Mendapatkan cahaya ilahi (an nur 35 )

Bagaimana mendapatkan penerangan hati kita dengan cahaya ilahi. cahaya ilahi kita dapatkan dengan dua hal

  1. Menyebut nama Allah dengan kesadaran
  2. bertasbih, dalam artian membenarkan Allah atas segala yang terjadi

klaau dua hal itu kita bisa lakukan maka kita akan mendapatkan cahaya hati yang dapat menerangi hidup kita.

cara 1, dapat kita lakukan dengan terus menerus dzikir nafas dengan menyadari nafas yang menggerakkan Allah. Nafas masuk Huu dan nafas keluar Allah. kemudian cara 2 kita pelajari di 3T1 yaitu bertasbih. tasbih adalah membenarkan Allah dengan segala perbuatannya dimana implikasinya adalah kita tidak boleh menyalahkan Allah, atau tidak boleh kehendak dan takdir yang Dia buat adalah salah, tidak benar, atau kurang benar. Bertasbih bisa juga berdampak pada kita harus menerima apa yang sudah terjadi dan tidak memberikan penilaian atas apa yang terjadi.

dengan 2 hal ini maka Allah akan memberikan cahayanya yang menembus dan tidak terhalang dengan apapun sehingga terang benderang

hidup itu ada dua pilihan menjalankan amanah atau siap siap pulang kembali ke Allah

JIka Allah sudah tidak memberikan amanah lagi maka siap siap saja untuk pulang kembali kepada Allah. BUmi Allah tidak menerima pengangguran. JIka kita merasa tidak ada amanah lagi maka siap siap saja itu akan lebih baik, ya ibarat orang punya toko dan sudah tidak ada pembeli lagi dan waktu juga sudah petang, ya siap siap saja untuk pulang kembali ke rumah. kalau kita tidak menerima amanah apapun dari Allah itu artinya kita diberikan sinyal Allah untuk pulang kembali, kita harus paham ini agar kepulangan kita adalah kepulangan yang menyenangkan.

Sungguh, kuciptakan manusia untuk menjadi khalifah. khalifah pasti ada amanah, jika kita tidak memiliki amanah berarti kita tidak digunakan lagi dalam kehidupan dan ketika itu saatnya terjadi pada diri kita maka sebenarnya Allah mengajak kita untuk kembali pulang, pulang kepangkuanNya.

Dalam lagu jawa ada sluku sluku bathok….. maknanya bahwa ketika kita hidup dan diberikan amanah maka bergeraklah namun jika kita sudah tidak ada lagi gerakan maka kita mirip orang mati, artinya kita diberikan sinyal Allah untuk siap siap kembali kepadaNya.

Sekarang tanya pada diri kita masing masing apakah Allah masih memberikan kita amanah? amanah keluarga, amanah tubuh, amanah pekerjaan, amanah pendidikan, amanah kemasyarakatan dan lainnya, jika iya maka bergeraklah untuk memenuhi amanah itu. Ya bergerak yang mengarah kepada pemenuhan amanah itu.

Jadi dapat saya simpulkan bahwa hidup itu ada dua bergerak atau siap siap mati. 

Cara menghadapi perang kehidupan

Perang kehidupan kadang kita jalani, dimasa masa sulit di masa masa kita harus bertempur dalam hidup. Hidup kadang kita sibuk kadang biasa, kadang kita banyak pekerjaan dan kadang kita banyak masalah, disaat inilah yang saya maksud dengan perang kehidupan. Ada orang yang kuat dengan kerasnya hidup, ada yang tidak kuat akhirnya stress … Nah dalam kita sadar Allah ada satu cara kita untuk menghadapi perang kehidupan ini. caranya persis sekali dengan apa yang Allah perintahkan kepada Nabi SAW ketika beliau perang , yaitu di surat al anfal 17

di ayat ini Rasulullah mendapat penegasan dari Allah karena Sepertinya Rasulullah ragu ketika menghadapi perang karena berkecamuknya perang , maka turunlah perintah ayat ini yaitu Hai Muhammad bukan engkau yang melempar tapi Aku. Jadi Rasulullah dapat penegasan bahwa Bukan Rasulullah yang melempar atau memanah tapi Allah. Disini mengandung makna bahwa ketika kita menghadapi kehidupan yang rumitnya laksana perang, maka kita alihkan saja bahwa yang bertindak sekarang bahwa yang melakukan penyelesaian pekerjaan ini adalah Allah.

untuk bisa melakukan cara diperlukan kesadaran yang benar tentang Allah yaitu suatu kesadaran bahwa hanya Allahlah yang memiliki kekuatan bukan kita. jadi hadapi perang kehidupan ini dengan mengandalkan kekuatan Allah kita berani saja dan terus berjalan menyelesaikan masalah masalah yang sedang kita hadapi.