Cara praktis menuju fana fillah

Fana tanpa ego.

Fana tujuannya adalah menghilangkan ego sehingga tidak mungkin kita menghilangkan ego dengan ego kita. dari yang saya alami sendiri saya kadang terjebak kepada menghilangkan ego saya dengan ego saya sendiri, sehingga yang terjadi adalah munculnya rasa sakit di kepala. Nah, tadi ketika sholat subuh [ada saat subuh saya seperti mendapat ketegasan bahwa sujud inilah cara memfanakan diri. Selepas sholat kemudian saya ambil android saya dan saya catatkan ke draft blog saya. kemudian apa yang tadi saya tulis di draft saat ini saya tuliskan uraiannya.  jadi benar sujud adalah cara praktis untuk menghilangkan ego.

dalam sujud mengandung unsur unsur penghilangan ego antara lain bahasa tubuh yaitu pengenolan diri dengan meletakkan kepala ke tanah ini secara bahasa syaraf berarti meniadakan kemampuan ego sehingga memudahkan atau menguatkan kita untuk berserah diri kepada Allah. sekarang coba bandingkan pasrah dengan posisi tubuh berdiri dengan pasrah posisi tubuh sujud pasti kita akan merasakan kepasrahan yang dalam dengan sujud.

unsur yang lain adalah sikap pasrah yang kita lakukan sewaktu sujud. Sikap pasrah ini merupakan cara berjalan menuju tangga spiritual. anda akan kesulitan atau bahasa jawanya mentok jika kita menuju ke Allah dengan “berjalan menuju” ke Allah. Tapi jika berserah diri kepada Allah maka kita akan terus melakukan perjalanan. ingat bahwa perjalanan ini kita akan terhenti pada tahapan thapan spiritual dan kita bisa masuk ke tahapan spiritual berikutnya bukan dengan kemampuan kita tapi dengan kehendak Allah, maka cara yang paling praktis adalah dengan berjalan kembali (pasrah) kepada Allah.

perjalanan menuju fana yang kita perlukan bukanlah dari usaha kita tapi dari “diperjalankan Allah”. Kalau kita menggunakan nafsu kita maka Allah akan menyerahkannya kepada nafsu kita dan pasti kita akan gagal dalam menuju kepada allah. menuju kepada Allah harus dengan kehendak Allah maka sekali lagi bahwa pasrah dengan sujud merupakan latihan yang sangat praktis menuju fana fillah.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

5 thoughts on “Cara praktis menuju fana fillah

  1. Ass.wr wb pak ustadz….alhamdulillah…apa yg bapak tulis pagi ini benar2 mengena di hati saya,hampir 1 bln ini sy menerapkan sujud dg berserah diri,rasanya wlpn hidup sll ada persoalan,tp wkt sujud adalah gerakn sholat yg paling mmbuat sy nyaman dan menenangkn jiwa sy dan betah berlama2 dlm posisi itu…sblumnya setiap punya bnyk prsoalan bibir dan hati sy nyerocos minta ini,itu seolah2 sy adalah makhlukNya yg hrs sgera dipenuhi “tuntutannya”..lalu dlm tafakur sy mndptkan pencerahan,andainya pembantu sy tiap hari nuntut ini dan itu pd sy,pasti sy jg akan berharap bnyk atau paling tdk lebih menuntut dia bekerja lebih rajin,lebih disiplin,nggk boleh sering nggk masuk dst…dst…krn jd fair dan adil…sdgkan kalau Allah menuntut keadilannya pd sy wah..wah..sy tentu blm tentu mampu melakukan smua perintah dan larangannya,akhirnya dari situlah sy mndapatkan pencerahan melalui hati yg tunduk berserah diri..bukan taat brserah diri,sy tunduk/ tdk mampu menolak ketika ada hujan petir yg menakutkan,tunduk ketika ditimpa masalah,tunduk ketika dikirim org yg menguji kesabaran sy…akhirnya dg ttp menjalani sunnatulah ikhtiar semampu kita dan hati jd lebih mudah utk brserah diri pd Allah…menyerahkan yg trbaik menurutNYA…

    Wassalam
    Alistya

    • salam, demikianlah kita manusia, ketundukan inilah yang menjadi kunci kebahagiaan yang hakiki.
      salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *