Dzat Allah itu sederhana

Mau memberikan penerangan bahwa Allah itu sederhana saja kadang berbelit belit bertele tele sehingga yang sederhana dan simple berubah menjadi sulit, bertingkat, bermaqom maqom.. , dengan berbagai istilah yang kadang membuat orang menjadi lebih sulit memahami. Allah itu sederhana Allah adalah Dzat yang tidak bisa dipikir tapi hanya bisa disadari. Ketika kita sadar Allah bahwa Allah itu ada maka kita sudah mengenalnya.

cukup anda membaca tulisan saya di paragraf satu diatas dan anda bisa menyadari Allah itu sudah cukup bahwa anda sudah mengenal. Sesederhana itukah, ya benar sangat sederhana. mungkin bisa lebih sederhana lagi dari tulisan saya diatas.

Kita harus mau pada kenyataan ini, tinggal istilah istilah yang berbelit dan menyulitkan, hilangkan hijab hijab untuk menyadari Allah yang ada dan dekat ini. jangan pedulikan diri agamanya rendah, banyak dosa, dan ilmunya sedikit, ibadah juga belum maksimal.. abaikan itu semua sekarang hadapkan wajah kita kepada Allah yang dekat dan sangat dekat ini.

berpikir sederhana saja. sehingga bisa memahami Allah yang sangat sederhana ini. istiqomah pada keadaan ini maka Allah akan semakin membuka pelajaran pelajaran baru tentang Allah sendiri dan juga tentang hidup dan kehidupan.

jika kita benar benar memhami ini maka makrifat ini lebih mudah dari pada ilmu apapun. kalau ilmu tajwid, ilmu ilmu fiqh dan lainnya maka  anda harus belajar dengan waktu yang lama. Tajwid saja bisa bertahun tahun anda belajar. apalagi usia anda sudah 40an maka tidak ada cara lain untuk menyambut kehidupan berikutnya yaitu dengan makrifat kepada Allah. Saya menawarkan metode yang sederhana yaitu dengan dzikir nafas dimana cukup dengan belajar level 1-3 maka anda sudah mendapatkan ilmu makrifat , bisa dipelajari secara otodidak, tanpa ketemu saya. anda bisa prakekan di rumah dan dimanapun ketika anda sudah mempelajari di buku, ebook atau di facebook, di whatsapp atau di blog ini tentunya,

baik demikian semoga kita dijadikan sederhana dalam memhami Allah yang sederhana ini. hanya rahmat dan hidayahNya sajalah yang dapat membukakan pintu pintu makrifat amiiin amin ya rabbal alamin.

Mimpi diajari Shalat Khusyu

Dulu ada kekhawatiran ketika tidak berguru kepada sosok Ust. ABS, takut tidak mendapat pengajaran lagi dari Beliau … ternyata salah… ketika diri saya arahkan kepada Allah, dan hanya Allah lah yang bisa mengajarkan tentang kemakrifatan, . Saya justru mendapatkan pengajaran lebih banyak. ketika saya menggantungkan pengajaran pada manusia maka yang saya dapat tidak lebih dari apa yang di dapat sosok dimana saya bergantung. tapi ketika saya gantungkan pengajaran itu dari Allah maka ternyata pengajaran Allah sangat luas dan lebih luas dari apapun. saya diajari shalat dalam tidur … dibawa kepada keadaan khusyu yang belum pernah saya alami, bahkan setelah terbangunpun keadaan khusyu itu tidak bisa saya rasakan kembali, tapi saya tahu caranya, tahu keadaannya. Terimakasih ya Allah…… Engkau ajarkan apa apa yang tidak diketahui oleh makhluk mu. …

Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [An-Nisa 4:58]

Allah Swt. berfirman, “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” [Al-‘Alaq 96:3-5]

Allah Swt. berfirman, “(Tuhan) Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al Qur’an. Dia menciptakan manusia, Mengajarnya pandai berbicara.” [Ar-Rahman 55:1-4]

Allah Swt. berfirman, “Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barang siapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya, di dalam kitab-kitab yang dimuliakan,” [Abasa 80:11-13]

Kesadaran sempurna

Kesadaran sempurna adalah kesadaran dimana setelah itu tidak ada kesadaran yang lebih tinggi lagi. Kesadaran sempurna adalah kesadaran dimana kita berada pada keaadan di luar sadar tapi kita tetap sadar. jadi menempatkan kita pada kesadaran di luar kesadaran indera, pikiran dan jasad kita. wilayah ini lebih tinggi dari pada wilayah zero atau kosong atau awang uwung.

Kesadaran di atas rasa, kesadaran di atas kesadaran pikiran. Dalam kesadaran ini aktivitas lebih banyak pada keadaan di luar pikiran dan perasaan. Orang pada kesadaran hanya diam pada wilayah kesadaran sempurna namun secara fisik baik itu pikiran dan perasaan tetap jalan.

jadi dia tidak lagi banyak berkhalwat atau beruzlah namun sudah beraktivitas secara fisik secara penuh. hanya kesadaran tinggi saja yang berjalan. seperti Rasulullah penyendiriannya hanya ketika beliau berada di gua saja dan itu hanya beberapa kali saja tidak terus menerus. Yang untuk selanjutnya beliau beraktivitas seperti biasa.

baik jadi kesadaran sempurna ini adalah kesadaran Ilahiah yang sudah masuk dalam ketiadaan ego sehingga yang ada adalah Allah, keakuannya sudah tidak ada. Aktivitas nya sudah bukan di dasarkan pada ego nya , aktivitasnya sudah di dasarkan pada kehendak Allah secara sempurna.

tonton video penejelasan saya tentang tulisa ini https://youtu.be/qbtiw1JPxFw

salah sendiri menganggap diri “orang awam”

Dekat ke Allah, itu tidak ada istilah awam dan tidak awam. Yang ada adalah mau membuka diri apa tidak. Sekarang misalnya anda di dekat Pak Presiden Jokowi tapi mata anda di tutup pakai kain hitam. Kemudian pak Jokowi berkata kepada anda .. Mas … saya ada di dekatmu sekarang…. nah masak kita mengatakan saya awam dengan Bapak presiden.. ? kan salah sendiri kenapa kita menganggap bahwa kita tidak kenal jokowi padahal kalau kita sadar bahwa Pak Presiden Jokowi ini ada di dekat kita maka kita akan menyahut dan menyambut pak Jokowi dengan suka cita. dan ini sekali lagi tidak ada hubungannya dengan awam atau tidak awam.

Demikian pula dengan Allah tidak ada mendekat kepada Allah itu atau mengenal Allah itu awam atau tidak awam. Kalau kita menganggap diri kita awam maka selamanya akan awam. Dan tidak akan terbuka pintu makrifat. Bukan salahnya Allah tapi salah kita sendiri kenapa kita menutup diri dengan mengatakan bahwa kita ini awam. Sebab jelas Allah sudah membuka Diri dengan mengatakan bahwa Beliau dekat bahkan sangat dekat dengan urat leher.

Tulisan saya mengajak anda untuk mengenal Allah dengan mudah, tapi akan menjadi sulit ketika anda mengatakan bahwa diri anda adalah awam dan susah mengenal Allah. Bicara tentang Allah SWT adalah bagaimana kita bersedia membuka hati dan pikiran dan yang paling penting adalah kesadaran kita tentang Allah itu dekat. kalau anda mau membuka diri maka Allah akan mengajarkan kepada kita step by step … semakin paham dan semakin paham. dan sekali lagi ini tidak ada hubungannya dengan awam atau tidak awam.

Bahkan juga sebaliknya jika kita merasa tahu dengan ilmu dan pikiran dan bukan dengan kesadaran maka inipun juga akan menjadi hijab. Misalnya seorang yang ahli ilmu tauhid.. yang merasa kenal dengan Allah dengan ilmu yang dimilikinya maka inipun akan menutup atau menjadi hijab. Kalimat Allah itu dekat , itu bukan menggunakan ilmu tapi menggunakan kesadaran. jadi kalau kita salah menggunakan alatnya maka apa yang kita dapatkan juga akan salah.

baiklah kalau anda mengikuti tulisan saya jangan menganggap diri anda ini orang yang awam, atau bahkan orang yang pintar … tulisan saya biasa saja. karena biasanya saya menulis bukan menggunakan pikiran tapi kesadaran, Jika anda memahami tulisan saya tidak menggunakan kesadaran tapi menggunakan pikiran pasti akan terjadi kebingungan…atau ketidak fahaman. dan kesalahan ini tentunya bukan pada saya tapi pada anda sendiri (maaf ini perlu saya sampaikan letak benar dan salahnya agar kita sama sama duduk dengan level yang sama yaitu kesadaran bukan pikiran)

Anda tidak perlu ambil pusing jika ada tulisan saya yang tidak sesuai.. .karena ini tulisan tulisan saya … tentu wajar jika dibaca oleh orang lain bila terjadi beda pendapat dan persepsi… by pass saja …. dari pada nanti anda mengolok olok saya itu malah menambah dosa anda sendiri. Jika memang cocok ya ambil jika tidak cocok ..lewat saja.

semoga kita tetap berTuhankan Allah SWT dan dijadikan saudara Se Iman. amiin ya rabbal alamin.

kampoeng sadar Allah belajar bersama tidak awam tidak ada alim... semua sama dihadapan Allah

kampoeng sadar Allah belajar bersama tidak awam tidak ada alim… semua sama dihadapan Allah

bedanya supersadar dengan bawah sadar

sangat berbeda…. seperti bedanya alam jin, syetan dan alam ketuhanan, alam berhala dan alam laisa kamitslihi syaiun. masukilah alam supra sadar jangan memasuki bawah sadar. kalau bawah sadar kita akan ketemu dengan jin, hantu hantu, syetan syetan dan lain sebagainya. islam turun untuk menghindari alam alam bawah sadar, yaitu dengan menghapus segala kemusyrikan, khurafat, berhala berhala…..

islam mengajak kita unntuk memasuki alam supra sadar yaitu kembali kepada Allah, artinya kembali ke Alam ketinggian yaitu alam supra sadar. alam ini tidak objek yang bisa di persepsi, objeknya tidak berwujud, karena Allah adalah “tidak bisa disamakan dengan sesuatu apapun”

kemenangan islam jika umatnya mau kembali ke alam supra sadar. yaitu kemenangan bersama Tuhan Allah

jurnal malam jumat 6 mar 2009

lama tidak menulis jurnal malam jumat, pelajaran malam tadi merupakan kelanjutan yang kemarin tentang hakikat diri. kalau malam jumat yang lalu kita belajar mengurai tubuh hingga mencair seperti es, sehingga ketemu aku yang luas, malam jumat kemarin belajar aku yang luas diajak tunduk kepada allah, ihlas dan pasrah sampai pada akhirnya lebur.

malam jumat tadi masih menyinggung sedikit tentang hakikat syirik dan tidak syirik. intinya adalah syirik itu ending nya bukan allah, tapi kalau beriman itu endingnya allah. jadi perbuatan fisik tidak bisa menjadi ukuran sseorang dikatakan syirik atau bukan. karena perbuatan hati (syirik) yang tahu hanyalah allah dan manusia itu sendiri.

pembicaraan juga menyinggung tentang motivasi bisnis. pak fairu alhamdulillah datang dan bercerita tentang seorang raja yang memiliki gadis. kemudian gadis itu ditawarkan ke sejumlah raja raja tetangganya.. dengan syarat melewati sungai yang panjangnya 20 meter dengan berenang. kemudian karena cantiknya putri raja maka berdatanganlah para raja untuk meminang gadis. dalam pembukaan perlombaan tersebut sang raja menceritaka bahwa disungai itu ada buaya ganas yang belum makan selama 1 bulan jadi hati hati saja, sontak keterangan raja tersebut membuat para pelamar menjadi ciut nyali… namun ada satu raja yang tiba tiba saja Byuuur masuk ke sungai dan benar saja sang pelamar tadi dikejar buaya yang 1 bulan belum diberi makan..dengan ketakutan dia berenang secepat cepatnya. dan alhamdulillah akhirnya sang pelamar berhasil berenang sampai tepi….sang rajapun heran berani sekali pelamar ini… kemudian beliaupun bertanya “apa kiatnya sampai berani masuk ke sungai dan berhasil berenang ke tepi…” sang pelamar pun menjawab dengan nafas masih terengos engos dan ketakutan masih menyelimuti “kiat apa, saya tadi masuk ke sungai di dorong dari belakang…….”

cerita ini memotivasi orang tentang “THE POWER OF KEPEPET (terdesak)” kata pak fairu. kalau orang terdesak pasti bisa. orang  bisnis pun perlu kepepet agar bisnisnya jalan.

demikian dulu jurnalnya … kalau mau diceritakan banyak lha wong ngobrol dari jam 20.50 nyampai jam 02.00, kalau berminat datang saja malam jumatan di sini…. nambah rame ..

Allah sebuah nama

kata Allah adalah sebuah nama bukan dzat allah itu sendiri, kadang kita mengarahkan diri kita kepada allah sebagai kata bukan allah sebagai dzat. seringkali kita mengarahkan diri kita pada asma ul husnanya bukan yang memiliki nama itu sendiri. inti dari kesambungan atau silatun adalah ke dzat atau Dat Allah. dat allah sesuatu yang berbeda dengan apa yang kita persepsikan, selama kita mempersepsikan dat berarti bukan dat itu sendiri namun suatu rekayasa pikiran kita.

sedikit mengulas masalah kekahawatiran kaum salaf (yang mengaku paling murni dalam memahami islam) kaum salaf ini sangat menghindari adanya arah kejiwaan yang lurus kepada dat Allah karena khawatir atau takut kalau salah. karena ketakutan yang berlebihan inilah mereka hanya mengarahkan tujuan ibadah kepada bukan dat allah namun sebatas nama itu sendiri. makanya ketika “abu sangkan” memperjuangkan Dat allah agar menjadi tujuan dalam setiap ibadah ditentang keras oleh mereka (kaum yang mangaku salaf). sehingga Abu Sangkan dikecam habis habisan bahkan dituduh sebagai ajaran yang sesat (padahal kesesatan sebenarnya ada pada mereka yang mengarahkan ibadahnya bukan kepada dat allah).

nah kita berjuang dengan sholat khusyu dan patrap tidak lain untuk meluruskan iman kita jangan sampai kita terjebak kepada “hanya sebuah nama Allah” tapi betul betul mengarahkan diri dan jiwa kita dalam setiap ibadah kepada allah yang hakiki.