Memasuki wilayah spiritual : tidak cocok untuk mereka yg FIQH Minded

sebenarnya bukannya tidak cocok, tapi tidak kompatible.. eh sama saja ya…, memasuki wilayah spiritual ibarat memakan najis yang diharamkan oleh mereka yang fiqh minded. saya mendapat banyak laporan dari jamaah sholat khusyu bahwa halaqoh sholat khusyu adalah jamaah yang mengajarkan kesufian, tasawuf, ajaran tasawuf adalah sesat + haram + masuk neraka. yah kira kira itulah klaim yang ditujukan. lanjutnya kalau mau sholat ya sholat biasa saja lah.. ndak usah neko neko.

wilayah spiritual bagi mereka adalah suatu jalan menuju kesesatan, karena kalau sudah masuk kewilayah ibarat masuk dalam jurang yang tiada ujung. wah… kalau sudah begini berat memang… saya juga tidak tahu.. apanya yang salah dengan ilmu tasawuf.. apanya yang salah dengan para sufi… sampai sampai mereka getol mendakwahkan bahwa pelajarannya haram. terus… bagaimana ya dia belajar tentang khusyu.. ya..

saya juga sempat menyaksikan sholatnya orang yang fiqh minded, tentunya saya menilai dengan gaya dan penampilan busana serta model raut muka nya, yang pada umumnya rata rata mereka memliliki kesamaan. saya menyaksikan bagaimana mereka sholat … apa tidak sadar kalau Allah ada di dekatnya ya… (ini sekedar suudzan saja… moga moga tidak demikian .. amin)

Konsep Halaqoh

Konsep halaqoh seperti kalau kita kumpul kumpul arisan… ketemu ya intinya arisan..  ketemu lagi ya arisan dikopyok lagi.. jadi setiap ketemu atau setiap halaqohan ya ndak ada yang lain datang ngopyok arisan .. gitu aja. jadi merupakan latihan sholat yang diulang ulang terus dan terus. terutama latihan silatun silatun dan silatun. silatun  itu intinya relaks kemudian nyambung ke Allah… itu thok selesai.

Tidak semua butuh khusyu…

Memang kalau orang ditanya mau khusyu nggak? ya jelas mau… tapi untuk benar benar mau memang tidak mudah. pikiran sadarnya (conscious) berkata … mau.. tapi coba tanyakan pada pikiran bawah sadarnya (unconscious) belum tentu mau. bawah sadar yang terlanjur di cekoki dengan “khusyu itu sulit” menjadi kendala utama, bagaimana mungkin bawah sadarnya mau khusyu kalau sudah pikirannya terblokir oleh tembok “khusyu itu sulit”, bahkan tembok yang lebih tinggi lagi mengatakan bahwa “tidak mungkin kita bisa khusyu”, pikirannya menganggap kalau khusyu itu hanya milik para wali dan para nabi dan para ulama… lebih parah lagi paham ini di doktrin secara tidak proposianal + menyesatkan oleh para ustad yang belum bisa khusyu.. kalau ustad tadi bisa khusyu pasti akan mengajarkan dan akan memberikan harapan tentang kemudahan khusyu karena dia sendiri sudah merasakan betapa enak dan mudahnya khusyu itu (maaf nggih para ustad kalau agak kasar).

paradigma yang keliru tentang khusyu telah menjerumuskan umat islam untuk tidak butuh khusyu. bayangkan butuh saja tidak apalagi mau menggembleng untuk mendapatkannya.

sekarang yang terjadi adalah pemakluman pemakluman yang menyesatkan, seperti sholat cepet itu dimaklumi, sholat tidak khusyu itu dimaklumi justru yang tidak dimaklumi adalah kalau sholatnya khusyu… yang disangka ajaran sufi lah, yang disangka kembali ke syeh siti jenar lah.. parah lagi praktek sholat khusyu dikaitkan dengan hipnotisme (nanti insya allah akan saya bahas pada bab tersendiri).

TIDAK SEMUA BUTUH KHUSYU….sangat parah… bagaimana mungkin jika dipikir dengan logika wong dia menjalankan kok nggak butuh khusyu,,… usut punya usut ternyata terkait dengan golongan, aliran, syiah  sunni.. ,tasawuf, sufi…… wah ini parah lagi.

untuk para trainer yang akan mendakwahkan sholat khusyu ini sebelum mengajak orang untuk mengikuti halaqoh cobalah untuk memahami dulu tingkat kemauan dari orang tersebut yang akan kita ajak. kalau perlu di ajak diskusi dulu dan berikan semacam manfaat manfaat dari sholat khusyu.. jangan ngecap… tapi coba ceritakan pengalaman pribadi dulu saja. sebaiknya metode sholat nya di belakangkan

cobalah sebelum mengajak munculkan rasa butuh dulu baru setelah butuh ajaklah untuk di halaqoh.  jangan memaksa orang yang tidak mau..biarkan saja kita doakan mudah2an mendapatkan jalan lain untuk menuju khusyu.

Khusyu merupakan spiritual experiences

khusyu memiliki rentang dari 1 sampai tak terhingga, jadi 1 pun khusyu… terus dan terus hingga tiada puncak khusyu, maka sangat mengherankan bila ada orang yang bilang bahwa pelajaran khusyu nya sudah selesai. selama kita sholat maka khusyu itu akan terus kita peroleh dan kita akan mendapatkan sesuatu yang berbeda maka orang sholat tidak mungkin jenuh, karena otak selalu menyimpan hal yang baru. otak kalau menyimpan hal yang sama dan berulang ulang akan menyebabkan dia jenuh, otak akan ceria jika dia mendapatkan pengalaman pengalaman yang baru. spiritual experiences (pengalaman spiritual) merupakan pengalaman yang terus menerus, dan akan terus selama orang tersebut mengadakan perjalanan spiritual (journey of spiritual). demikian pula khusyu, khusyu merupakan spiritual experiences yang tidak bisa direkayasa dia muncul begitu saja (karena Allah) karena kita mengadakan perjalanan spiritual yaitu karena kita yakin bertemu dengan allah dan kembali kepada allah (al Baqoroh 46) , kembali kepada allah inilah perjalanan spiritual. bagi kita yang terpenting adalah mengadakan perjalanan spiritual bukan untuk mendapatkan pengalaman spiritual. ibarat tukang becak tugasnya hanya mengayuh dan mengayuh…(sholat dan sholat, pasrah dan pasrah), selama mengayuh becaknya dia akan mendapatkan pemandangan di sekililingnya (pengalaman spiritual), mengayuh dan mengayuh tanpa memikirkan kapan sampainya.

bersyukurnya orang sombong

pemberian Allah kepada kita ini unlimited, kenikmatan ini tidak dapat kita hitung hitung. jika bersyukur kepada Allah kemudian kita menghitung menghitung apa yang kita terima kemudian kita bersyukur dari apa yang kita terima tadi maka sama saja kita ini sombong, kenapa sombong karena nikmat allah yang banyak tadi kita hargai dengan sedikit kenikmatan yang kita rasakan menurut persepsi kita.
bisa juga menghina Allah karena allah memberikan banyak yang kita ucapkan terimakasih cuma sedikit. banyak orang bersyukur jika menerima sesuatu yang dianggapnya “keberuntungan” misalnya diberi orang uang, wah kita bersyukur….(tapi juga tidak salah). nah yang paling utama adalah kita bersyukur tidak pandang materinya tapi kita bersyukur karena Allah. bahayanya kalau kita bersyukur hanya karena materi misalnya dapat uang tadi maak kita jika kita tidak mendapat kan uang kita tidak bersyukur (padahal nikmat allah tidak hanya uang kan) nah bahaya yang lain adalah jika kita mendapat kan sesuatu yang kita persepsikan “musibah” maka kita akan bersyukur artinya bersyukurnya akan hilang bisa berganti menjadi mengeluh, mengaduh atau mengumpat.
bersyukur itu jangan karena nikmat Allah, bersyukur itu karena Allah. kita kan sudah tahu bahwa nikmat allah ini begitu banyak dan sepakat bahwa nikmat allah ini sangat luas tak terbatas, kenapa kita repot repot menghitungnya. sudah… tugas kita tinggal bersyukur kepada Allah titik

bersyukurlah jika senang duit

jika kita sudah dibuat senang duit itu tandanya Allah menghendaki kita untuk memiliki duit. sekarang hidup ini menggunakan duit. mau makan harus ada duit, mau beribadah harus ada duit bahkan maaf mau buang hajat harus ada duit.
maka berbahagialah jika Allah memberikan ilham kepada kita untuk senang terhadap duit. hidup tanpa duit akan menyebabkan hati susah, khawatir, gelisah dan cenderung untuk berbuat tidak baik. adanya duit membuat kita lebih bahagia lebih membuat kita senang dan akan memudahkan kita unutk beribadah dan bersyukur. wajah wajah SENDU senang duit biasanya rejekinya lancar, murah rejeki dan segala kemewahan hidup dunia akan diperolehnya.

tips bersyukur dengan silatun

cara paling mudah untuk bersyukur kepada Allah adalah dengan silatun. orang bersyukur adalah orang yang berterimakasih, artinya harus jelas kepada siapa kita harus berterimakasih. kita berterimakasih kepada Allah maka harus jelas Allahnya, artinya kita harus silatun atau sambung hati kita kepada Allah. sampaikan rasa terimakasih kita kepada Allah… ya Allah terimakasih..
jadi arah bersyukur jelas yaitu kepada Allah BUKAN KEPADA APA YANG DIBERIKAN ALLAH.