akhlak

Berperilaku efektif

Setelah seseorang dapat meninggalkan perilaku yang sia sia selanjutnya adalah menjalankan segala sesuatu dengan efektif, sehingga “demi masa” yang merupakan sumpah Allah kepada waktu atau masa benar benar kita anfaatkan sebaik baiknya. Waktu pada setiap manusia adalah sama yaitu 24 jam, waktu yang hanya 24 jam ini bagaimana dapat kita pergunakan sebaik-baiknya.

kehidupan manusia semakin sibuk, dan apa yang harus dilakukan harus sudah mulai tertata dari waktu ke waktu. Rencana adalah untuk masa depan, namun membuat rencana adalah sekarang artinya itulah pekerjaan kita sekarang. Dalam membuat rencana bukan berarti kita mengatur hidup kita mendahului kehendak Allah namun rencana adalah pekerjaan sekarang yang harus kita lakukan sekarang ini. Membuat rencana sekarang dengan aplikasi di android yang tersinkronisasi dengan lainnya sehingga hidup kita akan lebih efektif. Kemudian lakukan berdasarkan rencana yang sudah dibuat kapan ya sekarang juga, namun meski kita menjalankan rencana fleksibilitas dalam berperilaku harus kita jalankan, tidak kaku dan tidak harus.

hidup efektif tidak harus berpikir keras untuk menjadi efektif, itu akan sangat melelahkan dan mudah bikin stress. Satu cara yang dapat digunakan adalah dengan mengosongkan diri kemudian menjadikan Allah sebagai penggerak segala sesuatu. Yang kita kosongkan adalah kesadaran kita sebagai bentuk keyakinan kita kepada Allah yang tidak sama dengan apapun kemudian mengosongkan segala kemampuan dan kebisaan kita untuk kita gantikan dengan Allah. Ketika kita kosong dan tidak bisa apa apa, kemudian kita lakukan apa saja yang seharusnya kita lakukan. maka nanti akan ada perilaku yang efektif dengan sendiri. Dalam memahami cara ini kita akan di ajak memasuki dunia yang sangat luas tidak hanya sekarang tapi juga masa depan, seolah masa depan adalah sekarang. Dengan keluasan berpikir ini akan dapat menjadikan kita lebih efektif dalam merencanakan dan menyusun strategi untuk penyelesaian kedepannya.

cara diatas yang menjadi point penting juga adalah bagaimana membawa apa yang akan kita lakukan di masa depan menjadi rencana yang harus kita susun sekarang. Pemahaman dalam menyusun rencana adalah tidak berada di masa depan tapi menyusun rencana itu adalah sekarang dan disini. sehingga kita akan bisa menikmati dalam menyusun masa depan tanpa terbebani apa apa.  Cara menyusun strategi ini pun tidak dengan berpikir sampai kening berkerut tapi cukup dengan menuliskan ilham yang muncul ketika membuat rencana tersebut. Jadi benar benar menikmati tanpa terbebani.

 

jika dunia ingin berdamai ajaklah umat kristen

umat islam kalau ingin menyuarakan perdamaian ajaklah umat kristen untuk melakukan gerakan perdamaian secara bersama sama secara menyeluruh. Lakukan komunikasi yang bersifat global dan terpimpin. Yang pertama diperjuangkan adalah uamt beragama entah lepaskan dari agama islam atau kristen. carilah persamaan dalam beragama itu yang pertama kali. karena selama sesama umat beragama masih saling serang dan tidak rukun kedamaian global tidak akan terpenuhi. Sementara ini tahapnya adalah umat beragama yang harus menguasai dunia. Saat ini permusuhan sudah mencapai puncak bukan lagi antar agama, namun antara orang yang tidak beragama dengan orang yang beragama. jargon jargon tuhan yes agama no, dan jargon sejenis adalah bentuk nyata dari pelemahan agama dari sisi “keberagamaan secara internasional”. Kalau ini tidak disadari oleh umat beragama baik umat islam atau nasrani maka agama ini akan menjadi bahan ejekan dan mainan …. kalau nggak percaya cek group group spiritual yang berprinsip tuhan yes agama no, pasti isinya menjelek jelekkan ibadah agama.

Umat islam tidak boleh egois, merasa paling benar dalam memperjuangkan agama. Islam harus punya strategi dan berpikir lebih global. kita lihat sdah banyak negara arab negara islam yang hancur entah itu di hancurkan negara lain atau dibuat perang saudara. Selama yang menyuarakan perdamaian hanya islam maka agama nasrani akan menonton saja menyaksikan kehancuran negara-negara islam satu demi satu. Maka perlu di diajak kerja sama dengan cara mengibarkan isu global tentang pentingnya beragama dan mempertahankan agama dari langkah langkah pernghancuran agama secara menyeluruh.

Saya yakin umat nasrani pun sebenarnya merasa sedih juga melihat peperangan di tanah arab dan negara islam yang tidak ada selesainya, tapi karena umat islam selalu menyuarakan atas nama islam sehingga umat kristen lebih banyak diam dan menyaksikan.

Kandasnya hubungan murid dan guru di perguruan tauhid

yang bikin kandas karena dua duanya memiliki ego, atau salah satu memiliki ego. Padahal pelajaran yang di sampaikan adalah menghilangkan ego. Sejarah pendahulu banyak yang membuktikan ini, bahkan seorang guru saking muridnya kurang ajarnya kelewatan mengeluarkan kata kata yang menunjukkan ketidak ridhoan. kegagalan perguruan tauhid adalah mendidik muridnya untuk menghormati gurunya, permasalahan ini memang pelik. Sulit dikatakan, lebih lebih sulit untuk di ajarkan kepada murid. Sebab yang menjadi objek penghormatan adalah si guru tersebut. Tapi jika ini tidak diajarkan kepada murid maka kemalangan bagi murid itu sendiri. Guru kadang bingung dan mencari cara bagaimana agar si murid faham tentang hal ini. Sebab bila salah menyampaikan guru sendiri yang akan menjadi sasaran hujatan … guru kok minta di hormati, guru egois, gurunya ego spiritualnya tinggi… dan cercaan lain. Pada tahap ini guru serba salah. Paling guru hanya diam …. menyaksikan suatu kesalahan dirinya yang telah mengajarkan kepada murid untuk menghormati guru tersebut yang berdampak kepada salah faham si murid bahwa dirinya sang guru gila hormat.

Paling sang guru pun akhirnya mengambil hikmah ini semua, bahwa Allah mengajarkan tidak ada yang kau miliki termasuk muridmu, kamu harus Nol. Mendengar Penjelasan dari Tuhan nya, sang guru akhirnya lega dan mengambalikan semua kepada Allah. Tapi lagi lagi sang guru kepikiran lagi … bagaimana cara mendidik  agar muridnya tidak salah persepsi bahwa menghormati guru itu bagian dari pelajaran dan adab yang harus di jaga. Sang guru melihat jika di pondok pesntren muridnya adalah masih anak anak jadi mudah di arahkan, lah.. di perguruan tauhid ini muridnya banyak lebih tua…. bagaimana menanamkan ini, ya kembali beliau merenung memohon pencerahan dari Tuhannya berkaitan dengan masalah ini.

Hingga pada suatu malam, di tengah berdzikir sang guru mendapat pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran itu pastinya datang dari Tuhannya.

  1. Pelajaran adab dengan guru itu pelajaran adab tingkat tinggi, kalau dengan guru saja tidak beradab bagaimana dengan Rasulullah dan kepada ALlah, karena guru adalah yang paling nyata dan paling dekat dengan si murid
  2. Cara penyampaiannya tidak dengan teori di kelas atau diskusi atau tanya jawab, tapi dengan aplikasi pengenolan sang guru. Kalau gurunya nggak nol dan masih ada rasa “kemampuan” maka pelajaran ini tidak akan bisa tersampaikan.
  3. Dan yang menjadi pelajaran bagi guru itu sendiri adalah bahwa , Guru tersebut diberitahu Allah bagaimana cara mengenolkan.
  4. kemudian guru diajarkan bagaimana menerapkan atau mengajarkan hal itu kepada murid dengan jalan spiritual bukan di kelas

Nampaknya ini yang menjadi solusi bagi masalah guru tentang bagaimana mendidik muridnya untuk memiliki adab dengan guru. Tidak di kelas tapi dengan sikap berspiritual yang benar bagi guru itu sendiri. Dari sini sang gurupun merasa dirinya mendapat pelajaran sangat berharga dari kegagalannya mendidik muridnya untuk beradab dengan gurunya.

sang guru sebenarnya hanya berharap karena ilmu sudah masuk ke alam pikiran murid jangan sampai mengalami konflik. sebab apa yang di sampaikan guru adalah ilmu keTuhanan kalau ini sampai konflik maka murid akan kesulitan melalui ilmu yang sudah terlanjur masuk. Kalau si murid jengkel kepada guru maka sama saja ilmu yang sudah masuk dalam alam pikiran guru tersebut akan menjadi konflik. inilah yang tidak diinginkan guru tersebut. Hanya berbeda sedikit kebencian murid meluas ke alam pikiran nya. kebencian ini seperti virus yang menyerang bangunan yang sudah berdiri. Guru hanya bisa berdoa karena semua di luar kendali dan keinginan sambil dia memperbaiki diri dan mengevaluasi diri serta selalu memohon kepada Allah agar selalu dituntun baik dirinya maupun semua murid yang pernah belajar kepada Nya.