jadzab

24 Jurus Wali Mabuk Ilahi : Berkesadaran Luas Allahu Akbar

Allahu akbar artinya adalah Allah lebih besar, ketika kesadaran kita berada pada keadaan tanpa batas maka tidak ada lagi beban, tidak ada lgi batas tentunya. Pikiran  kita seringkali membatasi diri kita dengan berada pada kesadaran luas yang tanpa batas Allahu akbar maka pikiran kita akan lebih los lagi.

kesadaran ini sebenarnya menjadi dasar dari kesadaran ketika kita shalat, kita awali shalat kita dengan allahu akbar berarti kesadaran kita berada pada keadaan di luar batas. Dari sinilah pitu komunikasi kita dengan Allah akan terbuka. Ketika kita sudah berada pada kesadaran tanpa batas maka disitulah kita memuji dan berdoa bersujud dan bentuk komunkasi lainnya.

Dalam menjalankan amanahpun kita usahakan berada pada kesadaran ini. Keadaan ini untuk membebaskan jiwa kita dari keterbatasan pikiran. Semakin kita mendasarkan pada kesadaran kebesaran Allah, yang lebih besar dari pada apapun maka amanah itu akan semakin mudah kita jalankan dan semakin ringan.

Kesadaran ini juga akan bisa memby pass apapun sehingga hal hal yang tidak nalar bagi kita akan dapat terwujud. Sebab kesadaran ini tidak hanya sebtas pada alam semesta tapi sudah mencapai kesadaran di luar alam semesta yaitu yang menciptakan alam semesta.

keadaan kesadaran ini dapat kita latih dengan melakukan dzikir Allahu akbar namun kesadaran kita setiap kali mengucapkan Allahu akbar mengarah kepada yang lebih besar, mengucapkan Allahu akbar kesadaran kita berada di keadaan Allah yang lebih besar. begitu seterusnya kadang kita harus begitu terus sampai nanti berada pada keadaan lepas. Kadang sudah lepas pun  kalau masih bisa kita masuki dengan Allah yang lebih besar kita masuki lagi. Jadi kita terus memasuki Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar.

 

23 Jurus Wali Mabuk Ilahi : Tirakat untuk menyelesaikan amanah

Menyelesaikan amanah membutuhkan pertolongan Allah SWt  dan petunjuk Allah SWT. Utuk mendapatkan 2 hal tersebut dapat kita peroleh insya Allah dengan tirakat. Tirakat dengan menjalankan amal ibadah yang disunah kan apalagi diwajibkan. Pada bulan ramadhan kesempatan kita untuk bertirakat. Dari siang tidak makan dan minum malamnya berada di masjid beribadah shalat wiridan dan terutama sekali adalah itikaf.

menyelesaikan amanah tidak hanya mengandalkan apa yang logis, yang tidak logis pun harus kita gunakan. yang tidak logis ini dapat kita lakukan dengan tirakat. Rasulullah tirakat di gua hira dan mendapatkan wahyu al quran. Pada saat Rasulullah tirakat di temui malaikat dan petunjuk Allah. Amanah Rasulullah adalah bagaimana membawa umat yang jahiliah ini kepada masyarakat yang beriman. Kemudian beliau bertirakat di gua hira dan Allah mengabulkan.

maka kita contoh cara Rasulullah ini dengan laku tirakat. Pada saat ini kita berada di bulan ramadhan, maka kesempatan kita untuk tirakat menjalankan amanah dengan meminta bantuan Ghoib yaitu kepda Allah SWT. Bantuan ghoib ini sangat memudahkan dalam kita menyelesaikan amanah yang sedang kita jalankan. Ghoibnya ini akan nampak kalau kita jalankan terlebih dahulu tirakatnya dengan sungguh sungguh.

perlu di catat bahwa amanah dari Allah, dan Allah tidak akan tinggal diam jika amanah itu tidak bisa dijalankan asal kita minta kepada Allah. kita minta kepada Allah bahwa amanah ini wqyq terima dan siap dijalankan, tapi mohon petunjukkanya dan pertolongannya. Pasti Allah akan menurunkan bala bantuan berupa malaikat untuk menolong kita secara ghoib.

cara saya ini mencontoh apa yang sudah dialami oleh para nabi dan para sholihin. jadi sangat terpercaya dan topcer.

jadikan tirakat ini menjadi salah satu bagian dalam menjalankan amanah Allah. Amanah anak misalnya, maka sebagai orang tua kita tidak hanya memberi makan kepada dia saja tidak hanya membesarkan secara fisik saja namun juga , anak ini harus kita tirakati agar ada pertolongan ghoib yang muncul dan menolong anak kita baik menolong ketika dia dalam bahaya, atau  bisa membuat dia lebih berahlak menjadi lebih baik, kadang dia ditolong ketika menjalkan aktivitasnya sehari hari.

kita bisa menggunakan tirakat ini untuk berbagai tugas amanah yang lain. semakin banyaka bertirakat maka semakin pertolongn Allah itu akan semakin banyak dan semakin mudah kita menjalankan amanah yang kita lakukan. Amanah menjadi tidak sulit lagi, menjadi tidak masalah lagi dan kita semakin beriman dan semakin beriman karena Allah benar benar nyata pertolongannya

kesalahan kita ketika bertirakat itu adalah karena kita membawa masalah bukan amanah. Allah tidak akan membantu kalau apa yang Allah amanahkan itu dianggapnya masalah bagi kita. Maka harus kit dudukan dengan benar bahwa semua yang kita hadapai adalah amanah bukan masalah.  kemudian dengan amanah ini  kita bawa dalam bertirakat.

sebagai penutup, tirakat harus sesuai dengan ajaran nabi, tidak di sarankan tirakat di tempat tempat angker, di tempat tempat yang “diangagp” wingit karena tidak akan nyambung dengan amanah. Sebab amanah dari Allah maka cara tirakatnya harus sesuai dengan apa yang di syariatkan.

21 Jurus Wali Mabuk Ilahi : menyelesaikan amanah yang semakin komplek

Jurus ke 21 dari wali mabuk ilahi adalah jurus bagaimana menyelesaikan amanah yang semakin komplek dan semakin banyak, dengan tingkat kesulitan yang semakin meningkat pula. Tentunya apa yang harus kita lakukan adalah tetap fokus pada amanah utama, dan melakukanya dengan multitasking.

Mengerjakan tugas multitasking dengan tingkat kesulitan yang tinggi jika tidak mabuk kita akan mundur murung dan akhirnya amanah tidak akan selesai.

kita dapat melatih jurus ini dengan patrap rumi, dengan gerak rasa dan dengan dzikir nafas. caranya adalah dengan melepaskan pikiran dan berganti dengan ilham. jadi beralihlah pada ilham tidak dengan memikirkan. Kemudian jalankan dan jalankan.

sederhana  namun jurus ini akan dapat menyelesaikan amanah yang komplek dan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

selamat mencoba