patrap

Nabi Musa Pingsan di puncak spiritualnya

Nabi Musa ini memang saya lihat nabi yang memiliki keingintahuan yang tinggi, tapi agak memaksa (dalam arti baik). Dua cerita nabi Musa yaitu ketika bersama Nabi Khaidir bahwa Nabi Musa tidak akan kuat belajar dengan nabi Khidir eh… tetap nekat dan akhirnya ndak kuat betul. Kemudian Nabi Musa ini ngotot ini bertemu Allah , dan Allahpun sudah beri tahu bahwa gunung dan bukit pun akan hancur apalagi nabi Musa, tapi tetap ingin Allah menunjukkan kepadanya, dan betul Nabi Musa pingsan.

Puncak spiritual Nabi Musa adalah ketika Pingsan dan inilah yang banyak di cari oleh ahli tarekat, ahli tasawuf. Dengan berbagai cara dan riyadhoh bahkan ada yang dengan cara ekstrim mereka berusaha mencapai kedaaan fana seperti apa yang di alami oleh nabi Musa. Nabi musa mengalami pingsan sebagai puncak spiritual, kira kira apa yang di rasakan ketika pingsan, mestinya tidak merasakan apa apa, apa yang beliau pikirkan ketika pingsan mestinya tidak berpikir apa apa. ya gambaran puncak spiritual ketika sudah ada yang bisa di pikirkan  lagi dan tidak bisa di rasakan lagi.

Apa yang di alami oleh Nabi Musa ini adalah gambaran dibalik gambaran ini ada suatu perintah untuk mencapai keadaan itu. Perintah Allah yang lebih halus dan tersamar karena memang tidak semua orang bisa mengalami hal ini. Kisah Nabi Musa ini pun merupakan contoh riil bagaimana kesadaran sempurna bagaimana kita menuju kepada Allah. Jika kita dapat mengalami hal ini maka akan berpengaruh sangat mendalam terhadap hidup kita selanjutnya. Namun perlu diingat bahwa keadaan ini tidak terus menerus kita alami, karena Nabi Musa pun mengalami hal itu hanya beberapa saat saja, tidak selamanya. Maka kita cukup beberapa saat saja dapat mengalami hal ini tidak terus menerus.

Karena ini perintah Allah yang tersama di Padepokan Patrap ada metode untuk mempelajarinya yaitu dengan metode Patrap Sakaratul Maut. Kita dapat berlatih ini dengan tujuan untuk mencontoh apa yang pernah dialami dan dilakukan oleh Nabi Musa. Ingat ini adalah metode belajar, kemungkinan tidak sama persis dengan Nabi Musa tentunya tidak bisa di samakan, tapi jika kita sering melatih maka kualitas dan kedalaman kita dalam masuk ke dalam alam ketiadaan akan selalu meningkat. Dan manfaat besar dari latihan ini adalah dapat digunakan latihan untuk menghadapi sakaratul maut.

insya Allah program ini akan kita buat sekitar bulan februari 2019. untuk tanggal masih dalam pembicaraan. saya harapkan bagi yang berminta untuk belajar silahkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya, terutama belajar dzikir nafasnya agak di persiapkan dengan benar, Dzikir nafas metode 1,2,3,4.

 

Padepokan Patrap Surakarta

Cerita panjang tentang padepokan berawal di tahun 2000 ketika saya mulai kenal Patrap di media on line. Sejak kenal internet dan akses gratis di tempat kerja, saya seperti kehausan. Saya mendaftar ke berbagai mailing list spiritual termasuk salah satunya dzikrullah, yang dikenal dengan milis dzikrullah. Saya ikut banyak namun yang paling rasional dan orisinil adalah milis dzikrullah (itu penilain pribadi saya saja), kemudian milis lain mulai unsubscribe. dan hanya satu yang saya ikuti. Kemudian keanggotaan saya meningkat dengan mengikuti beberapa even kopi darat, bahkan kopi darat bersama guru besar nya Beliau adalah Bapak Haji Slamet Utomo kalau boleh saya sebut beliaulah sang Maestro Patrap. Dari sinilah saya mulai mengenal apa itu lurus ke Allah, meski waktu itu hanya samar samar saja , alhamdulillahnya meski dalam setiap even daya serp saya rendah paling 20% saja yang saya pahami namun anehnya saya tetap enjoy dan happy bahkan ketagihan. Saya sendiri kadang tertawa kalau mengingat, meski tak paham materi tapi tetap enjoy.

bersamaan dengan bergulirnya waktu tepatnya 2002 saya di gembleng selama 1 minggu full waktu itu di asrama haji pondok gedhe dan berlanjut ke puncak Mas, di kebun teh bogor. Wah ini gemblengan yang memantabkan untuk terus belajar. Sejak gemblengan itu saya mulai intens belajar dan mengajarkan metode patrap ke beberapa kawan. Karena tempat belum punya, saya menggunakan emperan rumah untuk belajar patrap baik dari teori maupun praktek. Praktek ini kadang di rumah cukup dengan duduk kadang di lapangan.

dari kegiatan patrap di rumah alhamdulllah Allah memberikan tempat di lantai dua rumah, meski tempat menjemur pakaian tapi tempat di atas rumah ini cocok sekali untuk patrap. berjalan waktu rumah sampai sekarang sudah berdinding, ketika tempat ini sudah jadi sekitar tahun 2008 rumah tersebut yang lantai dua saya namakan dengan padepokan patrap. Kawan kawan dari luar kita bisa belajar dengan lebih baik disitu.

Kegiatan berjalan terus tiap malam jumat kita adakan pertemuan , jamaah yang mau belajar pun semakin bertambah dan Allah pun memberikan tanah depan rumah seluas 420 meter.  Kemudian saya buatlah mushalla disitu kemudian pendopo dan terakhir ini kamar untuk laki-laki dan perempuan. dan sudah sejak berdirinya pertama saya tetap menggunakan nama padepokan patrap.

Padepokan artinya adalah tempat belajar yang tidak formal, sedangkan patrap adalah sikap atau kesadaran, sikap berTuhan atau berkesadaran akan Tuhan. Saya memilih nama patrap ini karena memang yang saya ajarkan sebenarnya patrap bahkan sejak awal memang patrap. Patrap ini luar pengertiannya bisa sadar Allah, bisa ihsan , bisa lurus ke Allah. Nama Patrap ini sebenarnya juga untuk melestarikan ajaran guru saya Bapak Haji Slamet Utomo yang saat itu pelajaran Patrap sedang mendapat hantaman sana sini, bahkan oleh orang terdekat beliau patrap sempat di persepsikan ajaran yang kurang benar. Bagi saya, perduli amat dengan orang lain berpendapat nama Patrap tetap saya kibarkan melalui nama padepokan patrap.

Padepokan Patrap sekarang ini terus berinovasi untuk pelayanan yang terbaik bagi jamaah yang berkeinginan untuk sama sama belajar kembali kepada Allah. Tidak ada syarat apapun dalam belajar di padepokan patrap. Kita juga tidak ada ikatan apapun jadi bebas saja. Visi padepokan patrap adalah membantu siapapun yang ingin belajar kembali kepada Allah. Kita tidak membedakan kaya miskin, pandai atau tidak pandai, orang baik atau bekas orang yang tidak baik, semuanya adalah sama, kita layani sama. Prinsipnya seklai lagi melayani yang berkeinginan untuk belajar bersama kami. Namanya Padepokan ya demikian sama sama belajar dan bebas. Kita hanya mengikatkan diri satu iman satu tauhid yaitu Allah SWT. Persaudaraan kita diikat oleh keimanan, maka ketika sama keimananya dan pernah belajar di padepokan maka padepokan itu laksana rumah sendiri, rumah kampung sendiri banyak yang kangen dengan suasana santainya, guyon guyon nya (bercanda) kemudian menangis bersama, ke Allah bersama, ibadah bersama, makan bersama dan segudang pengalaman yang tidak akan bisa dilupakan . yah itulah Padepokan Patrap kita membangun suasana yang menyenangkan.

kalau anda mau tahu detil tentang padepokan patrap anda bisa googling disitu anda akan ketemu beberapa kegiatan kami.

baik bagi jamaah yang berkeinginan belajar bersama untuk kembali kepada Allah silahkan saja untuk mencicipi hidangan kami di padepokan patrap. inilah yang kita bisa khidmat kan kepada hamba hamba Allah yang rindu dengan Tuhannya.

dalam berspiritual anda butuh praktek bukan teori saja

bermakrifat atau berspiritual adalah jalan maka anda harus berjalan, untuk bisa berjalan maka anda harus  menggunakan kendaraan atau cara atau metode. Untuk jalanya tidak perlu petunjuk tidak perlu GPS karena jalan ini lurus dan tidak akan belok belok. Jalan keTuhanan adalah jalan yang lurus sehingga anda tidak ada masalah apakah anda sudah tahu arahnya atau tidak. Tidak perlu penuntun dalam hal ini karena anda diberi kemampuan TUhan untuk berjalan sendiri. Guru atau mursyid hanya menunjukkan ini jalannya ini caranya dan silahkan jalan sendiri. sangat salah kalau guru mursyid mengantarkan sampai tujuan, pasti tidak akan sampai. Sebab guru mursyid pun juga sedang mengadakan perjalanan. dan perjalanan ini tidak bisa rombongan harus sendiri sendiri. Maka percayalah kepada ALlah jika kita sudah menemukan jalan yang lurus tadi dan sudah menemukan metode yang praktis untuk kesana.