arah DNSA

kita harus bisa untuk masuk ke DN level 4, caranya adalah pahami teori dan jalankan semampunya. kemudian gunakan keadaan atau kesadaran DN level 4, untuk menjalankan amanah Allah. lakukan secara bersama antara kesadaran level 4 dengan menjalankan amanah. Hal ini seperti kita bergerak dengan kekuatan Allah. Amanah seirama dengan sadar Allah.

jadi jangan dipisah pisah antara sadar Allah dan amanah, dalam pelaksanaannya sadar Allah dan amanah adalah satu kesatuan. Sebab ketika kita menjalankan amanah kita gunakan dzikir nafas level 4, sedangkan level 4, harus segera di amalkan dalam bentuk menjalankan amanah.

Antara pencari Dunia dan Pencari Akhirat

Ada dua petani, kedua duanya sama sama mencangkul di sawah, sama menanam padi dan sama sama panen. tapi ada perbedaan antara keduanya yaitu yang satu mencari duniawi yang satunya mencari akhirat. Terus apa pebedaan keduanya sehingga bisa dikategorikan pencari dunia dan satunya pencari akhirat. Meski keduia duanya sama sama bekerja keras tapi ada perbedaannya dan jika seandainya keduanya meninggal di sambar petir di sawah maka yang satu masuk surga dan yang satu masuk neraka. nah mari kita bedakan keduanya sehingga kita bisa mengambil pelajaran dari contoh ini.

Petani yang pencari duniawi, karena dia bekerja karena mengejar panen, karena mengejar hasil panen, karena mengejar uang, mengejar rejeki , mengejar uang untuk nafkah keluarganya dan dirinya. Fokus si petani duniawi ini hanya materi. Dia pergi pagi dan pulang sore hanya untuk mengejar materi.

sedangkan petani yang mencari akhirat karena dia mendasarkan pada amanah Allah, dimana petani ini bekerja keras berangkat pagi pulang sore untuk menjalankan amanah Allah. Karena dia di amanahi Allah dengan tanah, dengan tanaman padi sehingga ia benar benar merawat tanaman itu dengan amanah yang tinggi, bahwa tanaman ini harus hidup, tanaman ini harus subur, dan dia menjaga betul tidak boleh ada yang mengganggu tanamannya dari hewan pengganggu seperti hama dan lainnya.

nah kita tahu bedanya bahwa petani duniawi bekerja keras karena duit, sedangkan petani akhirat bekerja karena mendapat amanah dari Allah.

belajar makrifat paling tinggi jika sudah menjalankan amanah, belajar tasawuf kelas tinggi jika bekerjanya karena tanggung jawab terhadap amanah yang Allah berikan kepadanya.

Berkomunikasi Kepada Allah dengan Bahasa Sadar

karena Allah hanya bisa di kenal dengan jiwa yang sadar maka bentuk komunikasi dengan Beliaupun juga menggunakan bahasa sadar. Bahasa sadar adalah bahasa tanpa kata yang menghasilkan suatu keadaan dimana komunikasi itu akan terjadi. kalau boleh di analogikan, ketika seorang ibu berkomunikasi dengan anaknya yang masih bayi. ibu paham benar dengan maksud si bayi. Jika dengan Allah maka bahasa jiwa adalah bahasa sadar dimana kita berada pada kesadaran akan ALlah yang menguasai segala sesuatu, jadi memang kesadaran kita harus berada pada kesadaran yang benar.

Bahasa jiwa menimbulkan suatu pemahaman, atau tahu tanpa melalui proses pikiran tapi melalui kesadaran

dasar komunikasi ini adalah amanah, jadi memang kita berkomunikasi kepada ALlah adalah semacam konsultasi dengan pimpinan yang memberikan kita tugas. Kita diberi tugas oleh Allah dengan amanah amanah hidup yang saat ini kita jalani. Misalnya kita diberi amanah anak maka pasti Allah menginginkan kita benar dan sukses dalam menjalankan amanah sebagai orang tua. Maka kita, dengan bahasa jiwa meminta petunjuk kepada Allah bagaimana cara mendidik anak ini agar taat kepada Allah. lha nanti Allah akan memberikan petunjuknya dengan bahasa faham, sehingga kita tahu bagaimana cara mendidik anak kita.

bahasan ini akan di perjelas saat pelatihan TOT 15 16 februari 2020 di padepokan patrap surakarta . Pastikan anda dapat  hadir. ingat Ilham yang bermuatan daya tidak akan terulang …..

 

Yang Penting Tidak Khianat dengan Amanah Dari Allah

Hasil itu nomor sekian, yang penting adalah tidak khianat dengan amanah yang Allah berikan. Misalnya kita di amanahi anak, maka yang penting bagaimana kita tetap mendidik untuk hasil bagiamana nanti itu bukan hak kita. Kadang sulitnya untuk mempertahankan amanah ya tetap harus di pertahankan amanah itu, sampai amanah itu di ambil lagi sama Allah. Misalnnya kita memiliki peliharaan burung misalnya, ya selama makan dan minum itu memerlukan perawatan kita ya tetap kita merawatnya kecuali burung itu mati, maka tidak ada lagi amanah terhadap burung tersebut. Jadi amanah yang penting tidak khianat.

Misalnya lagi dengan masalah pekerjaan yang diamanah kan kepada kita. Mungkin ada rasa bosan ada rasa tidak betah lagi bekerja di tempat itu, tapi Allah masih memberikan amanah di tempat itu untuk bekerja maka kita harus tetap berada di tempat kerja itu sampai Allah mengeluarkan kita dari pekerjaan itu. Yang penting adalah menjalankan amanah agar kita tidak di cap sebagai pengkhianat.

 

Dasarnya adalah takwa

Suatu perilaku akan menjadi efektif dan berdaya guna jika ada sinkronisasi antara keyakinan, pikiran, perasaan dan perbuatan. keyakinan sadar Allah akan membawa pikiran dan perasaan sejalan kemudian diwujudkan dalam bentuk perbuatan yaitu takwa. kita lihat sinkronisasi antara sadar Allah dan takwa, dimana sinkronisasi ini akan menimbulkan hasil yang maksimal dan memiliki daya rubah yang besar baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

sadar Allah keadaan di mana kita menyadari Allah disini dan saat ini , sedangkan takwa adalah berbuat karena ada perintah Allah disini dan saat ini. Kalau anda masih belum tahu bagaimana menangkap perintah Allah maka berarti sadar Allah anda belum terlatih dengan baik, anda harus benar benar sadar Allah dulu baru dapat memahami akan perintah Allah. memang belajar sadar Allah dan takwa ini tidak mudah, meski anda sudah sering mendengar kalimat takwa bahkan mungkin anda bosan dengan kalimat takwa ini. Takwa ini kalau di dalami melibatkan unsur keyakinan kesadaran pikiran dan perasaan untuk melakukan sesuatu.

Ketika kita makan, kita makan atas dasar perintah Allah atau atas dasar nafsu makan? nah kalimatnya mudah tapi seringkali kita tidak mengindahkan  dengan kesadaran bahwa makan itu adalah perintah Allah sebab tandanya adalah lapar, yang mana lapar ini dari perut dan tubuh kita yang merupakan amanah dari Allah. Amanah dari Allah yang merupakan jalan takwa ini harus benar benar disadari jika tidak maka tidak dikatakan takwa. Kalau makan karena perut lapar, karena ajakan teman, wisata kuliner dan lainnya maka itu tidak termasuk takwa.

Takwa menjadi dasar dalam kehidupan sehingga kita sadar betul hidup ini kita sedang diiperintah Allah apa saat ini dan disini. Ya menyadari Allah yang disini dan saat ini, ini yang paling penting sebab ini akan membawa kesadaran akan sekarang bukan kesadaran di masa lalu dan masa depan. Kita hidup ya sekarang ini bukan masa lalu dan masa depan. Kalau kita hidup disini dan saat ini maka akan mudah dalam menyadari.

kesulitan kita menyadari saat ini dan disini adalah karena kita terlalu terkenan masa lalu atau karena terlalu memikirkan masa depan. jangan berpikir masa lalu dan masa depan kalau anda mampu bawalah masa lalu dan masa depan menjadi masa sekarang. bawalah keinginan masa depan itu ke masa sekarang. maka itu akan menjadi perilaku yang riil yang tidak mengganggu pikiran. Ok .. takwa adalah disini dan saat ini.

Sebagai cara untuk menuju ke takwa, kita bisa mempertanyakan apa yang sedang kita perbuat dengan menanyakan adakah perbuatan saya ini diperintah Allah? jika jawabannya iya maka kita lakukan dengan terus menyadari apa yang sedang kita lakukan adalah perintah dari Allah. Dengan laithan kesadaran yang intens dengan dzikir nafas, dan mendasarkan perbuatan pada takwa kepada Allah maka anda akan merasakan daya perubah yang sangat besar yang mempengaruhi diri kita dan orang lain.

baik selamat mencoba untuk menyadari bahwa perbuatan kita di dasarkan pada ketakwaan dan rasakan manfaatnya.

Ketika anda menemukan Ide

Apa yang harus kita lakukan ketika kita menemukan sebuah ide, baik saya akan sharingkan langkah langkah etika kita mendapatkan ide

  1. di tulis apa adanya : ya … anda cukup menuliskan apa adanya di kertas atau di note atau di HP , untuk awal ini anda cukup menuliskan apa adanya tidak perlu tata bahasa apalagi bahasa ilmiah, cukup bahasa yang penting anda paham. Kegunaan pencatatan awal ini adalah untuk meng anchor , detil ide tersebut. Kalau kita tidak mencatat maka akan lupa. kadang selang beberapa detik saja ide tersebut akan lenyap dan kita susah untuk mengingat kembali. Selain itu pencatatan awal ini berguna untuk menyimpan “daya” semangat atau daya insight yang muncul ketika ide itu muncul. nah catatan itu seperti rak lah, yang menyimpan apa apa yang kita dapatkan.
  2. Kemudian Ide itu harus anda cari pendukungngya, misalnya al quran , atau penemuan dari ilmuwan lain, atau pendapat pendapat yang dapat mendukung kebenaran dari ide anda. Sebab ide itu baru sebatas statement, jadi orang bisa tidak percaya dengan apa yang kita idekan. Agar orang lain percaya dengan ide kita maka ide itu harus dicari pendukungnya agar orang lain percaya dengan ide ide  kita.
  3. menuliskan dalam bentuk yang mudah dicerna oleh pembaca. misalnya di awali dengan latar belakang, isi dan penutup atau kesimpulan. Urutan anda menyampaikan dalam urutan logika yang benar akan dapat menambah keyakinan pembaca untuk mengikuti pendapat atau ide tadi.
  4. kalau perlu dibuat semacam polling ini tersedia di facebook, telegram atau google. Polling ini semacam kuesioner yang diisi oleh responden atau subjek dimana hasilnya ini kita wujudkan dalam bentuk tabel sebagai tambahan uraian ide. Kalau sudah  bicara tentang statistik dari penelitian melalui polling maka ide anda tidak akan terbantahkan lagi. dan akan sangat kuat argumentasinya.

Ide kita tidak untuk kita, ide kita untuk manfaat banyak orang, itulah yang namanya balighu ani walau ayah, sampaikan kepada publik meski satu ayat, atau satu ide atau satu penemuan. Tapi dengan cara yang bil hikmah atau dengan cara yang dapat diterima oleh publik, salah satunya adalah dengan penulisan yang argumentatif .

selamat berdakwah dengan ide ide yang Allah ilhamkan

Cara memohon sesuatu yang mustahil bagi kita (surat Maryam 1-11)

Pada ayat yang pertama merupakan isyarat bahwa Allah akan menyampaikan hal yang tidak bisa dijelaskan dengan akal dan itu kekuasaan Allah yang mutlak. Ayat ayat awal di surat maryam ini menunjukkan kepada kita kisah Nabi Zakariya yang ingin punya anak dan itu tidak mungkin. Allah menunjukkan di ayat itu bagaimana cara nya . caranya ada di ayat ke 3, nah ini perlu ruangan jiwa khusus untuk dapat melakukannya. Ruangan jiwa kita harus tenang sehingga kita bisa meminta dengan lembut dan disitu Allah juga menunjukkan di ayat 4-11, Zakariya dapat berkomunikasi langsung dengan Allah. Allah menjawab apa yang di mohonkan dari Nabi Zakariya. Ini memberikan contoh kepada kita bagaimana kita pun dapat melakukan nya karena al quran adalah tuntunan hidup. Jika al quran menyebutkan cerita bagaimana nabi Zakaria dapat berkomunikasi dengan Allah maka kitapun dapat berkomunikasi dengan Nya.

Ada yang menarik di surat maryam 1 – 11 ini

  1. permohonan yang tidak mungkin (ayat 4 dan 8) sesuatu yang tidak mungkin tapi Nabi zakaria tetap memohon kepada Allah
  2. memohon dengan lembut (ayat 3), biasanya kita memohon asal mohon saja, dengan nada yang keras, bukan dengan nada yang lemah lembut.
  3. memohon dengan menunjukkan amanah di dalamnya (ayat 5dan 6) ini menarik sekali yang jarang kita tiru . ternyata ini sangat efektif. kadanng kita minta sesuatu tapi tidak tahu dimana letak amanahnya.
  4. Nabi Zakaria faham doanya terkabul, dan menariknya beliau minta tanda dari doa yang dikabulkan Allah. dan Allah memberikan tanda selama 3 hari Beliau tidak dapat berbicara. (ayat 10). ini sangat menarik, karena jarang sekali kita berdoa kemudian kita minta tanda bahwa doa kita dikabulkan atau tidak. Tanda ini tentunya akan memperjelas tentang keinginan yang kita mintakan kepada Allah. ingat juga teori (ATP, amanah tanda perintah)
  5. di ayat terakhir Nabi Zakariya pun bicara dengan bahasa isyarat, tidak dengan bicara verbal. dan menyampaikan rasa syukurnya dengan mengajak umatnya untuk bertasbih , tentu saja dengan bahasa isyarat.

pelajaran yang sangat berharga dari surat maryam 1-11 adalah kita bisa saja minta sesuatu yang tidak mungkin, namun harus faham “amanah”nya apa dari permintaan tersebut. Misalnya sudah berkeluarga tapi belum punya rumah coba pakai caranya Nabi Zakaria ini. Amanahnya tentu saja adalah keluarga yang memerlukan tempat yang nyaman untuk beribadah dan mendidik anak-anak.

 

Kesalahan ringan menjalankan amanah dan recovery nya (surat an nur 36)

amanah memerluka daya, ketika daya itu besar maka jaga dengan terus pada keadaan daya tersebut, jangan dihentikan dayanya dengan istirahat atau lainnya. biarkan daya itu habis dengan sendirinya. Ketika kita menjalankan suatu pekerjaan maka ada semacam semangat dan kecepatan dalam menyelesaikan, penuh insight dan mencerahkan, nah itu berarti amanah memiliki daya yang besar.

sekarang ini saya sedang mencari cara bagaimana jika daya itu menurun dan hampir tidak ada daya sama sekali, progres pekerjaanpun sangat minim padahal saya tahu jika ada inight pekerjaan ini tidak akan lama selesai. Saya mencoba membuka al quran terbukalah an nur ayat 36 dan saya coba untuk mengamalkan ayat 36 di surat an nur tersebut. Memang ini belum sepenuhnya berhasil tapi paling tidak saya dikenalkan dengan cahaya pencerahan. Daya pencerahan yang dimaksud adalah cahaya atau nur ini akan terus saya gali bagaimana hal ini dapat saya peroleh ketika saya memerlukan.

yang paling penting adalah how to , nya atau bagaimana untuk mendapatkannya, Allah sudah menunjukkan jalan yang sangat jelas yaitu an nur 36, yaitu ada dua cara yang pertama dalam ruangan kesadaran  kita di qurannya disebut dengan fii buyutin dimana Allah memberikan pemahaman adalah ruang kesadaran kita , kita sebut di dalamnya dengan menyebut Allah artinya kesadaran kita menyadari Allah dan bertasbih yang artinya membenarkan semua yang Allah tetapkan untuk kita atau takdirkan untuk kita. aritnya kita tidak menolak atau melawan dengan apa apa yang sudah terjadi yang sudah menjadi kehendak dan takdair Allah SWT. Sesuatu yang sudah menjadri kehendak Allah maka jangan kita lawan. Dua hal itu yang saya pahami dalam surat an nur 36.

Proses yang pertama adalah bagiamana menerima yang saat ini sedang berlaku, ini yang membuat jiwa kita grounding dengan grounding maka beban atau pembersihan pikiran dan hati, kemudian menyebut nama Allah maka jiwa kita akan tersadar dan akan terbuka cahaya cahaya Ilahi yang dapat membawa seseorang dapat menjalankan amanah.

 

Adab belajar spiritual secara on line

bagaimana ada belajar secara on line , saat ini ada banyak aplikasi untuk belajar spiritual secara on line yang di bimbing oleh pendirinya. Pendirinya karena belajarnya on line tidak menarik bayaran alias gratis. Tapi gratis ini bukan berarti spiritualnya murahan, justru dengan mengratiskan inilah bukti dari ketinggian ilmu spiritual yang diajarkan oleh si guru. Karena Guru tersebut sudah tidak menggantungkan rejekinya dari murid yang belajar kepadanya. Ada nilai spiritual yang tidak ternilai yaitu nilai keihlasan dari guru tersebut.

Namun belajar spiritual baik itu off line atau on line tetap memiliki adab yang sama baik bagi murid dan guru. Ada adab saling menghormati, adab sopan dan santun, adab sama sama mematuhi aturan yang sudah ditetapkan bersama atau oleh sepihak gurunya, murid yang belajar harus patuh.

Seringkali karena bersifat On Line murid kurang punya adab, misalnya bertanya melalui jalur pribadi tanpa memperkenalkan diri ujug ujug tanya bla bla …. seringkali tidak mengindahkan materi di kelas, dengan memposting yang bukan ajaran yang disampaikan oleh guru di dalam satu group. Jelas membandingkan ilmu guru dengan guru lain di kelas yang sudah di tetapkan bersama materinya sangatlah tidak beradab.

Bagi seorang guru yang mengajar On LIne murid di bebaskan belajar apapun di luar kelas tapi kalau di dalam kelas on line ya harus menghormati ilmu yang di sampaikan di kelas tersebut.

muridnya mau instan, baru datang, tidak mau belajar apa yang sudah di sampaikan langsung tanya dasar dasarnya. Sebaiknya sebagai murid kalau belajar lewat on line sebelum tanya pelajari dulu, materi kelas ini apa, gurunya siapa, pelajaran terdahulu apa, dan lain sebagainya sehingga dia bisa mengikuti pelajaran dan tidak ketinggalan meski dia baru masuk.

Kemudian adab keluar dari kelas. Kalau masuk saja kulo nuwun dengan gurunya dengan admin groupnya atau admin kelasnya maka kalau keluar yang ijin. tidak main keluar saja, left group tanpa adab.

Belajar On LIne menuntut murid untuk aktif belajar bukan pasif belajar, sedikir sedikit tanya gurunya, cobalah searching dulu di web mungkin pertanyaan kita sudah pernah di bahas oleh gurunya. bertanya boleh tapi usahakan murid sudah punya dasar atau sudah membaca pendapat gurunya. Kemudian kalau bertanya usahakan pertanyaannya yang dia paham maksud pertanyaan itu, bukan bertanya yang dia sendiri tidak tahu maskudnya. misalnya tanya apa bedanya wihdatul wujud dan wihdatus syuhud, sedang dia sendiri tidak tahu apa itu arti keduanya. Sebelum tanya cobalah seraching dulu arti keduanya, kemudian di analisa sendiri dulu kalau perlu tanya ke senior senior dulu baru setelah itu bertanya ke gurunya dengan modal pengetahuan yang sudah di dapat.

ok demikian kira kita kalau kita berguru spiritual di media online. semoga bermanfaat

Tingkat Kesukaran Amanah

ibarat orang main game maka semakin berhasil dengan tingkat ke lima akan naik ke tingkat ke enam dan seterusnya. Demikian pula dengan amanah, ketika berhasil dengan amanah yang mudah maka Allah akan memberikan amanah yang lebih sulit.

yang diperlukan adalah keseriusan dalam menjalankan amanah ini. Sebab semakin tinggi amanah maka semakin memerlukan konsentrasi dan kesungguhan dalam pelaksanaannya. Dan disini di butuhkan kepekaan dalam menangkap petunjuk Allah dan kecepatan dalam menjalankannya.

Model pertolongan Allah diberikan melalui tanda, bukan melalui cuma cuma atau tanpa melakukan apa apa. Pertolangan Allah itu diberikan dengan petunjuk yaitu tanda yang datang suka suka. Maka kita harus benar benar selalu siap 24 jam. Kepekaan kita juga harus terlatih untuk membacanya. Jika kita tidak sadar Allah tanda itu akan bisa bias, dan salah baca atau justru mengabaikan tanda tersebut.

HIdup ini kita seperti main catur, yang setiap langkah bisa berubah strategi dan arah, tapi kita punya suatu tujuan yang utama. Tujuan menyelesaikan amanah tapi strategi bisa berubah ubah, tergantung dari Allah berikan tanda apa.

Level atau maqom kedudukan orang disisi Allah tergantung dari bagaimana dia menjalankan amanah dari Allah. Semakin dia bisa menyelesaikan amanah yang sulit maka semakin maqom nya tinggi disisi nya. Semakin dia tidak amanah dengan apa yang Allah perintahkan maka semakin jauh dia dari Allah alias semakin rendah maqomnya disisi Allah.