mengingat adalah aktivitas otak yaitu pikiran berarti aktivitas Jasad, sedangkan menyadari Allah adalah aktivitas Ruh, artinya aktivitas yang bukan dari unsur jasad, bukan dari pikiran ataupun perasaan.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

10 thoughts on “bukan mengingat Allah tapi menyadari Allah

  1. dulu pernah saya baca artikel bapak tentang sholat khusuk secara praktis yaitu selalu ingat kepada Allah maka dari itu saya laksanakan hal tsb sebenarnya sholat khusuk yang bagaimana sih

  2. sepertinya yg umum di lingkungan saya, dzikir itu berarti menyebut, makanya tiap hari orang ramai menyebut Allah, tapi soal ingat, atau apalagi menyadari, jauuuuuhhhh banget. Saya coba update pemahaman saya ttg dzikir spt uraian Bpk walaupun jadi terasing.

  3. Aneh .. Dasar dan dalilnya G䪪k jelas. Pemahaman berdasarkan akal logika saja ß¹šª sesat dan menyesatkan. Sebutkan dong dalil hadistnya Чğ‎​ menjelaskan ƘƖö dzikir itu artinya menyadari.

  4. Si Setiyo ini tampaknya mau mengoreksi para pakar bahasa Arab dari Departemen Agama RI, para penerjemah Al-Quran yang menerjemahkan setiap kata zikr dengan kata mengingat. Sekolahmu dimana, Setyo? Adakah pelajaran bahasa Arab di sekolahmu? Merendahlah. Jangan sombong. Dan waspadalah terhadap ilmu-ilmu humaniora, termasuk psikologi. Tahukah kamu banyak kaidah dalam ilmu psikologi bertentangan dengan Islam? Wajar, para pakar dan peletak dasar ilmu psikologi adalah orang-orang kafir. Islam telah sangat jelas mendefinisikan hakikat hidup bahagia, bagaimana menjadikan hati tentram, cara mendidik anak, dll. Islam telah merumuskan apa itu keyakinan yang sahih, menetapkan nilai setiap perbuatan, benar atau salah, secara hakiki. Dan seterusnya. Dan tidak ada lagi setelah itu melainkan kesesatan. Yeah.. Sayang sekali, seorang Psikolog lancang bicara agama. Yang terjadi beginilah, ucapan-ucapan ngawur tanpa dalil. Apa yang bisa kamu tawarkan kepada manusia selain kebingungan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *