sadar Allah

Beda Kesadaran Jiwa dan Sadar Allah

Jiwa fungsinya untuk sadar, sedangkan sadar Allah adalah jiwa yang sudah sadar akan Allah. Untuk memudahkan kita umpamakan, penglihatan mata, pendengaran telinga, atau berpikirnya otak itu untuk kesadaran jiwa. Sedangkan kalau Sadar Allah bisa kita umpamakan, melihat bunga, mendengar musik, berpikir tentang rumah. Jadi penggunaan kesadaran jiwa atau sadar Allah adalah benar tergantung dari konteknya sama halnya dengan ketika kita menulis pikiran saya berpikir, atau mata saya melihat, tidak salahkan , cuma berpikir apa, atau melihati apa ? nah ketika kita menggunakan fungsi dari pada berpikir atau melihat maka kita menggunakan kaalimat berpikir tentang makanan, melihat makanan, sama hal nya dengan ketika hanya menggunakan kesadaran jiwa maka benar , tapi ketika kita ingin menyadari Allah atau berlajar tentang mengenal Allah maka penggunakan  kalimat kesadaran jiwa tidak tepat, akan lebih tepat jika menggunakan sadar Allah. Kesadaran jiwa dia belum menyadari apapun , tapi kalau sadar Allah berarti kesadaran kita menyadari Allah.

Penggunaan istilah sebaiknya menggunakan kalimat yang memotivasi untuk mengarahkan pada sesuatu. Kalau kita ingin belajar mengenal Allah, karena yang digunakan adalah kesadaran kita maka kalimat sadar Allah lebih memotivasi dan mengarahkan dengan jelas kemana arah kesadaran kita. Sadar Allah dapat mencakup kesadaran jiwa yang sadar akan Allah. Kalau kita menggunakan kesadaran  jiwa saja maka dia akan berhenti pada pengertian “sadar jiwa” belum mengarah kepada menyadari apa, atau sadar apa. Ketika menggunakan kesadaran jiwa , jiwa tidak mengarah kemana mana dia hanya menyatakan bahwa hanya sadar saja. Sehingga di khawatirkan kata kesadaran jiwa ini memudahkan kesadarannya untuk menyadari hal hal yang selain Allah. Sebab kesadaran jiwa bisa menyadari hal lain misalnya menyadari khadam, menyadari kekuatan selain Allah atau hal hal lain.

Jiwa ini harus diarahkan secara lurus kepada Allah dan harus tegas. Sadar Allah sudah sangat tegas yang menegaskan bahwa kesadaran diarahkan untuk sadar Allah. Pengalaman saya, perjalanan menuju kepada Allah dalam setiap menuju kepada Allah akan ada hijab hijab yang membuat kita tidak lurus ke Allah. Hijab itu selalu menyertai jiwa , maka dalam surat al fatihah wajib kita baca setiap shalat selalu ada “tunjukilah kami jalan yang lurus”, ini mengandung berarti bahwa perjalanan kita akan selalu ada hijab. Dengan kalimat sadar Allah saja kita sudah mendapat hijab yang selalu mengiringi apalagi dengan kalimat kesadaran jiwa yang tidak mengarahkan kemana mana.

Kalimat kesadaran jiwa ini banyak dipakai oleh orang orang yang mendalami ilmu ilmu kekuatan jiwa, mereka sengaja mengolah kekuatan jiwa untuk mendapatkan hal hal yang diinginkannya. Misalnya Ngrogo sukmo (astral travelling), kekebalan, hipnotis, dan  lainnya. Dengan kesadaran jiwa mereka, mereka bisa melakukan hal hal lain yang “aneh aneh”. LoA atau law of attraction, kekuatan pikiran, kekuatan kesadaran adalah salah satu bentuk dari penggunakan kekuatan kesadaran jiwa yang di olah untuk tujuan tidak ke Allah.

kesimpulan saya, penggunakan kalimat kesadaran jiwa atau sadar Allah adalah benar, tergantung konteknya apa. Jika untuk mengenal Allah maka tepat dengan menggunakan sadar Allah, jangan hanya kesadaran jiwa saja, tapi kalau untuk olah kesaktian, olah pikiran bawah sadar, maka penggunakan kesadaran jiwa lebih tepat.

Ruh itu bukan sukma, bukan nyawa dan juga bukan soul

Ruh adalah milik Allah yang ditiupkan Allah sendiri kedalam jasad manusia. Dimana nantinya Ruh ini akan diminta kembali oleh Allah SWT ketika jasad sudah tidak berfungsi lagi. Dengan Ruh ini lah ibslis dan malaikat diperintahkan Allah untuk bersujud di depan nabi Adam. Demikian juga malaikat Jibril tidak mampu lagi mengantarkan Rasulullah untuk menerima wahyu shalat. Kita ini harusnya sadar dengan ketinggian unsur Ruh dalam diri kita, tidak ada yang lebih tinggi dari unsur Ruh ini. Ketika kita sadar akan adanya Ruh ini maka kita akan menjadi mahluk yang paling sempurna, namun jika kita sadar dengan unsur Ruhani ini maka kita akan menjadi mahluk yang nilainya sangat rendah bahkan lebih rendah dari pada hewan.

Ruh yang Allah tiupkan dalam diri manusia ini tidak akan sama dengan apa yang menjadi pengertian selama ini bahwa Ruh itu adalah nyawa, Ruh itu adalah sukma atau spirit atau soul. Sebab Ruh ini adalah milik Allah yang tidak sama dengan apapun yang manusia kriteria buat. Terlebih dengan kriteria yang dibuat tidak berdasarkan islam. Misalnya Sukma ini lebih pada pengertian ilmu kejawen aliran kepercayaan, kemudian nyawa itu sebutan yang dibuat orang indonesia atau melayu dan ini tidak ada kaitanya dengan Ruh milik Allah karena memang tidak dikaitakan dengan islam, kemudian soul dan spirit, ini juga bukan, sebab istilah ini yang membuat orang barat yang tentunya tidak berdasarkan islam.

Saya cenderung menggunakan istilah tetap Ruh, sebab tidak ada kata yang dapat mewakili atau istilah yang pas.

istilah sukma, nyawa , soul atau spirit tidak pernah dsebutkan dalam al quran. al quran hanya menyebutkan tentang Ruh. Kalau kita melihat begitu banyak menyamakan dengan Ruh. Ruh menurut saya biarka dengan kata Ruh itu sendiri, sebab pertama dalam al quran hanya menyebutkan dengan kata Ruh saja tidak lainnya, kemudian Ruh ini adalah milik Allah yang tidak  bisa di andaikan dengan lainnya, tidak bisa di definisikan dengan kata kata. Sesuatu yang memnag tyidak bisa di definisikan jika dibuat defini atau dijelaskan jelaskan justru akan membuat semakin kabur makna atau arti Ruh itu sendiri. Isitilah Ruh juga jangan di tambah dengan kata kata lainnya misalnya dengan Ruh idhofi  atau tambahan istilah dibelakang lainnya, kecuali jika dalam al quran memang disebutkan, tapi sejauh yang saya tahu tidak ada istilah Ruh dengan tambahan di belakangnya.

Ruh ini sebenarnya simpel saja bahwa Ruh adalah milik Allah yang ditiupkan Allah dalam jasad manusia, sudah itu saja titik. Sedangkan fungsi Ruh itu adalah sebagai fasilitas dari Allah agar kita dapat berhubungan secara langsung kepada Allah, jadi Ruh ini karena dia berasal dari Allah dan akan kembali kepada Allah maka dia memiliki fitrah untuk kembali kepada Allah. Nah disinilah kenapa kita diperintahkan oleh Allah untuk menghadap Allah, kembali kepada Allah, menjalankan amanah Allah karena ada Ruh yang dapat menjadi alat untuk terus ke Allah. Hal ini menegaskan bahwa jika kita lurus ke Allah maka dengan sendirinya akan mengaktivasi Ruh ini dan jika aktif maka dia akan bersama jiwa yang berserah kepada Allah kembali kepada Allah. Dan TIDAK MUNGKIN TERSESAT.  untuk itu jika kita mau ke Allah ya lurus saja ke Allah terus saja ke Allah, tidak perlu kepada perantara perantara tidak perlu ke mursyid mursyid atau kyai kyai, atau habib habib. Jangan salah memahami, saya katakan jika ingin ke Allah, tapi kalau belajar caranya ke Allah silahkan datangi mursyid, habib, kyai atau siapapun yang dapat memberikan caranya untuk langsung ke Allah. namun kadang harus hati hati karena kadang mursyid ini bisa menghijab misalnya untuk ke Allah harus membayangkan wajah mursyid atau kalau tidak melalui habib, mursyid atau yang selain Allah , tidak bisa ke Allah.  Jadi sekali lagi saya tekankan bahwa kita sudah diberikan failitas Ruh untuk menuju kepadaNya, jangan gunakan lainnya caranya adalah sekali lagi dengan lurus ke Allah tidak perlu membayangkan Ruh itu seperti apa, rupa Ruh itu seperti apa, cukup lurus ke Allah nanti Ruh ini akan aktif dan akan membawa diri nafs ini untuk menuju kepada Allah SWT.

Seandainya Pondok Pesantren mengajarkan sadar Allah

berandai andai jika pondok pesantren di indonesia mengajarkan sadar Allah kepada santri santrinya maka saya bisa bayangkan pondok pesantren tersebut akan menelorkan santri santri yang tangguh. Santri tidak hanya diminta untuk dzikir ini dan itu, wirid ini dan itu tapi juga diwajibkan untuk menyadari Allah dalam setiap bacaan yang ia baca. Shalat yang santri lakukan tidak hanya sekedar shalat memenuhi syariat tapi di dalam shalatnya ada sadar Allah nya. bahkan ketika belajar mereka dilatih untuk melakukan dua hal yaitu menerima pelajaran dan sadar Allah.

Sadar Allah adalah suatu skill atau ketrampilan yang saya kira wajib untuk dijalankan, terutama kalau di pondok pesantren. Jika tiap santri menguasai skill sadar Allah ini maka dia akan mengalami kemajuan dalam hal ahlak, kemajuan studinya, kemajuan ibadahnya , kemajuan sikap sikap keberanian dan kemandiriannya.

berapa banyak santri yang lulus pondok pesantren gagal dalam bersosialisasi, gagal dalam bekerja… karena ketika di pondok dia hanya dibekali ilmu agama … ya sebatas ilmu yang tidak dapat digunakan secara aplikatif dalam kehidupan. kegagalan ini tentunya perlu kita pertanyakan “mengapa” nya. jangan hanya menjadi hal yang umum dan tidak ada penyelesaiannya. Kasian orang tua santri dan tentunya santri itu sendiri yang ketika lulus tidak bisa bersaing dengan lulusan yang bukan pondok pesantren. Secara logika tentunya anak pesantren lebih maju cara berpikirnya sebab dia didik dilingkungan pondok selama 24 jam, bandingkan dengan yang bukan pondok yang hanya disekolah kurang lebih hanya 8 jam. tapi kenapa sekali lagi, daya saing anak pondok sangat lemah.. ini tentunya sangat memprihatinkan. 

saya menuliskan ini bukan hanya menjelekkan anak pesantren namun saya mengusulkan program sadar Allah ini ada di pondok pesantren. jamaah yang belajar sadar Allah di sini, mengalami kemajuan yang signifikan … itu pun hanya bertemu dengan saya 3 atau 4 kali saja …. coba bisa kita bayangkan jika itu terjadi diponpes yang 24 jam selama 6 sampai 9 tahun, apa tidak wooow…

anda mungkin yang santri bisa saja sakit hati dengan tulisan saya ini, tapi ingat ini adalah fakta pahit dunia pesantren. kalau tidak ada perubahan paradigma pendidikan pesantren ya selamanya akan menjadi kalah dan menjadi kalah. Baiklah sadar Allah dalam bahasa kita adalah ihsan. Ihsan tidak sekedar di ajarkan tapi harus di terapkan dalam keseharian kehidupannn pesantren. SANTRI BERSAMA ALLAH…. itu kira kira kalimat yang tepat untuk kemajuan pesantren.

makin lama pencerahan ini makin sulit dituliskan

saya berusaha untuk konsisten menuliskan apa apa yang saya dapatkan, karena memang yang demikian adalah cara rasulullah dalam berdakwah, Namun semakin kesini semakin apa yang saya dapatkan makin sulit untuk dituliskan. tapi saya untuk mencoba untuk menjelaskannya dan mendakwahkanya dalam media tulis seperti ini. tapi saya minta maaf jika apa yang saya tulis ini kurang dimengerti.

ya misalnya saja menjelaskan tentang Allahu akbar sulitnya menjelaskan ini karena terkait dengan wilayah kedudukan ketika bertakbir. kesulitan itu sendiri bisa berasal dari saya sendiri yang memang belum jelas betul dengan kedudukan itu masih meraba atau masih saya pelajari. karena kadang pemahaman itu adalah suatu proses. Seperti misalnya pemahaman tentang tasbih tahmid dan takbir ternyata apa yang saya pahami dari waktu ke waktu meningkat kepada suatu pemahaman yang lebih dalam dan lebih dalam.

mungkin ini juga yang disebut dengan rahasia , karena rahasia nya yang belum terungkap oleh saya baiklah saya juga tidak tergesa gesa dalam hal pemahaman spiritual ini , saya ikuti saja kehendak Allah memahamkan diri saya. Kunci yang saya pegang adalah saya terus menjalankan apa yang saya dapat, saya dapat saya jalankan demikian semampu saya dan semoga Allah memudahkan saya untuk mendapatkan pemahaman yang baru dari Allah SWT.

 

lagi lagi … kuncinya ada di lurus ke Allah

lurus ke Allah menjadi prioritas utama dalam hidup. Hidup di dunia kalau yang dipandang adalah permasalahan hidup maka akan menjadi masalah dan benar itu akan menjadi kenyataan yang tiada ujung…ujungnya sampai mati baru selesai itu masalah. melihat hidup yang di lihat adalah Allahnya saja, karena memang hidup ini dari Allah. Melihat Allah berarti melihat hidup dari sisi atau dari perspektif Allah, dan kita bisa melihatnya di al qura dan hadis, bagaimana kita di ajak untuk melihat hidup dari sisi Allah bukan dari sisi kita sendiri. Misalnya ayat yang menyebutkan bahwa masalah itu tidak akan membebani sesuai dengan kemampuan manusia, Nah kita diajak Allah untuk menyadari bahwa beban hidup itu tidak melebihi ukuran manusia. kalau kita melihat dari sisi Allah maka kita akan termotivasi untuk hidup jika kita melihat dari sisi diri kita sendiri maka hidup kita akan terasa sangat berat. karena pada dasarnya beratnya beban hidup itu tergantung dari persepsi kita. Semakin kita mempersepsi bahwa hidup itu berat maka akan terasa berat. Seperti misalnya ukuran panas atau suhu tergantung standarisasinya..jika menggunakan celcius mestinya berbeda dengan fahrenheit meski sama sama 70 derajat.

Maka agar beban hidup itu lebih indah bukalah al quran dan lihat bagaimana perspektif Allah dalam mengajak kita untuk melihat hidup. Di dalam al quran juga tersedia solusi solusi praktis dalam menghadapi hidup solusi itu ada lurus kepada Allah, ya lagi lagi saya harus menekankan pentingnya lurus kepada Allah apapun masalahnya. Orang yang lurus ke seperti air yang mengalir di tengah halangan bebatuan, dia tetap mengalir dan mengalir, dia tetap bergerak dan bergerak. ya Lurus ke allah akan memberikan energi hidup yang tidak akan mampu dihentikan oleh apapun. Jika kita memiliki keinginan atau cita cita maka luruskan ke Allah cita cita itu dan nanti allah akan gerakkan, dan jika Allah gerakkan maka tidak akan yang bisa  mencegah meski dihalangi. Ingat peristiwa ekstrim dari seorang bilal yang ditindih batu .. karena beliau lurus ke Allah maka batu sebesar itu tidak membuatnya meninggal.. beliau tetap lurus ke Allah dengan menyebut ahad ahad.

masih kurang bukti akan adanya lurus ke Allah? silahkan tanya pada jamaah dzikir nafas sadar Allah, yang telah mengamalkan dzikir nafas ini maka dia akan memberikan testimoni atau pengalaman yang benar benar membuktikan bahwa dengan lurus ke Allah ini akan menurunkan pertolongan Allah dan segala masalah lambat laun atau cepat akan mendapatkan penyelesaian masalah.

baik bukti sudah banyak sekarang tinggal menunggu apa lagi mari kita sama sama untuk lurus ke Allah dan ikuti perintahNya. Kita ingin hidup kita menjadi bahagia … sungguh beruntung mereka yang berdzikir sadar Allah dengan menyebut nama Allah dan ketika shalat…..

ayo tunggu apalagi segera kita luruskan ke Allah jiwakita semoga kita semua mendapatkan kemudahan dan mendapatkan pertolongan dari Allah

Jurnal SAFARI SADAR ALLOH hari-4 19 Nop 2016

whatsapp-image-2016-11-18-at-10-37-15-am whatsapp-image-2016-11-18-at-1-55-15-pm whatsapp-image-2016-11-18-at-2-45-25-pm whatsapp-image-2016-11-19-at-8-05-01-am whatsapp-image-2016-11-17-at-3-26-11-pm whatsapp-image-2016-11-17-at-3-20-32-pm

Alhamdulillah cuaca di Kreo kemarin cerah.

Rencana berangkat melanjutkan rute perjalanan jadi agak siang, karena kedatangan jamaah DN, mas Agus Sulis di kediaman pak Jefrie.

Layaknya seorang sahabat perbincangan mengalir hangat, mulai dari seputar kehidupan sampai sharing perihal ketauhidan.

10.30 ki Soenan pamit kepada tuan rumah dan para sahabat di Kreo untuk selanjutnya menuju ke Pasar Kemis, Tangerang.

Kondisi lalu lintas cukup ramai, padat namun lancar.
Satu jam kemudian sudah masuk Adzan seruan untuk sholat Jum’at.

14.45 posisi sudah di pasar Kemis, selanjutnya tinggal mencari alamat kediaman kang Opit.

15.40 Menuju masjid Al Ikhlas, ada sedikit materi yang bisa disharingkan dengan ustadz Khairul.

Selanjutnya istirahat, bermalam di kediaman Kang Opit.

Rute hari ini menuju ke Kebon Jeruk untuk melengkapi atribut si Jadoel, agar lebih keren, mencirikan program khas Padepokan Patrap, Safari Sadar Alloh, sebuah perjalanan spiritual dengan mengemban amanah dakwah.
Semoga ba’da dhuhur nanti setelah singgah di mas Joko, Ki Soenan sudah bisa meluncur ke arah Bekasi.

Mengingat hari ini Sabtu kondisi lalu lintas biasanya cukup padat, tetap hati hati, selalu jaga kewasdaan Ki, tetap tersambungkan kesadaran ke Alloh.

Penyadaran bagi kita untuk memaknai bahwa inilah bentuk pembelajaran dari Alloh, dengan cara memperjalankan hamba Nya. Sebuah hal yang berat penuh tantangan bahkan resiko.
Untuk sebuah amanah tanpa niat yang bulat serta keyakinan yang kuat, akan menjadi sebuah keniscayaan untuk terwujud.

Tetap semangat Ki, dari diri ini doa kami para sahabatmu senantiasa memohonkan yang terbaik untuk amanah ini, dari jiwa ini turut mendampingi, dan terlebih Illahi Rabby terus menyertai itu adalah yang utama, Ki Soenan tidaklah sendiri dalam mengemban amanah ini…

Salam SADAR ALLAH

Safari SADAR ALLAH 2016

whatsapp-image-2016-11-17-at-6-14-07-am

Mengucap syukur alhamdulillah safari sadar Allah 2016 telah di mulai kemarin dari Bogor dan sekarang sudah di sentul untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke arah timur. Safari perjalanan yang di komandani oleh Ki Soenan (seperti tertulis nama di aku FB beliau). Beliau akan memimpin dari start hingga finish keliling pulau jawa. Kita berdoa semoga KI soenan dan rombongan diberikan keselamatan hingga balik lagi ke rumah beliau. Dan semoga safari ini dapat menjadikan momentum perubahan kesadaran masyarakat umat islam untuk selalu sadar Allah dalam keseharian terlebih dalam ibadah ibadah yang dijalankan.

Ki Soenan dan kawan kawan mari sama sama kita sebarkan antivirus sadar Allah ini kepada setiap umat islam yang dijumpai, berikan kabar gembira tentang siapa saja yang mau sadar Allah. Semoga ini juga menjadi amal jariyah kita…. amin whatsapp-image-2016-11-17-at-12-10-26-am whatsapp-image-2016-11-16-at-10-31-45-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-9-51-20-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-7-19-19-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-2-57-13-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-5-27-18-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-4-20-48-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-4-17-03-pm whatsapp-image-2016-11-16-at-4-15-57-pm

dzikir nafas sadar Allah…Touring d’jawa

insya Allah akhir november ini pangamal dzikir nafas sadar Allah akan mengadakan touring untuk mendakwahkan gerakan sadar Allah. Kegiatan akan di mulai dari bandung bergerak ke arah timur termasuk ke padepokan patrap dan terus ke timur hingga nanti kembali lagi ke barat.

kegiatan ini akan di motori oleh ki sunan, beliau akan naik motor dari kediaman beliau kemudian diikuti oleh kawan kawan yang dilewatinya untuk seterusnya estafet dengan kawan yang lain.

kegiatan ini merupakan kampanye gerakan sadar Allah dengan tujuan untuk mengajak siapapun untuk mulai sadar Allah.

baik semoga acara ini mendapat ridlo Allah amiin

kesadaran terhadap syetan dalam al quran

Selain kita sadar Allah maka kita juga harus sadar kepada syetan, bukan membandingkan tapi agar kita tahu bagaimana kesadaran kita terhadap Allah dan syetan. Saya perlu menguraikan sedikit tentang ini sebab dalamal quran kesadaran Akan mutlak dan kesadaran akan syetan pun mutlak. Meski keduanya mutlak namun sangat bertolak belakang. Kita sadar Allah bahwa Allah lah yang menciptakan kita dan menghidupkan kita dengan segala sifat sifat-Nya sedangkan kesadaran akan syetan kita juga harus benar benar sadar bahwa syetan adalah musuh yang nyata. bahkan di an nisa 38 Allah berfirman bahwa syetan adalah jahat, berarti perintahnya adalah bahwa kita diperintah untuk sadar bahwa syetan adalah jahat. ketika kita sadar betul bahwa syetan adalah jahat maka perilaku kita tentunya akan berbeda ketika kita tidak sadar bahwa syetan itu jahat.

Letak kesadaran syetan adalah di bawah sadar, dan letak kesadaran akan Allah adalah di supra sadar atau superconscious. Maka syetan pun dalam menggoda manusia tidak bisa dari sisi atas syetan hanya bisa menggoda dari samping depan belakang dan kanan kiri saja. untuk itu dalam dzikir nafas kita selalu berlatih untuk selalu ke atas mendekat kepada Allah. tujuannya adalah agar kita selalu sadar Allah dan posisi kita berada di posisi supra sadar.

baik sekarang kita tinggal pilih kita mau di ke Allah atau ke syetan. Kalau kita meninggalkan Allah berarti kita ke syetan tapi kalau kita ke Allah berarti kita meninggalkan syetan. Tidak bisa kita berada tidak di keduanya. Kita akan selalu berada di salah satu. ya kalau orang bilang hidup adalah pilihan. sekarang pilihan nyata kita apakah kita ke Allah atau ke syetan.

pilihan-hidup

ikuti daya Allah sampai sedalam dalamnya

ketika anda sadar Allah kadang muncul suatu daya yang mengalir pada diri kita. Daya ini bisa bermacam macam. Misalnya ketika mandi, setelah mandi ada dorongan untuk wudlu, nah daya wudlu ini kita ikuti sampai sedalam dalamnya sampai sehalus halusnya. daya ini akan mengalir terus semakin kita dalami maka akan semakin terasa dan terasa besar dayanya. kemudian lama kelamaan daya itu menghilang. Kemudian ada dorongan lagi untuk menjalankan shalat misalnya, shalat dhuha maka ikuti dayanya dalam shalat dhuha, ikuti dayanya sampai benar benar anda merasakan hingga daya terkecil.

daya itu akan menuntun kita ke arah yang baik. jadi benar bahwa ALlah akan menuntuh siapa saja yang mau sadar akan keberadaan Dzat Nya.

adapula daya yang mengajak untuk puasa misalnya puasa daud. Ada semacam dorongan yang sangat kuat untuk berpuasa daud, ya itu ikuti dan ikuti saja. nanti akan terasa nikmat menjalankan puasa dan tidak ada beban. Karena kita dipuasakan bukan kita puasa, sama dengan kita diwudlukan bukan kita yang mewudlukan.

maka kita terus sadar Allah dan sadar Allah kita kampanyekan terus sadar Allah ini karena daya dari sadar Allah ini, Allah akan menuntun kita sendiri untuk ke arah bertakwa.

kampanye sadar Allah
kampanye sadar Allah