titik kelemahan tulisan saya

kalau anda ingin mencari kelemahan atau kekurangan tulisan saya pasti anda akan mudah menemukan karena memang saya menulis berdasarkan apa yang saya terima di pikiran dan perasaan saya. Sayapun menulis tanpa saya edit langsung saya upload begitu saja. nah sekarang terserah anda bahwa bagaimana anda bisa mengambil pelajaran dari apa yang saya tulis. saya menulis ada di frekwensi tertentu, dan ada vibrasi yang saya sebarkan dari tulisan tersebut. Secara mudah jika anda se frekwensi dengan saya maka anda akan menangkap apa yang saya maksud dan pastinya kelemahan tulisan akan anda by pass. karena saya sendiri kadang susah mencari pilihan kata yang benar dan bisa diterima banyak orang. Pernah saya memberikan tulisan saya kepada seorang editor eh tapi malah daya yang ada ditulisan jadi rusak karena tuilsan saya di edit sana sini.

baik tulisan saya memang khas dan akan digemari oleh sebagian orang saja, tidak semua orang akan merasakan nikmatnya tulisan tulisan saya. Ibarat seniman saya menyajika karya seni saya yang hanya bisa dinikmati oleh orang yang sepaham dengan karya saya.

baiklah ini sekedar yang perlu anda ketahui ketika anda membaca tulisan saya. jika di awal anda sudah tidak sreg jangan dilanjutkan membaca itu berarti frekwensi anda tidak sama dengan saya. Hentikan saja ganti saja dengan bacaan lain yang anda merasa cocok … dan jangan coba coba anda membaca lagi tulisan saya sampai anda satu frekwensi dengan saya …

 

Rasulullah pun berkorban untuk umatnya

Rasulullah mengajarkan bahwa barang siapa di akhir kalam nya menyebut asma Allah maka jaminan masuk surga ….. laa ilaha ilallah…. tapi yang menjadi pertanyaan kita mengapa Rasulullah tidak menjalankannya di akhir hayat Beliau, justru yang disebut malah umatii umatii umatii… nampaknya terjadi kontradiksi apa yang beliau ajarkan dengan apa yang beliau lakukan… ini akan menjadi pelik ketika kita hanya berpegang pada syariat bukan kepada hakikat. Orang orang syariat minded tanpa berpegang hakikat dan makrifat akan terjebak jebak disini. bahkan lebih bahaya lagi akan berpendapat bahwa Rasulullah tidak konsisten dengan ajarannya sendiri… naudzubillah …

baik saya akan membahas dari sudut hakikat… Rasulullah dalam setiap amal ibadah tidak menunjukkan ke egois annya , beliau selalu menunjukkan rahmatan lil alaminnya. Selalu saja perhatiannya pada umat dan umatnya. dan ini terwujud di akhir hayatnya beliau menunjukkan sikap yang kontradiktif dengan ajaran yang beliau sampaikan. baik dari kacamata manusia yang penuh ego pasti tidak akan mungkin keadaan sakartul maut masih memikirkan umat memikirkan orang lain, pastilah memikirkan dirinya sendiri, saya pun baru sadar bahwa inilah bukti bahwa rasulullah bersifat Ummi (menusia mulya tanpa ego).

Allah pun pasti akan memandang lain dari akhir kalimat Rasulullah ini. sebuah kalimat yang lebih tinggi dari kalimat tauhid …. (kenapa tidak laa ilaha ilallah tapi malah umatii umatii umatii). Secara derajat pastinya rasulullah di atasnya tauhid … sehingga perkataan umati umati lebih tinggi dari pada kalimat tauhid itu sendiri (sebab rasulullah sudah bertauhid secara sempurna) mestinya ini akan berbeda dengan orang yang sakaratul maut tapi menyebut anakku anaku anaku atau hartaku hartaku hartaku…. jelas ini orang nya tidak bertauhid sama sekali. sehingga kalimat umatii dan hartaku atau anakku sangat berbeda.

demikianlah pengorbanan rasulullah kepada umatnya. jika anda sudah masuk ke wilayah hakikat makrifat masihkah kita mementingkan diri sendiri dalam setiap ibadah kita… umrah tiap tahun dengan mengabaikan kesejarhteraan hidup tetangga …. masihkah kita egois dengan amal amal ibadah yang kita lakukan? selalu ingin duduk di shaf pertama dalam shalat meski sudah penuh? masihkan berebut mencium hajar aswad sampai sikut kanan dan kiri…. tentunya tidak… ketika kita sudah mengenal hakikat makrifat maka kita memilih Allah dari pada memilih surga atau pahala… kita memilih nol dari pada memilih pujian… kita memilih mendoakan dari pada membenci orang lain…

tulisan ini saya ini pastinya banyak ditentang oleh orang orang syariat minded yang tidak mengenal Allah sebagai Tuhannya. yang kalau ibadah hanya mencari pahala dan surga serta takut neraka dan menghindari dosa…. karena jalan hidup Rasulullah kadang berbeda dengan syariat yang sudah beliau tuntunkan (contohnya mengenai akhir kalam laa ilaha ilallah).

 

Bukan “aku bisa” tapi Allahlah yang membuatku jadi bisa

ini bukan permainan kata, ini adalah bahasa tauhid yang kita cerminkan dalam bentuk kalimat kalimat motivasi. saat ini banyak para motivator memberikan suatu semangat dengan mengandalkan keakuannya, bukan mengandalkan Allah. Dalam bentuk kalimat motivasi seringkali menggunakan “aku”. Misalnya aku bisa, aku yakin bisa, aku dapat dan lain sebagainya. kalimat aku bisa aku mampu ini tentunya tida sesuai dengan kaidah tauhid, dimana dalam setiap kemampuan hanya milik Allah dalam setiap kejadian Allahlah yang berkehendak  bukan aku.

maka himbauan untuk motivator muslim untuk merubah aku bisa menjadi Allah bisa, seperti bentuk bentuk afirmasi dalam doa. Ya Allah jadikanlah saya orang yang sabar, misalnya, jadi yang bisa sabar bukan kita tapi Allahlah yang bisa membuat kita sabar…

kekuatan ego dan kekuatan Allah tentunya juga memiliki dampak yang sangat berbeda.kalau kekuatan ego maka sebatas ego saja (biasanya setelah ikut pelatihan motivasi, keluar ruangan semangat menggebu gebu hilang), tapi coba kalau menggunakan kekuatan spiritual yaitu kekuatan Allah maka dampaknya akan lebih besar.

Dalam segala hal mulai sekarang mari kita letakkan kekuatan Allah di depan agar apa apa yang kita mimpikan dapat terwujud dengan mudah dan cepat. Mengandalkan Allah dalam setiap apa apa yang kita cita citakan membuat beban ringan dalam setiap penyelesaian masalah.

contoh dalam kita mengembangkan dzikir nafas maka gunakan kekuatan Allah jangan kekuatan kita. kalau kita mengajak orang untuk sadar Allah maka mintalah kepada Allah agar diberi kemudahan dalam mendakwahkan dzikir nafas. Sehingga ketika kita menggunakan kekuatan Allah ini kita akan lebih mampu bertindak sesuai dengan rencana Allah sesuai dengan kehendak Allah. bukan lagi kehendak ego kita yang sempit dan rentang terhadap pengaruh lingkungan.

kekuatan spiritual dalam menjalankan setiap tugas harus mulai kita latih sejak sekarang terutama yang sudah menjalankan dan mengamalkan dzikir nafas. dzikir nafas ini latihan ada dua yaitu duduk diam dalam berdzikir yang kedua adalah mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari, sehingga dzikir nafas ini dapat memberikan dampak yang signifikan dalam kehidupan, tentunya latihan pokoknya dalah mengandalkan Allah dalam setiap hal.

 

salah sendiri menganggap diri “orang awam”

Dekat ke Allah, itu tidak ada istilah awam dan tidak awam. Yang ada adalah mau membuka diri apa tidak. Sekarang misalnya anda di dekat Pak Presiden Jokowi tapi mata anda di tutup pakai kain hitam. Kemudian pak Jokowi berkata kepada anda .. Mas … saya ada di dekatmu sekarang…. nah masak kita mengatakan saya awam dengan Bapak presiden.. ? kan salah sendiri kenapa kita menganggap bahwa kita tidak kenal jokowi padahal kalau kita sadar bahwa Pak Presiden Jokowi ini ada di dekat kita maka kita akan menyahut dan menyambut pak Jokowi dengan suka cita. dan ini sekali lagi tidak ada hubungannya dengan awam atau tidak awam.

Demikian pula dengan Allah tidak ada mendekat kepada Allah itu atau mengenal Allah itu awam atau tidak awam. Kalau kita menganggap diri kita awam maka selamanya akan awam. Dan tidak akan terbuka pintu makrifat. Bukan salahnya Allah tapi salah kita sendiri kenapa kita menutup diri dengan mengatakan bahwa kita ini awam. Sebab jelas Allah sudah membuka Diri dengan mengatakan bahwa Beliau dekat bahkan sangat dekat dengan urat leher.

Tulisan saya mengajak anda untuk mengenal Allah dengan mudah, tapi akan menjadi sulit ketika anda mengatakan bahwa diri anda adalah awam dan susah mengenal Allah. Bicara tentang Allah SWT adalah bagaimana kita bersedia membuka hati dan pikiran dan yang paling penting adalah kesadaran kita tentang Allah itu dekat. kalau anda mau membuka diri maka Allah akan mengajarkan kepada kita step by step … semakin paham dan semakin paham. dan sekali lagi ini tidak ada hubungannya dengan awam atau tidak awam.

Bahkan juga sebaliknya jika kita merasa tahu dengan ilmu dan pikiran dan bukan dengan kesadaran maka inipun juga akan menjadi hijab. Misalnya seorang yang ahli ilmu tauhid.. yang merasa kenal dengan Allah dengan ilmu yang dimilikinya maka inipun akan menutup atau menjadi hijab. Kalimat Allah itu dekat , itu bukan menggunakan ilmu tapi menggunakan kesadaran. jadi kalau kita salah menggunakan alatnya maka apa yang kita dapatkan juga akan salah.

baiklah kalau anda mengikuti tulisan saya jangan menganggap diri anda ini orang yang awam, atau bahkan orang yang pintar … tulisan saya biasa saja. karena biasanya saya menulis bukan menggunakan pikiran tapi kesadaran, Jika anda memahami tulisan saya tidak menggunakan kesadaran tapi menggunakan pikiran pasti akan terjadi kebingungan…atau ketidak fahaman. dan kesalahan ini tentunya bukan pada saya tapi pada anda sendiri (maaf ini perlu saya sampaikan letak benar dan salahnya agar kita sama sama duduk dengan level yang sama yaitu kesadaran bukan pikiran)

Anda tidak perlu ambil pusing jika ada tulisan saya yang tidak sesuai.. .karena ini tulisan tulisan saya … tentu wajar jika dibaca oleh orang lain bila terjadi beda pendapat dan persepsi… by pass saja …. dari pada nanti anda mengolok olok saya itu malah menambah dosa anda sendiri. Jika memang cocok ya ambil jika tidak cocok ..lewat saja.

semoga kita tetap berTuhankan Allah SWT dan dijadikan saudara Se Iman. amiin ya rabbal alamin.

kampoeng sadar Allah belajar bersama tidak awam tidak ada alim... semua sama dihadapan Allah

kampoeng sadar Allah belajar bersama tidak awam tidak ada alim… semua sama dihadapan Allah

Sinkronisasi kehendak Allah dan tindakan kita

jangan berpikir yang sulit tentang sinkronisasi ini. Kita harus terbiasa dengan pikiran sederhana  ( memang saya dalam menuliskan dan ide ide saya sederhana saja) kalau dipikir njlimet, dipikir sulit akan sulit, Baik sekarang mari kita belajar tentang bagaimana mensikronkan kehendak Allah dengan dengan tindakan kita. Dalam hal ini kita jangan menggunakan pikiran dalam mengambil tindakan karena yang saya bahas adalah “tindakan kita” bukan pikiran kita. Saya sampaikan lagi bahwa yang akan saya jelaskan adalah sinkronisasi antara “kehendak Allah dengan tindakan kita’.

Tindakan kita artinya adalah perilaku kita. Perilaku kita yang berupa motorik ini berbeda dengan berpikir atau merasa. Nah kita akan mensikronisasi tindakan atau perilaku kita dengan kehendak Allah. nantinya pikiran dan hati kita akan mengikuti apa apa yang kita lakukan, dan kita akan paham tentang apa yang dikehendaki Allah dalam diri kita.

sekarang mari kita bahas tentang bagaimana cara mensikronisasikannya. yang pertama menggunakan cara :just do it” jadi apa tugas kita apa yang seharusnya kita lakukan itulah apa yang dikehendaki Allah. tentunya sebagai syarat untuk melakukan cara ini adalah pada diri kita sudah ada silatun kepada Allah SWT. atau dalam diri kita sudah ada rasa sambung kepada Allah, hal ini untuk menjaga agar kehendak yang muncul dari Allah juga.

prinsip just do it ini harus kita lakukan seirama dengan kehendak Allah yang di pancarkan dalam diri kita. pancaran ini akan hilang jika bernafsu, tidak ada kesambungan dengan Allah dan terlalu dipikir.

hambatan nya biasanya pada keinginan yang muncul pada diri kita. ya memang …dalam hal ini kadang kita bingung juga bagaimana membedakan keinginan kita dan kehendak Allah. Baik, sebenarnya dua hal ini tidak perlu dibedakan karena memang kedua keduanya keluar dari alat yang sama yaitu keinginan. cuma keinginan siapa.. ini yang perlu kita ketahui. Begini prinsipnya adalah bahwa jika kita ada kesambungan kepada Allah dan berserah sampai benar benar berserah maka jika ada ide yang muncul atau ada keinginan yang muncul itu berasal dari Allah , tapi sebaliknya jika tidak ada kesambungan kepada Allah.maka bisa dipastkan bahwa hal tersebut bukan dari Allah .

Baiklah secara simpel begini, setiap saat dalam hidup kita ini entah sekarang dulu atau nanti pasti memiliki tugas yang harus kita selesaikan, nah selesaikan tugas itu sekarang juga. iingat prinsip just do it … jalankan dan tidak banyak berpikir.

 

menjalankan apa apa yang diinginkan Allah dalam hati kita

keitka kita diingankan Allah dalam hati kita maka segera jalankan dengan santai dan relaks, tidak perlu tergesa gesa. jika kita diinginkan sesuatu maka ada aliran lembut dalam diri kita. Ikuti saja, jangan lihat kebelakang, jangan lihat diri kita cukup jalani saja dengan relaks. Tidak perlu “ngoyo” tidak perlu memaksakan diri. Misalnya kita diinginkan Allah untuk membuat sebuah rumah yang lebih baik… merenovasi rumah atau ingin membeli rumah… atau ingin hutang lunas dalam tempo yang singkat, ingin agar dapat jodoh, ingin hidup bermanfaat atau ingin Honda CRV…. atau apapun keinginan kita. cukup ikuti dayanya saja. tidak perlu berpikir terlalu keras, kalaupun berpikir biarkan pikiran ini dialiri ide ide dari Allah SWT. Terus jalani saja “ingat” bahwa menjalani apa apa yang diinginkan Allah ini dengan santai tidak dengan tergesa gesa.

kalau kita selalu mengikuti daya keinginan itu maka hidup kita akan lebih bahagia serba “berlebihan” dan kita tetap dalam keadaan qonaah dan serba bersyukur. baik selamat mejalankan apa apa yang diilhamkan Allah kepada kita semoga dimudahkan amiin

Kiat sukses dengan surat al insyiroh

 

sukses dengan surat al insyirah

 

baik kita bahas dari ayat ke ayat, yang pertama adalah Allah telah melapangkan dada kita, ayat ini adalah ayat pernyataan dari Allah. Ingat bahwa quran hanya untuk orang yang beriman maka ayat ini memberikan keharusan bagi kita untuk meyakini bahwa Allah telah membukakan dada atau melapangkan dada, keyakinan terhadap hal ini tidak mempedulikan apakah sekarang anda mengalami masalah atau tidak, kelapadnagan dada yang kita yakini akan membukakan pemikiran dan perasaan sehingga semua masalah yang sedang dihadapi akan nampak solusinya. semakin kita yakin bahwa Allah telah membukakan dada kita maka semakin Allah menunjukkan jalan terhadap masalah yang sedang kita hadapi.

ayat yang kedua : bahwa allah telah mengangkat beban kita, ini berarti juga kita harus meyakini bahwa Allah telah mengangkat apa apa yang menajdi beban hidup kita. dalam menghadapi masalah pasti kita “berpikir” bahwa kita punya beban, nah sekarang dengan tetap ada masalah kita harus berpikir bahwa Allah telah mengangkat beban tersebut. sehingga pikiran kita menjadi ringan. sama dengan ayat yang pertama bahwa semakin kita meyakini bahwa Allah telah mengambil beban hidup kita maka semakin ringan hidup kita dan semakin bahagia kita menjalani semua masalah yang sedang kita hadapi

baik ayat yang pertama dan yang kedua saya mengambil contoh “ada masalah” bagaimana jika tidak ada masalah, jika tidak ada maka kedua ayat ini dapat kita gunakan untuk melipatgandakan kesuksesan yang sudah kita dapat. pokoknya intinya adalah semakin dibukakan jalannya dan semakin  ringan apa apa yang kita hadapi maka kesuksesan akan semakin tinggi. Keadaan pikiran dan perasaan serta keyakinan ini jika kita memiliki anak buah harus ditanamkan kuat sehingga seluruh anak buah memiliki energi positif untuk selalu berkeyakinan bahwa Allah telah membukakan dan meringan beban tugas yang sedang dijalani .. dan tentunya ini akan membuat usaha tambah sukses dan lancar jaya.

ok saya  langsung ke ayat yang ke 4 karena ayat ketiga menguatkan ayat yang pertama dan kedua, Ayat yang keempat adalah peninggian derajat atas diri kita ketika kita sudah mampu berkeyakinan yang positif terhadap beban hidup dan segala masalah yang sudah dibukakan jalannya oleh Allah. Sebab salah satu bentuk sukses adalah nama kita jadi terkenal, nama kita jadi baik, nama kita juga disegani.. seperti Rasulullah yang orang menyebutnya dengan Al Amin itu artinya Rasulullahpun orang yang sukses dan terkenal.

luar biasa … pada ayat 5 menyebutkan setelah kesusahan ada kemudahan dan di ulang lagi pada ayat 6 setelah kesusahan ada kemudahan. ayat lima dan enam ini merupakan penguatan yang benar benar wajib kita yakini bahwa setiap ada kesusahan pasti ada kemudahan. jadi dari negatif menjadi positif. Ingat ayat ini menyebutkan dari negatif ke positif, dan tidak menyebutkan dari positif ke negatif. artinya tidak ada menyebutkan bahwa setelah kemudahan ada kesusahan. Jadi filosofi bahwa hidup seperti roda pedati yang kadang diatas kadang dibawah jelas bertentangan dengan ayat ini, atau hidup ini mulur mungkret jelas ini tidak sesuai dengan ayat ke 5 dan ke 6 bahwa tidak ada setelah diatas lalu dibawah yang ada adalah setelah dibawah akan ke atas. tidak ada hidup itu setelah mulur mungkret yang ada adalah setelah mungkret itu mulur. maka untuk sukses kita harus selalu meyakini bahwa Allah selalu memberikan kemudahan pada setiap kesulitan yang kita hadapi.

apa apa yang saya sampaikan disini suatu bentuk keyakinan positif bukan hanya pikiran positif atau perasaan positif, jadi sudah pada ranah keykainan yang positif yang kita tujukan kepada Allah SWT.

ayat yang ketuju : setalah menyelesaikan tugas yang satu kita segera selesaikan tugas berikutnya . ayat ini merupakan action setelah kita meyakini bahwa Allah memberikan segala kemudahan. level ini adalah level tindakan atau berbuat. jadi sebelum kita menyelesaikan setiap tugas kita harus meyakini bahwa sesuatu itu positif. kalau kita melakukan suatu tugas tapi tidak yakin bahwa Allah telah memberikan pertolongan maka kemungkinan sukses akan kecil. Tips sukses pada ayat ini adalah setelah yakin positif maka kita melakukan apa yang harus kita lakukan segera setelah tugas sebelumnya selesai.

ayat yang terakhir merupakan ending yang harus kita lakukan, karena awalnya kita mengandalkan Allah maka berikutnya kita harus kembalikan kepada Allah, jangan sampai pikiran kita tersesat setalah kita sukses , setelah kita melakukan sesuatu maka semua yang telah kita lakukan segera kembalikan kepada Allah terhadap apa apa yang telah kita lakukan .

baik surat al insyirah ini sangat inspiratif bagi saya untuk sukses dunia akhirat. kalau kita ingin selesai masalah kita entah itu hutang atau masalah lainnya maka segera pakai cara atau tips disurat al insyirah ini. semoga kita selalu berada di jalan-Nya Amiin.