korban ketidaksadaran

sadar ini penting, sangat penting, orang yang tidak sadar akan menjadi korban ketidaksadaran. Seorang pemilih dalam suatu pemilihan RT kalau dia tidak sadar maka akan mudah tertipu, dengan janji, dengan, dengan pencitraan. Orang yang tidak sadar akan tertipu dengan program diskon, program voucher, program kartu anggota dan lainnya. dan orang dengan ketidaksadaran akan menjadi korban dan selalu menjadi korban. Pada jaman belanda karena orang jawa, sumatra, kalimantan tidak sadar maka dia menjadi korban ketidaksadarannya yaitu di jajah 350 tahun tidak terasa. rakyat jaman kerajaan juga menjadi korban ketidaksadarannya misalnya dengan pembohongan publik berupa ratu kidul yang menikah dengna rajanya, kemudian semar yang bisa mendatangi , keris yang bertuah dan lainnya. ketidaksadaran ini membawa perilaku yang mudah di tipu, Sama hal nya dengan umat islam ini jika tidak mau sadar dengan Allahnya maka dia akan mudah ditipu dengan “pahala-pahala” dengan surga surga yang ditawarkan atau justru mudah ditakuti dengan neraka neraka jika tidak sadar, Sebab neraka sebanarnya tidak untuk menakut nakuti tapi memang itu resiko yang harus di terima. Beda dengna orang yang sadar neraka dengan orang yang takut neraka. Orang yang takut neraka dia tetap saja menjalankan kemaksiatan, tapi orang yang sadar neraka maka dia akan berhenti maksiat. Seorang perokok tahu rokok itu tidak baik tapi karena dia menjadi korban ketidaksadarannya maka tetap saja merokok. Baik banyak hal ternyata yang menjadikan kita sebagai korban dari ketidaksadaran kita sendiri.

Ajaran islam yang 1400 tahun yang lalu telah menegaskan hal ini, bahwa manusia harus sadar yaitu bahwa dirinya harus sadar Allah atau ihsan, puncak kesadaran ini lah yang menjadikan dia tidak akan tertipu dengan keadaan apapun jika masih lurus ke Allah.

jadi jangan sampai kita menjadi korban ketidaksadaran kita sendiri. Maka harus dicari cara bagaimana bisa sadar Allah secara terus menerus. Dzikir nafas adalah satu satunya cara agar tidak mudah terkena korban ketidaksadaran.

Kalau tidak ke Allah langsung berarti Salah

Dalam proses perjalanan kita ke Allah, Allah sudah mengutus Rasulullah SAW agar hambanya bertemu langsung saja dengan Allah tidak ada perantara antara ALlah dan Hambanya, demikian memang Rasulullah di perintahkan untuk menyampaikan risalah ini.

Agama islam bukanlah agama birokrasi yang mau ke Allah saja harus pakai perantara (baca : antara hamba dan Allah ada “antara”), Inilah agama orisinil yang wahyukan kepada Rasulullah kepada Hambanya. Sehingga hamba diberikan kebebasan untuk langsung berjumpa dengan Allah. Bukti dari kebebasan berjumpa dengan Allah ini adalah di tiupkannya Ruh kepada manusia dimana Ruh adalah milik Allah (ruhii), Ruh ini bukan sembarang diberikan kepada mahluknya, hanya kepada manusia saja Ruh ini di pinjamkan. apa fungsi Ruh sebenarnya, fungsi Ruh adalah agar manusia mampu berjumpa langsung dengan Allah tanpa adanya halangan apapun.

Agama islam sangat berbeda dengan agama lain, yang memiliki birokrasi untuk berjumpa dengan Tuhan, Islam melalui Rasulullah mengajarkan agar kita bisa menghadapkan wajah kita kepada wajah yang menguasai langit dan bumi. Kalau sudah jelas jelas Allah mempersilahkan kita untuk langsung bertemu dengan Allah, kenapa juga kita masih menggunakan “perantara”.

Dalam dunia perdagangan untuk menuju ke Allah tidak perlu distributor, tidak perlu makelar, tapi kita bisa langsung ke produsen. Artinya kita langsung saja ke Allah karena itu yang diajarkan oleh Rasulullah kepada kita. Jangan lah mengada adakan dalam agama, kalau memang Rasulullah itu mengajarkan untuk langsung ke Allah, janganlah kita mengada adakan yang lain meski nampak baik, misalnya mursyid dijadikan perantara antara kita dan Allah, itu nampak baik tapi itu tidak ada dalam ajaran islam, tidak diajarkan oleh Rasulullah. Janganlah kita menyerupai dengan agama lain dimana posisi ulamanya, posisi ahli agamanya berada di antara umat dan Tuhannya. Seolah Tuhan punya kerajaan yang memilki banyak tentara dan bawahan, sehingga kalau kita mau ke Allah harus melalui bawahannya tersebut atau melalui tentara tentara. Kita harus sadar bahwa Allah itu Dzat yang tidak seperti raja yang punya kerajaan.

Kalau di Quran disebutkan mendekatlah kepada Allah dengan perantara maka perantara yang di maksud disini adalah perantara amal ibadah kita seperti shalat, zakat, haji, dzikir, dan amal ibadah lain yang dituntunkan Nabi SAW. Perantara bukanlah sosok uama, bukan sosok habib, bahkan bukan sosok Nabi sendiri. Perantara yang dapat mengantarkan kita kepada Allah adalah ibadah amal sholeh yang sudah di gariskan oleh Rasulullah SAW. Dan disinilah makna 2 kalimat syahadat yang pertama ke Allah sebagai Tuhan yang dituju, dan kedua adalah syariat yang harus diikuti dan wajib di jalankan untuk mendekat kepada Allah.

Kalau konsep langsung ini tidak diindahkan maka otomatis sudah salah pemahamannya dalam perjalanan menuju kepada ALlah, sesuatu yang salah memang salah, dan kalau masih nekat di pakai maka selamanya tidak akan sampai. Tidak akan sampai kepada tujuan utama karena selamanya akan ada hijab , siapa hijab itu hijab itu adalah orang orang yang dijadikan perantara antara hamba dan Tuhannya.

Antara saya, Rasulullah SAW dan Allah SWT

Islam adalah agama yang jelas, tidak meragukan dan pasti.  Antara saya Rasulullah dan Allah juga harus jelas. Rasulullah bukanlah saya, dan saya bukanlah Allah, demikian juga Rasulullah juga bukan Allah. Kedudukan saya Rasulullah dan Allah berbeda. Allah adalah pencipta saya, Tuhan saya, sedangkan Rasulullah adalah utusan Allah (utusan adalah orang terpilih untuk menyampaikan pesan), dan saya adalah hamba dari Allah SWT dan umat atau pengikut Rasulullah. Anda pasti mbatin, ngapain juga pak pur mbahas seperti ini kan sudah jelas. ya ini sangat jelas, dan jangan sampai kabur atau ambigu lagi. Misalnya saya adalah Allah, nah ini di manunggaling kawulogusti atau wihdatul wujud nah ini bikin sesat dan menjadi tidak jelas, terserah dengan alasan appaun pasti salah. Kemudian rasulullah juga Allah… nah ini kesesatan nyata lagi menganggap rasulullah juga Allah. kemudian kesesatan lagi adalah bahwa saya adalah rasulullah, weleh weleh…. , semua ada batasnya dengan jelas dan kedudukannya masing masing. semua harus berada pada posisinya masing masing sehingga kita bisa beribadah dengan benar.

Rasulullah adalah utusan Allah yang di utus untuk menyampaikan kepada hambanya bahwa hamba tersebut harus menghadap kepada Allah secara langsung. Ini adalah  sangat jelas, terus kenapa kita masih pakai hijab hijab berupa perantara yang katanya bahwa menghadap Allah itu seperti menghadap presiden yang ada birokrasinya…. weleh weleh …. Allah kok di samakan dengan presiden. jelas faham ini adalah faham sesat, karena menjadikan mahluk sebagai perantara dan perantara dan menjadi hijab. Hijab pastinya tidak akan mempertemukan hamba dengan Tuhannya selamanya sampai mati juga tidak akan bertemu dengan Tuhanya karena adanya hijab.

Kalau saya langsung ke Allah atau terus bertemu dengan Allah maka saya menjalankan apa yang diajarkan Rasulullah. kalau saya menjadikan Rasulullah sebagai perantara saya, atau kyai atau habib, atau mursyid sebagai perantara saya maka berarti saya mengingkari ajaran Rasulullah. Karena Rasulullah tidak pernah mengajarkan “jika kamu mau bertemu Allah maka harus melewati, kyai kyai, habib habib, atau mursyid mursid” tidak pernah ada ajaran rasulullah seperti itu, dan barang siapa yang menjalankan nya berarti dia telah keluar dari ajaran Rasulullah. Sepertinya atau seolah dengan kita melalui mursyid mursyid baru bisa ke Allah seolah menghormati rasulullah, sama sekali tidak , bahkan itu melecehkan Rasulullah karena ajarannya tidak diamalkan.

antara petunjuk syetan dan petunjuk Allah : cara membedakan

cara membedakan cukup mudah, kita harus tahu cirinya. Kalau petunjuk syetan maka itu berupa bisikan yang masuk dalam hati dan pikiran, tapi kalau petunjuk Allah itu berupa bahasa paham. nah itu saja. tapi kita harus mengetahui bahwa bahasa paham adalah bahasa ngeh, atau bahasa pencerahan, atau insight. jadi Point nya ada pada bahasa paham yang tidak berhuruf. sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan tulisan atau bahasa, tapi membuat kita  faham.

Petunjuk syetan biasanya mengarah ke yang bukan Allah, kalau petunjuk Allah pasti mengarah kepada Allah bukan yang lain. Misalnya anda dibisiki bahwa hidup itu harus sabar, bisa jadi ini adalah bisikan syetan, karena wejangan ini berasal dari posisi tidak sadar Allah. Sesuatu yang tidak berdasarkan sadar Allah maka harus hati hati. Syetan dalam membisiki manusia pertama kali adalah membisiki sesuatu yang dapat di terima oleh akal pikirannya. Misalnya kita orang yang tekun belajar agama maka ilmu agama bisa menjadi modal utama syetan untuk membisiki manusia, jika kita ahli ibadah maka bisikan ibadah itu akan menjadi kendaraan bagi syetan untuk menyesatkan manusia yang ahli ibadah. Bahkan orang yang ingin mencari “sampai ke Allah” maka mereka akan masuk dengan bisikan bahwa “kamu sudah sampai…… kamu hebat dan tingkatan mu sangat tinggi, oleh karena itu kamu sudah tidak lagi berkewajiban menjalankan shalat, karena shalat hanya untuk mereka yang berada di level bawahmu”.

jadi tidak heran kita sering mendengar bahwa ada seseorang mendapatkan bisikan ghoib, nah ini pasti dan sangat jelas itu dari syetan dan wajib kita tinggalkan. pokoknya yang namanya bisikan pasti dari syetan atau Jin. Misalnya mendapat wejangan dari kyai semar, mendapat wejangan dari sunan ini dan itu, mendapat wangsit dari wali ini wali itu…. itu semua adalah dasarnya bisikan dan yang namanya bisikan adalah dari syetan dan jin yang menggoda manusia agar endingnya, atau pada akhirnya akan tersesat. Kita lihat misalnya orang yang mengaku mendapat bisikan ghoib dari sunan kali jaga dengan wejangan kehidupan yang baik baik misalnya di suruh sabar atau tawakal… tapi endingnya dia berziarah ke makam kuburnya sunan kalijaga kemudian minta wejangan sunan kalijaga di makamnya Beliau, ini kan jelas sesat. Artinya bahwa syetan dan jin berhasil membuat manusia tersesat untuk minta tidak selain ke Allah yaitu ke sunan kalijaga, syetan dan jin berhasil menyesatkan manusia.

yang tidak bisa disesatkan manusia adalah mereka yang lurus ke Allah, dan selalu minta petunjuk Allah untuk selalu di jalan yang lurus. orang orang seperti ini akan mengabaikan bisikan apapun yang masuk, sekalipun bisikan itu dari syeh abdul qodir jaelani misalnya. Selain Allah akan mereka abaikan dan mereka ini adalah golongan yang selamat. kalau rasulullah menyebutkan 73 golongan dan hanya 1 golongan saja yang selamat maka merekalah yang benar benar lurus ke Allah. jadi yang selamat bukanlah golongan berdasarkan organisasi, berdasarkan madzhab atau lainnya tapi mereka yang benar benar lurus ke Allah lah yang selamat. orang yang seperti ini sekali lagi akan sulit ditembus oleh syetan karena jiwanya yang lurus ke Allah.

 

Fokus kepada perintah Allah untuk diri sendiri

secara tidak sadar kadang kita menggunakan al quran dan hadis untuk memaksa orang lain melakukan sesuatu, atau untuk menyalahkan orang  lain dengan segenap dalil yang ada di quran maupun dan hadis. Saya kira itu sah sah saja, asal kita pun paham bahwa ada perintah di balik apa yang sampaikan dengan dalil quran dan hadis itu untuk diri kita. Kita lihat sejarah turunnya al quran yang di wahyukan kepada rasulullah, yaitu untuk mengatasi masalah masalah yang di hadapi Rasulullah, artinya al quran turun untuk Rasulullah, jadi al quran turun adalah perintah dari Allah untuk Rasulullah. Dari al quran inilah Rasulullah take action melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

Al Quran turun tidak untuk menghakimi orang yang salah, tapi untuk menunjukkah kepada Rasulullah bahwa Rasulullah harus betindak karena ada perilaku orang lain yang salah. jadi kalau kita buat urutan : Allah – Al Quran – Rasulullah – Perintah – Rasulullah take action – umat , jadi kita lihat alurnya , al quran bukan untuk menghakimi umat tapi al quran memberi petunjuk atau perintah kepada Rasulullah agar bertindak.

Ini agak beda dengan orang yang selalu mengambil al quran kemudian dengan al quran itu dia lemparkan orang lain, tuh lihat kamu salah !!! lihat al quran yang aku sebutkan!!! , ini jelas tidak semestinya. apa akibat jika orang lain di begitukan, pasti akan reject, dan kita sudah dzalim dengan al quran, karena al quran menjadi bamper atas kebenaran yang kita yakini.

inilah sumber perpecahan umat, karena menggunakan  al quran untuk menyalahkan orang lain , bukan untuk dicari perintahnya dan dijalankan pada dirinya sendiri. Sekarang ini memang orang banyak membaca al quran untuk mencari kebenaran, tapi kebenaran diri , bukan untuk mencari apa yang seharusnya saya lakukan.

sebagai kesimpulan bagaimana kita memperunakan al quran sama dengan Rasulullah, yaitu kita fahami al quran kemduian, kita cari apa perintahnya untuk kita, kemudian kita action , sebenarnya itu saja. Misalnya kita buka al quran kemudian kita menemukan larangan untuk minum khamr, kemudian di depan kita ada peminum khamr, maka langkah awal adalah apa perintah Allah nya? bisa jadi kita akan diilhamkan Allah untuk berinteraksi dengan peminum itu, kemudian diilhamkan ALlah untuk ngobrol kemudian untuk berbicara masalah bahaya khamr dan seterusnya ……. bukan serta merta “hai peminum khamr, tahu nggak sih kalau minum itu haram lihat nih al qurannya mengharamkan”… ini pasti jadi masalah.

okelah kita kembali kepada al quran bahwa al quran itu perintah untuk kita bukan untuk sarana menyalahkan orang.

Jadi orang islam harus realistis agar tidak mudah tertipu

banyak orang menipun dengan hal hal ghoib karena memang penipuan jenis ini tidak dapat di buktikan. Misalnya orang ingin rejeki berlimpah kemudian datang ke orang pintar dengan tujuan minta amalan agar bisa kaya. Amalan itu dapat berupa amalan wiridan yang di ambil dari quran dengan tujuan bukan untuk di amalkan isinya tapi untuk di baca sekian ratus atau bahkan sekian ribu setiap harinya. Orang yang demikian adalah orang yang sudah tertipu dengan orang yang katanya pintar tadi. Kenapa menipu ya karena pertama : dia telah menipun bahwa yang seharusnnya quran isinya untuk di jalankan ini malah dibuat jampi jampi atau dibuat mantra mantra. Yang kedua, mengatakan bahwa dengan mengamalkan maka rejeki akan lancar, jelas ini penipuan nyata nyata yang tidak dapat di tuntut di pengadilan. Ketiga mantra mantra yang diberikan tidak terbukti mendatangkan rejeki. Rejeki jelas tidak dapat datang dari amalan itu, tapi mereka mengatakan bahwa dengan mengamalkan ini maka rejeki akan datang. yang keenam, baik orang yang ke orang pintar atau dianya sendiri sama sama tersesat, karena satunya bersedia di tipu dan satunya dengan sengaja menipu.

Jika orang islam itu realistis menjalankan perintah Al Quran maka dia tidak akan tertipu. Misalnya kalau ingin rejeki lancar maka jalankan perintah Allah yaitu harus amanah. Dengan amanah, pikiran otomatis akan realistis, dengan menjalankan perintah Allah maka urusan akan selesai. Masalah hidup harus di selesaikan dengan realistis.

Yang hebat dari orang islam yang realistis adalah mereka tidak tergantung dengan uang atau hasil. Dia selalu menanyakan apa amanah yang bisa saya lakukan. Dia tertarik lagi dengan namanya investasi bodong, tidak tertarik lagi dengan bisnis MLM, tidak tertarik lagi dengan permainan uang entah itu namanya trading atau sejenisnya. karena tidak amanah dalam jenis bisnis tersebut.

Bahkan orang islam yang realistis tidak akan tertarik dengan istilah menarik rejeki, magnit rejeki atau sejenisnya, juga tidak tertarik dengan pasif income atau bebas finansial… orang islam realistis selalu fokus pada amanah apa yang dapat di lakukan.

orang islam yang relistis mendasarkan pekerjaannya pada perintah Allah, dia tidak mempedulikan lagi pekerjaan yang dia kerjakan yang ada adalah perintah Allah, perintah Allah dan perintah Allah. Sehingga misalya dia diperintahkan Allah untuk menjaga tokonya 24 jam maka ia lakukan. kalau dia harus kerja lembur sampai larut malam ia lakukan karena itu adalah perintah Allah, yaitu perintah Allah untuk kerja lembur. Kalau dia harus keliling kampung menawarkan minuman makanan dia jalankan karena itu adalah perintah Allah. jadi semua yang ia lakukan adalah karena perintah Allah.

Orang islam relalistis adalah orang yang hanya beribadah dan meminta hanya kepada Allah, dan dia bekerja karena Allah bukan karena uang bukan karena keluarga bukan karena mencari nafkah dan bukan karena mencari rejeki dan juga bukan karena tanggung jawab pekerjaan tapi karena Allah. Dan sekali lagi bahwa orang islam realistis tidak akan mudah tertipu

Jangan terbetik untuk meninggalkan Allah

Allah maha mendengar Allah maha tahu, terbetik dalam hati sekecil apapun akan dapat di ketahui oleh Allah SWT. Dan Allah maha merespon dengan apa yang kita betikan dalam hati. Betikan dalam hati yang kurang kita sadari akan dapat membuat Allah mewujudkan betikan hati tersebut. Banyak yang ingin ke Allah mendekat ke Allah dan muncul dalam betikan hati, dan Allah meresponnya dengan memberikan jalan kemudahan untuk mendekat. Demikian pula jika terbetik untuk meninggalkan Allah maka Allah akan menjauhkannya dari pada Allah SWT naudzubillah.

Dimanapun anda berada sebisa mungkin untuk selalu bersama dengan jamaah dzikir yang selalu mengingatkan untuk selalu sadar Allah. Jamaah jamaah dzikir di sekitar anda akan ada banyak teruslah untuk bersama sama mereka karena majelisnya selalu membuat untuk mendekat kepada Allah. Komunitas itu penting sebab kita tidak akan bisa berjalan sendiri, kalau kita bisa menganggap bahwa dengan berjalan ke ALlah sendiri itu bisa itu namanya sombong yang akhirnya tidak akan kuat dan mudah dibelokkan oleh bisikan syetan. Dengan bergabung di majelis dzikir berarti kita merendahkan diri untuk dengan yang lain, saling mengisi dan saling berbagi di kelompok dzikir dapat memberikan suatu energi saling mengisi.

jaga hati kita untuk tidak terbetik dalam hati meninggalkan Allah sekali Allah mengiyakan maka tidak mudah untuk kembali lagi, memerlukan waktu untuk dapat kembali seperti semula. Mungkin masih menjalankan shalat dan ibadah yang lain tapi ada sesuatu yang kurang dan ini dapat berlangsung lama, ya tergantung Allah untuk mendekatkan lagi atau membiarkannya. Mendekat ke Allah ini unik, dinamika nya kadang tidak kita kira. Mungkin kita mengira bahwa saat ini mendekat kemudian meninggalkan lagi terus kita berpikir ah nanti mendekat lagi akan mudah, ternyata tidak seperti demikian, tentu saja Allah tidak mau di permainkan, justru kita lah yang akan di permainkan Allah SWT naudzubillah.

 

antara membaca shalawat dan bershalawat

penterjamahan quran dan hadis seringkali mengalami pergeseran makna, seperti berdzikir jadi membaca dzikir, memahami al quran menjadi membaca al quran, berdoa menjadi membaca doa. Pergeseran makna ini tentunya sangat menyesatkan dan menyimpang dari apa yang dimaksud dalam al quran dan hadis. Pada hari ini adalah maulid SAW, banyak pesan masuk ke WA saya untuk membaca shalawat, dengan berbagai variasi dan jenis shalawat, semua disuruh membaca. Kata membaca ini jika yang di baca adalah bahasa indonesia maka kita akan otomatis faham maksud di dalamnya dan kesadaran kita , emosi kita, serta pikiran kita akan terarah kepada yang kita fahami, tapi kalau yang kita baca adalah bahasa yang tidak kita fahami misalnya dalam shalawt adalah bahasa arab , terus kemana pikiran kita, kesadaran kita dan emosi kita. Kalau shalawat adalah menghormati Rasulullah bagaimana mungkin bisa dilaksanakan sedangkan arti bacaan shalawat saja tidak faham. Tapi pendapat saya inipun pasti akan di bantah dengan “pahala” bahwa membaca tidak faham tetap berpahala , sayapun membantah dalam hati “mana ada salah kok mendapat pahala”.

Konsep membaca shalawat harus kita rubah menjadi bershalawat jangan di tambah dengan “membaca” sebab ini akan menyesatkan perilaku kita di mana akhirnya kita “hanya membaca saja”, tidak lebih dari itu. Kalaupun ada perintah dalam al quran membaca baik itu shalawat atau lainnya mengandung makna “faham akan artinya”.

yang perlu kita evaluasi lagi  dari bershalawat ini adalah tentang fadhilah. Coba tanya kepada diri kita masing masing , kita bershalawat itu karena ego kita atau memang menghormat Rasulullah. Mayoritas umat islam bersalawat terpancing dengan fadhilah sebagai tujuan shalawat, ini artinya shalawatnya masih egois. bershalawat tidak untuk Rasulullah tapi untuk diri sendiri. Fadhilah itu adalah pemberian sehingga tidak pada tempatnya menjadi satu tujuan. pernyataan pernyataan seperti jika shalawat mendatangkan 10 kebaikan, artinya bahwa 10 kebaikan ini adalah bonus bukan tujuan. lebih parah lagi membaca  shalawat agar daganganya laris, membaca shalawat 4444 untuk kesaktian… membaca shalwat 77777 agar bisa kebal ini dan itu… dan masih banyak lagi. Kalau baca shalawat tidak untuk rasulullah tapi untuk fadhilah itu terus letak hormat kita keapda Rasulullah itu dimana?. Letakkan lah fadhilah diluar tujuan bershalawat. Hati hati dengan jebakan Batman, pasti ini perbuatan syetan yang menyesatkan perbuatan baik kita. Shalawat ini sungguh luar biasa karena Allah dan Malaikat pun bershalawat tapi jangan terjebak pada fadhilah yang mengalihkan tujuan ihlas kita menjadi tujuan duniawi. Ini jelas salah, karena tujuan sudah tidak ihlas karen Allah tapi karena fadhilah. Sekali lagi tujuan dari pada fadhilah agar kita semangat bershalawat, tapi ini di manfaatkan syetan untuk menjebak kita ke tujuan lain atau tujuan fadhilah.

Pendapat saya ini pasti banyak bertentangan dengan ustad yang selalu memberikan solusi hidup dengan shalawat ini dan itu, Shalawat nya bagus, tapi kalau akhirnya jamaah atau umat menempatkan salah tujuannya bershalwat maka siapa yang harus bertanggung jawab ustad itu juga kan.

Marilah kita bershalawat untuk Rasulullah bukan untuk kita, Kita bershalawat untuk menghormati Rasulullah bukan untuk mencari ini dan itu. Luruskan niat, kalau memang benar cinta rasulullah bukan cinta pada diri kita sendiri pasti akan setuju dengan bershalawat untuk rasulullah tidak untuk ini dan itu.

selamat memperingati maulid Nabi SAW.

Mendidik anak berpikir cerdas

Dunia ini terus berubah, perubahan dunia yang sangat cepat ini tidak akan dapat diikuti oleh pikiran yang itu itu saja, pikiran ini harus disiapkan untuk merespon dunia yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Mencerdaskan pikiran anak adalah mempersiapkan untuk menghadapi perubahan itu. Anak yang cerdas adalah anak yang mampu menggunakan kalkulator bukan yang hafal berbagai hitungan di luar kepala alias hafal. Anak yang cerdas adalah anak yang mampu menggunakan Google search untuk menjawab setiap permasalahan yang ia hadapi, bukan anak yang mampu menghafal materi pelajaran. Nampaknya orang tua harus bersahabat dengan gadget untuk diperkenakan kepada anak bagiamana memanfaatkan gadget tersebut. Continue reading

Belajar Sadar Allah Secara Lengkap

Alhamdulilllah proses pengajaran sadar Allah sudah sangat lengkap, saya menamakannya dengan belajar sadar Allah A to Z. Pengajaran yang tidak hanya sebatas mengenal Alah, tidak sebatas di ibadah saja namun sudah sampai menyentuh sisi amanah duniawi. Jadi sekarang tidak ada alasan untuk tidak bekerja, tidak ada alasan untuk bermalas malasan. Pengajaran sadar Allah ternyata adalah menjadikan manusia menjadi amanah, seperti gelar Rasulullah yang Al Amin. Amanah tidak sekedarnya, tapi amanah adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan sungguh sungguh, ingat konsep amanah adalah kesungguhan. Belajar sadar Allah tidak lagi duduk diam di masjid dengan banyak berdzikir, tidak hanya menjalankan shalat sampai beratus ratus rekaat, tapi tidak menjalankan amanah. Ketiganya harus seimbang dan mendapatkan sesuai porsinya. satu saja amanah ini baik sebagai penyaksi,sebagia abdi atau sebagai khalifah di lewatkan maka hidup akan tidak beruntung, tidak bahagia dan akan berakhir dengan kesedihan.

berikut ini saya sampaikan bagan belajar lengkap sadar Allah, ya dari A to Z. Harapan saya dengan bagan ini kita dapat memahami untuk apa belajar sadar Allah, untuk apa belajar dzikir nafas patrap dan lainnya. Dengan mengetahui akhir dari pelajaran dzikir nafas ini kita akan lebih mantab dan akan lebih bersemangat dalam menjalankan sadar Allah.

dimulai dari belajar sadar Allah dengan dzikir nafas dan patrap, dengan dua metode ini  kita belajar bagaimana dapat menyaksikan Allah dengan mudah dan simpel serta efisien. anda tidak perlu dibawa dengan metode yagn rumit njlimet dan sulit. Cukup pelajari dzikir nafas dan anda akan mendapatkan kesadaran akan Allah (makrifat).

tahap yang kedua adalah menggunakan sadar Allah yang di dapat dari dzikir nafas ini untuk ibadah. Semua ibadah yang harus kita jalankan berlandaskan kekhusyuan, dan khusyu itu adalah yakin bertemu dengan Allah dan berserah diri kepada Allah, dan ini sudah kita dapatkan di pelajaran dzikir nafas yaitu saat keluar masuknya nafas. Semua ibadah tidak hanya shalat harus menggunakan sadar Allah.  Dari ibadah yang khusyu ini lah energi makrifat dari sadar Allah akan dapat tertata dengan benar. Sujud , Rukuk , dan lainnya akan menata energi makrifat sehingga siap digunakan untuk menjalankan Amanah.

Menjalankan amanah adalah tugas sebagai khalifah. tugas ini bukan main main, ini tugas dari Allah. jangan dikira banyak yang berhasil masih banyak yang gagal, maka saya harapkan semua jamaan sadar Allah jangan sampai menjadi bagian manusia yang gagal dalam menjalankan amanah Allah. rumus menjalankan amanah sudah kita pelajari yaitu di 3T. Yang pertama adalah merubah masalah menjadi amanah. artinya anda harus menggunakan rumus 3T123 menjadi 3T321. Tasbih tahmid dan takbir ya ini kunci yang sudah di anjurkan Rasulullah. untuk dapat menggunakan konsep 3T ini anda harus melalui tahap sebelumnya yaitu sadar Allah dan ibadah yang benar, sebab kita tidak hanya bicara teori tapi juga kekuatan atau energinya. nah energi untuk bisa menjalankan 3T itu adalah di sadar Allah. Kalau tidak ada energinya kemudian bicara 3T , maka seperti orang yang punya motor tapi tidak ada bensinnya, motor pun tidak dapat dibawa kemana mana artinya dia tidak akan dapat menjalankan 3T dengan benar.

akhir dari tujuan belajar sadar Allah adalah menjadi manusia yang beruntung, dan bukan menjadi orang yang sukses. Orang yang beruntung adalah orang yang hidupnya di bahagiakan Allah, dimudahkan Allah, dibantu Allah, di enak kan Allah. Jadi kita tinggal jalani saja dan semua hal akan selesai dengan mudah dan menyenangkan. Ini adalah tujuan akhir di belajar sadar Allah. Beruntung ini tidak hanya di dunia saja tapi juga di akhirat. ingat ketika kita nanti sakaratul maut maka suka suka Allah saat itu, mau menjadikan kita khusnul khatimah atau sebaliknya. pada saat itu kita akan berada pada kehendak Allah yang mutlak, ibadah tidak lagi dapat di andalkan , amal sholeh, anak sholeh, istri sholehah atau suami sholeh, tidak dapat lagi membantu kta, semua tergantung ALlah. Nah dengan  konsep sadar Allah ini kita akan dijadkan Allah menjadi orang yang beruntung. Maka dengan prtolongan Allah ini kita akan beruntung mendapatkan akhir hidup yang khusnul khatimah

baik semua hal yang berkaitan dengan konsep ini sudah saya uraikan detil dan banyak. Silahkan mana mana yang tidak paham pelajari dulu di web solospiritislam.com jadilah pembelajar yang tidak manja, jadilah pembelajar yang sungguh sungguh. jangan mudah tanya ini dan itu sebelum googling.

berikut bagan untuk memudahkah pemahaman kita