jika corona virus tidak pernah sirna di muka bumi ….

Berita yang saya baca sore ini meberitahukan bahwa corona virus tidak akan hilang di muka bumi serta mutasi yang sangat cepat. Saya kita pendapat ini dapat memotivasi kita untuk lebih berserah diri kepada Allah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah. Terutama sekali sikap kembali kepada Allah harus ada pada diri kita. Kalau tidak maka hidup kita akan diliputi rasa takut dan cemas.

kita harus selalu Sadar dan Waspada, itu saja yang perlu kita lakukan dalam menghadapi pandemi corona ini. Mungkin kita tidak begitu risau dengan virus ini, tapi coba bayangkan jika kita tinggal di amerika dimana kematian dalam setiap hari mencapai 2 ribu sampai 3 ribu, dampak stress ketakutan akan kematian dan lainnya akan menjadi masalah tersendiri. Pikiran orang orang yang terkena pandemi pasti akan terfikirkan jika aku kena dan saya akan mati. sikap ini ketakutan ini kalau tidak mendapatkan treatment akan menimbulkan perilaku apatis, tapi kalau kita siapa dengan kematian yaitu dengan sikap berserah diri kepada Allah maka kematian tidak begitu membebani.

Maka mari sahabat sadar Allah, kita tingkatkan sikap pasrah kita kepada Allah sejak sekarang, kita tidak tahu virus corona berakhir kapan, dan hilang dari muka bumi ini kapan. Bersiap mati bukan berarti berani mati atau mengharap mati tapi besiap mati artinya kita pasrah berserah kepada Allah , kembali kepada Allah. Kalau memang virus corona ini menjadi sebab kematian maka itu hanya jalan saja yang ALlah berikan padahal jalan kematian itu banyak.

kita kuatkan shalat kita bahwa hidup dan matiku hanya untuk Allah, kalau kita hidup ya untuk Allah, matipun ya untuk Allah. Tulisan saya ini  bukan nggaya nggaya an, atau menakut nakuti tapi tulisan ini bermaksud agar kita tambah semangat dalam menjalankan keberserahan diri kita kepada Allah. Dan kita diuntungkan dengan adanya virus corona dimana virus ini menjadi tanda bagi kita bahwa kita sebenarnya diperintahkan oleh Allah untuk banyak banyak berserah diri kepada Allah.

Tidak ada jalan lain selain kita kembali kepada Allah. vaksin belum ketemu, orang yang sudah kena virus corona sembuh ternyata tidak lantas kebal artinya bisa terkena lagi, kemudian proses penularan yang mirip benda ghoib tahu tahu tertular, mutasi virus yang menyebabkan proses penyebaran yang cepat dan segenap tanda lain seolah kita sama Allah dibuat tidak berdaya, tidak dapat mengatasi, dan itu nyata negara Amerika saja yang katanya negara adi daya, super power , tak berdaya menghadapi virus corona sampai hari ini sudah 83 ribu orang meninggal.

Mari bapak ibu sahabat sadar Allah, kita sama sama belajar berserah diri kepada Allah, dan belajar merendahkan diri baik di hadapan manusia terlebih di hadapan Allah. Kesombongan diri hanya akan berakibat kepada kemurkaan Allah kepada kita. Kita berserah dan tetap rendah diri, kita nol kan ego kita.

sedih tidak diberi amanah Allah

sewaktu saya ngaji dengan ust Muhammad, Beliau pernah cerita dan di sampaikan lebih dari sekali, bahwa ada ulama yang merasa sedih karena Allah tidak memberikan masalah kepada ulama tersebut. Baru sekarang saya faham akan cerita dari Beliau tersebut. Bahwa  jika kita tidak mendapatkan amanah dari Allah maka berarti kita sudah tidak di pakai lagi sama Allah. Mestinya kita sedih karena kita tidak dipakai lagi dan tidak dipercaya lagi sama Allah.

analoginya misalnya saya 4 bersaudara, tapi saya tidak pernah disuruh apapun oleh orang tua saya, yang disuruh ini dan itu hanya adik adik saya . Ada semacam kesedihan bahwa saya tidak dipercaya lagi oleh orang tua saya.

Baik amanah memang tidak perlu dicari tapi kita bisa minta kepada Allah, minta amanah. Dan kalau sudah ada amanah maka sekuat tenaga harus kita jalankan sebaik mungkin. sehingga kita dipercaya lagi oleh Allah untuk amanah amanah berikutnya yang lebih besar dan lebih berat. Semakin Allah memberikan kepercayaan kepada kita berupa amanah berarti Allah semakin cinta dengan kita.

Grand Amanah

Amanah yang dipegang Rasulillah memiliki amanah yang terbesar saya sebut dengan Grand Amanah, yaitu Umat. Amanah umat ini terdapat tanda tanda yaitu keadaan yang jahiliah atau mengalami keadaan kegelapan secara spiritual. Sedangkan perintah untuk beliau bisa bermacam yang semua mengarah kepada tanda dan amanah umat. Perintah tersebut dari mulai menjalankan laku diam di gua hira, menyampaikan wahyu yang turun, hingga perang semua dalam rangka mewujudkan atau menjalankan amanah umat.

kehidupan Rasulullah menempati lapis kedua setelah umat, misalnya keluarga beliau, bahkan diri beliau sendiri.

Grand Amanah inilah yang menjadi frame dalam kehidupan Rasulullah, dan menjadi sumber motivasi utama dalam kehidupan Rasulullah.

Setiap bulan ramadhan itikaf itikaf Rasulullah membawa amanah umat untuk diajukan proposal kepada Allah, dimohonkan petunjuk dan pertolongan Allah.

dan Beliau telah berhasil menjalankan amanah ini dengan sangat sempurna, terbukti islam terbawa sampai sekarang, islam tetap terjaga keaslian kitab sucinya, dan ajarannya yang sangat tinggi, terutama ajaran spiritualnya sangat tinggi lebih tinggi dari agama lain.

Kita sebagai umat Rasulullah meniru bagaimana Rasulullah menjalankan grand amanah, kita harus punya grand amanah ini. Contohnya adalah adanya umat yang masih banyak belum sadar Allah. Ini bisa menjadi grand amanah dan kita ajukan proposal nya ke Allah untuk dimintakan petunjuk dan pertolongan Allah. itikaf itikaf kita di bulan ramadhan kita bawa proposal ini kepada Allah sehingga Allah menurunkan petunjuknya dan pertolonganNya.