Samakan Frekwensi dengan Mekah

Saat ini ribuan jamaah haji sedang berkumpul menjalankan ibadah di tanah suci mekah. Kita disini disunahkan untuk berpuasa. Puasa adalah cara untuk menyamakan frekwensi dengan jamaah yang sedang berada di mekah. Jamaah dengan jumlah ribuan memiliki getaran spiritual yang tinggi dan kita bisa mendapatkan dampaknya dengna menyamakan frekwensi yaitu dengan puasa. Terutama sekali puasa di bulan dzulhijah ini pada 2 hari sebelum hari raya. Puncak haji adalah keheningan yaitu wukuf di arofah kitapun sama saat wukuf diusahakan banyak berdzikir dengan menyebut nama Allah, saya sarankan dengan berdzikir nafas yaitu menyebut nama Allah dalam keluar masuknya nafas.

Anda nanti akan merasa getaran yang kuat ketika menyebut nama Allah,  Huu ketika nafas masuk dan Allah ketika nafas keluar seiring dengan frekwensi yang sedang menjalankan ibadah di mekah. Gemuruhnya dzikir nafas akan bergemuruh ke dalam dada , dan akan membuat anda merinding seluruh tubuh serta menangis. Getaran ini akan terasa sampai dalam dan membekas menambah keyakinan dan kepercayaan kita kepada Allah SWT. Menambah kuat untuk tetap lurus ke Allah, dan tambah semangat dalam menjalankan amanah amanah Allah. Sehingga kebahagiaan dunia dan akhirat akan kita raih.

Rebutan Hajar Aswad

kalau tidak percaya sialhkan dibuktikan, di sekitar hajar aswad berdiri beberapa orang yang merupakan calo untuk membantu agar bisa mencium hajar aswad. Calo tersebut menawarkan sekian real dibayar setelah nasabah berhasil mencium hajar aswad. Bisa dibayangkan bagaimada cara kerja para calo tersebut. rebut sana sini tekan sana sini dan sikut kanan sikut kiri. yah itulah sekilat fakta di tanah suci.

Banyak yang mengejar keutamaan atau bahkan banyak yang mengejar agar dikatakan “hebat” ke tanah suci bisa mencium hajar aswad, padahal tidak lain itu jasa dari para calo.

mencium hajar aswad memang sunah rasulullah… tapi kalau caranya demikian apalah cara ini juga dulu dicontohkan Rasulullah dan para sahabat?, tentu saja tidak. Saya yakin jika kakbah seramai ini pasti Rasulullah  dan para sahabat akan mempersilahkan yang lain untuk mencium hajar aswad karena tentunya beliau lebih mengutamakan akhlak dari pada fadilah.

banyak sekali fadilah fadilah di tanah suci yang pada akhirnya menjadi rebutan. fadilah yang berkaitan dengan tempat, fadilah yang berkaitan dengan waktu… bisa anda bayangkan jika di tempat yang sama dan waktu yang semua dan semuanya mengejar fadilah… apa  yang terjadi… desak desakan… dan injak injakkan… apakah pihak arab saudi tidak merencanakan dengan matang akan hal ini… silahkan tanya kepada raja saudi pasti Beliau akan menjawab sudah dipersiapkan sebaik mungkin. tapi kalau sudah semua mengejar fadilah dan tidak ada yang mengalah tentunya itu diluar kemampuan pihak Kerajaan.

suatu gambaran yang jelas jika kita terlalu mengejar fadilah terlalu mengejar keutamaan dengan nafsu dengan niat mendapatkan pahala ini dan itu kita bisa lihat apa yang terjadi. maka akhlak harus ditempatkan di tempat yang tertinggi, jangan sampai mengejar fadhilah mengabaikan akhlak yang terjadi adalah kekacauan kerusakan. semoga kita sama sama dijadikan Allah makhluk yang berakhlak bukan mahluk yang mementingkan diri sendiri… mementingkan akhiratnya sendiri… mementingkan ego nya sendiri.

suatu gambaran yang jelas jika kita terlalu mengejar