dzikir nafas

buka mata ketika shalat dan satukan kesadaran kiri dan kanan

Shalat dengan buka mata bagi sebagian kita mungkin akan sulit menemukan khusyu, ternyata ada satu rahasia, tentunya sudah tidak menjadi rahasia lagi, ketika mata terbuka justru seperti kesadaran itu bersatu, saya menyebutnya kesadaran kiri dan kanan (baca : bukan otak kiri dan kanan). Saya menemukan ini di dzikir nafas metode yang ke 4. Dengan mata terbuka ketika menjalankan metode ke empat. Pertama sangat susat untuk buka mata, karena ketika membuka mata, eh mata menutup lagi, di buka lagi mata menutup lagi, saya coba pelan pelan tetap menutup lagi. Akhirnya saya satukan dulu kesadaran saya dan “jleng” buka membuka sendiri. Kemudian saya pelajari bagaimana prosesnya. saya ulangi dengan kesadaran kiri  dan kanan yang terpisah, mata tetap nggak mau buka, di buka menutup lagi. Lalu saya satukan kesadaran kanan dan kiri dan “jleng” mata terbuka sendiri, dan nggak nutup.

Kemudian proses ini saya gunakan ketika shalat. Dalam keadaan shalat kesadaran saya satukan dan saya buka mata saya dan jleng mata terbuka . Disitu pikiran benarbenar berhenti kesadaran hanya satu yaitu pad keadaran shalat. Dan shalatpun berbeda dengan sebelumnya. Cara ini mungkin bagi agak sulit ya… benar sekali, jika anda belum bisa anda harus berlatih di dalam dzikir nafas. D Dzikir nafas dari mulai tahap 1 sampai 4 harus di kuasai. Kalau belum ya berjuang untuk bisa, kalau masih belum bisa ya harus istiqomah kalau masih sulit ya jangan bosan. Caranya cuma pahami metodenya dan jalankan sudah itu saja, dan anda akan membuktika apa yang saya tulis disini.

Kalau mau khusyu kuasai teknik membuka mata ini, nanti Allah akan ajarkan bagaimana mencapai keadaan khusyu dalam shalat. ok

menjadikan bahasa langit menjadi bahasa bumi

kesulitan dalam menyampaikan ilmu keTuhanan adalah mengenai bahasa. Saya terus mencoba untuk menggunakan bahasa yang mudah di fahami, dengan uraian yang sesingkat singkatnya. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Saya pun ketika belajar di awal tentang hal ini mengalami kesulitan dimana saya harus mengulang dan mengulang. Sekian lama belajar mengenai ini saya baru menemukan klik nya pada “disebalik alam semesta” bahasa qurannya adalah …yang menguasai alam semesta…, kalimat yang menguasai ini menjadi kata kunci untuk mudah dalam mengenal Allah seberapa faham dia akan dapat memahami hal ini. sayapun harus menjelaskan bahwa yang kita gunakan ketika memahami yang menguasai alam semesta adalah dengan kesadaran. jika masih alam semesta berarti masih menggunakan pikiran atau instrumen jasad.

Pada awal belajar saya sudah diajarkan bagaimana melihat disebalik pohon itu pandanglah, kemudian Pak Haji slamet Utomo pun sering mengajarkan lihatlah pohon yang dulu kecil sekarnag tumbuh menjadi besar. tapi yang namanya belum faham ya saya benarkan dan saya terima saja. Baru sekarang ternyata in merupakan kunci dalam berspiritual. Saya harapkan pembaca dan jamaah semua, memegang kunci ini  kunci untuk selalu di gunakan dalam bertauhid dan dalam berjalan menuju kepada Allah. Sejak kecilpun saya sering mendengar istilah siapa yang mengecat lombok atau cabe, yang menjadikan cabe menjadi hijau, merah dan akhirnya menguning …. istilah ini sudah sering saya dengar namun sekali lagi seperti tidak mengandungi makna apa apa.

baik kembali ke tema tulisan saya kali ini, ketika saya harus menyampaikan bahwa cara mudah memahami Allah disebalik alam semesta memang tidak semudah mengucapkannya sebab kalimat ini jika pendengar tidak menggunakan kesadarannya maka kejadiannya akan seperti saya baru faham setelah 18 tahun. Dan tentunya ini menjadi catatan bagi saya agar jangan sampai seperti saya. Kesalahan saya dulu memahami penjelasan dari guru saya adalah menggunakan pikiran, tidak menggunakan kesadaran. Nah berarti sekarang sebelum saya menjelaskan tentang hakikat dibalik alam semesta ini berarti saya harus membuat jamaah menggunakan kesadarannya untuk memahami apa yang saya sampaikan. langkah pertama adalah mengaktivasi kesadaran jamaah.

bagaimana cara mengaktivasi kesadaran jamaah? saya ajak jamaah mengenal yang mana yang sadar itu, saya ajak mereka melihat ketika tidur terus bangun maka itu namanya sadar, sadar dari tidur, pingsan kemudian sadar berarti sadar dari pingsan. Jika ini faham maka akan saya tingkatkan lagi dengan analogi angin. ketika kita melihat angin lesus maka kita akan mengatakan “ada angin” padahal secara kasat mata tak nampak anginya , yang nampak adalah debu yang berterbangan atau benda lainnya. dalam hal ini meski angin tak nampak namun kita mengatakan ada angin, berarti kita sadar angin. Kalau anak kecil yang belum sadar angin akan mengatakan “ada debu berputar”‘ dari sini kita faham tentang yang mana yang sadar dan yang mana yang menggunakan jasad atau mata. nah disini jamaah tentunya mulai faham mana yang sadar itu. sekarang akan saya tingkatkan dengan sadar Allah, yaitu mengajak jamaah untuk menyadari siapa di balik angin itu, nah ketika jawaban itu dari kesadaran yang benar maka kita akan menjawab disebalik angin adalah Allah.

setelah faham siapa di sebalik semesta ini kita bisa berlatih dengan yang lebih dalam, misalnya yang disebalik yang kita lihat, yang disebalik yang kita dengar, lebih halus lagi, diseblik yang ada dalam pikiran kita, kemudian lebih halus lagi disebalik yang ada di rasa kita, demikian terus penghilangan penghilangan yang terus menerus. maka dari sini kita akan menemukan kesejatian di dalam kesejatian, dan ini akan berlangsung terus menerus. meski sudah kosong, sudah fana ataupun sudah lenyap proses disebalik yang ada ini akan terus berlangsung. Hal ini kita lakukan sampai benar benar fungsi pikiran tidak ada lagi alias meninggal dunia. Proses inilah yang sebenarnya nanti akan membawa kepada keadaan khusnul khatima, karena proses peniadaan terus berlangsung.

baik peniadaan ini baru tahap pertama langkah selanjutnya adalah pengosongan yaitu laa haula walaa quwata ila billah. Tidak ada kekuatan, kecuali kekuatan Allah. ini bukan untuk mencari kekuatan Allah, atau menggunakan kekuatan energi ilahiah atau lainnya, disini kita benar benar mengenolkan kebisaan kita, ke mampuan kita. Kalau penghilangan ke akuan sudah di tahap pertama tadi, sekarang adalah tahap kedua yaitu penghilangan kemampuan. Proses inipun sama dengan yang pertama yaitu proses yang tidak akan berhenti dan akan berlangsung sampai kita mati. Ketika kita berhenti maka rasa kemampuan itu akan muncul. seperti yang penghilangan ego di tahap pertama ketika kita berhenti maka ego itu akan nongol. catatan bahwa muncul keakuan dan kebisaan itu sangatlah halus. Dia bisa menjelma menjadi sesuatu yang kita anggap “benar”, maka harus hati hati dan harus terus menerus untuk selalu menghilangkannya.

jika sudah faham tentang hal diatas silahkan berlanjut ke alinea berikut ini

sehingga ada dua langkah yaitu peniadaan yang ada termasuk ego, dan yang kedua adalah peniadaan kemampuan. dua langkah ini dapat kita latih melalui metode dzikir nafas. yaitu nafas masuk dan nafas keluar, dzikir Huu dan Allah. Dzikir Huu dengan nafas masuk, kita sertai dengan peniadaan semua yang ada ini. menafikan semua yang ada ini. Kalau tadi kita lihat debu maka kita tiadakan debunya, kalau kita nampak angin, kita tiadakan anginya, dan seterusnya. jika ini kita lakukan terus menerus maka kita akan loncat ke alam kesadaran yang lebih dalam. kemudian tahap kedua setelah bisa meniadakan maka kita hilangkan kekuatan kita dan kita serahkan kepada Allah. kita bisa ini dan itu, kita hilangkan sampai merasa tidak bisa apa apa, dan ini terus menerus dilakukan setiap nafas keluar. Perpaduan nafas masuk dan keluar dengan peniadaan yang nampak, dan menisbatkan Allah maka lama lama kita akan semakin dalam dan semakin faham.

baik sebatas ini silahkan untuk di pelajari dan tentunya di amalkan, karena kefahaman akan lahir dari pengamalan.

Mindfulness : alon alon waton kelakon

pelajaran mindfulness sekarang ini sedang banyak di praktekan, banyak di teliti dan banyak dituliskan. Di falsafah jawa ada juga yang mengandung mindfulenss ini yiatu alon alon waton kelakon. Alon alon waton kelako ini sering diartikan negatif yaitu orang yang lambat dan tidak bersemangat, sebenarnya tidak demikian. Dalam falsafah tersebut ketika kita menjalankan sesuatu harus dilakukan dengan pelan tidak perlu tergesa gesa. Dengan pikiran tetap dalam keadaan “NOW’ kesalahan orang melakukan sesuatu adalah tergesa gesa dengan pikiran tidak NOW tapi ke Past atau ke Future.

ketika kita menikmati apa yang kita lakukan sekarang maka kita akan merasakan bahagia terhadap apa apa yang sedang kita lakukan. Orang yang tergesa gesa cenderung tegang dan stress.

Kesalahan orang sekarang adalah berjalan sambil mendengarkan headset HP, melakukan sesuatu juga melakukan yang lain selain bersamaan, sebenarnya ketika kita melakukan sesuatu maka nikmatilah suasanaya, nikmati apa yang kita lihat, nikmati apa yang kita dengar dan rasakan. “berada pada keadaan sekarang” adalah mindfulness. Dan kita akan lebih sempurna dalam menyelesaikan suatu tugas.

ada 4 hal yang bisa kita lakukan di dalam melatih mindfulness dalam keseharian

  1. terima saja semua pikiran baik pikiran masa lalu atau ke masa depan, yang mengalir,  jangan beri komen
  2. lakukan satu hal dalam satu waktu, jangan double
  3. lakukan segala sesuatu dengan alon alon watn kelakon (do it slowly)
  4. lakukan dzikir nafas selama 30 menit diam sama sekali seperti patung

nah itu latihan mindfulness yang dapat memberikan hidup kita tambah bahagia dan bermakna.