panduan halaqoh sholat khusyu

inti dari halaqoh adalah latihan sholat khusyu dengan materi tumakninah relaksasi, dzikir meditasi dan niat kesadaran. ketiga hal ini sebisa mungkin di sampaikan dan diulang ulang terus menerus baik dalam teori maupun latihannya. porsi yang digunakan dalam halaqoh untuk latihan dan teori adalah kalau latihan 70 % sedangkan teori 30 % atau kurang dari itu.
yang utama adalah bagaimana peserta dapat merasakan dalam setiap pelatihan sholat yang dilakukan. maka seorang trainer harus dapat menemukan metode yang pas bagaimana peserta dapat secara langsung mengalami ketenangan ketika sholat.
latihan latihan yang diberikan jika memungkinkan merupakan kombinasi antara tumakninah dzikir dan niat dalam satu rakaat saja, karena biasanya yang dilakukan di masjid raya fatimah satu rakaat saja dapat memakan waktu minimal satu jam.
fungsi dari seorang fasilitator adalah sebagai pemandu selama menjalankan gerakan dan bacaan sholat. dari mulai berdiri relaks, kemudian berniat, kemudian menyambugkan diri kepada allah kemudian seterusnya hingga salam.
usahakan setiap perubahan bacaan dan gerakan selalu diiringi niat, keadaan tubuh yang relaks dan ingat kepada allah selalu di jaga.
mengenai tot yang akan diadalah di wonogiri tanggal 13 januari 2008 di temapat Bapak subandi saya akan menyampaikan teknik teknik bagaimana menyampaikan melatih tumakninah, dzikir dan niat. akan saya beberkan beberapa tips tips bagaimana seseorang dapat merasakan tenangnya sholat. kemudian juga bagaimana sikap seorang trainer bagaimana bersikap kepada murid, kepada guru, dan yang paling penting adalah bagaiman bersikap kepada allah. insya allah semua itu aakan kami sampaikan dalam acara tot (training og trainer) untuk pembinan halaqoh sholat khusyu. sebenarnya TOT ini juga sangat cocok untuk para ustad yang memiliki jamaah agar dapat menyampaikan bagaimana melatih kekhusyuuan secara cepat dan singkat.
dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami ini harapan kami peserta dan para calon trainer dapat mengulang mengulang suasana tenang ketika sholat.

Training of Trainer halaqoh

meski halaqoh tidak ada yang jadi ustad tapi paling tidak ada seorang fasilitator yang dapat mengarahkan halaqoh terutama materi dan pelatihannya. ketrampilan ini mestinya dilatihkan atau minimal di tularkan dari halaqoh yang sudah lebih dulu berjalan. mungkin juga ada suatu pertemuan rutin seluruh indonesia pembina pembina halaqoh.

tiap daerah mestinya punya model sendiri sendiri yang sangat tergantung dari variabel pembina, jamaah dan situasi serta kondisi tempatnya. contoh saja di surakarta atau disolo kegiatan halaqoh di pusatkan di masjid raya fatimah setiap hari senin yang tentunya berbeda dengan jogja sepengetahuan saya jogja memiliki halaqoh yang banyak serta trainer yang banyak pula sehingga serta cakupan wilayah yang luas ditambah jumlah penduduk yang luas sehingga jumlah halaqohnya juga banyak.

training of trainer untuk pembina halaqoh lebih ditekankan bagaimana melatih jamaah untuk relaks (tumakninah), silatun (dzikir) dan melaith kesadaran. 3 pilar utama inilah yang setiap bertemu halaqoh selalu di ulang dan di ulang.

untuk materi materi tersebut seorang trainer halaqoh tentunya memiliki wawasan juga, hal ini dapat di perkaya dengan download di beberapa situs internet coba di gogling saja misalnya relaksasi religius… model relaksasi ini sangat pas untuk mengantarkan ke tumakninah.

kemudian silatun coba di cari tentang meditasi dzikir… mungkin ini juga bisa menambah wawasan seorang trainer.

tentang model model kesadaran bisa dipelajari karya karya harun yahya di blogroll saya ada situs harun yahya yang dapat di download bukunya.

yang tidak kalah penting adalah selalu melaith dan menggembleng diri. pengalaman menggembleng diri ini lah nantinya kita akan mendapatkan kekhusyuuan dan kekhusyuan ini bisa menambah kekuatan kita dalam menyampaikan materi pelatihan sholat khusyu kepada jamaah.