Fokus kepada perintah Allah untuk diri sendiri

secara tidak sadar kadang kita menggunakan al quran dan hadis untuk memaksa orang lain melakukan sesuatu, atau untuk menyalahkan orang  lain dengan segenap dalil yang ada di quran maupun dan hadis. Saya kira itu sah sah saja, asal kita pun paham bahwa ada perintah di balik apa yang sampaikan dengan dalil quran dan hadis itu untuk diri kita. Kita lihat sejarah turunnya al quran yang di wahyukan kepada rasulullah, yaitu untuk mengatasi masalah masalah yang di hadapi Rasulullah, artinya al quran turun untuk Rasulullah, jadi al quran turun adalah perintah dari Allah untuk Rasulullah. Dari al quran inilah Rasulullah take action melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Al Quran turun tidak untuk menghakimi orang yang salah, tapi untuk menunjukkah kepada Rasulullah bahwa Rasulullah harus betindak karena ada perilaku orang lain yang salah. jadi kalau kita buat urutan : Allah – Al Quran – Rasulullah – Perintah – Rasulullah take action – umat , jadi kita lihat alurnya , al quran bukan untuk menghakimi umat tapi al quran memberi petunjuk atau perintah kepada Rasulullah agar bertindak.

Ini agak beda dengan orang yang selalu mengambil al quran kemudian dengan al quran itu dia lemparkan orang lain, tuh lihat kamu salah !!! lihat al quran yang aku sebutkan!!! , ini jelas tidak semestinya. apa akibat jika orang lain di begitukan, pasti akan reject, dan kita sudah dzalim dengan al quran, karena al quran menjadi bamper atas kebenaran yang kita yakini.

inilah sumber perpecahan umat, karena menggunakan  al quran untuk menyalahkan orang lain , bukan untuk dicari perintahnya dan dijalankan pada dirinya sendiri. Sekarang ini memang orang banyak membaca al quran untuk mencari kebenaran, tapi kebenaran diri , bukan untuk mencari apa yang seharusnya saya lakukan.

sebagai kesimpulan bagaimana kita memperunakan al quran sama dengan Rasulullah, yaitu kita fahami al quran kemduian, kita cari apa perintahnya untuk kita, kemudian kita action , sebenarnya itu saja. Misalnya kita buka al quran kemudian kita menemukan larangan untuk minum khamr, kemudian di depan kita ada peminum khamr, maka langkah awal adalah apa perintah Allah nya? bisa jadi kita akan diilhamkan Allah untuk berinteraksi dengan peminum itu, kemudian diilhamkan ALlah untuk ngobrol kemudian untuk berbicara masalah bahaya khamr dan seterusnya ……. bukan serta merta “hai peminum khamr, tahu nggak sih kalau minum itu haram lihat nih al qurannya mengharamkan”… ini pasti jadi masalah.

okelah kita kembali kepada al quran bahwa al quran itu perintah untuk kita bukan untuk sarana menyalahkan orang.

Jadi orang islam harus realistis agar tidak mudah tertipu

banyak orang menipun dengan hal hal ghoib karena memang penipuan jenis ini tidak dapat di buktikan. Misalnya orang ingin rejeki berlimpah kemudian datang ke orang pintar dengan tujuan minta amalan agar bisa kaya. Amalan itu dapat berupa amalan wiridan yang di ambil dari quran dengan tujuan bukan untuk di amalkan isinya tapi untuk di baca sekian ratus atau bahkan sekian ribu setiap harinya. Orang yang demikian adalah orang yang sudah tertipu dengan orang yang katanya pintar tadi. Kenapa menipu ya karena pertama : dia telah menipun bahwa yang seharusnnya quran isinya untuk di jalankan ini malah dibuat jampi jampi atau dibuat mantra mantra. Yang kedua, mengatakan bahwa dengan mengamalkan maka rejeki akan lancar, jelas ini penipuan nyata nyata yang tidak dapat di tuntut di pengadilan. Ketiga mantra mantra yang diberikan tidak terbukti mendatangkan rejeki. Rejeki jelas tidak dapat datang dari amalan itu, tapi mereka mengatakan bahwa dengan mengamalkan ini maka rejeki akan datang. yang keenam, baik orang yang ke orang pintar atau dianya sendiri sama sama tersesat, karena satunya bersedia di tipu dan satunya dengan sengaja menipu.

Jika orang islam itu realistis menjalankan perintah Al Quran maka dia tidak akan tertipu. Misalnya kalau ingin rejeki lancar maka jalankan perintah Allah yaitu harus amanah. Dengan amanah, pikiran otomatis akan realistis, dengan menjalankan perintah Allah maka urusan akan selesai. Masalah hidup harus di selesaikan dengan realistis.

Yang hebat dari orang islam yang realistis adalah mereka tidak tergantung dengan uang atau hasil. Dia selalu menanyakan apa amanah yang bisa saya lakukan. Dia tertarik lagi dengan namanya investasi bodong, tidak tertarik lagi dengan bisnis MLM, tidak tertarik lagi dengan permainan uang entah itu namanya trading atau sejenisnya. karena tidak amanah dalam jenis bisnis tersebut.

Bahkan orang islam yang realistis tidak akan tertarik dengan istilah menarik rejeki, magnit rejeki atau sejenisnya, juga tidak tertarik dengan pasif income atau bebas finansial… orang islam realistis selalu fokus pada amanah apa yang dapat di lakukan.

orang islam yang relistis mendasarkan pekerjaannya pada perintah Allah, dia tidak mempedulikan lagi pekerjaan yang dia kerjakan yang ada adalah perintah Allah, perintah Allah dan perintah Allah. Sehingga misalya dia diperintahkan Allah untuk menjaga tokonya 24 jam maka ia lakukan. kalau dia harus kerja lembur sampai larut malam ia lakukan karena itu adalah perintah Allah, yaitu perintah Allah untuk kerja lembur. Kalau dia harus keliling kampung menawarkan minuman makanan dia jalankan karena itu adalah perintah Allah. jadi semua yang ia lakukan adalah karena perintah Allah.

Orang islam relalistis adalah orang yang hanya beribadah dan meminta hanya kepada Allah, dan dia bekerja karena Allah bukan karena uang bukan karena keluarga bukan karena mencari nafkah dan bukan karena mencari rejeki dan juga bukan karena tanggung jawab pekerjaan tapi karena Allah. Dan sekali lagi bahwa orang islam realistis tidak akan mudah tertipu

Jangan terbetik untuk meninggalkan Allah

Allah maha mendengar Allah maha tahu, terbetik dalam hati sekecil apapun akan dapat di ketahui oleh Allah SWT. Dan Allah maha merespon dengan apa yang kita betikan dalam hati. Betikan dalam hati yang kurang kita sadari akan dapat membuat Allah mewujudkan betikan hati tersebut. Banyak yang ingin ke Allah mendekat ke Allah dan muncul dalam betikan hati, dan Allah meresponnya dengan memberikan jalan kemudahan untuk mendekat. Demikian pula jika terbetik untuk meninggalkan Allah maka Allah akan menjauhkannya dari pada Allah SWT naudzubillah.

Dimanapun anda berada sebisa mungkin untuk selalu bersama dengan jamaah dzikir yang selalu mengingatkan untuk selalu sadar Allah. Jamaah jamaah dzikir di sekitar anda akan ada banyak teruslah untuk bersama sama mereka karena majelisnya selalu membuat untuk mendekat kepada Allah. Komunitas itu penting sebab kita tidak akan bisa berjalan sendiri, kalau kita bisa menganggap bahwa dengan berjalan ke ALlah sendiri itu bisa itu namanya sombong yang akhirnya tidak akan kuat dan mudah dibelokkan oleh bisikan syetan. Dengan bergabung di majelis dzikir berarti kita merendahkan diri untuk dengan yang lain, saling mengisi dan saling berbagi di kelompok dzikir dapat memberikan suatu energi saling mengisi.

jaga hati kita untuk tidak terbetik dalam hati meninggalkan Allah sekali Allah mengiyakan maka tidak mudah untuk kembali lagi, memerlukan waktu untuk dapat kembali seperti semula. Mungkin masih menjalankan shalat dan ibadah yang lain tapi ada sesuatu yang kurang dan ini dapat berlangsung lama, ya tergantung Allah untuk mendekatkan lagi atau membiarkannya. Mendekat ke Allah ini unik, dinamika nya kadang tidak kita kira. Mungkin kita mengira bahwa saat ini mendekat kemudian meninggalkan lagi terus kita berpikir ah nanti mendekat lagi akan mudah, ternyata tidak seperti demikian, tentu saja Allah tidak mau di permainkan, justru kita lah yang akan di permainkan Allah SWT naudzubillah.

 

antara membaca shalawat dan bershalawat

penterjamahan quran dan hadis seringkali mengalami pergeseran makna, seperti berdzikir jadi membaca dzikir, memahami al quran menjadi membaca al quran, berdoa menjadi membaca doa. Pergeseran makna ini tentunya sangat menyesatkan dan menyimpang dari apa yang dimaksud dalam al quran dan hadis. Pada hari ini adalah maulid SAW, banyak pesan masuk ke WA saya untuk membaca shalawat, dengan berbagai variasi dan jenis shalawat, semua disuruh membaca. Kata membaca ini jika yang di baca adalah bahasa indonesia maka kita akan otomatis faham maksud di dalamnya dan kesadaran kita , emosi kita, serta pikiran kita akan terarah kepada yang kita fahami, tapi kalau yang kita baca adalah bahasa yang tidak kita fahami misalnya dalam shalawt adalah bahasa arab , terus kemana pikiran kita, kesadaran kita dan emosi kita. Kalau shalawat adalah menghormati Rasulullah bagaimana mungkin bisa dilaksanakan sedangkan arti bacaan shalawat saja tidak faham. Tapi pendapat saya inipun pasti akan di bantah dengan “pahala” bahwa membaca tidak faham tetap berpahala , sayapun membantah dalam hati “mana ada salah kok mendapat pahala”.

Konsep membaca shalawat harus kita rubah menjadi bershalawat jangan di tambah dengan “membaca” sebab ini akan menyesatkan perilaku kita di mana akhirnya kita “hanya membaca saja”, tidak lebih dari itu. Kalaupun ada perintah dalam al quran membaca baik itu shalawat atau lainnya mengandung makna “faham akan artinya”.

yang perlu kita evaluasi lagi  dari bershalawat ini adalah tentang fadhilah. Coba tanya kepada diri kita masing masing , kita bershalawat itu karena ego kita atau memang menghormat Rasulullah. Mayoritas umat islam bersalawat terpancing dengan fadhilah sebagai tujuan shalawat, ini artinya shalawatnya masih egois. bershalawat tidak untuk Rasulullah tapi untuk diri sendiri. Fadhilah itu adalah pemberian sehingga tidak pada tempatnya menjadi satu tujuan. pernyataan pernyataan seperti jika shalawat mendatangkan 10 kebaikan, artinya bahwa 10 kebaikan ini adalah bonus bukan tujuan. lebih parah lagi membaca  shalawat agar daganganya laris, membaca shalawat 4444 untuk kesaktian… membaca shalwat 77777 agar bisa kebal ini dan itu… dan masih banyak lagi. Kalau baca shalawat tidak untuk rasulullah tapi untuk fadhilah itu terus letak hormat kita keapda Rasulullah itu dimana?. Letakkan lah fadhilah diluar tujuan bershalawat. Hati hati dengan jebakan Batman, pasti ini perbuatan syetan yang menyesatkan perbuatan baik kita. Shalawat ini sungguh luar biasa karena Allah dan Malaikat pun bershalawat tapi jangan terjebak pada fadhilah yang mengalihkan tujuan ihlas kita menjadi tujuan duniawi. Ini jelas salah, karena tujuan sudah tidak ihlas karen Allah tapi karena fadhilah. Sekali lagi tujuan dari pada fadhilah agar kita semangat bershalawat, tapi ini di manfaatkan syetan untuk menjebak kita ke tujuan lain atau tujuan fadhilah.

Pendapat saya ini pasti banyak bertentangan dengan ustad yang selalu memberikan solusi hidup dengan shalawat ini dan itu, Shalawat nya bagus, tapi kalau akhirnya jamaah atau umat menempatkan salah tujuannya bershalwat maka siapa yang harus bertanggung jawab ustad itu juga kan.

Marilah kita bershalawat untuk Rasulullah bukan untuk kita, Kita bershalawat untuk menghormati Rasulullah bukan untuk mencari ini dan itu. Luruskan niat, kalau memang benar cinta rasulullah bukan cinta pada diri kita sendiri pasti akan setuju dengan bershalawat untuk rasulullah tidak untuk ini dan itu.

selamat memperingati maulid Nabi SAW.

Mendidik anak berpikir cerdas

Dunia ini terus berubah, perubahan dunia yang sangat cepat ini tidak akan dapat diikuti oleh pikiran yang itu itu saja, pikiran ini harus disiapkan untuk merespon dunia yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Mencerdaskan pikiran anak adalah mempersiapkan untuk menghadapi perubahan itu. Anak yang cerdas adalah anak yang mampu menggunakan kalkulator bukan yang hafal berbagai hitungan di luar kepala alias hafal. Anak yang cerdas adalah anak yang mampu menggunakan Google search untuk menjawab setiap permasalahan yang ia hadapi, bukan anak yang mampu menghafal materi pelajaran. Nampaknya orang tua harus bersahabat dengan gadget untuk diperkenakan kepada anak bagiamana memanfaatkan gadget tersebut. Continue reading “Mendidik anak berpikir cerdas”

Belajar Sadar Allah Secara Lengkap

Alhamdulilllah proses pengajaran sadar Allah sudah sangat lengkap, saya menamakannya dengan belajar sadar Allah A to Z. Pengajaran yang tidak hanya sebatas mengenal Alah, tidak sebatas di ibadah saja namun sudah sampai menyentuh sisi amanah duniawi. Jadi sekarang tidak ada alasan untuk tidak bekerja, tidak ada alasan untuk bermalas malasan. Pengajaran sadar Allah ternyata adalah menjadikan manusia menjadi amanah, seperti gelar Rasulullah yang Al Amin. Amanah tidak sekedarnya, tapi amanah adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan sungguh sungguh, ingat konsep amanah adalah kesungguhan. Belajar sadar Allah tidak lagi duduk diam di masjid dengan banyak berdzikir, tidak hanya menjalankan shalat sampai beratus ratus rekaat, tapi tidak menjalankan amanah. Ketiganya harus seimbang dan mendapatkan sesuai porsinya. satu saja amanah ini baik sebagai penyaksi,sebagia abdi atau sebagai khalifah di lewatkan maka hidup akan tidak beruntung, tidak bahagia dan akan berakhir dengan kesedihan.

berikut ini saya sampaikan bagan belajar lengkap sadar Allah, ya dari A to Z. Harapan saya dengan bagan ini kita dapat memahami untuk apa belajar sadar Allah, untuk apa belajar dzikir nafas patrap dan lainnya. Dengan mengetahui akhir dari pelajaran dzikir nafas ini kita akan lebih mantab dan akan lebih bersemangat dalam menjalankan sadar Allah.

dimulai dari belajar sadar Allah dengan dzikir nafas dan patrap, dengan dua metode ini  kita belajar bagaimana dapat menyaksikan Allah dengan mudah dan simpel serta efisien. anda tidak perlu dibawa dengan metode yagn rumit njlimet dan sulit. Cukup pelajari dzikir nafas dan anda akan mendapatkan kesadaran akan Allah (makrifat).

tahap yang kedua adalah menggunakan sadar Allah yang di dapat dari dzikir nafas ini untuk ibadah. Semua ibadah yang harus kita jalankan berlandaskan kekhusyuan, dan khusyu itu adalah yakin bertemu dengan Allah dan berserah diri kepada Allah, dan ini sudah kita dapatkan di pelajaran dzikir nafas yaitu saat keluar masuknya nafas. Semua ibadah tidak hanya shalat harus menggunakan sadar Allah.  Dari ibadah yang khusyu ini lah energi makrifat dari sadar Allah akan dapat tertata dengan benar. Sujud , Rukuk , dan lainnya akan menata energi makrifat sehingga siap digunakan untuk menjalankan Amanah.

Menjalankan amanah adalah tugas sebagai khalifah. tugas ini bukan main main, ini tugas dari Allah. jangan dikira banyak yang berhasil masih banyak yang gagal, maka saya harapkan semua jamaan sadar Allah jangan sampai menjadi bagian manusia yang gagal dalam menjalankan amanah Allah. rumus menjalankan amanah sudah kita pelajari yaitu di 3T. Yang pertama adalah merubah masalah menjadi amanah. artinya anda harus menggunakan rumus 3T123 menjadi 3T321. Tasbih tahmid dan takbir ya ini kunci yang sudah di anjurkan Rasulullah. untuk dapat menggunakan konsep 3T ini anda harus melalui tahap sebelumnya yaitu sadar Allah dan ibadah yang benar, sebab kita tidak hanya bicara teori tapi juga kekuatan atau energinya. nah energi untuk bisa menjalankan 3T itu adalah di sadar Allah. Kalau tidak ada energinya kemudian bicara 3T , maka seperti orang yang punya motor tapi tidak ada bensinnya, motor pun tidak dapat dibawa kemana mana artinya dia tidak akan dapat menjalankan 3T dengan benar.

akhir dari tujuan belajar sadar Allah adalah menjadi manusia yang beruntung, dan bukan menjadi orang yang sukses. Orang yang beruntung adalah orang yang hidupnya di bahagiakan Allah, dimudahkan Allah, dibantu Allah, di enak kan Allah. Jadi kita tinggal jalani saja dan semua hal akan selesai dengan mudah dan menyenangkan. Ini adalah tujuan akhir di belajar sadar Allah. Beruntung ini tidak hanya di dunia saja tapi juga di akhirat. ingat ketika kita nanti sakaratul maut maka suka suka Allah saat itu, mau menjadikan kita khusnul khatimah atau sebaliknya. pada saat itu kita akan berada pada kehendak Allah yang mutlak, ibadah tidak lagi dapat di andalkan , amal sholeh, anak sholeh, istri sholehah atau suami sholeh, tidak dapat lagi membantu kta, semua tergantung ALlah. Nah dengan  konsep sadar Allah ini kita akan dijadkan Allah menjadi orang yang beruntung. Maka dengan prtolongan Allah ini kita akan beruntung mendapatkan akhir hidup yang khusnul khatimah

baik semua hal yang berkaitan dengan konsep ini sudah saya uraikan detil dan banyak. Silahkan mana mana yang tidak paham pelajari dulu di web solospiritislam.com jadilah pembelajar yang tidak manja, jadilah pembelajar yang sungguh sungguh. jangan mudah tanya ini dan itu sebelum googling.

berikut bagan untuk memudahkah pemahaman kita

Berperilaku efektif

Setelah seseorang dapat meninggalkan perilaku yang sia sia selanjutnya adalah menjalankan segala sesuatu dengan efektif, sehingga “demi masa” yang merupakan sumpah Allah kepada waktu atau masa benar benar kita anfaatkan sebaik baiknya. Waktu pada setiap manusia adalah sama yaitu 24 jam, waktu yang hanya 24 jam ini bagaimana dapat kita pergunakan sebaik-baiknya.

kehidupan manusia semakin sibuk, dan apa yang harus dilakukan harus sudah mulai tertata dari waktu ke waktu. Rencana adalah untuk masa depan, namun membuat rencana adalah sekarang artinya itulah pekerjaan kita sekarang. Dalam membuat rencana bukan berarti kita mengatur hidup kita mendahului kehendak Allah namun rencana adalah pekerjaan sekarang yang harus kita lakukan sekarang ini. Membuat rencana sekarang dengan aplikasi di android yang tersinkronisasi dengan lainnya sehingga hidup kita akan lebih efektif. Kemudian lakukan berdasarkan rencana yang sudah dibuat kapan ya sekarang juga, namun meski kita menjalankan rencana fleksibilitas dalam berperilaku harus kita jalankan, tidak kaku dan tidak harus.

hidup efektif tidak harus berpikir keras untuk menjadi efektif, itu akan sangat melelahkan dan mudah bikin stress. Satu cara yang dapat digunakan adalah dengan mengosongkan diri kemudian menjadikan Allah sebagai penggerak segala sesuatu. Yang kita kosongkan adalah kesadaran kita sebagai bentuk keyakinan kita kepada Allah yang tidak sama dengan apapun kemudian mengosongkan segala kemampuan dan kebisaan kita untuk kita gantikan dengan Allah. Ketika kita kosong dan tidak bisa apa apa, kemudian kita lakukan apa saja yang seharusnya kita lakukan. maka nanti akan ada perilaku yang efektif dengan sendiri. Dalam memahami cara ini kita akan di ajak memasuki dunia yang sangat luas tidak hanya sekarang tapi juga masa depan, seolah masa depan adalah sekarang. Dengan keluasan berpikir ini akan dapat menjadikan kita lebih efektif dalam merencanakan dan menyusun strategi untuk penyelesaian kedepannya.

cara diatas yang menjadi point penting juga adalah bagaimana membawa apa yang akan kita lakukan di masa depan menjadi rencana yang harus kita susun sekarang. Pemahaman dalam menyusun rencana adalah tidak berada di masa depan tapi menyusun rencana itu adalah sekarang dan disini. sehingga kita akan bisa menikmati dalam menyusun masa depan tanpa terbebani apa apa.  Cara menyusun strategi ini pun tidak dengan berpikir sampai kening berkerut tapi cukup dengan menuliskan ilham yang muncul ketika membuat rencana tersebut. Jadi benar benar menikmati tanpa terbebani.

 

jika dunia ingin berdamai ajaklah umat kristen

umat islam kalau ingin menyuarakan perdamaian ajaklah umat kristen untuk melakukan gerakan perdamaian secara bersama sama secara menyeluruh. Lakukan komunikasi yang bersifat global dan terpimpin. Yang pertama diperjuangkan adalah uamt beragama entah lepaskan dari agama islam atau kristen. carilah persamaan dalam beragama itu yang pertama kali. karena selama sesama umat beragama masih saling serang dan tidak rukun kedamaian global tidak akan terpenuhi. Sementara ini tahapnya adalah umat beragama yang harus menguasai dunia. Saat ini permusuhan sudah mencapai puncak bukan lagi antar agama, namun antara orang yang tidak beragama dengan orang yang beragama. jargon jargon tuhan yes agama no, dan jargon sejenis adalah bentuk nyata dari pelemahan agama dari sisi “keberagamaan secara internasional”. Kalau ini tidak disadari oleh umat beragama baik umat islam atau nasrani maka agama ini akan menjadi bahan ejekan dan mainan …. kalau nggak percaya cek group group spiritual yang berprinsip tuhan yes agama no, pasti isinya menjelek jelekkan ibadah agama.

Umat islam tidak boleh egois, merasa paling benar dalam memperjuangkan agama. Islam harus punya strategi dan berpikir lebih global. kita lihat sdah banyak negara arab negara islam yang hancur entah itu di hancurkan negara lain atau dibuat perang saudara. Selama yang menyuarakan perdamaian hanya islam maka agama nasrani akan menonton saja menyaksikan kehancuran negara-negara islam satu demi satu. Maka perlu di diajak kerja sama dengan cara mengibarkan isu global tentang pentingnya beragama dan mempertahankan agama dari langkah langkah pernghancuran agama secara menyeluruh.

Saya yakin umat nasrani pun sebenarnya merasa sedih juga melihat peperangan di tanah arab dan negara islam yang tidak ada selesainya, tapi karena umat islam selalu menyuarakan atas nama islam sehingga umat kristen lebih banyak diam dan menyaksikan.

Kandasnya hubungan murid dan guru di perguruan tauhid

yang bikin kandas karena dua duanya memiliki ego, atau salah satu memiliki ego. Padahal pelajaran yang di sampaikan adalah menghilangkan ego. Sejarah pendahulu banyak yang membuktikan ini, bahkan seorang guru saking muridnya kurang ajarnya kelewatan mengeluarkan kata kata yang menunjukkan ketidak ridhoan. kegagalan perguruan tauhid adalah mendidik muridnya untuk menghormati gurunya, permasalahan ini memang pelik. Sulit dikatakan, lebih lebih sulit untuk di ajarkan kepada murid. Sebab yang menjadi objek penghormatan adalah si guru tersebut. Tapi jika ini tidak diajarkan kepada murid maka kemalangan bagi murid itu sendiri. Guru kadang bingung dan mencari cara bagaimana agar si murid faham tentang hal ini. Sebab bila salah menyampaikan guru sendiri yang akan menjadi sasaran hujatan … guru kok minta di hormati, guru egois, gurunya ego spiritualnya tinggi… dan cercaan lain. Pada tahap ini guru serba salah. Paling guru hanya diam …. menyaksikan suatu kesalahan dirinya yang telah mengajarkan kepada murid untuk menghormati guru tersebut yang berdampak kepada salah faham si murid bahwa dirinya sang guru gila hormat.

Paling sang guru pun akhirnya mengambil hikmah ini semua, bahwa Allah mengajarkan tidak ada yang kau miliki termasuk muridmu, kamu harus Nol. Mendengar Penjelasan dari Tuhan nya, sang guru akhirnya lega dan mengambalikan semua kepada Allah. Tapi lagi lagi sang guru kepikiran lagi … bagaimana cara mendidik  agar muridnya tidak salah persepsi bahwa menghormati guru itu bagian dari pelajaran dan adab yang harus di jaga. Sang guru melihat jika di pondok pesntren muridnya adalah masih anak anak jadi mudah di arahkan, lah.. di perguruan tauhid ini muridnya banyak lebih tua…. bagaimana menanamkan ini, ya kembali beliau merenung memohon pencerahan dari Tuhannya berkaitan dengan masalah ini.

Hingga pada suatu malam, di tengah berdzikir sang guru mendapat pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran itu pastinya datang dari Tuhannya.

  1. Pelajaran adab dengan guru itu pelajaran adab tingkat tinggi, kalau dengan guru saja tidak beradab bagaimana dengan Rasulullah dan kepada ALlah, karena guru adalah yang paling nyata dan paling dekat dengan si murid
  2. Cara penyampaiannya tidak dengan teori di kelas atau diskusi atau tanya jawab, tapi dengan aplikasi pengenolan sang guru. Kalau gurunya nggak nol dan masih ada rasa “kemampuan” maka pelajaran ini tidak akan bisa tersampaikan.
  3. Dan yang menjadi pelajaran bagi guru itu sendiri adalah bahwa , Guru tersebut diberitahu Allah bagaimana cara mengenolkan.
  4. kemudian guru diajarkan bagaimana menerapkan atau mengajarkan hal itu kepada murid dengan jalan spiritual bukan di kelas

Nampaknya ini yang menjadi solusi bagi masalah guru tentang bagaimana mendidik muridnya untuk memiliki adab dengan guru. Tidak di kelas tapi dengan sikap berspiritual yang benar bagi guru itu sendiri. Dari sini sang gurupun merasa dirinya mendapat pelajaran sangat berharga dari kegagalannya mendidik muridnya untuk beradab dengan gurunya.

sang guru sebenarnya hanya berharap karena ilmu sudah masuk ke alam pikiran murid jangan sampai mengalami konflik. sebab apa yang di sampaikan guru adalah ilmu keTuhanan kalau ini sampai konflik maka murid akan kesulitan melalui ilmu yang sudah terlanjur masuk. Kalau si murid jengkel kepada guru maka sama saja ilmu yang sudah masuk dalam alam pikiran guru tersebut akan menjadi konflik. inilah yang tidak diinginkan guru tersebut. Hanya berbeda sedikit kebencian murid meluas ke alam pikiran nya. kebencian ini seperti virus yang menyerang bangunan yang sudah berdiri. Guru hanya bisa berdoa karena semua di luar kendali dan keinginan sambil dia memperbaiki diri dan mengevaluasi diri serta selalu memohon kepada Allah agar selalu dituntun baik dirinya maupun semua murid yang pernah belajar kepada Nya.

Ego Spiritual

Apapaun bisa menyebabkan ego menjadi lebih kuat, apalagi kalau baru belajar sesuatu pasti ego itu meningkat. Ketika kita belajar silat maka ego merasa diri hebat dengan orang lain aka muncul, orang belajar Psikologi pasti ego sebagai psikolog itu pasti ada. Orang yang menjadi tentara pasti ego tentaara itu ada. Namun ego ini akan semakin hilang dan bersih ketika semakin mendalam dan semakin ahli. Demikian pula dengan ego spiritual, orang yang belajar spiritual pertama kali pasti akan merasa dirinya paling spiritualis dibanding dengan orang lain. Silahkan lihat group group spiritual di facebook atau di media lain, pasti , meski tidak semua, menjelekkan agama , merendahkan agama seolah mereka lah yang paling bahagia dunia akhirat.

saya akan coba membahas hal ini meski sangat dangkal. Ego spiritual ini saya anggap wajar yang harus dilalui, maksud dilalui ini artinya inilah tahap dimana kita harus sadar bahwa kita harus belajar meninggalkan ego spritual ini. Karena ini merupakan tahap jadi mau tidak mau harus kita tinggalkan. Yang sering jadi masalah ketika ego ini tetap bercokol ketika dia semakin mendalami spiritual. Ini akan menjadi sesuatu yang kontradiktif dalam dirinya. Banyak perilaku perilaku demikian dimana di satu sisi dia begitu anggunnya menampilkan akhlak spiritualnya, disisi lain dia menampakkan perilaku egoisnya yang berbalut spiritual.

Ketika kita belajar sadar Allah entah dengan dzikir nafas atau patrap, kita akan mengalami egoisme spiritual ini. sekali lagi saya anggap ini wajar tapi harus dilewati. egoisme dia seperti bunglon yang terus berubah menyesuaikan level spiritualnya. Bahkan ego spiritual ini bisa menyesuaikan dan menyusupi seorang guru spiritual. Saya tulis ini agar saya pun selalu tersadar bahwa ego ini harus selalu saya hilangkan sebab dia akan menyusup dengan halus kadang terlena dan tidak terasa.

Baik bagaimana sekarang mau menghilangkan ego tersebut. sebenarnya caranya mudah namun memerluka usaha yang terus menerus. Selalu meniadakan kemampuan itu kuncinya. Kalau kita hanya menghilangkan keakuan nanti akan berubah dia menjadi ego kekosongan bahwa dia mampu berada di wilayah kosong, hal ini bisa menjadi ego yang menyelimuti meski dia sudah berada di wilayah kosong. Mungkin anda bertanya bagaimana bisa , sdah kosong kok masih merasa kosong, ya memang demikianlah keadaannya. Ketika berhenti untuk menghilangkan kemampuan diri maka ego itu akan menyusup.

Munculnya ego spiritual ini kadang melalui kemampuan dan kelebihan yang dimilki, misalnya ilmu, misalnya murid bisa jadi kesaktian bisa jadi kelebihan lain, bahkan nasab bisa menjadi topeng bagi ego ini untuk  menyusup.

Ego spiritual kalau dalam islam key wordnya adalah nafi isbat, atau laa ilaha ilallah. kalau di dzikir nafas ada di Huu Allah. ketika kita membaca Huu maka kita meniadakan diri kita mendiadakan apapun. Ketika kita membaca Allah maka yang tiada itulah Allah, demikian lagi membaca Huu maka kita tiadakan lagi dan kita membaca ALlah kita masukkan yang bukan apa apa itu adalah Allah, demikian berulang dan berulang. Cara ini merupaka kunci yang dapat membentengi kita untuk mendapatkan pemahaman dan untuk dapat menghalang ego spiritual yang terus berevolusi mengikuti perkembangan spiritual.

Bagi seorang spiritualis belajar menghilangkan ego ini menjadi pekerjaan rumah yang tidak pernah berhenti. Jika berhenti maka ego ini menghijab, meski spiritulis ini tetap belajar mendalami ke Allah tapi kalau ego ini tidak dihilangkan maka akan menjadi penghalang antara dirinya dengan Allah. Inilah kelupaan yang harus kita selalu ingat. Kadang orang terjebak pada bagaimana mempertahankan ilmu, murid, kepercayaan murid dan lainnya … hal ini sebenarnya sudah tertipu oleh ego spiritual. Bisa saja orang menggunakan pakaian atau asesoris agar orang percaya bahwa dia adalah orang yang suci, ada juga yang mengancam murid agar tetap patuh kepada dirinya dan berbagai cara lain yang sebenarnya ini bersumber dari ego spiritual yang tidak di hilangkan.

Ego spiritual ini juga akan dapat membuat individu memiliki perilaku yang “memaksa orang lain menghormati dirinya”.  Dia akna berusaha menjadikan agama sebagai tameng ego nya agar dia tetap eksis. Misalnya dia akan berperilaku sangat sopan, sangat baik yang mana perilaku itu menjadi tidak natural, tidak wajar dan kesan dibuat buat sangat nampak. bahkan dengan perbuatan yang merendahkan diri yang over agar orang lain mengakui bahwa dirinya adalah orang yang tawadhu orang yang ilmunya tinggi. yang pasti bahwa ada perilaku yang tidak wajar yang ditunjukkan.