jadzab

20 jurus Wali Mabuk Ilahi : Kesempatan jika pikiran sudah tidak bisa berpikir lagi

saya yakin dari kita pernah mengalami tidak bisa berpikir lagi. Misalnya ketika kita mendapat masalah yang berat sampai kadang blank, kebanyakan orang akan pergi cafe, tempat relaks atau lainnya, tapi jurus ini mengajarkan untuk justru dengan keadaan pikiran kita sudah tidak bisa berpikir lagi kesempatan untuk tidak menggunakan pikiran, terus untuk apa, ya untuk lurus ke Allah untuk ke Allah. Ternyata dengan pikiran yang sudah tidak bisa berpikir lagi bisa untuk menguji apakah kita sudah benar kesadaran kita atau belum bisa menggunakan kesadaran kita ke Allah. jika kita sudah benar menggunakan kesadaran kita ke Allah maka ketika pikiran sudah tidak bisa berpikir lagi maka kita akan mudah sekali lagi mancer atau menuju ke Allah (sadar Allah). Namun jika kita sebaliknya, semakin tidak bisa berpikir semakin tidka bisa ke Allah berarti ke Allahnya masih menggunakan pikiran belum menggunakan kesadaran.

Kalau anda tengah punya pekerjaan yang memerlukan ide dan sudah lelah sampai tidak bisa berpikir lagi maka saat itu gunakan untuk ke Allah pasrahkan semuanya sampai kita merasakan ketenangan dan ini bsa merefresh pikiran kita untuk bisa berpikir lagi. Atau justru pikiran kita fresh dan bisa menangkap ilham Allah secara lebih mudah.

Saat menulis ini pun saya sebenarnya sudah tidak bisa berpikir lagi, kemudian saya gunakan ke Allah sejenak dan lebih mudah mancernya ke Allah. dan cara ini kemudian saya tulis, idenya mengalir dala pikiran saya. Perlu diketahui bahwa saya mengetik inipun tidak berpikir tapi saya hanya mengikuti apa yang mengalir dalam pikiran saya. Dan mengalir… kemudianĀ  cepat cepat saya tulis.

Baik jadi jangan galau kalau lagi tidak bisa berpikir , justru gunakan tidak bisa berpikir itu untuk menyadari Allah maka aka lebih cepat, ke Allahnya. … ok selamat mencoba dan temukan hidup dinamis bersama DNSA di solospiritislam

19 Jurus Wali Mabuk Ilahi : Pekerjaan wali mabuk ada 2; Itikaf atau bekerja

Dua pekerjaan yang kontradiktif, yang satu diam pasif dan yang kedua adalah aktif bekerja. Malas adalah penyakit karena malas tidak diam itikaf juga tidak aktif bekerja. Coba ketika malas maka lakukan duduk diam itikaf dengan sadar Allah atau elakukan apa yang seharusnya diakukan.
Pekerjaan wali tidak menggunakan pikiran tapi mengunakan kesadaran akan perintah Allah. Kesadaran akan ilham ilham Allah yang masuk dalam pikiran dan hati. Kemudian dijalankan dan tinggal di jalankan.
Itikaf artinya kita berdiam dan tidak harus di masjid, bisa anda lakukan di rumah, di tempat kerja atau dimana saja , ya benar benar diam tidk bergerak sama sekali sambil berdzikir nafas atau hanya mancer saja ke ALlah. Dan kalau sudah ada perintah segera jalankan.
Wali mabuk, tidak boleh melanggar perintah, perintah diam malah kerja sedangkan perintah kerja malah diam.
Jurus ini sangat singkat dan mudah kita bisa melakukannya sekarang juga , jadi tinggal tunggu apalagi….

18 Jurus Wali Mabuk Ilahi : Merubah Masalah Menjadi Amanah

Pada Jurus yang sudah ke 18 ini kita akan belajar tentang bagaimana merubah mindset kehidupan kita. sebenarnya sama saja sesuatu yang masalah atau amanah, karena tinggal bagaimana mindset kita. Kita bisa menganggap sesuatu itu masalah, sesuatu bisa kita anggap sebagai amanah. Contoh misalnya sakit, sakit ini bisa menjadi masalah yaitu “sakit’ bisa jadi amanah kalau kita menganggap bahwa tubuh kita memerlukan pengobatan. Maka orang yang berimana kepada Allah sekali lagi yang “beriman” akan menganggap sesuatu itu amanah, sebab dia percaya dengan positif thinking kepada Allah bahwa Allah memberikan yang positif (amanah) bukan yang negatif (masalah).

Orang beriman akan menganggap bahwa semua adlah takdir Allah (ketentuan Allah) yang pasti kalau dari Allah positif, basic dari rukun iman yang ke enam ini menjadi dasar utama sebagai cara pandang seorang yang beriman. Orang yang beriman akan menjadi lebih bahagia dan lebih positif hidupnya. Tidak ada lagi cobaan dan ujian bagi dirinya, yang ada adalah amanah Allah yang harus ia tunaikan. ini bukanmasalah bahwa cobaan itu tidak ada , tetap ada tapi bagi yang mengaku beriman atau bagi yang tidak beriman, yang beriman tidak ada istilah ujian dan cobaan.

Maka mari kita belajar untuk merubah mindset ini. Untuk apa ya untuk kebaikan hidup kita kebaikan untuk keluarga kita. Jangan sampai mndset yang salah ini menurun ke anak cucu kita. KIta harus memutus rantai mindset yang salah ini dengan merubahnya sekarang juga yaitu merubah mindset masalah menjadi amanah.

Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak merubah dirinya sendiri, nah sebenarnya yang dimaksud dengan merubah dirinya sendiri ini adalah merubah mindset. Merubah mindset iniĀ  nanti Allah akan merubah nasib kita nasib kehidupan kita. Kalau kita sekarang kita bahagianya 10 setelah kita merubah masalah menjadi amanah maka kebahagiaan kita akan menjadi 20 atau 30 atau bahkan bisa lebih.

HIdup adalah permainan yang menipu, nah kita menjadi paham bahwa hidup ini permainan saja, kalau salah mindset kalah kita, kalau benar mindset maka menanglah kita. Dalam hal ini Allah tergantung dengan kita, kalau kita diberikan mindset yang benar maka kita akan dimenangkan Allah tapi kalau minset salah maka kita akan dikalahkan Allah. Bagi yang yang masih kesulitan merubah mindset ini maka saya sarankan untuk memohon kepada Allah agar dibeirkan mindset yang benar.

merubah mindset perlu kita niatkan, dan lakukan sejak sekarang. Dalam pelatihan mengkhusyui ramadhan salah satu materi yang akan saya bawakan adalah bagaimana dapat merubah mindset dengan cara yang mudah InsyaAllah. Terutama lagi setelah merubah mindset ini kita bisa lebih aktivasi lagi ketika menjalankan ibadah puasa. Antara ibadah bulan ramadhan dengan amanah sangat berkaitan erat. Sebab lailatul qodr itu turun karena ada amanah Allah yang ada pada diri kita. kalau kita tidak memiliki amanah Allah untuk apa Allah menurunkan lailatul qodar kepada kita. Jadi sebelum puasa kita rubah dulu mindset kita dari masalah ke amanah dan nanti kita bawa selama bulan ramadhan sebagai modal kita dalam mendapatkan lailatul qadar.