3T

kesadaran Allahu akbar, sikap alhamdulillah, dan jasad subhanallah

penerapan takbir tahmid  dan tasbih bisa anda laith dalam keseharian yaitu dengan kesadaran ada  di balik alam semesta, kesadaran kita duduk atau berada disini, di keberadaan ini atau di kesadaran ini kita aktifkan sikap syukur kita kepada Allah, dari sini  akan ada daya , daya ini kita ikuti dengan jasad kita sebagai wujud pengakuan penyerahan diri kepada Allah.

Latihan ini dapat anda lakukan selepas subuh  dan setelah shalat magrib sebaiknya kurang lebih 30 menit. Ketiganya jadi satu dan menjadi satu sebagai satu kesatuan.

Sabar itu berawal dari menerima

Sabar sebuah kata yang mudah diucapkan namun akan sangat berat ketika kita berada pada keadaan yang membuat kita tidak sabar. Ya begitulah banyak orang yang menganggapnya demikian, bahkan ada yang menganggap bahwa sabarnya sudah habis, atau kesabarannya sudah pada batas maksimal…. ya demikianlah kalau sudah tidak sabar dia akan mengatakan kesabarannya habis. Islam sangat menekankan sabar ini sebagai sebuah perilaku terpuji. Dua hal yang sangat antagonis kan, yang satu harus sabar disisi lain tidak bisa sabar. Ketika ia tidak sabar namun dia berpegang teguh pada ajaran agama bahwa dia harus sabar maka yang terjadi adalah “terpaksa sabar”, rekasi tangannya biasanya mengelus dada… mengelus dada ini menunjukkan bahwa dia terpaksa sabar. Keadaan terpaksa sabar ini mestinya sangat tidak baik. Karena yang terjadi pasti nantinya adalah “kesabaran saya sudah habis…”.

baik yang menjadi masalah sekarang kan kenapa orang ingin sabar atau orang sudah tahu harus sabar tapi sulit sekali untuk sabar. Permasalahan ini tentunya harus mendapatkan jawaban, sebab orang yang sabar tidak bisa katakan ataudiperintah harus sabar, bahkan kalau kita tanyapun orang yang tidak sabar maunya dia ya sabar. Makanya kalau ada orang sabar jangan kita suruh sabar pasti dia akan marah marah. ….

Kalau kita melihat masalah sabar, intinya adalah pada penerimaan dari masalah yang sedang ia alami. Ketika dia tidak menerima masalah tersebut pasti muncul ketidak sabaran, dan ketika dia menerima pasti muncul kesabaranya. Nah berarti masalah sabar ini menjadi masalah yang sangat mudah dan gampang ketika ketika kita menerima masalah tersebut.

Dan kita pun jika menghadapi masalah langkah kita adalah menerma masalah tersebut baru kita akan mendapatkan kesabaran. Dan nanti kita akan sabar dan itu pasti. Semakin kita menerima kita akan semakin sabar. dan satu kelebihan di menerima ini adalah bahwa kita bisa melakukan menerima … sedangkan kalau kita kita tidak sabar … kita tidak bisa memaksakan diri kita sabar. jadi kita gunakan menerima bukan sabar, karena sabar adalah hal yang otomatis. Otomatis dari kita menerima masalah tersebut.

Mengenai pahala sabar pasti anda tahu, betapa Allah memberikan hal yang sangat spesal bagi orang orang yang sabar. Bahkan orang yang sabar akan mendapatkan maunah atau pertolongan di dunia …. Dan jangan macam macam dengan orang yang sabar karena Allah selalu bersama dengannya.

Baik mari kita latihan menerima dari yang paling sederhana yaitu apa yang kita lihat kita terima, apa yang kita dengar kita terima, apa yang kita pikirkan kita terima, apa yang kita rasakan dalam hati kita terima…. latihan sederhana ini akan membentuk karakter “menerima”. …bersamalah dengan orang orang yang rukuk dan sujud artinya adalah bersama samalah orang orang yang menerima Allah, Ridho.

Mindset Menerima Allah

Menerima Allah berbeda dengan menerima nasib, atau menerima musibah. Kalau kita menganggap bahwa menerima musibah itu sama dengan menerima Perbuatan Allah atau menerima Allah, maka kita akan mudah menerima musibah tersebut, namun kenyataan kenapa masih banyak yang sulit menerima, sebab menerima Allahnya tidak ada, bagaimana kita mengatakan bahwa musibah itu dari Allah sedangkan kita tidak menerima Allah, ini adalah mind set yang salah tentang musibah tersebut, sehingga kita seperti di lingkaran syetan yang tidak ada habisnya. Karena biasanya kejadian yang tidak menyenangkan akan terekam terus dalam otak dan akan mengganggu selama rekaman itu masih belum bisa kita terima

Mindset kita dalam menerima masalah atau musibah, yang terpenting terlebih dahulu adalah menerima Allah. Keihlasan kita menerima ALlah ini akan membuat kita bisa menerima perbuatan Allah. Dan kalau kita bisa menerima perbuatan Allah maka kita akan bisa menerima segala musibah yang Allah berikan kepada kita.

jadi kekuatan mindset dalam menerima musibah dan saya kira tidak hanya musibah hal hal yang menjadi tugas kita saat ini harus kita terima, nasib harus kita terima, dan seterusnya …. untuk membentuk mindset ini kita harus berada pada keadaan jiwa yang sujud, jiwa kita harus dalam keadaan sujud, dengan keadaan sujud ini maka kita akan terlatih untuk menerima Allah, dan kalau kita menerima Allah maka kita akan menerima segala tugas hidup segala hal yang kita alami dalam hidup baik sekarang atau nanti atau bahkan kejadian kejadian yang tidak menyenangkan di masa lalu.

Dengan cara diatas maka menerima kejadian dalam hidup bukan barang mahal lagi, bukan hanya milik orang orang yang sabar, bukan milik orang orang yang tabah, tapi… kita kita mungkin yang dalam hidup ini jauh dari sabar , jauh dari tabah akan dapat melakukannya dan nantinya kita akan sabar dengan sendirinya kita akan dapat tabah dengan sendirinya.

ternyata cara hidup ini sederhana dan sangat simpel. Meski sebagian kita masih menganggap sabar itu barang mahal, tapi kalau kita latih dengan “jiwa bersujud” maka hal itu tidak mahal lagi. Tidak kyai tidak santri semua bisa mempraktekan semua bisa merasakan kesabaran ketabahan dan ketawakalan.