jangan sedih ditinggal ramadhan

Berbahagialah dan bersyukurlah jika sebentar lagi kita akan ditinggalkan ramadhan. Sebab orang yang selalu bersyukur dan berbahagia selalu mendapat rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Sambutlah bulan syawal dengan tetap berpegang Allah, seperti saat ini kita di bulan ramadhan yang selalu mendekat kepada Allah. Dan pahami bahwa yang menyebabkan rahmat turun bukanlah bulan ramadhan tapi Allah, jadi peganglah Allah jangan pegang bulan ramadhannya.
Tetaplah puasa , tetaplah tegakkan sholat di malam dan yang pasti tetaplah pd kesadaran ruhani hanya dengan hal ini berkah ramadhan akan terus kita rasakan. Semoga Allah selalu merahmati kita semua amin

Materi Kursus I’tikaf

brosur kursus i'tikaf

kursus itikaf

Ibadah Itikaf

Setiyo Purwanto

Materi Kursus Itikaf 12 agustus 2012

Balai Islam TNB, Bangsar, Kuala Lumpur

Bulan ramadhan menjadi bulan banyak beramal ibadah, termasuk salah satunya adalah ibadah iktikaf. Terlebih 10 malam terakhir di bulan ramadhan umat muslim mengadakan itikaf di masjid dengan serangkaian kegiatan di dalamnya. Kegiatan iktikaf merupakan kegiatan special dalam bulan ramadhan, ibadah ini merupakan ibadah khusus yang berbeda dengan ibadah sholat, ibadah membaca quran dan ibadah wirid atau dzikir tertentu.

Namun banyak umat islam yang mencampur-adukkan antara amal ibadah I’tikaf ini dengan amal ibadah lainnya seperti sholat, baca quran, wirid ataupun pengajian. Kekhususan ibadah ini tertera dalam surat al baqoroh 125 yang artinya …dan telah Kami perintahkan kepada brahim dan Ismail: “bersihkanlah rumah-Ku untuk orang orang yang thawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud”. Dari ayat ini dapat kita makani bahwa iktikaf adalah ibadah khusus yang berbeda dengan thawaf, rukuk maupun sujud. Dan itikaf ini sudah menjadi amal ibadah pada zaman nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Continue reading

Apa yang dilakukan Rasulullah ketika i’tikaf

Tidak ada hadis apalagi quran yang menjelaskan apa yang dilakukan rasulullah ketika ber itikaf, namun banyak ulama dan ahli islam, berpendapat bahwa itikaf harus memperbanyak baca quran, sholat dan dzikir, padahal ini belum tentu dilakukan rasulullah ketika itikaf. Karena tidak ada riwayat yang jelas mengenai hal ini. yang ada hanya tafsir tafsir ulama tentang apa yang sebaiknya dilakukan ketika itikaf.

kalau mau jujur dan menerima apa adanya, makna itikaf adalah diam atau mengurung diri di masjid. Kalau mau jujur dan ‘tidak keminter” maka arti diam tersebut tidak perlu di tafsir-tafsirkan yang mana malah menjauhkan arti ibadah “diam” ini.

saya sendiri masih mencari cari dasar dasar yang jelas tentang apa yang dilakukan rasulullah ketika itikaf. Kalau ada dari pembaca yang ingin menunjukkan kepada saya hadis yang terait dengan apa yang dilakukan rasulullah ketika itikaf ini saya mohon dapat diberitahukan saya melalui kolom komen.

sementara ini yang saya gunakan ketika itikaf hanya diam dan diam , yang bergerak dalam diri saya adalah jiwa yang berserah kepada Allah. jadi tubuh saya diam dan benar benar diam, tidak begerak sedikitpun. Sementara ini juga saya menggunakan geraknya jiwa yang berserah sebagai amal ibadah yang bernama itikaf ini.

Keberanian dalam Beribadah

Ingin menjadi baik tidaklah cukup untuk benar benar menjadi baik. Saya merasakan dorongan untuk menjadi baik bukan saya awali dengan ingin menjadi baik, tapi saya berani untuk memberikan yang baik kepada orang lain. Ketika saya ditantang mas rastono untuk mengadakan pelatihan itikaf sy pun langsung mengiyakan padahal tidak ada persiapan untuk mengadakan pelatihan tersebut. kemudian tanpa ba bi bu saya pun langsung bikin iklan di facebook KURSUS ITIKAF,

Dari keberanian membuat kursus tersebut saya pun seperti termotivsi untuk melakukan itikaf di masjid sebelum saya memberikan pelatihan, dalam itikaf tersebut Allah banyak memberikan saya ilmu tentang apa yang harus saya sampaikan nanti di kursus itikaf yang sudah saya umumkan. Saya tidak ambil pusing berapa peserta, dari mana, siapa  , yang jadi pegangan saya saat itu adalah ajaran dari Allah yang harus saya sampaikan. Hati sayapun bergelora untuk segera bisa menyampaikan amanah dari Allah ini kepada peserta kursus itikaf.

peserta kursus itikaf

kursus itikaf

saya akhirnya mengambil kesimpulan bahwa Allah akan membuat kita menjadi baik jika kita berani untuk berbuat baik terlebih dahulu.

sesi menguasai jasad

mengendalikan dan menguasai jasad

 

hikmah i’tikaf

Itikaf seperti halnya manfaat meditasi banyak memberikan manfaat terhadap diri. Islam memiiki cara untuk mendapatkan banyak mnfaat dari meditasi yaitu dengan cara i’tikaf. manfaat tersebut saya sebut dengan hikmah itikaf

1. hikmah DIAM  pada saat I’tikaf

HIkmah i’tikaf pada saat diam memiliki manfaat yang sangat besar, dalam psikologi transpersonal dikenal dengan the altered state of consciousness, atau keadaan kesadaran yang berubah. Keadaan kesadaran yang berubah ini akan membuat cara pandang terhadap dunia menjadi berubah. cara pandang ini tergantung dari mind set yang ditanamkan sebelumnya. misalnya sebelumnya ditanamkan zuhud maka ketika itikaf akan muncul keadaan kesadaran yang berubah terhadap perilaku zuhud. yang sebelumnya belum zuhud setelah itikaf dengan mudah dapat melakukan zuhud.

hikmah di lakukan di masjid

itikaf merupakan ibadah yang melibatkan kesadaran, baik itu kesadaran bawah atau kesadaran atas. pada saat itikaf kita diam maka kesadaran kita lebih peka dengan sekeliling. Ketika kita beritikaf sekeliling kita adalah masjid, karena wajib itikaf adalah di masjid dan lebih baik adalah masjid jami. maka tempat yang sering digunakan untuk shlat terutama untuk sholat berjamaah memiliki vibrasi positif terhadap siapapun yang itikaf di situ. vibrasi ini akan memudahkan kita untuk sambung lurus ke Allah. karena hal tersulit yang menjadi hambatan dalam beritikaf adalah sambungnya hati lurus ke Allah.

itikaf mendekatkan diri kepada Allah secara instan

dengan diamnya tubuh lalu aktifnya jiwa kita berserah kepada Allah menjadikan kita akan sangat cepat merasa dekat dengan Allah. Perasaan ini akan berdampak kepada kebahagiaan yang tidak terkira.

ititkaf artiya adalah mengurung diri atau menetap, hikmah spiritualnya adalah, yang kita kurung dan yang kita tetapkan adalah tubuh kita atau yang kita kurung adalah hawa nafsu kita , terkurungnya hawa nafsu ini akan membebaskan jiwa dan ruh untuk kembali kepada Allah dan berserah diri kepada Alah. sehingga jiwa menjadi merdeka dan bebas berserah diri kepada Allah.

itikaf merupakan ibadahnya jiwa dan ruh , tidak melibatkan jasad atau tubuh. ibadahnya yang murni jiwa dan ruh ini akan memunculkan kekuatan jiwa dan kekautan ruh. yaitu suatu kekuatan ghoib yang adalah diri kita. Kekuatan inilah yang akan mampu menangkap lailatul qodar. sangat tidak mungkin menangkap lailatul qodar dengan hawa nafsu kita.

ada banyak hikmah lainnya semoga kita diberi kefahaman tentang ibadah yang satu ini

baca pelatihan itikaf

tetap lapar di malam ramadhan

jarang kita kelaparan di malam bulan ramadhan, malah sebagian besar kita kekenyangan. Perut terasa tidak penuh penuh, lapar sedikit makan,  lapar sedikit makan. perut kekenyangan merupakan akibat dari pengertian “buka puasa” yang menjerumuskan pada pelampiasan hawa nafsu. kalau kita memahami bahwa buka puasa dikembalikan kepada makna yang sebenarnya yaitu ifthor yang berarti fitrah atau suci maka tibanya adzan magrib tidak menyebabkan kita dalam keadaan puasa meski sudah diperbolehkan makan.

tetap lapar di malam ramadhan memang tidak mudah, karena biasanya makanan berlimpah ruah, seolah hawa nafsu mendapatkan tempatnya untuk beraksi. pernahkah kita mencoba sholat taraweh dengan keadaan perut lapar, dan tenggorokan masih haus. jika kita melakukannya dengan keadaan lapar maka tentunya akan memudahkan kita mengaktifkan Ruh dalam sholat tarweh, dalam itikaf dan ibadah lainnya.

Kursus itikaf di Padepokan patrap

Mengapa perlu kursus?

Itikaf adalah ibadah yang tidak mudah dan juga tidak sulit, karena dalam itikaf yang dilakukan sangat sederhana namun kita tidak bisa melakukannya tanpa ada kekuatan jiwa di dalamnya. itikaf adalah ibadah “diam” di dalam masjid baik dilakukan siang maupun malam. Aktivitas “diam” ini perlu di pelajari sebab ketika kita diam, maka godaan pikiran godaan hati goadaan fisik akan datang dan jika kita tidak tahu teorinya pasti kita akan gagal dalam itikaf atau minimal kita tidak dapat melakukannya dalam jangka waktu yang panjang.

Dalam kursus ini anda akan saya bimbing bagaimana mengatasi keadaan pikiran keadaan hati dan fisik ketika kita diam beberapa saat. JIka anda mampu anda saya ajarkan tentang bagaimana menghilangkan bayangan bayangan dalam pikiran, dengan cara menonaktifkan pikiran untuk tidak berpikir ini maka anda akan dapat sambung dengan Allah secara lebih intens terutama dalam ibadah itikaf.

tujuan

  1. tujuan dari kursus ini tidak lain adalah untuk melatih agar peserta dapat itikaf di masjid dalam jangka waktu yang lama
  2. mampu mengendalikan pikiran emosi dan fisik

Manfaat

  1. Peserta mendapatkan ketenangan jiwa ketika melakukan itikaf
  2. Peserta dapat merasakan pengalaman spiritual ketika itikaf

Pelaksanaan

tempat : di padepokan patrap, gumpang rt 02 rw 1 kartasura solo

waktu : tanggal 3 dan tanggal 10 agustus 2012

rundown acara

  • 12.00 sholat dluhur berjamaah
  • 12.30 materi itikaf 1 (diamnya tubuh)
  • 13.00 latihan itikaf 1
  • 14.00 materi itikaf 2 (diamnya pikiran)
  • 15.00 sholat ashar berjamaah
  • 15.30 praktek itikaf 2
  • 16.30 materi itikaf 3 (mengenal Ruh)
  • 17.00 Praktek itikaf 3
  • 17.30 Ifthor menjaga kesadaran puasa meski berbuka
  • 17.38 ifthor (praktek)

Peserta khusus laki laki, usia diatas 25 th.

Peserta dikenakan biaya seihlasnya untuk pembangunan musholla padepokan patrap, dapat di transfer di no rek : 0137933372 an setiyo purwanto bank muamalat.

setiyo.purwanto@gmail.com