bejo

Belajar Sadar Allah Secara Lengkap

Alhamdulilllah proses pengajaran sadar Allah sudah sangat lengkap, saya menamakannya dengan belajar sadar Allah A to Z. Pengajaran yang tidak hanya sebatas mengenal Alah, tidak sebatas di ibadah saja namun sudah sampai menyentuh sisi amanah duniawi. Jadi sekarang tidak ada alasan untuk tidak bekerja, tidak ada alasan untuk bermalas malasan. Pengajaran sadar Allah ternyata adalah menjadikan manusia menjadi amanah, seperti gelar Rasulullah yang Al Amin. Amanah tidak sekedarnya, tapi amanah adalah suatu perbuatan yang dilakukan dengan sungguh sungguh, ingat konsep amanah adalah kesungguhan. Belajar sadar Allah tidak lagi duduk diam di masjid dengan banyak berdzikir, tidak hanya menjalankan shalat sampai beratus ratus rekaat, tapi tidak menjalankan amanah. Ketiganya harus seimbang dan mendapatkan sesuai porsinya. satu saja amanah ini baik sebagai penyaksi,sebagia abdi atau sebagai khalifah di lewatkan maka hidup akan tidak beruntung, tidak bahagia dan akan berakhir dengan kesedihan.

berikut ini saya sampaikan bagan belajar lengkap sadar Allah, ya dari A to Z. Harapan saya dengan bagan ini kita dapat memahami untuk apa belajar sadar Allah, untuk apa belajar dzikir nafas patrap dan lainnya. Dengan mengetahui akhir dari pelajaran dzikir nafas ini kita akan lebih mantab dan akan lebih bersemangat dalam menjalankan sadar Allah.

dimulai dari belajar sadar Allah dengan dzikir nafas dan patrap, dengan dua metode ini  kita belajar bagaimana dapat menyaksikan Allah dengan mudah dan simpel serta efisien. anda tidak perlu dibawa dengan metode yagn rumit njlimet dan sulit. Cukup pelajari dzikir nafas dan anda akan mendapatkan kesadaran akan Allah (makrifat).

tahap yang kedua adalah menggunakan sadar Allah yang di dapat dari dzikir nafas ini untuk ibadah. Semua ibadah yang harus kita jalankan berlandaskan kekhusyuan, dan khusyu itu adalah yakin bertemu dengan Allah dan berserah diri kepada Allah, dan ini sudah kita dapatkan di pelajaran dzikir nafas yaitu saat keluar masuknya nafas. Semua ibadah tidak hanya shalat harus menggunakan sadar Allah.  Dari ibadah yang khusyu ini lah energi makrifat dari sadar Allah akan dapat tertata dengan benar. Sujud , Rukuk , dan lainnya akan menata energi makrifat sehingga siap digunakan untuk menjalankan Amanah.

Menjalankan amanah adalah tugas sebagai khalifah. tugas ini bukan main main, ini tugas dari Allah. jangan dikira banyak yang berhasil masih banyak yang gagal, maka saya harapkan semua jamaan sadar Allah jangan sampai menjadi bagian manusia yang gagal dalam menjalankan amanah Allah. rumus menjalankan amanah sudah kita pelajari yaitu di 3T. Yang pertama adalah merubah masalah menjadi amanah. artinya anda harus menggunakan rumus 3T123 menjadi 3T321. Tasbih tahmid dan takbir ya ini kunci yang sudah di anjurkan Rasulullah. untuk dapat menggunakan konsep 3T ini anda harus melalui tahap sebelumnya yaitu sadar Allah dan ibadah yang benar, sebab kita tidak hanya bicara teori tapi juga kekuatan atau energinya. nah energi untuk bisa menjalankan 3T itu adalah di sadar Allah. Kalau tidak ada energinya kemudian bicara 3T , maka seperti orang yang punya motor tapi tidak ada bensinnya, motor pun tidak dapat dibawa kemana mana artinya dia tidak akan dapat menjalankan 3T dengan benar.

akhir dari tujuan belajar sadar Allah adalah menjadi manusia yang beruntung, dan bukan menjadi orang yang sukses. Orang yang beruntung adalah orang yang hidupnya di bahagiakan Allah, dimudahkan Allah, dibantu Allah, di enak kan Allah. Jadi kita tinggal jalani saja dan semua hal akan selesai dengan mudah dan menyenangkan. Ini adalah tujuan akhir di belajar sadar Allah. Beruntung ini tidak hanya di dunia saja tapi juga di akhirat. ingat ketika kita nanti sakaratul maut maka suka suka Allah saat itu, mau menjadikan kita khusnul khatimah atau sebaliknya. pada saat itu kita akan berada pada kehendak Allah yang mutlak, ibadah tidak lagi dapat di andalkan , amal sholeh, anak sholeh, istri sholehah atau suami sholeh, tidak dapat lagi membantu kta, semua tergantung ALlah. Nah dengan  konsep sadar Allah ini kita akan dijadkan Allah menjadi orang yang beruntung. Maka dengan prtolongan Allah ini kita akan beruntung mendapatkan akhir hidup yang khusnul khatimah

baik semua hal yang berkaitan dengan konsep ini sudah saya uraikan detil dan banyak. Silahkan mana mana yang tidak paham pelajari dulu di web solospiritislam.com jadilah pembelajar yang tidak manja, jadilah pembelajar yang sungguh sungguh. jangan mudah tanya ini dan itu sebelum googling.

berikut bagan untuk memudahkah pemahaman kita

ayat grounding 3T1 al fath 29

al-fath-29

 

Kalau kita menjadi umat Rasulullah maka kita harus mencontoh para sahabat sahabat beliau. bersikap keras dengan orang kafir maksudnya bahwa orang kafir itu adalah orang yang tidak mengakui Allah sebagai Tuhannya dan tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai Rasulullah. Sifat keras yang saya maksud tidak kemudian anti pati dengan mereka, tapi bersikap keras terhadap kesalahan keyakinan mereka. Nah yang kedua adalah kasih sayang dengan sesama muslim, seakidah. Kasih sayang ini karena memang ketika sama sama ke Allah mengakui Allah sebagai Tuhannya dan Muhammad Sebagai Rasul utusanNya maka akan terjadi rasa kasih sayang yang tidak dibuat buat,muncul begitu alami dan tanpa rekayasa.

apa yang membuat mereka kasih sayang dengan sesama sahabat, yang membuat mereka saling berkasih sayang karena mereka sama sama grounding di hadapan Allah yaitu sama sama sujud dan rukuk. Sujud dan rukuk adalah perbuatan grounding. Semua sahabat melakukan gorunding ini sehingga mereka saling berkasih sayang. berbeda dengan orang kafir yang ke egoannya melonjak tinggi. Saya tertarik untuk membahas groundingnya para sahabat ini. sebab di surat al fath ayat 29 ini grounding nya para sahabat ternyata dengan sujud kepada Allah (menerima semua takdir Allah) dan rukuk (menghormati semua takdir Allah). Hasilnya dari 2 cara grounding ini akan membekas dalam kehidupan dan terpancar dalam wajah mereka. Ya orang yang menerima kehendak Allah apa adanya maka wajahnya akan bersinar bercahaya. Sebab bekas sujud terbawa dalam kehidupan sehari hari mereka.

ada dua output yang dihasilkan dari grounding ini

  1. karunia Allah (fadilah)
  2. Ridho Allah

ya itulah, hail yang diperoleh dar orang orang yang melakukan grounding dapat karunia dan dapat keridhoan. dan dua hal ini lah yang dapat memunculkan nasib bejo atau beruntung. Bagaimana tidak bejo atau tidak beruntung kalau dia mendapatkan karunia dan keridhoan Allah. Karunia Allah pemberian yang sangat spesial yang diberikan kepada hambanya. Tidak sembarang pemberian. Satu orang dengan orang yang lain akan berbeda wujud karuniaNya, dan tidak semua orang mendapat karunia Allah (fadlan). dan Alhamdulillahnya orang bejo model seperti ini dia juga mendapatkan keridhoan Allah. Kalau Allah sudah ridho pasti akan berdampak pada kebaikan. lebih membahagiakan mana punya uang diridhoi Allah dengan punya uang tapi tidak diridhoi Allah?

maka kunci dasar dari bejo  menurut surat al fath ayat 29 ini adalah kita harus sujud menerima semuat takdir Allah dan dengan rukuk yaitu menghormati semua takdir yang Allah berikan.

di lanjutan yang masih satu ayat digambarkan orang yang grounding itu seperti Tunas yang berada di tanah kemudian tunas itu dengan akarnya menumbuhkan batang dengan tegak. Perhatikan penekanan ayat tersebut bahwa sujud dan rukuk itu seperti akar yang mampu menumbuhkan batang yang kuat dan kokoh. Maka gambaran ini sangat jelas agar kita apapun keadaannya untuk menerima perbuatan Allah yang berujud takdir atau ketetapan Allah. sebab dengan menerima semua takdir ALlah inilah akan tumbuh sebuah pohon yang kokoh artinya kehdupan kita akan menjadi lebih baik.

hidup bejo diawali dengan menerima takdir Allah. Gaji 1 juta misalnya kita terima dengan ridho maka nanti akan menjadi akar, akar ini akan menjadi batang yang kuat dan kokoh dan lihat karunia Allah turun maka gaji 1 juta akan berlipat , jangan melihat pekerjaannya apa tapi lihatlah karunia dan keridhaan Allah di dalamnya. Dengan demikian nasib bejo akan selalu menghampiri kita .

kemarin sowan ibu ke solo, beliau cerita ternyata Beliau mendoakanya anak-anaknya untuk selalu bejo . Beliau tidak fokus untuk mendoakan anak anaknya kaya atau sukses atau lainnya tapi fokus beliau hanya agar anak anaknya bejo. Dan alhamdulillah nyambung dengan daya pemhabasan “bejo” yang sekarang sedang turun. Terimakasih Bu.