cara sederhana mendidik spiritual Anak

cara sederhana dan paling mudah mendidik anak adalah dengan mensyukuri anak. misalnya mengajak anak sholat karena kita bersyukur sudah dikaruniai anak, tidak lagi anak sebagai amanah, tapi sebagai karunia yang kita syukuri. kadang jika kita menganggap anak sebagai amanah maka kita akan merasa terbebani tapi jika anak sebagai sesuatu yang kita syukuri maka mendidik anak membuat kita lebih bahagia.

dimana letak spiritual nya dalam hal mendidik ini, letak spiritualnya ada pada mensyukuri bahwa Allahlah yang telah memberikan anak. apapun keadaan anak tersebut jika kita syukuri akan menjadi lebih baik. ketika kita mensyukuri anak kita maka sudah memberikan sentuhan spiritual keada anak kita. jadi konsep spiritual ini bukan pelajaran spiritual namun bagaimana dalam pendidikan anak orang tua lebih banyak menggunakan kesambungan kepada Allah. nah cara yang paling praktis dan mudah kita pahami adalah kita mensyukuri anak kita. jika saya uraikana dampak dari mennsyukuri anak ini akan sangat banyak dan luas…. silahkan pembaca praktikan dulu nanti jk ada pengalaman silahkan tuliskan komen

mendidik anak dengan spiritual sebenrnya membawa Ruh anak untuk bersama sama ke Allah, nah dalam hal ini jika kita sambung ke Allah kemudian kita bersyukur kepada Allah maka otomatis anak kita akan bersyukur juga kepada Allah… syukur adalah cara pintas “by pass” untuk meningkatkan derajat hidup kita. saya belum pernah menemeukan cara yang paling praktis , paling mudah untuk meningkatkan derajat hidup kita, kebahagiaan kita selain “bersyukur”. cara ini bagi saya adalah senjata paling mujarab untuk segala hal.

baiklah saya akan memberikan salah satu contoh bagaimana mendidik anak dengan syukur dan pengaruhnya kepada anak. ketika anak kita menangis karena meminta sesuatu maka langkah pertama adalah sadari dulu bahwa anak ini adalah sosok anak yang kita syukuri, pandanglah Allah kemudian sampaikan “ya Allah terimakasih engkau telah karuniakan seorang anak kepada saya”… lalu dekati anak gendong anak tetap dengan membawa rasa syukur kepada Allah…. lalu tanya.. adik kenapa menangis?…( tanyalah dengan penuh rasa syukur kepada Allah)…. kemudian dengarkan si anak bercerita …. dan dengar kan keluhan anak, keinginan anak dengan penuh rasa syukur kepada Allah. jadi orang tua jangan sampai lepas “rasa syukurnya kepada Allah” selama berinteraksi dengan anak. terus lakukan interaksi dengan anak .. rasa syukur itu akan menuntun orang tua untuk membawa anak kepada keadaan tenang.

nah inilah bagaimana kita dengan rasa syukur kepada Allah ini dapat membawa keluarga kita kepada keadaan yang lebih baik, terutama tingkat spiritualnya. ada pelatihan praktis untuk melatih bagaimana kita beryukur dimana dengan pelatihan tersebut kita bisa menerapkan rasa syukur untuk hal hal yang kita perlukan seprti sukses mendidik anak, sukses ditempat kerja, sukses dalam segala hal, caranya sederhana yaitu dengan bersyukur. saya menyebutnya pelatihan syukur ini dengan “meditasi syukur langkah praktis menuju bahagia dunia akhirat” ada beberapa hal yang selama ini kita salah dalam melakukan syukur sehingga syukur menjadi tidak optimal atau malah tidak berdampak apa apa.

untuk Bapak yang kemarin malam jumat ke rumah, jauh jauh dari bekasi jakarta ke padepokan kami, yang mengkonsultasikan putrinya yang di indikasikan mengalami ADHD, insya Allah saya akan menemui putri Bapak, dan coba Bapak praktekan dulu syukur ini kapan pun dmanapun… insya Allah nanti akan ada jalan keluar., coba dipraktekan metode ini.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

10 thoughts on “cara sederhana mendidik spiritual Anak

  1. Pingback: Cara sederhana mendidik spiritual Anak « Blog History Education

  2. dengan berserah diri pada allah rasa syukur mengalir dan manfaatpun kita dapat terutama jika kita mau utk selalu belajar memperbaiki diri .ya allah berikan kemudahan bagi kami untuk bisa selalu tercerahkan melalui guru kami.

  3. Bismillah, mari kita mulai terapkan. Untuk semua ibu, mari kita ” bersyukur ” selalu atas anak-anak yang telah kita lahirkan. Yuk, mulai hari ini,………………………………….

  4. Mas pur, gimana kalau anak mbandel maunya main terus sama anak tetangga susah untuk disuruh pulang dan kalau ada yang jualan es krem klu nggak dibeliin malah ngamuk tapi jarang kumarahi krn aku ingat waktu kecilku dulu ya hampir spt itu bedanya klu dulu kecil saya sering digebukin sm bpk . ya itu sekilas crita mohon salusinya ,dan anak sekarang umur 5 th.

    • yang penting anak paham mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, melarang anak kan tidak harus dengan marah, cukup kita berkata tidak.. dan kita konsisten… saya kira anak akan paham dengan perlakukan kita. kalau main dengan tetangga perlu di kontrol saja pak, kalau mainnya yang kreatif malah kita dukung pak tapi kalau mainnya merusak akhlak ya perlu kita tegasi bahwa itu tidak boleh, Bapak tidak perlu takut kalau dia mengamuk. biarkan saja mengamuk tapi tetap kitajaga.. sampai dia berhenti mengamuk. kemudian kita tolong dan kita beri pengertian bahwa itu tidak boleh.

    • pertama kali jangan sekali sekali orang tua berbohong dengan anak atau di depan anak. yang kedua jika anak berbohong bersikaplah tenang dan pahami kenapa anak berbohong, mungkin sebagai langkah penyelamatan diri anak karena kalau tidak berbohong pasti orang tua marah marah …tunjukkan nilai nilai tidak berbohong kepada anak, artinya tunjukkan nilai nilai kejujjuran…. jangan terlalu banyak menyinggu tentang kebohongan anak namun tinggikan norma kejujuran, tentunya hal ini harus ditunjukkan oleh orang tua sikap jujur.

  5. Mas Pur, ketika anak kami masih kecil yaitu klas 2 sd dan tk, menjelang maghrib mereka masih bercanda terus di kamar. sebelum shalat saya sudah berpesan agar jangan berisik tetapi mereka tidak mengindahkan. masih terus berteriak dan tertawa. tiba2 saya teringat seorang anak jalanan yang tidur di emperan toko tanpa alas dan selimut, bahkan sempat saya ambil gambarnya dengan hp. dan saya tunjukan kepada mereka. spontan rasa syukur itu muncul, alhamdulillah saya ucapkan sedalam-dalamnya tanpa terasa airmata menetes. apa lagi yang saya khawatirkan? wong anak2ku ada disampingku dengan riangnya mereka bermain.
    akhirnya saya biarkan mereka bermain dan sekali-sekali masih diiringi teriakan maupun gurauan mereka shalatku terasa begitu nikmat dan tenang.
    subhanallah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *