Sambutlah Amanah yang Diberikan Allah dengan Suka Cita

Amanah Allah adalah untuk kita, sehingga pemberian amanah Allah harus kita sambut dengan suka cita. Penyambutan amanah dengan suka cita ini akan menimbulkan gairah dalam menjalankan amanah tersebut. Amanah yang diberikan Allah kepada kita adalah untuk meningkatkan derajat kita di sisi Allah dan di depan manusia. Contohlah misalnya kita diberi amanah sekolah SD kemudian SMP dan selanjutnya SMA setiap amanah tersebut akan membawa peningkatan derajat kita disisi Allah dan di depan manusia. Ketika kita masuk SD kita harus sambut dengan bahagia, kemudian masu SMP kita sambut dengan bahagia juga. Orang yang diberikan amanah Allah dengan sekolah harusnya bahagia karena diberi kesempatan oleh Allah untuk bersekekolah, banding kan dengan orang yang tidak diberi amanah, atau tidak diberikan kesempatan untuk bersekolah.

Sambutlah amanah Allah apapun itu amanah yang Allah berikan. kita bahagia menerima Amanh maka Allahpun Redha dengan kebahgiaan kita dan amanah amanah yang kita emban akan dimudahkan Allah. Dimudahkan untuk menyelesaikan.

 

Kalau Sudah Amanah ya Santai Santai Saja

Amanah itu adalah perintah Allah, kalau sudah menjalankan ya santai santai saja. tidak bisa santai itu kalau belum menjalankan amanah. Para aulia kekasih Allah, beliau merasa tidak takut dan khawatir karena sudah menjalankan amanah, berarti para kekasih Allah itu santai santai saja. Orang yang santai santai saja pasti tidak ada rasa takut dan khawatir.

Kalau kita mau sampai pada tingkat wali atau kekasih Allah maka syaratnya harus santai santai saja, untuk bisa 3S atau santai santai saja harus sudah menjalankan amanah Allah.

jaminan besar jika kita sudah menjadi kekasihnya Allah, misalnya jaminan dunia dan akhirat, kedua jaminan keselamatan dan kemenangan sebab siapapun yang memusuhi kekasih Allah maka Allah sendiri yang akan menghadapi orang yang memusuhi tersebut. Kalau bahasa kita orang yang sudah menjalankan amanah orang nya “malati” yaitu orang yang bisa membuat orang lain kualat jika kurang ajar terhadapnya.

Jaminan masalah selesai dan rejeki yang tidak di sangka sangka. adanya jaminan ini adalah jaminan yang banyak di cari orang. Dan jaminan ini mudah di dapat syaratnya hanya 2 jalankan amanah dan santai santai saja.

Merencanakan hidup setelah shalat subuh

Merencanakan hidup adalah perintah Allah

Surat Ali ‘Imran Ayat 54

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

Wa makarụ wa makarallāh, wallāhu khairul-mākirīn

Perintah membuat rencana dalam hidup sangat jelas tertulis dari ayat diatas. Allah memerintahkan apa yang harus kita lakukan, dan Allah akan melakukan apa yang Allah kehendaki. jadi Allah tidak harus menuruti rencana kita, tapi perintah untuk membuat rencana itu harus kita lakukan. Kita tidak mengurusi apa yang akan Allah lakukan tapi kita hanya menjalankan apa yang Allah perintahkan. Seringkali kita ngurusi Allah padahal kita tidak punya hak apapun untuk memaksa Allah agar memwujudkan apa yang kita rencanakan, namun tugas kita hanya Allah menuruti apa yang Allah perintahkan. Seperti ali imran 54 bahwa Allah merintahkan kita membuat rencana, namun Allah akan menentukannya atau rencana Allah yang akan jalan. Itu artinya bahwa kita diperintah untuk membuat rencana dan tidak perlu ngurusi apa yang Allah akan perbuat. Bisa jadi rencana kita sesuai rencana Allah bisa jadi rencana kita tidak sesuai dengan rencana Allah, dan itu semua bukan urusan kita, itu adalah urusan Allah sendiri, yang penting bagi kita adalah mentaati apa yang Allah perintahkan kepada kita.

dengan dasar ali imran 54 , maka mari saya mengajak sahabat semua untuk membuat rencana hidup , rencana paling dekat adalah apa yang akan kita lakukan pada hari ini, dan itu dapat kita lakukan selepas shalat subuh. setelah shalat subuh silahkan buka laptop atau Handphone , kemudian buka akun gmail kemudian buka calender. disitu kita buat rencana rencana untuk hari ini , minggu ini bulan ini atau tahun ini atau kedepannya. silahkan tulis semua rencana rencana secara detil dan mendetil.

Rencana ini kita lakukan sebisanya, karena sekali lagi bahwa prinsipnya adalah rencana Allah yang akan berjalan, jadi ketika pada saat eksekusi rencana maka sangat tergantung dengan keadaaan, bisa jadi rencana terakhir dikerjakan di awal, atau yang tidak direncanakan bisa kita kerjakan, dan seterusnya mengikuti apa yang berlaku pada saat eksekusi.

kita membuat rencana merupakan bagian dari rencana Allah juga, jadi Allah membuat rencana untuk kita membuat rencana. Rencana itu kita jalankan dan sangat tergantung dari kehendak Allah atau rencana Allah. jangan memaksa karena surat ali imran 54 menyebutkan bahwa rencana Allah yang akan berjalan. dan itu tidak bisa dilanggar….

buat rencana dan jalankan secara fleksibel maka hidup kita akan berubah , buktikan (aplikasi surat ali imran 54)

Menjalankan amanah dengan kesadaran tinggi

Menjalankan amanah dengan kesadaran tinggi akan menghasilkan solusi yang tidak terpikirkan baik oleh diri kita atau bahkan juga orang lain. Menjalankan amanah perlu adanya  suatu kesadaran yang dapat memperluas cakrawala dalam berpikir. Semakin luas kesadarannya maka akan semakin luas cakrawala dalam berpikir untuk menyelesaikan masalah. Semacam radar yang dapat menjangkau lebih luas daerah yang bisa dideteksi. Penemuan penemuan seorang ahli dalam bidangnya, dasar penemuan yang tidak disadarinya di awal sebelum penemuan itu ditemukan adalah kesadaran yang meluas. setelah kesadaran meluas maka nampaklah hal hal yang ditemukan dan setelah itu dibuat metode ilmiah untuk membuktikan penemuannya. Hingga kemudian dapat diketahui publik dan dapat di manfaatkan secara umum.

Menjalankan amanah dengan kesadaran tinggi akan mempersingkat waktu dalam proses penyelesaiannya. karena tidak berpikir parsial tapi dapat berpikir secara gestalt atau menyeluruh. kemampuan berpikir menyeluruh ini karena adanya kesadaran yang meluas.

cara untuk meluaskan kesadaran adalaha dengan mengarahkan kesadaran menuju kepada Allah yang tidak serupa dengan apapun, atau diarahkan kepada Alla yang maha luas tak terbatas. Dengan mengarahkan kesadaran ke sini maka otomatis kesadaran kita meluas dan cara berpikir kita akan meluas juga sehingga dapat kita gunakan untuk menyelesaikan amanah amanah yang sedang kita jalankan.

Penyelesaian amanah atau masalah sebenarnya simple dan sederhana namun karena kesadaran yang sempit maka masalah itu nampak besar dan amanah nampak berat.

sempit atau luasnya kesadaran itu juga mempengaruhi emosi, dan emosi ini sangat berkaitan dengan motivasi. Orang menjalankan amanah atau menyelesaikan masalah sangat dipengaruhi oleh motivasi jika motivasinya besar maka akan dapat mengerjakan tugas tersebut dengan cepat dan tidak mudah lelah, serta dapat menemukan ide ide kreatif, tapi jika tidak termotivasi atau motivasinya kecil maka amanah juga tidak akan dapat terselesaikan dengan cepat.

baik cara praktis untuk meluaskan kesadaran adalah dengan nafas. nafas masuk atau ketika kita menyedut nafas kita luaskan kesadaran kita , ketika nafas keluar kita nikmati kesadaran luas tersebut, kemudian begitu berulang, hingga benar benar kesadaran kita berada ditempat yang luas.

Amalan ini akan sangat membantu saudara untuk dapat menylesaikan masalah dan menjalankan amanah Allah, agar selalu mendapatkan tuntunan Allah dan jalan keluar yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Tidak berdaya dengan diri sendiri

Allah memberikan keadaan “tidak berdaya dengan diri sendiri” agar kita faham tentang kekuasaan Allah yang maha mutlak. Kitapun sebenarnya tidak kuat dengan diri kita sendiri. Orang strooke tidak bisa menggerakkan anggota tubuhnya, padahal dia sadar atas tangan dan anggota tubuhnya tersebut, tapi ketika Allah memberikan ketidakmampuan maka usaha sebesar apapun tetap tidak akan tidak bisa menggerakkan tangan. Kenyataan ini harusnya menyadarkan kita tentang “kita sendiri tidak mampu dengan kekuatan yang kita anggap sebagai milik kita”, sehingga kita lebih sadar dengan kekuasaan mutlak Allah.

Dengan kenyataan ini anda akan saya ajak untuk berada pada keadaan ketidakmampuan. Kita akan mencoba menelaah amanah amanah hidup kita yang pelaksanaannya diluar kemampuan kita, artinya kita memang benar benar tidak mampu. jadi anda harus menentukan amanah yang berat yang anda sendiri secara akal dan secara keadaan lainnya tidak akan tetlaksana, tapi ingatnya koridornya adalah amanah bukan selain amanah. amanah adalah titipan Allah yang diberikan kepada kita untuk kita jalankan amanah itu,

Misalnya anda seorang buruh pabrik, anda masih punya anak kecil kecil, yang memerlukan biaya sekolah dan lainnya. taruhlah misalnya anda mampu untuk menyekolahkan di sekolah dasar anda masih mampu, smp anda mulai ada rasa khawatir, kemudian di SMA kekhawatiran dan untuk menguliahkan anak anda sudah merasa tidak mungkin dan tidak akan dapat. Nah disinilah pada batas diatas ketidak mampuan ini kita akan gunakan kesadaran “pertolngan Allah” kita pelajari dan kita gunakan. caranya sebagai berikut :

1. sadari bahwa kita tidak mampu

2. jangan menggunakan prasangka apapun tentang jalannya, misalnya beasiswa atau lainnya. keluar dari prasangka dan alihkan kepada pertolongan Allah

3. berdoa memohon pertolongan Allah

4. menjalankan perintah Allah terutama yang mengarah kepada penyelesaian amanah tersebut.

Belajar Untuk mendapatkan Solusi Ghoib (at thalaq 2 dan 3)

Setiap masalah atau setiap amanah yang pelik, pasti kita mengharapkan adanya solusi yang cepat dan mudah. kalau kita melihat ayat 2 dan 3 pada surat ath thalaq,maka kita akan dapat jawaban yang pasti. Pada ayat tersebut kita akan dibawa kepada cara berpikir ghoib, atau dibawa cara berpikir yang sesuai dengan nalar yang kita miliki saat ini. Nah karena solusinya tidak sesuai dengan nalar yang kita miliki saat ini maka yang paling penting adalah bagaimana kita dapat berikir di luar nalar kita. Nalar disini artinya yang tidak kita sangka sangka. Jadi kita keluar dari apa yang kita sangka sangka.

yang kita sangka sangka ternyata memiliki banyak keterbatasan makanya kita harus keluar dari hal ini. Hal ini berbeda dengan apa yang kita lakukan, kalau yang kita lakukan ya apa yang seharusnya kita lakukan tapi apa yang menjadi solusi atau pemecahannya harus kita naikkan pada level di atasnya prasangka kita. Contohlah misalnya kita dihadapkan pada pekerjaan yang di target waktu harus selesai, ya kerjakan saja sesuai dengan apa yang seharusnya diselesaikan namun untuk solusi harus keluar dari apa yang kita sangkakan. jadi melakukan tanpa berpikir solusi, tapi dengan caatan melakukan yang terbaik (the best), pikiran kita bawa pada keadaan di luar logika yang ada.

Ketika sudah menjalankan dan dapat ilham maka selenjutnya adalah menjalankan ilham tersbut, nah ilham itu lah yang saya maksud di luar nalar logika. jadi pikiran kita menangkap ilham dengan tidak berprasangka dan perbutan kita menjalankan apa yang seharusnya dijalankan, dengan perpadauan antara tidak berprasangka dan menjalankan maka akan terjadi solusi yang ghoib dimana secara tidak kita sangka dan duga masalah atau amanah itu selesai dengan baik.

 

Cara mendapatkan Bimbingan Allah untuk mengatasi kesulitan hidup

Hidup pasti akan dihadapkan dengan kesulitan hidup, baik itu kesulitan karena sedang ada masalah atau karena sedang menjalankan amanah Allah. Kesulitan ini pasti diatas kemampuan kita saat ini, maka namanya sulit, kalau kita bisa namanya bukan sulit tapi mudah. Kenapa setiap ada masalah dan amanah selalu dihadapakan dalam keadaan sulit? agar kita meningkat derajat kita. karena sulit itu pasti diatas kemampuan kita maka tentunya kita harus menggunakan kemampuan di atasnya kita yaitu kemampuan ghoib yang membimbing kita yaitu Allah SWT. Mendapatkan bimbingan Allah ini sangatlah penting agar kesulitan hidup dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat. untuk ada beberapa tips yang akan saya uraikan secara singkat disini.

  1. Selalu sadar Allah dan lurus ke Allah, sesulit apapun masalah kita harus punya pegangan yang tidak boleh dilepas, karena ini menjadi modal utama kita untuk dapat menyelesaikan dengan arah yang jelas. KEjelasan arah ini akan membuat penyelesaikan masalah atau amanah bisa terfokus sehingga mempersingkat waktu penyelesaiannya.
  2. Relaks dan santai (3S santai santai saja), jalankan semua masalah dan amanah dengan sikap yang benar yaitu dengan santai santai saja, dengan terus menjalankan amanah itu dengan sikap santai maka akan memudahkan kita menangkap ilham yang Allah berikan
  3. Selalu memhohon bimbingan Allah dalam menyelesaikan masalah atau amanah. Artinya kondisi On harus kita gunakan. Kondisi On ini adalah kondisi dimana diri kita selalu siap dan selalu waspada dengan apa yang Allah ilhamkan.
  4. yagn terakhir adalah selalu samikna wa athona atau just do it, Dengan just do it ini akan memudahkan kita untuk menerima ilham berikutnya karena aktivitas kita adalah aktivitas fisik, dengan selalu bergerak maka pikiran akan pasif dan hanya menerima ilham dari Allah tidak melalui berpikir.

nah demikian 4 tips bagaimana mendapatkan bimbingan dari Allah untuk mengatasi kesulitan hidup , mungkin bahasa saya sulit dimengerti, tidak apa jalankan saja apa apa yang anda mengerti dari tulisan saya dari 1 sampai 4, nanti akan faham dengan apa yang saya maksud secara keseluruhan.

Mahalnya sekolah tidak menjadi ukuran : prediksi sekolah negeri pada tutup “SWASTANISASI SEKOLAH NEGERI”

Pendidikan adalah hal terpenting bagi orang tua, meski tidak bagi anak,  ya karena anak belum paham tentang hal ini. Saking entingnya pendidikan untuk anak, orang tua berani mengeluarkan biaya besar untuk yang satu ini, bahkan sebagian besar orang tua berpedoman bahwa orang tua kerja siang malam hanya untuk anak, hanya untuk pendidikan anak.

Gratisnya sekolah negeri ternyata membuat orang tua semakin tidak percaya dengan pendidikan di sekolah negeri. Pemahaman yang gratis pasti tidak bermutu masih sangat melekat dan susah untuk dihilangkan. sehingga menggratiskan sekolah sama saja membunuh sekolah itu sendiri.

Kita lihat saja fenomena di indonesia di manapun, perkembangan dan pertumbuhan sekolah swasta meningkat dan mendapatkan minat yang tinggi di kalangan orang tua murid.

Gaji guru yang tinggi dengan model sertifikasi ternyata juga tidak mampu mendongkrak kualitas negeri untuk dapat bersaing dengan swasta. Mungkin ini disebabkan guru guru yang sudah tua, yang sangat lambat mengikuti perkembangan teknologi dan mengikuti perkembangan psikologis anak.

di tambah dengan sistem zonasi yang babat habis sekolah favourit negeri maka semakin terpuruklah sekolah sekolah negeri.

isu isu akhlak juga menjadi ketakutan orang tua untuk mensekolahkan anaknya di sekolah negeri. Remaja bebas, pergaulan kurang terkontrol menjadi momok tersendiri bagi orangtua yang akan menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Hal ini tentunya tidak terlepas dari pengalaman masa lalu orang tuanya, dimana memang sekolah negeri pendidikan agama sangat minim dan ahlak di nomorkan sekian. Meski untuk saat ini sekolah negeri tidak sepenuhnya sama seperti yang ia perkirakan.

singkat cerita, jika sekolah negeri tidak ada perubahan mindset pendidikan maka bisa diprediksi mereka akan tutup, trend sekolah dasar di beberapa tempat sudah banyak tutup dilain pihak sekolah swasta menjamur……

selama guru negeri tidak memindset amanah anak didiknya, dengan terus berpikir bahwa mendidik adalah mencari uang dan uang, maka tidak perlu saya doakan sekolah negeri akan kurang diminat dan akan tutup bahkan akan dibeli swasta. tidak menutup keumgkinan sekolah negeri berpindah ke swasta. ya swastanisasi sekolah negeri

Tetap lurus ke Allah dan tidak menyombongkan diri

Dua pelajaran ini yang saya dapatkan ketika membuka al quran secara acak. Allah memerintahkan kepada saya untuk dua hal ini, yaitu tidak berpaling dari Allah yang kedua adalah tidak menyombongkan diri. Ada satu hikmah lagi yaitu dengan melakukan kedua hal ini maka kebenaran Allah akan terlihat dengan jelas, dan kebenaran itu harus dilanjutkan dengan tindakan dan perbuatan. Kemudian saya melihat ke dalam diri, tentang kebenaran yang terlihat ketika tetap lurus ke Allah dan tidak menyombongkan diri, bahwa kebenaran itu akan terlihat sangat nyata jadi akan lebih mudah untuk menyelesaikan masalah.

Kesombongan diri ini bermakna bahwa setelah kita lurus ke Allah kita harus turun kebawah sampai titik nol , benar benar nol di hadapan Allah. Keadaan nol ini kemudian kita sertai dengan berserah diri kepada Allah. Jadi ketika sudah mengenolkan diri kemudian berserah kepada Allah, dari situ akan nampak kebenaran dan terakhir adalah menjalankan apa apa yang harus dijalankan.

Menajalankan Amanah Tanpa Daya Upaya

Kita sudah faham bahwa kekuatan hanya milik Allah, tapi kenapa dalam menjalankan amanah misalnya dalam bekerja dalam mencapai keinginan kita masih merasa menggunakan daya atau kekuatan kita yang kita sebut dengan kata “usaha” atau “berusaha”. Kat berusaha berarti ada daya yang kita keluarkan untuk mencapai keinginan kita.Manusia sebenarnya tidak punya daya dan upaya, artinya tidak diberikan suatu kemampuan untuk usaha, atau berusaha. Pada Tulisan kali ini kita akan membicarakan sedikit atau sekilas saja tentang menjalankan amanah tanpa daya upaya.

Dalam menjalankan amanah sebenarnya kita tinggal jalankan saja, tanpa daya , kalau memang merencanakan ya tinggal merencanakan saja. Jadi merencanakan itu bukanlah daya dan upaya karena ya tinggal merencanakan. Merencanakan atau menjalankan suatu amanah itu sudah ada, atau sudah tersedia sehingga tidak perlu lagi pakai daya.

Kalau kita bicara daya misalnya daya merencakan atau daya menjalankan maka sebenarnya daya itupun juga sudah ada pada kita. Sesuatu yang sudah ada pada kita kenapa kita masihg mengatakan saya berusaha , dimana seolah olah kita melakukan atau merencanakan sesuatu yang belum ada, padahal seperti yang saya sebutkan diatas bahwa daya itu sudah ada.

Baik sekarang sudah jelas bahwa kita tidak ada daya dan upaya kecuali daya dan upaya dari Allah. Selanjutnya adalah langkah untuk menyadari hal ini dalam kehidupan kita terutama dalam menjalankan amanah Allah. Ketika kita bekerja atau ketika kita beperan sebagai orang tua maka seluruh daya dan upaya yang berasal dari diri kita harus kita nolkan atau harus kita hilangkan, dengan kata lain daya dan upaya kita isbatkan kepada Allah SWT, sehingga kita benar benar Nol.

Untuk mengenolkan daya ini caranya adalah dengan merendahkan diri dihadapan Allah kemudian berserah diri kepada Allah. Merendahkan diri ini benar benar kita berada pada keadaan paling rendah dan paling bawah . Setelah kita mencapai keadaan rendah ini kita menyerahkan diri kepada Allah. Menyerahkan semua daya dan upaya kepada Allah SWT. Perpaduan antara merendahkan diri dan berserah ini akan menimbulkan suatu daya yang positif yang datang dari Allah yang dapat menuntun kita untuk menyelesaikan amanah amanah yang sedang kita jalankan.