salah sendiri menganggap diri “orang awam”

Dekat ke Allah, itu tidak ada istilah awam dan tidak awam. Yang ada adalah mau membuka diri apa tidak. Sekarang misalnya anda di dekat Pak Presiden Jokowi tapi mata anda di tutup pakai kain hitam. Kemudian pak Jokowi berkata kepada anda .. Mas … saya ada di dekatmu sekarang…. nah masak kita mengatakan saya awam dengan Bapak presiden.. ? kan salah sendiri kenapa kita menganggap bahwa kita tidak kenal jokowi padahal kalau kita sadar bahwa Pak Presiden Jokowi ini ada di dekat kita maka kita akan menyahut dan menyambut pak Jokowi dengan suka cita. dan ini sekali lagi tidak ada hubungannya dengan awam atau tidak awam.

Demikian pula dengan Allah tidak ada mendekat kepada Allah itu atau mengenal Allah itu awam atau tidak awam. Kalau kita menganggap diri kita awam maka selamanya akan awam. Dan tidak akan terbuka pintu makrifat. Bukan salahnya Allah tapi salah kita sendiri kenapa kita menutup diri dengan mengatakan bahwa kita ini awam. Sebab jelas Allah sudah membuka Diri dengan mengatakan bahwa Beliau dekat bahkan sangat dekat dengan urat leher.

Tulisan saya mengajak anda untuk mengenal Allah dengan mudah, tapi akan menjadi sulit ketika anda mengatakan bahwa diri anda adalah awam dan susah mengenal Allah. Bicara tentang Allah SWT adalah bagaimana kita bersedia membuka hati dan pikiran dan yang paling penting adalah kesadaran kita tentang Allah itu dekat. kalau anda mau membuka diri maka Allah akan mengajarkan kepada kita step by step … semakin paham dan semakin paham. dan sekali lagi ini tidak ada hubungannya dengan awam atau tidak awam.

Bahkan juga sebaliknya jika kita merasa tahu dengan ilmu dan pikiran dan bukan dengan kesadaran maka inipun juga akan menjadi hijab. Misalnya seorang yang ahli ilmu tauhid.. yang merasa kenal dengan Allah dengan ilmu yang dimilikinya maka inipun akan menutup atau menjadi hijab. Kalimat Allah itu dekat , itu bukan menggunakan ilmu tapi menggunakan kesadaran. jadi kalau kita salah menggunakan alatnya maka apa yang kita dapatkan juga akan salah.

baiklah kalau anda mengikuti tulisan saya jangan menganggap diri anda ini orang yang awam, atau bahkan orang yang pintar … tulisan saya biasa saja. karena biasanya saya menulis bukan menggunakan pikiran tapi kesadaran, Jika anda memahami tulisan saya tidak menggunakan kesadaran tapi menggunakan pikiran pasti akan terjadi kebingungan…atau ketidak fahaman. dan kesalahan ini tentunya bukan pada saya tapi pada anda sendiri (maaf ini perlu saya sampaikan letak benar dan salahnya agar kita sama sama duduk dengan level yang sama yaitu kesadaran bukan pikiran)

Anda tidak perlu ambil pusing jika ada tulisan saya yang tidak sesuai.. .karena ini tulisan tulisan saya … tentu wajar jika dibaca oleh orang lain bila terjadi beda pendapat dan persepsi… by pass saja …. dari pada nanti anda mengolok olok saya itu malah menambah dosa anda sendiri. Jika memang cocok ya ambil jika tidak cocok ..lewat saja.

semoga kita tetap berTuhankan Allah SWT dan dijadikan saudara Se Iman. amiin ya rabbal alamin.

kampoeng sadar Allah belajar bersama tidak awam tidak ada alim... semua sama dihadapan Allah

kampoeng sadar Allah belajar bersama tidak awam tidak ada alim… semua sama dihadapan Allah

Sinkronisasi kehendak Allah dan tindakan kita

jangan berpikir yang sulit tentang sinkronisasi ini. Kita harus terbiasa dengan pikiran sederhana  ( memang saya dalam menuliskan dan ide ide saya sederhana saja) kalau dipikir njlimet, dipikir sulit akan sulit, Baik sekarang mari kita belajar tentang bagaimana mensikronkan kehendak Allah dengan dengan tindakan kita. Dalam hal ini kita jangan menggunakan pikiran dalam mengambil tindakan karena yang saya bahas adalah “tindakan kita” bukan pikiran kita. Saya sampaikan lagi bahwa yang akan saya jelaskan adalah sinkronisasi antara “kehendak Allah dengan tindakan kita’.

Tindakan kita artinya adalah perilaku kita. Perilaku kita yang berupa motorik ini berbeda dengan berpikir atau merasa. Nah kita akan mensikronisasi tindakan atau perilaku kita dengan kehendak Allah. nantinya pikiran dan hati kita akan mengikuti apa apa yang kita lakukan, dan kita akan paham tentang apa yang dikehendaki Allah dalam diri kita.

sekarang mari kita bahas tentang bagaimana cara mensikronisasikannya. yang pertama menggunakan cara :just do it” jadi apa tugas kita apa yang seharusnya kita lakukan itulah apa yang dikehendaki Allah. tentunya sebagai syarat untuk melakukan cara ini adalah pada diri kita sudah ada silatun kepada Allah SWT. atau dalam diri kita sudah ada rasa sambung kepada Allah, hal ini untuk menjaga agar kehendak yang muncul dari Allah juga.

prinsip just do it ini harus kita lakukan seirama dengan kehendak Allah yang di pancarkan dalam diri kita. pancaran ini akan hilang jika bernafsu, tidak ada kesambungan dengan Allah dan terlalu dipikir.

hambatan nya biasanya pada keinginan yang muncul pada diri kita. ya memang …dalam hal ini kadang kita bingung juga bagaimana membedakan keinginan kita dan kehendak Allah. Baik, sebenarnya dua hal ini tidak perlu dibedakan karena memang kedua keduanya keluar dari alat yang sama yaitu keinginan. cuma keinginan siapa.. ini yang perlu kita ketahui. Begini prinsipnya adalah bahwa jika kita ada kesambungan kepada Allah dan berserah sampai benar benar berserah maka jika ada ide yang muncul atau ada keinginan yang muncul itu berasal dari Allah , tapi sebaliknya jika tidak ada kesambungan kepada Allah.maka bisa dipastkan bahwa hal tersebut bukan dari Allah .

Baiklah secara simpel begini, setiap saat dalam hidup kita ini entah sekarang dulu atau nanti pasti memiliki tugas yang harus kita selesaikan, nah selesaikan tugas itu sekarang juga. iingat prinsip just do it … jalankan dan tidak banyak berpikir.

 

menjalankan apa apa yang diinginkan Allah dalam hati kita

keitka kita diingankan Allah dalam hati kita maka segera jalankan dengan santai dan relaks, tidak perlu tergesa gesa. jika kita diinginkan sesuatu maka ada aliran lembut dalam diri kita. Ikuti saja, jangan lihat kebelakang, jangan lihat diri kita cukup jalani saja dengan relaks. Tidak perlu “ngoyo” tidak perlu memaksakan diri. Misalnya kita diinginkan Allah untuk membuat sebuah rumah yang lebih baik… merenovasi rumah atau ingin membeli rumah… atau ingin hutang lunas dalam tempo yang singkat, ingin agar dapat jodoh, ingin hidup bermanfaat atau ingin Honda CRV…. atau apapun keinginan kita. cukup ikuti dayanya saja. tidak perlu berpikir terlalu keras, kalaupun berpikir biarkan pikiran ini dialiri ide ide dari Allah SWT. Terus jalani saja “ingat” bahwa menjalani apa apa yang diinginkan Allah ini dengan santai tidak dengan tergesa gesa.

kalau kita selalu mengikuti daya keinginan itu maka hidup kita akan lebih bahagia serba “berlebihan” dan kita tetap dalam keadaan qonaah dan serba bersyukur. baik selamat mejalankan apa apa yang diilhamkan Allah kepada kita semoga dimudahkan amiin

Kiat sukses dengan surat al insyiroh

 

sukses dengan surat al insyirah

 

baik kita bahas dari ayat ke ayat, yang pertama adalah Allah telah melapangkan dada kita, ayat ini adalah ayat pernyataan dari Allah. Ingat bahwa quran hanya untuk orang yang beriman maka ayat ini memberikan keharusan bagi kita untuk meyakini bahwa Allah telah membukakan dada atau melapangkan dada, keyakinan terhadap hal ini tidak mempedulikan apakah sekarang anda mengalami masalah atau tidak, kelapadnagan dada yang kita yakini akan membukakan pemikiran dan perasaan sehingga semua masalah yang sedang dihadapi akan nampak solusinya. semakin kita yakin bahwa Allah telah membukakan dada kita maka semakin Allah menunjukkan jalan terhadap masalah yang sedang kita hadapi.

ayat yang kedua : bahwa allah telah mengangkat beban kita, ini berarti juga kita harus meyakini bahwa Allah telah mengangkat apa apa yang menajdi beban hidup kita. dalam menghadapi masalah pasti kita “berpikir” bahwa kita punya beban, nah sekarang dengan tetap ada masalah kita harus berpikir bahwa Allah telah mengangkat beban tersebut. sehingga pikiran kita menjadi ringan. sama dengan ayat yang pertama bahwa semakin kita meyakini bahwa Allah telah mengambil beban hidup kita maka semakin ringan hidup kita dan semakin bahagia kita menjalani semua masalah yang sedang kita hadapi

baik ayat yang pertama dan yang kedua saya mengambil contoh “ada masalah” bagaimana jika tidak ada masalah, jika tidak ada maka kedua ayat ini dapat kita gunakan untuk melipatgandakan kesuksesan yang sudah kita dapat. pokoknya intinya adalah semakin dibukakan jalannya dan semakin  ringan apa apa yang kita hadapi maka kesuksesan akan semakin tinggi. Keadaan pikiran dan perasaan serta keyakinan ini jika kita memiliki anak buah harus ditanamkan kuat sehingga seluruh anak buah memiliki energi positif untuk selalu berkeyakinan bahwa Allah telah membukakan dan meringan beban tugas yang sedang dijalani .. dan tentunya ini akan membuat usaha tambah sukses dan lancar jaya.

ok saya  langsung ke ayat yang ke 4 karena ayat ketiga menguatkan ayat yang pertama dan kedua, Ayat yang keempat adalah peninggian derajat atas diri kita ketika kita sudah mampu berkeyakinan yang positif terhadap beban hidup dan segala masalah yang sudah dibukakan jalannya oleh Allah. Sebab salah satu bentuk sukses adalah nama kita jadi terkenal, nama kita jadi baik, nama kita juga disegani.. seperti Rasulullah yang orang menyebutnya dengan Al Amin itu artinya Rasulullahpun orang yang sukses dan terkenal.

luar biasa … pada ayat 5 menyebutkan setelah kesusahan ada kemudahan dan di ulang lagi pada ayat 6 setelah kesusahan ada kemudahan. ayat lima dan enam ini merupakan penguatan yang benar benar wajib kita yakini bahwa setiap ada kesusahan pasti ada kemudahan. jadi dari negatif menjadi positif. Ingat ayat ini menyebutkan dari negatif ke positif, dan tidak menyebutkan dari positif ke negatif. artinya tidak ada menyebutkan bahwa setelah kemudahan ada kesusahan. Jadi filosofi bahwa hidup seperti roda pedati yang kadang diatas kadang dibawah jelas bertentangan dengan ayat ini, atau hidup ini mulur mungkret jelas ini tidak sesuai dengan ayat ke 5 dan ke 6 bahwa tidak ada setelah diatas lalu dibawah yang ada adalah setelah dibawah akan ke atas. tidak ada hidup itu setelah mulur mungkret yang ada adalah setelah mungkret itu mulur. maka untuk sukses kita harus selalu meyakini bahwa Allah selalu memberikan kemudahan pada setiap kesulitan yang kita hadapi.

apa apa yang saya sampaikan disini suatu bentuk keyakinan positif bukan hanya pikiran positif atau perasaan positif, jadi sudah pada ranah keykainan yang positif yang kita tujukan kepada Allah SWT.

ayat yang ketuju : setalah menyelesaikan tugas yang satu kita segera selesaikan tugas berikutnya . ayat ini merupakan action setelah kita meyakini bahwa Allah memberikan segala kemudahan. level ini adalah level tindakan atau berbuat. jadi sebelum kita menyelesaikan setiap tugas kita harus meyakini bahwa sesuatu itu positif. kalau kita melakukan suatu tugas tapi tidak yakin bahwa Allah telah memberikan pertolongan maka kemungkinan sukses akan kecil. Tips sukses pada ayat ini adalah setelah yakin positif maka kita melakukan apa yang harus kita lakukan segera setelah tugas sebelumnya selesai.

ayat yang terakhir merupakan ending yang harus kita lakukan, karena awalnya kita mengandalkan Allah maka berikutnya kita harus kembalikan kepada Allah, jangan sampai pikiran kita tersesat setalah kita sukses , setelah kita melakukan sesuatu maka semua yang telah kita lakukan segera kembalikan kepada Allah terhadap apa apa yang telah kita lakukan .

baik surat al insyirah ini sangat inspiratif bagi saya untuk sukses dunia akhirat. kalau kita ingin selesai masalah kita entah itu hutang atau masalah lainnya maka segera pakai cara atau tips disurat al insyirah ini. semoga kita selalu berada di jalan-Nya Amiin.

masalah dunia ada di luar

jack sparow

beriman atau tidak beriman pasti bermasalah. cuma masalah ini masuk ke wiayah dalam atau tetap di luar. Kalau masalah itu tetap di luar maka apapn masalahnya tidak akan menjadikan masalah .. tapi kalau masalah itu masuk ke dalam maka masalah dunia yang berada di luar ini akan menjadi masalah. untuk itu kita perlu membedakan mana yang di luar dan mana yang di dalam.

yang di luar adalah berbagai macam keadaan dunia yang kita terima melalaui panca indera kita. Termasuk dunia luar ini adalah tubuh kita sendiri. misalnya kita sakit maka apakah sakit ini masuk ke wilayah dalam atau tetap diluar? oleh karena itu ada orang yang sakit menimbulkan stress ada orang yang sakit tidak menimbulkan stress.

keadaan luar ini adalah seluruh alam semesta ini termasuk jasad kita, sedangkan wilayah dalam adalah nafs kita. Dalam hal menghadapi masalah kita harus tahu benar bahwa nafs jangan sampai terlibat dalam permasalahan. misalnya masalah hutang jangan sampai nafs ikut ikut terimbas menerima masalah. biarkan masalah hutang adalah masalah bayar membayar.. kalau tidak ada uang ya biarkan masalah itu berjalan sesuai mekanisme.. kalau dengan kerja selesai ya kerja tapi kalau tidak ada ya ngikuti saja bagaimana semuanya terjadi.

Dengan cara memisahkan ini maka kita akan selalu bahagia baik ada masalah atau tidak ada masalah.

Tidak semua butuh khusyu…

Memang kalau orang ditanya mau khusyu nggak? ya jelas mau… tapi untuk benar benar mau memang tidak mudah. pikiran sadarnya (conscious) berkata … mau.. tapi coba tanyakan pada pikiran bawah sadarnya (unconscious) belum tentu mau. bawah sadar yang terlanjur di cekoki dengan “khusyu itu sulit” menjadi kendala utama, bagaimana mungkin bawah sadarnya mau khusyu kalau sudah pikirannya terblokir oleh tembok “khusyu itu sulit”, bahkan tembok yang lebih tinggi lagi mengatakan bahwa “tidak mungkin kita bisa khusyu”, pikirannya menganggap kalau khusyu itu hanya milik para wali dan para nabi dan para ulama… lebih parah lagi paham ini di doktrin secara tidak proposianal + menyesatkan oleh para ustad yang belum bisa khusyu.. kalau ustad tadi bisa khusyu pasti akan mengajarkan dan akan memberikan harapan tentang kemudahan khusyu karena dia sendiri sudah merasakan betapa enak dan mudahnya khusyu itu (maaf nggih para ustad kalau agak kasar).

paradigma yang keliru tentang khusyu telah menjerumuskan umat islam untuk tidak butuh khusyu. bayangkan butuh saja tidak apalagi mau menggembleng untuk mendapatkannya.

sekarang yang terjadi adalah pemakluman pemakluman yang menyesatkan, seperti sholat cepet itu dimaklumi, sholat tidak khusyu itu dimaklumi justru yang tidak dimaklumi adalah kalau sholatnya khusyu… yang disangka ajaran sufi lah, yang disangka kembali ke syeh siti jenar lah.. parah lagi praktek sholat khusyu dikaitkan dengan hipnotisme (nanti insya allah akan saya bahas pada bab tersendiri).

TIDAK SEMUA BUTUH KHUSYU….sangat parah… bagaimana mungkin jika dipikir dengan logika wong dia menjalankan kok nggak butuh khusyu,,… usut punya usut ternyata terkait dengan golongan, aliran, syiah  sunni.. ,tasawuf, sufi…… wah ini parah lagi.

untuk para trainer yang akan mendakwahkan sholat khusyu ini sebelum mengajak orang untuk mengikuti halaqoh cobalah untuk memahami dulu tingkat kemauan dari orang tersebut yang akan kita ajak. kalau perlu di ajak diskusi dulu dan berikan semacam manfaat manfaat dari sholat khusyu.. jangan ngecap… tapi coba ceritakan pengalaman pribadi dulu saja. sebaiknya metode sholat nya di belakangkan

cobalah sebelum mengajak munculkan rasa butuh dulu baru setelah butuh ajaklah untuk di halaqoh.  jangan memaksa orang yang tidak mau..biarkan saja kita doakan mudah2an mendapatkan jalan lain untuk menuju khusyu.

semua posisi sholat harus seimbang (balance)

semua gerakan sholat dimulai dari berdiri, rukuk, itidal, sujud, iftirasy harus dilakukan dengan badan seimbang atau balance. keseimbangan ini akan memperingan berat badan kita sehingga relaks tumakninah mudah kita capai. misalnya pada saat berdiri kaki harus selebar bahu, jika terlalu lebar maka pinggang kita akan tertekan, jika terlalu rapat maka kita akan mudah jatuh. kemudian saat berdiri kenapa jari jari kaki dihadapkan ke kiblat ? ini juga menambah kekuatan kaki kita untuk menahan berdiri dan akan terasa lebih ringan.

posisi seimbang juga ada pada rukuk , kuncinya adalah kaki tidak menahan ke depan juga tidak menahan kebelakang, kemudian rukuk kita akan terasa lebih ringan.

saat duduk iftirasy tulang punggung juga harus lurus tidak membungkuk ke depan sebab tulang balakang kita akan menahan beban,.

jika kesimbangan ini dapat kita jaga insya Allah kita akan lebih mudah mengendorkan otot otot kita. selamat berlatih dan mencoba.

salam