Sadar Allah tapi tidak 3T dan ATP (pelajaran al ankabut ayat 38)

sadar itu akan memunculkan bashirah atau pandangan tajam dan mendalam terhadap satu hal. Namun jika hanya sadar saja tanpa disertai dengan kepatuhan terhadap Allah (tasbih) maka kesadaran itu justru mudah di belokkan oleh syetan dengan pandangan pandangan yang menyenangkan. Kesadaran itu ibarat pisau yang tajam, semakin sadar semakin tajam, bahayanya kalau pisau ini cara makainya terbalik atau digunakan untuk ketidakbaikan. Sadar harus diarahkan kepada Allah, sadar Allah, agar pisau yang tajam benar penggunaanya.

Sadar Allahpun belum cukup harus disertai dengan sikap menerima atau patuh kepada Allah, Kepatuhan ini diikuti melalui tanda tanda yang Allah berikan yaitu tanda kauniyah dan tanda kauliah.

Sadar Allah yg disertai dengan tanda kauniya akan membuahkan sebuah amal sholeh yang tepat akan mendatangkan ridho Allah yang nantinya akan kembali kepada kita artinya Allah akan memberikan kebahagiaan kepada kita.

Sadar Allah yang hanya berhenti di sadar Allah saja maka akan rawan kena tipu daya syetan, tipu daya ini kelihatan baik tapi menyesatkan. Semakin sadar tipu dayanya juga semakin halus. Untuk itu resep singkat pada tulisan ini, setelah sadar arahkan untuk menyadari Allah, setelah sadar Allah aplikasikan untuk menerima, mensyukuri dan yakin dengan pertolongan Allah, dan setelah itu jalankan amanah Allah berdasarkan tanda tanda yang Allah berikan. Dengan demikian tidak ada celah bagi syetan untuk menipu daya kita. walallhu alam bi shawab

di mana tombol sabar itu ?

mungkin kita sudah frustrasi karena sudah bertahun tahun bahkan berpuluh puluh tahun selalu saja kesabarannya jebol. Sudah berlatih , sudah ikut kajian tasawuf sampai level akhir , sudah ikutan dzikir ini dan itu, sudah mendatangi kyai habib dari ujung barat sampai timur, tapi masih saja tidak sabat ketika menghadapi suatu hal yang tidak sabar. Sampai tidak sabar lagi karena selalu gagal sabar, tidak sabar lagi karena tidak bisa mempertahankan kesabaran.

baik mungkin cara saya ini bisa menjadi solusi frustrasi anda karena masalah sabar ini.

saya ingin menunjukkan anda dimana letak tombol sabar itu, sehingga ketika ada kejadian yang membuat tidak sabar, kita bisa pencet tombolnya dan kemudian kita sabar.

pertama , anda harus memiliki perangkat yang namanya dzikir nafas, artinya anda harus menjalankan dzikir nafas ini sesering mungkin dalam keadaan apapun. setelah anda memiliki perangkat dzikir nafas kemudian isi dengan software pasrah. Software pasrah ini anda aktifkan ketika anda mengeluarkan nafas. Nah kalau sudah aktif tombolnya maka ketika ada kejadian yang tidak menyenangkan anda tinggal pencet perangkatnya yaitu dzikir nafas dan ketika mengeluarkan nafas maka pasrah akan aktif, ketika pasrah aktif maka sabar pasti akan muncul secara otomatis.

baik silahkan miliki perangkatnya dan isi dengan softwarenya, kemudian aktifkan jika diperlukan. semoga bermanfaat

 

Apakah dekat dengan Allah menjamin kebahagiaan dunia akhirat ?

Apakah dekat Allah itu akan menjamin hidup kita lebih bahagia? menurut saya , ternyata tidak. Pernyataan saya ini mungkin mengagetkan anda, karena mungkin anggapan anda bahwa dekat dengan Allah pasti akan bahagia dan tentram. kalau saya tidak, karena dekat dengan Allah hanya awal saja, dan kita harus melakukan banyak hal agar Allah menentramkan hati kita. Yang paling dekat setelah kita dekat dengan Allah adalah menerima perbuatan Allah terhadap diri kita. Menerima perbuatan terhadap diri kita ini ya termasuk nasib kita, keadaan kita, keadaan yang kita hadapi saat ini, bahkan Allah berbuat terhadap pikiran dan perasaan kita. Jika kita dapat menerima perbuatan Allah saat ini maka awal kebahagiaan mulai kita rasakan. Minimal dengan menerima perbuatan Allah ini adalah tekanan hidup, stress akan dihilangkan Allah. Tapi jika kita dekat dengan Allah tapi tidak menerima perbuatan Allah maka kita akan selalu dibuat Allah untuk bisa menerima, ibarat paku yang masih belum rata dengan kayu maka kita akan dipukul terus menerus oleh Allah. Dan hal ini terjadi pada hampir semua jamaah dzikir nafas , setelah belajar dzikir nafas tapi belum menerima perbuatan Allah maka akan dipukul Allah agar kita mau menerima perbuatan Allah.

Menerima ini baru pertengahan perjalanan, selanjutnya adalah kita menjalankan perintah Allah yaitu melalu amanah amanah yang kita emban. Jika kita tidak bergerak untuk menjalankan amanah maka kehidupan kita akan kesusahan, kesulitan, keterbasan bahkan akan kekurangan. meski sudah menerima dengan segalah kesulitan. Kita tidak ingin tentunya  hidup penuh dengan kekurangan dan kesulitan. kita ingin Allah berikan rejeki dari arah yang tidak di sangka sangka. Maka untuk selanjutnya adalah kita harus menjalankan amanah dengan sungguh sungguh dengan konsep melayani. ya.. melayani objek amanah, misalnya kita pedagang maka kita melayani pembeli, kalau kita guru maka kita melayani murid, kalau kita dokter maka kita melayani orang yang sakit , kalau kita suami kita melayani istri, kalau kita orang tua kita melayani anak dan seterusnya dan seterusnya. Konsep melayani terhadap objek amanah ini akan membuat kita bahagia. tidak hanya bahagia di dunia tapi juga bahagia di akhirat .