Makna Teman (ternyata teman itu tidak ada)

Teman atau kawan tidak lah langgeng bisa berubah ubah, yang setia menjadi berkhianat, yang berkhianat bisa lebih berkhianat lagi. Itu semua adalah pelajaran dimana Teman sejati adalah Allah SWT, Beliau ini menemani kita kemana saja kapan dan dalam keadaan apa saja. jangan jadikan teman sebagai sesuatu yang permanen misalnya teman ini baik hati atau teman ini jahat … anggap saja teman adalah sesuatu yang bisa berubah ubah setiap saat. Jadikan teman kita yang sesungguhnya adalah Allah SWT. makanya kita harus bisa interaksi dengan beliau sehingga seluruh kesedihan kita seluruh kekhawatiran kita dan seluruh keadaan kita bisa sampaikan ke beliau.

yang pasti juga teman akan meninggalkan kita atau kita akan meninggalkan teman kita.

Teman adalah sarana kita untuk beramal kalau tidak ada teman mungkin kita tidak bisa membantu dengan lebih ihlasm kita tidak bisa memberikan sedekah dengan lebih ihlas, kita tidak bisa mentraktir “bakmi jowo” dengan lebih membahagiakan. Jangan jadikan teman untuk diambil manfaatnya misalnya teman agar mendukung kita teman agar mau mentraktir kita justru yang kita lakukan kepada teman adalah sebaliknya,

TInggalkan teman dan beralihlah kepada Allah, jangan simpan teman di hati … sebab ini sangat berbahaya. baiklah tulisan ini adalah request teman saya …. semoga tulisan ini mencerahkan teman saya tersebut. menjadi pelajaran saya terutama dan menjadi pelajaran bagi semua yang membaca tentang artikel ini.

selamat berteman dengan Allah SWT.

Ketika kita di dzalimi, dihina atau sejenisnya … ini solusi spiritualnya

Ketika kita dihina orang lain ketika ilmu kita direndahkan orang lain, apalagi ilmu agama kita di lecehkan orang lain dan kita pun sakit hati maka saran saya jangan biarkan kejengkelan kita menetap lama dalam diri kita. segera lakukan pemulihan diri dari jengkel menjadi netral yaitu dengan menyerahkan semua ejekan tersebut kepada Allah SWT.

Ketika di hina …. ambil nafas dan lakukan teknik relaksasi secara instan …. kalau saya, saya langsung mencari tempat yang agak tenang kemudian saya pejamkan mata saya, saya sambungkan diri saya kepada Allah dan saya serahkan apa apa yang menjadi hinaan, cemoohan dan fitnah yang menyakitkan tersebut saya alihkan kepada Allah SWT. Seketika itu pula rasa plong dalam hati saya …. saya tidak minta balasan kepada Allah untuk yang menghina saya atau memfitnah atau mengejek saya, saya hanya mengalihkan dan menyerahkan kepada Allah saja , terserah saja sama Allah.

Cara ini ternyata sangat efekti untuk menghilangkan rasa kecewa dalam hati saya.

Tapi satu hal saya tidak berani melakukan ini pada anak atau kepada istri saya, kalau dengan anak atau istri saya lebih baik saya lakukan secara langsung, dan tidak saya serahkan kepada Allah. Sebab ada ketakutan dalam diri saya bahwa balasan Allah lebih hebat dari apapun. dari pada anak dan istri saya di azab Allah lebih baik saya lakukan sendiri saja.

ini juga saya sarankan kepada sahabat semua yang akan menggunakan cara ini, bahwa tidak saya saranakn untuk melakukan penyerahan kekecewaan kita yang berasal dari anak dan istri kita kepada Allah SWT. Sebab tadi balasan Allah lebih hebat dari apapun.

Ilmu ini baru saya dapat dan praktekan tadi siang ketika ada teman kantor “mencemooh” metode dzikir nafas, saya pun langsung mendapat ilham dari Allah untuk melakukan patrap penyerahan cemoohan tadi kepada Allah, bahwa ilmu ini dari Allah dan jika ada yang mencemooh kembalikan kepada Allah. Seketika itu pula rasa sakit hati hilang.

Orang jaim (jaga image) menyebabkan sakit kepala

Orang yang jaim entah karena jabtannya, atau karena keilmuannya, atau karena statusnya biasanya penyakit yang menyerang adalah sakit di daerah kepala. Hal ini disebabkan karena dia selalu menolak dan selalu mencari suatu keadaan yang memaksa pikirannya untuk mempertahankan image nya agar tetap tinggi. Memang kelihatan sekali orang yang demikian jaga wibawanya, jaga self imagenya dan jaga harga dirinya …. dia tidak mengijinkan dirinya direndahkan dan dia akan berusaha sekuat mungkin untuk tetap eksis. Padahal yang namanya hidup dan bergaul tidak selamanya berada pada wilayah wibawa, wilayah high self image kadangkala harus turun menjadi low self image, wibawa tidak ada dan harga diri turun.

Jika kita hidup selalu ingin dihargai jika kita hidup ingin selalu di puja maka akan terjadi pemaksaan dalam diri kita yang akan mempengaruhi kerja organ tubuh kita terutama sekali adalah otak atau kepala. Bersikap relaks dan bersikap apa adanya membuat tubuh kita lebih sehat. Tidak ada pemaksaan pemaksaan apapun dalam tubuh kita. Otak juga bekerja lebih bebas sehingga tidak terjadi sakit kepala.

Hati hati dengan gaya “sok” jadilah yang biasa saja yang apa adanya. Jangan menunjukkan hal hal diluar diri seperti salah tidak mengaku bersalah, jelek tidak mengakui bahwa memang jelek, atau yang lainnya. Dulu orang biasa begitu sehat dan ceria dengan semua orang enjoy, setelah menjadi terkenal menjadi aneh mintanya serba high …. pasti ini akan membuat ketidakseimbangan hidup.

usia 40 tahun merupaka usia spiritual

Amati ketika usia sudah mencapai 40 tahun apakah tambah dekat dengan Allah atau tambah jauh. Usia 40 tahun bagi saya adalah usia yang sangat spesial dalam hal spiritual. Rasulullan diangkat menjadi Rasul ketika beliau usianya 40 tahun. usia 40 tahun ini jika dilihat dari sisi perkembangan psikologi memasuki tahap stagnan artinya kemampuan psikisnya sudah tidak mengalami peningkatan , namun ada satu yang tetap bisa meningkat yaitu keadaan spiritual. Pada usia 40 tahun keadaan spiritual tersebut bisa menanjak sampai waktu kematian. Justru pada usia 40 tahun ini lah spiritualitas dapat meningkat dengan pesat.

bagi saudaraku yang usianya menjelang 40 tahun segera persiapkan diri kita untuk kembali kepada Allah, kurang aktivias yang dapat melupakan kita kepada kembali kepada Allah. Luruskan niat dan tujuan hidup kita bahwa perjalanan baru akan dimulai yaitu persiapan menuju kepulangan yang sebenarnya, yaitu pulang kepada Allah SWT.  Tujuan hidup di atas usia 40 harus jelas dan harus diprogramkan jangan sampai usia 40 tahun kita masih sibuk dengan tujuan ini dan itu. ingat 40 tahun adalah usia yang sudah mendekati.

40 tahun bukan lah masa remaja lagi , usia 40 tahun bukan usia dewasa lagi tapi usi 40 tahun adalah masa kematangan spiritual. jadikan spiritual ini menjadi tujuan utama. Bagi rekan rekan dan jamaah semua amalkan dzikir nafas di setiap saat. jaga kesadaran kita kepada Allah, karena tidak ada jalan lain untuk sukses menghadapui kematian kecuali hanya selalu menjaga kesadaran kepada Allah SWT.

Usia 40 tahun kalau perlu adakan acara khusus misalnya dengan mengadakan mujahadah khusus yang bisa menandai dan lebih mengingatkan untuk kembali kepada Allah. kalau dulu usia 17 tahun maka kita sweet seventeen artinya sweet secara jasad… sekarang menjelang usia 40 tahun kita rayakan juga dengan sweet fourty tapi bukan sweet jasad lagi tapi sweet spiritual.

Saya berdoa menjelang usia 40 tahun ini saya bisa mencapai tahapan spiritual (zero mind) secara istiqomah…. saya pun berdoa untuk sahabat semua terutama pembaca setia blog ini agar mendapatkan peningkatan spiritual di usianya yang sekarang.

amin

Jika hidayah turun

Hidayah merupakan suatu karunia Allah SWT yang sangat kita nanti nantikan, tapi tahukah kita atau sadarkah kita bagaimana hidayah turun dalam diri kita? saya ada pandangan tersendiri terhadap hidayah yang turun ini. Hidayah bagi saya seperti suatu energi yang jika itu turun kepada kita dapat menggerakkan kita ke arah yang lebih baik. Misalnya ketika duduk duduk santai kita seperti tergerakkan untuk melakukan sesuatu yang baik. Tiba-tiba ingin bermujahadah bersungguh sungguh ke Allah…. dan suatu keadan hati ini dapat menggerakkan seseorang untuk sholat tahajud, mempergunakan waktu dengan sebaiknya, dan menjalankan ibadah sholat wirid dengan baik pula.

contoh hidayah lagi misalnya, tiba tiba tergerak untuk melakukan puasa daud, selain ada dorongan untuk menjalankan puasa daud juga ada kekuatan hati untuk segera menjalankannya.

Jagi hidayah ini kadang di luar kehendak kita, sebelumnya tidak ada niat jadi ada niat.

Hidayah juga ada yang kuat ada yang lemah. Kalau yang kuat lebih jarang munculnya dibandingkan hidayah yang lemah. contoh yang kuat seperti yang sudah saya contohkan diatas artinya dorongan tersebut sangat kuat sehingga bisa sangat terasa dan bisa menggerakkan diri kita. Nah ada hidayah yang sangat lemah artinya kita harus peka dengan hidayah ini. Karena jika tidak kita perhatikan dengan seksama dan tidak segera kita respon hidayah yang lemah ini akan berlalu seperti angin, tapi jika kita respon artinya kita jalankan sesuai dorongan hidayah maka akan tersimpan dan bisa jadi akan menjadi hidayah yang sangat kuat. dan hidayah yang lemah ini lebih sering dibandingkan dengan hidayah yang kuat tadi.

Saran saya jika ada hidayah turun entah itu kuat atau lemah segeralah untuk meresponnya. Lakukan respon sebisanya meski hanya menuliskan di secarik kertas atau menuliskannya di catatan HP. Syukur syukur langsung bisa dijalankan. misalnya ingin sedekah segera lakukan sedekah. Dengan respon yang cepat ini maka hidayah ini tidak akan berlalu begitu saja, Semakin kita banyak menyimpan hidayah maka kita akan semakin bahagia dalam hidup.

Beda orang beriman dalam menghadapi masalah

Beriman tidak beriman qodho dan qodarnya Allah akan tetap berjalan. misalnya Banjir…. atau meletusnya gunung kelud atau yang paling menghebohkan Tsunami aceh.. ketentuan Allah tersebut tidak pandang bulu beriman tidak beriman, setengah beriman atau sepertiga beriman semua akan terkena. Apakah Allah tidak menspesialkan yang beriman misalnya dengan meletusnya gunung kelud, berhubung orang beriman rumahnya tidak terkena abu vulkanik? sama saja beriman tidak beriman rumah sekitar gunung kelud akan terkena abu vulkanik. sekarang failitas apa yang diberikan Allah kepada orang yang beriman kepada Allah. Masak ya sama saja antara orang beriman dan tidak beriman. ya jelas beda …Allah pasti menspesialkan orang yang beriman dengan orang yang tidak beriman.

Orang beriman dalam menghadapi masalah tidak meyakini bahwa itu adalah cobaan dari Allah tapi lebih memandang bahwa itu adalah ketentuan Allah yang memang harus berjalan. dengan keyakinan seperti ini maka hati lebih bisa menerima apapun yang Allah tentukan. Beda dengan orang yang beriman yang menganggap bahwa ketentuan Allah adalah kesialan, atau menganggap nasib jelek. Orang yang menganggap bahwa ketentuan Allah adalah nasib jelek dia akan lebih stress lebih tersiksa secara batin. Itulah yang membedakan orang beriman dengan orang yang tidak beriman.

Ada lagi golongan orang yang beriman tapi bernegatif thinking kepada Allah yang mana menganggap  bahwa ketentuan Allah tersebut adalah disebabkan karena Allah jahat, Allah tidak adil, Allah selalu memberikan hal negatif kepada dirinya, orang seperti ini lebih tersiksa dengan orang yang tidak beriman. Karena kalau orang tidak beriman tidak akan menyalahkan Allah tapi kalau orang setengah iman menyalahkan Allah atas ketentuan Allah yang dianggapnya negatif.

sekarang kita masuk kategori yang mana ?

  1. apakah orang beriman
  2. apakah orang setengah iman 
  3. atau apakah tidak beriman

akhirnya dalam mensikapi ketentuan Allah kembali kepada diri kita masing masing. Apakah kita mau beriman atau tidak atau malah menyalahkan Allah. …. naudzubillah..

 

Cara agar tidak terhipnotis oleh guru spiritual

Orang yang terlalu mengkultuskan seseorang biasanya seorang mursyid syeh atau seorang ustad, bisa berakibat positif dan negatif, berakibat positif karena tokoh yang kita kultuskan memiliki sifat positif tapi bahayanya hal hal negatif yang ada pada orang yang dikultuskan tersebut juga akan menurun. Jika Beliau orangnya murah hati pemberi dan kasih sayang maka sifat itu akan menurun kita namun jika Beliau memiliki sifat “suka perempuan” misalnya, maka sifat ini juga akan menurun.

Bagaimana bisa terlepas dari sikap negatif tersebut ?

  1. jelas, tidak mengkultuskan secara BUTA, tetapi tetap hormat dan santun kepada Beliau
  2. berpikir rasional dalam belajar dengan Beliau, lihatlah dengan pikiran jernih bahwa perbuatan salah adalah salah dan jangan di contoh, ingat hadis sabda rasulullah , ambil yang baik tinggalkan yang tidak baik. Kalau Beliau baik ya di contoh kalau beliau salah yang jangan di contoh. 
  3. waspadalah dengan atribut Beliau, atribut tersebut bisa gelar misalnya Habib, syech, waliyullah, atau atribut pakaian misalnya jubah, serban etc, atau cerita cerita yang Beliau sampaikan misalnya dia ditemuai Rasulullah, Dia sakti, Dia bisa ini dan itu, dan atribut berjenis lainnya. Atribut atribut ini bisa menyebabkan kita terhipnotis yang pada akhirnya bisa menyebabkan tidak bisa berpikir objektif dari apa yang dia ajarkan, dan inilah yang sering menyebabkan ajaran ajaran sesat di banyak tempat. 
  4. Tetap berpegang pada Allah jangan lainnya. jangan takut dengan ancaman Beliau misalnya kalau dia tidak dipatuhi maka kita akan mendapatkan adzab Allah, jika kita tidak patuh maka kita tidak akan mendapatkan pengajaran dan pencerahan hidup. berpegang kepada Allah bukan kepada yang lain akan menyebabkan kita tidak akan terhipnotis oleh Beliau.  

Semoga kita selamat dunia akhirat…..