beberapa kali melatih sholat khusyu selalu saja saya diprotes, pak kalau caranya sholat seperti itu ya lama dong, kalau sholatnya seperti itu nanti jamaah pada pergi, kalau sholat seperti itu kapan selesainya… dan kritik kritik lainnya. jawaban saya sederhana yang salah itu cara kita sholat yang cepat atau cara rasulullah sholat yang lama, semua pun terdiam sambil cengar cengir. kita saja yang memiliki budaya yang salah tentang sholat, berpuluh puluh tahun kita diajari sholat hanya fiqhnya saja tidak pernah diajarkan cara solat rasulullah yang benar mengenai tumakninah dan menyadari Allah selama solat. saya tegas saja menjawab bahwa “inilah sholatnya rasulullah” kalau tidak mau mengikuti cara rasulullah ya terserah. sebab untuk apa cara yang salah kok dipakai terus.

sholat eksekutif memang sudah menjadi trend sekian lama, bahkan imam yang cepat menempati imam terfavorit dan pasti banyak penggemar, apakah itu yang mau kita pertahankan. Jamaah sholat seharusnya mendapatkan edukasi untuk mengetahui sholat yang tumakninah sholat yang lama tapi khusyu, bukan mengikuti yang salah, jadi harus ada perbaikan. kalau Imam dan makmum sudah sama sama sepakat untuk sholat cepat ya sama saja berlomba lomba menuju ketidakbaikan.

tidak ada hadis rasulullah yang menceritakan atau perintah rasulullah untuk menjalankan sholat dengan cepat

“hai orang orang yang beriman kusunahkan kamu untuk sholat cepat” tentu tidak ada.

seorang pendakwah sholat harus berani untuk merombak, seperti seorang ali gufron, imam samodra… ¬†yang berani dengan penuh keimanan melawan yang dianggapnya salah. kita harusnya prihatin dengan keadaan sholat yang dijalankan umat islam. malah saya pernah mengikuti sholat tarweh di salah satu pondok pesantren di jogja…. sebuah institusi keagamaan yang menjalankan sholat tarweh lebih buruk, mereka hanya mengejar target sekian puluh rekaat, sekian juz dalam satu sholat….

Sekarang mari kita kembali seperti sholatnya rasulullah yang tumakninah sholatnya rasulullah yang selalu sadar bahwa Allah ada disekitar beliau. Dengan dua hal ini maka sholat kita akan mendekati sholatnya rasulullah.