Cara menjalankan amanah

Amanah ini kadang berat kadang juga ringan , kalau amanahnya adalah makan dan minum maka amanahnya ringan, tapi kalau amanahnya adalah keluarga , pekerjaan maka akan terasa beratnya. Saya akan membahas sedikit tentang bagaimana menjalankan amanah yang berat berat.

  1. yang pertama adalah rubah masalah menjadi amanah, ini terkait dengan mindset atau cara berpikir kita terhadap keadaan yang sedang kita hadapi. Merubah masalah menjadi amanah merupakan cara praktis yang paling Syar’i. Dengan merubah menjadi amanah maka stres akan berubah¬† menjadi motivasi,¬† malas akan berubah menjadi semangat. Hal ini efektif jika kita sudah beriman kepada Allah. Sebab orang yang tidak beriman tidak akan mempan di motivasi dengan mindset amanah. Sebab mindset ini hanya miliki orang yang beriman.
  2. yang kedua adalah menggunakan metode nafi isbat, artinya bahwa amanah yang kita jalankan bukan karena kita dan bukan karena kekuatan kita, semua harus kita isbatkan kepada Allah. Seperti ketika Allah memberikan perintah : wamaa ramaita idz ramaita walaakinallah rama. Bukang engkau yang melempar hai Muhammad tapi Aku (Allah). Konsep ini memberikan pengertian bahwa ketika kita menjalankan amanah maka bukan kita yang sedang bekerja tapi Allahlah yang sedang memperkerjakan kita, bukan kita yang bergerak tapi kita digerakkan Allah. Konsep nafi isbat ini silahkan dipelajar dan diaktivasi di dzikir nafas metode ke 4. Dengan cara ini amanah yang kita jalankan akna terasa ringan dan terasa benar tuntunan Allah dalam setiap kita emnjalankan amanah Allah
  3. yang ketiga adalah tetap berada di kawasan amanah, maksud saya di kawasan amanah adalah selalu sadar bahwa apa yang dilakukan adalah masih dalam rangka menjalanakan amanah Allah, apapun itu amanahnya. MInimal adalah sadar Allah jika memang tidak ada yang bisa dilakukan lagi, karena sadar Allah itu termasuk amanah yang seharusnya kita jalankan.
  4. yang keempat ,Sungguh sungguh dalam menjalanakan amanah. Sungguh sungguh ini adalah bagaimana kita melakukan amanah dengan kesadaran penuh dan dengna fokus untuk menyelesaikan dengan yang terbaik, atau kita selesaikan dengan sebaik baiknya. disini kecepatan dan ketepatan menjadi ukuran dari pada kesunggnuhan. Boleh dikatakan juga bahwa kesungguhan ini juga merupakan totalitas dalam menjalankan amanah Allah.
  5. yang kelima, mengafirmasi diri bahwa diri ini adalah wakil Allah atau sebagai khalifah Allah. Namanya wakil Allah kita harus benar benar menghilangkan keakuan kita dan kita ganti menjadi keAkuan Allah, artinya karena ini adalah wakil Allah ya biarkan Allah menjalankan apa yang Allah kehendaki baik menghendaki kita atau di sekitar kita. Kita hanya mengikuti geraknya saja.

Itu 5 tips dalam menjalankan amanah agar apa yang kita emban dari amanah itu dapat selesai dengan baik. Tidak ada motivator yang sesuai dengan ajaran islam kecuali kembali kepada quran dan sunah, karena di dua tempat itulah terletak kefitrahan kita.