makrifat

kalau belajar makrifat pasti sombong

makrifat bukanlah ilmu, tapi makrifat adalah pengajaran yang diberikan Allah SWT karena kita berjalan lurus menuju kepada Nya. Allah akan memperkenalkan diriNya kepada kita. Nah kalau makrifat dipelajari maka akibatnya akan sombong sebab dia masih menggunakan akal pikirannya. Akal pikiran ini jika tidak di dudukkan pada kedudukannya akan menjadi raja dan merasa tahu ini dan tahu itu. Pikrian dalam hal ini bukan untuk mencari dalam hal makrifat tapi untuk menerima pengajaran dari Allah SWT. Jika pikiran digunakan untuk menerima pengajaran dari Allah maka tidak akan sombong.

maka saya berulang kali dalam hal makrifat ini beberapa hal

  1. jalankan apa yang di dapat nanti akan bertambah dan bertambah pengetahuannya
  2. tinggalkan ilmu apapun ketika berjalan menuju kepada Allah, lurus saja nanti akan paham banyak hal
  3. gunakan ruh nya untuk menuju kepada Allah jangan gunakan akal pikiran

3 pilar utama dalam bermakrifat ini harus kita jalankan jika kita ingin mendapatkan pengajaran dari Allah. Jika saja masih menggunakan akal pikiran maka pengajaran Allah tidak akan masuk , dan hanya berputar seputar pikiran dan akal saja. pemahaman tidak akan berkembang karena hanya terhenti pada alam pikiran padahal dalam hal makrifat kita harus “tidak menggunakan pikiran”.

instrumen pikiran yang dari jasad tidak akan dapat menjangkau pengajaran dari Tuhan yang hanya bisa ditangkap dengan kesadaran ruh dan di terjemahkan dalam pikiran dan akal. jadi akal tidak digunakan untuk  berpikir tapi digunakan untuk menerima. 

Kebingunganku mencintai istri

ketika istri minta bukti cinta aku jadi bingung menjawabnya, waduh bagaimana ini. rasa cinta yang bergelora ketika awal berkenalan sebelum menikah dahulu kala…. kenapa tidak ada lagi… saya sendiri bertanya apa rasa cinta kepada istri saya telah menghilang … ah masak sih… aku mencoba untuk menyelami rasa cinta itu … lho kok hilang … eh kenapa ini… saya cari lagi rasa cinta itu lho kok benar benar tidak ada… tapi ada yang aneh. Kebergantungan … kebersatuan saya rasakan semakin kuat… keinginan mengajakanya ke Allah semakin kuat seolah ayo kita bersama sama ke Allah … sinkronisasi semakin besar, penerimaan terhadap segala hal tentang istri juga semakin kuat. seolah apapun kamu.. aku terima.. cie cie.. tapi suer ini benar benar…. dan saling percaya semakin besar, seolah tidak ada lagi dinding pemisah aku ya kamu, kamu ya aku… wesss mantap tenan… tapi rasa cinta seperti yang dulu aku rasakan benar benar tidak ada. Makanya kalau saya ditanya “mas tidak mencintai aku lagi… saya hanya terdiam karena memang benar benar tidak ada rasa itu lagi.

ya jujur saya menikah sudah belasan tahun… sejak pertama ketemu tidak ada istilah pacaran… awal ketemu tidak nembak.. mau tidak kamu jadi pacarku.. tapi langsung mau tidak kamu menikah dengan ku… makanya 3 bulan langsung ke resmi… awal menikah rasa cinta itu begitu bergelora… wah benar katanya seperti orang pacaran… lama lama rasa itu ya berubah seperti sekarang ini.

perjalanan cinta ini seperti ketika kita mencintai Allah , pada awalnya sangat bergelora ketika awal mendekat ke Allah maka rasa cinta begitu indah syahdu sampai berpuisi puisi membuat kalimat cinta Allah . tapi ternyata itu baru awal mencintai Allah. Tahap selanjutnya adalah kita harus fana artinya bahwa kita harus berada diatasnya rasa yaitu keadaan yang sudah tidak cinta cinta lagi . Cinta terdalam dari seorang hamba adalah kefanaan artinya bahwa aku sudah tiada yang ada adalah Allah. Inilah cinta sejati yang sudah tidak bermain dirasa rasa lagi.

sufi sufi yang masih bermain di wilayah cinta dimana masih menganggap dirinya ada dan mencintai maka berarti dia belum lebur belum fana karena masih ada keakuan yang mecintai. Ketika pada tahap berikut sang sufi sudah memfanakan diri maka rasa cinta berubah atau bahkan hilang… tapi kehambaan kepatuhan ke berserahan semakin kuat dan semakin kuat. Kehendak Allah adalah kehendaknya keinginan Allah adalah keinginannya. ya ini lah gambaran ketika cinta kita kepada ALlah masuk lebih dalam lagi sehingga yang adalah bukan cinta tapi kefanaan terhadap Ilahi.

syetan makrifat tapi akhlaknya kurang ajar

syetan sangat mengenal Allah, maka syetan makrifat kepada Allah. tapi makrifatnya tidak diiringi dengan kepatuhan kepada Allah. Ya sama saja dengan kita mengenal presiden tapi semua aturan presiden dilanggar. kalau masalah makrifat (mengenal) semua bisa saja mengenal, tapi kita tidak akan berhenti mengenal setelah mengenal harus berserah diri (tasbih) dan mengikuti semua kehendak Allah. jadi tidak sekedar makrifat harus dengan kepatuhan.

dengan kepatuhan kepada Allah seorang hamba akan semakin mengenal atau semakin makrifat. Tentunya akan sangat beda orang yang patuh kepada juragan dengan orang yang hanya mengenal juragan. orang yang patuh pasti mengenal dan orang yang mengenal belum tentu patuh. Jadi semakin patuh kepada Allah maka akan semakin mengenal atau makrifat.

kita diciptakan Allah untuk mengenalNya, cara mengenalnya cukup dengan sadar Allah, sadar Allah bisa membawa kita kepada alam makrifat, tapi tidak akan berhenti di mengenal tapi harus mengikuti kehendak Allah baik yang berupa ilham takwa maupun yang diturunkan Allah kepada Rasul yaitu quran dan hadis. dari mengikuti perintah Allah ini lah maka ahlak kita akan terdidik dan terarah kearah yang lebih baik.

jadi semakin makrifat maka akhlak kita akan semakin baik.