cara yang paling praktis dan mudah adalah dengan tidak memikirkan “masa depan” misalnya sholat berfikir “kapan selesainya ya”, sholat berfikir ‘ini sudah rekaat kebarapa ya… oohh berarti masih kurang 2 rekaat lagi….” atau ketika sujud berfikir segera iftirasy, iftiras berfikir untuk segera sujud… dan seterusnya. sholat yang demikian berarti sholatnya tidak “IN” atau tidak “here and Now”. akibatnya sholatnya tergesa gesa ingin segera selesai, jika sudah demikian maka pasti sholatnya tidak akan dapat tumakninah karena hatinya sudah tidak tumakninah.