DN level 1 menyadari ciptaan Allah, DN level 2 menyadari Allah sang Pencipta

batas yang jelas antara DN level 1 dan DN level 2, yaitu pada perubahan kesadaran dari kesadaran terhadap apa yang diciptakan Allah sedangkan pada level 2 kesadaran kepada Allah yang menciptakan. Perbedaan ini harus dipahami dan dapat di amalkan. Satu hal yang penting adalah kemampuan pikiran kita. Ketika DN level 1 maka pikiran akan mengikuti apa yang disadari tapi ketika sudah DN level 2 maka pikiran sudah tidak bisa berpikir lagi. artinya bahwa DN level 1 pikiran akan berjalan tapi ketika DN level 2 maka pikiran akan berhenti.

Tawaran “investasi” hanya untuk orang yang tidak amanah

Apakah anda termasuk golongan orang yang tidak amanah? kalau iya maka salah satu cirinya adalah malas menjalankan perintah Allah dan ingin keuntungan besar. salah satu bentuk nya adalah mengikuti “investasi” .

Orang yang menggunakan uang untuk mendapatkan uang, atau cukup dengan titip uang maka uang akan bertambah, maka disini tidak ada tanda dan tidak ada perintahnya bahkan tidak ada amanahnya. Uang adalah amanah, amanahnya adalah untuk menjalankan atau melancarkan dalam menjalankan amanah, perintahnya dikeluarkan untuk memperlancar amanah. jadi kalau uang digunakan untuk menambah uang dengan tidak melakukan apa apa maka itu sama saja sudah dzalim dengan uang.

Banyak dari kita sudah keracunan teori ekonomi yang mengatakan bahwa kerja minimal hasil maksimal? pada dalam konsep amanah, kerja maksimal, hasil kita serahkan kepada Allah. Jadi antara teori ekonomi dengan konsep amanah sangat bertentangan. orang yang mengikuti teori ekonomi sangat tertarik dengan yang namanya investasi, cukup titip uang, dan uang berlimpah, jelas ini adalah tidak sesuai dengan prinsip amanah.

Dan orang orang yang tidak amanah akan kena batunya, coba kita lihat saja berapa banyak orang yang jadi korban “investasi bodong”. Bahkan investasi yang berbau agama entah itu umrah, kurma, atau lainnya. Artinya sang penipu hafal sekali dengan karakter 2 ini yaitu : para pencari pahala (PPP) dan Para Pencari Uang (PPU) maka keduanya akan menjadi iming iming dan Ya… berhasil ..ketipu. Sekarang coba kalau prinsipnya adalah amanah, dia tidak tergiur dengan pahala dan uang, dia akan melihat apa kotribusi saya disitu, benarkah ada misalnya sawah kurma yang ditawarkan, kalau dia menawarkan emas, ada tidak emasnya atau lainnya. Dia akan tolak kalau dia tidak ada kotribusi sama sekali. dia ingin berbuat sesuatu. Karena orang amanah fokusnya adalah apa yang bisa dia perbuat bukan apa yang dia dapat.

semoga  kita selalu sadar dan tidak melulu cari duit duit dan duit, pahala pahala dan pahala…….

 

bahagia di beri amanah Allah

jika kita siap untuk menerima amanah dari Allah maka kita bahagia untuk menjalaninya. Akan ada banyak pelajaran dan pertolongan Allah ketika kita siap untuk menjalankan amanah, ini baru siap, belum lagi nanti dalam proses menjalankan. Kita akan diajari bagaimana peka dengan tanda yang Allah berikan dan kita diajari bagaimana menyelesaikan masalah tersebut, bahkan kita akan dibuat bahagia dengan pertolongan pertolongan Allah.

Bahagia karena menerima amanah Allah akan membuat kita semangat dalam menjalankan amanah amanah Allah. coba hubungkan pekerjaan kita sekarang ini dengan Allah, artinya yang memberi pekerjaan adalah Allah pasti hati kita akan bergelora bahagia dan semangat. lain dengan jika kita bekerja untuk nafkah keluarga, untuk mencari uang, demi uang, atau demi pekerjaan itu sendiri nilai semangatnya akan berbeda dengan jika kita bekerja karena Allah.

jika kita sudah pada maqom bahagia menjalankan amanah Allah di dunia maka berarti kita sudah merasakan surga dunia, kalau surga dunia kita dapatkan maka kita akan mendapatkan surga akhirat. Nikmat hidup adalah dengan menikmati apa yang ada di dunia dan bahagia dengan apa apa yang Allah amanah kan dalam dunia ini. Kita bahagia dengan pekerjaan kita bahagia dengan keluarga yang ada sekarang dan bahagia dengan harta yang kita miliki saat ini.

 

Para Wali minimal Beliau sudah Sibghoh dan ATP

Wali adalah kekasih Allah, yang kita lihat disini bukan kesaktiannya, itu bukan wali pun bisa sakti, tapi yang kita lihat adalah tataran kesadaran beliau yang sudah mencapai maqom sibghoh dan sangat kuat dalam menjalankan amanah tanda perintah (ATP).

Wali panutan DNSA bukan orang yang dianggap wali yang tidak shalat dan tidak menjalankan amanah atau ATP. orang yang dianggap wali jadzab dengan perilaku seenaknya, seperti orang gila jangan dianggap itu wali, meski keturunan ulama. Panutan harus jelas, kyai kyai sepuh dilingkungan kita paling dekat, yang shalatnya rajin dan menjalankan ATP 3T dan 3S, segera ikuti langkah beliau beliau, dekat beliau beliau dan sertai hikmah hikmah pelajaran hidupnya, pasti akan mendapatkan manfaat dunia akhirat. dekat dengan wali bukan sekedar masalah barokah tanpa ada kriteria yang jela, kalau wali yang anda ikuti tidak berbaju, tidak shalat dan hidup ngluyur hikmah kehidupan apa yang anda dapatkan, seharusnya orang yang demikian mendapatkan perawatan bukan malah dimintai barokah.

masih banyak kyai tersembunyi dan ulama tersembunyi yang sebenarnya beliau oleh Allah sudah diangkat menjadi wali, tentunya dengan kriteria yang jelas yaitu menjalankan syariat dan ATP. Jangan mengikuti pendapat orang bahwa ciri orang yang diangkat wali oleh Allah itu adalah orang yang sakti, orang yang bisa menyembuhkan hanya dengan air putih yang ditiup, TIDAK. Ukurannya sekali lagi menjalankan sunah Rasul apa tidak, menjalankan syariat apa tidak.

Karena setiap wali sudah pasti sibghoh, menjalankan syariat dan menjalankan ATP maka ini ukuran nampak yang bisa kita gunakan untuk mendapatkan pelajaran pelajaran hikmah dari Beliau.

Jika anda di dzalimi, biarkan Allah yang selesaikan

Jika anda di dzalimi maka biarkan Allah yang menyelesaikan. Yang penting anda tidak membuat suatu kesalahan, atau kesalahan itu tidak berasal dari anda. keitka di dzalimi maka gunakan  dzikir nafas level 4 untuk menyadari kekuatan Allah, kemudian sibghoh dan biarkan apa yang terjadi anda fokuskan dan anda serahkan kepada Allah. dan lakukan keadaan ini beberapa saat.

Cara ini dilakukan dengan syarat kita tidak ikut ikut dalam proses penyelesaian. namanya juga sudah di serahkan kepada Allah, berarti kita tidak ikut ikut. ok selamat mencoba

Melibatkan Ulama di Tiap Daerah DNSA

Ulama, ajak beliau untuk turut membimbing jamaah sadar Allah yang ada di tempat kita masing masing, karena lebih faham secara keilmuan tentang apa yang sedang kita jalankan dalam laku sadar Allah ini. Dengan penjelasan Ulama dari konsep konsep Di DNSA dari mulai sadar Allah sampai 3T, ATP dan 3S  akan dapat dijelaskan oleh beliau secara rinci dan secara jelas. Dan tentunya penjelasan beliau akan bisa menambah keyakinan, wawasan dan kemantapan dalam menjalankan konsep sadar Allah tersebut.

Jika ada beliau “Ulama” yang turut bergabung dalam DNSA maka minta beliau untuk menjadi pembicara, untuk memberikan pencerahan pencerahan seputar laku sadar Allah dan amanah ini. Terutama lagi ulama ulama yang memiliki pandangan ilmu tasawuf pasti beliau akan mampu lebih rinci dalam menjelaskan dan memotivasi untuk terus berdzikir dan terus menjalankan amanah Allah.

semoga dengan bergabung Ulama dalam barisan DNSA dan bimbingan beliau maka DNSA akan lebih terarah dan maju untuk terus Sadar Allah dan terus menjalankan amanah Allah

ilmu makrifat tinggi perlu verifikasi dari Allah

he he tenang tenang, Allah maha bijak dan maha benar, setiap pengetahuan kita belum tentu benar menurut Allah, dan kita benar harus menurut Allah bukan menurut kita. Benar menurut Allah berati setiap pengakuan ke makrifatan harus melalui proses verifikasi dari Allah. verifikasi ini ya untuk kita sendiri karena Allah sebenarnya sudah tahu . Kalau sedang verifikasi maka sabar saja, kata orang, Allah sedang menguji, kata orang Allah sedang memberikan cobaan, dan tidak ada hak untuk protes atau mempertanyakan. Terima verifikasi itu dan sabar …. he he he hanya itu… meski kadang hati ini menolak, semakin menolak semakin protes maka pasti verifikasi itu gagal, ha ha  ha makrifat abal abal…. dan silahkan untuk turun derajat.

Jujur saja, dari pada anda nanti belajar makrifat kaget karena selalu di uji Allah, saya beritahu sejak sekarang. sebenarnya bukan ujian ya tapi verifikasi… Okey anda harus tetap senyum kepada kepada Allah dan sampaikan ucapan terimakasih sudah di verifikasi oleh Allah. kalau tidak di verifikasi berarti proposal kenaikan pangkat kita tidak diterima kan.

contoh verifikasi paling mudah adalah anda dibuat sabar tak berdaya … ha ha ha …. melawan berarti gagal, ha ha hayo mau apa. Pernah ikut ospek sewaktu masuk kuliah pertama kali dulu, kita selalu dibuat salah dalam keadaan yang kita sendiri tidak bisa mengatasinya. Misalnya cari kobis (kol) yang lapisanya 19 lapis, harus 19. ha ha kapook… semalam nyari juga susah… esoknya masuk kampus di cek ternyata 20 lapis…. weleh weleh… anda kena semprot sejadi jadinya, kena marah, kena hukuman suruh ini suruh itu dan anda “berhak DIAM”. ha ha ha…. ini sekedar contoh saja.

baiklah setiap langkah kita menyadari Allah lebih dalam segera susul dengan 3T, ATP dan 3S agar verifikasi cepat berlalu ,,,,, dah itu saja resep dari saya.

Menembus langit shaf ke 7

mari kita cari langit sama sama, ada ? sampai kapanpun tetap tidak ada. kalau anda mengatakan bahwa ilmunya belum nyampai, itu hanya alasan saja. Karena memang langit itu tidak ada. Luas alam semesta adalah tak terbatas, jadi tidak ada batasnya. Langit yang disebutkan di quran maupun hadis itu adalah makna kias, bukan sebenarnya seperti langit langit rumah. Namany kias kalau di cari ya nggak ada. Seperti misalnya tangan Allah, penglihatan Allah, terus ya apa Allah melihat menggunakan mata atau Allah memiliki tangan, jelas itu adalah makna kias.

berarti kalau menembus langit shaf ke 7, berarti kita menembus dengan kesadaran kita untuk menuju kepada Allah yang tidak serupa dengan apapun. Ketika menyadari Allah yang menciptakan alam semesta, yang menguasai alam semesta berarti kita sudah menembus langit shaf ke 7.

level tajrid : dunia datang sendiri tanpa perlu dicari

setelah pelajaran santai santai saja, pelajaran berikutnya adalah pelajaran maqom tajrid, dimana dunia akan melayani, semua akan datang sendiri. Maqom ini dapat dicapai jika sudah lulus DN level 1-4 dan menerapkan sibghoh kemudian menjalankan 3T  dan menjalankan ATP. Syarat ini mutlak dipelajari di amalkan dalam keseharian. berikut link yang wajib di pelajari dan di amalkan https://youtu.be/IGDt2eAMYlc 

sebenarnya maqom ini main kesadaran saja, sebab dicari atau tidak di cari rejeki akan datang atau menjauh. Rejeki akan datang jika kita menjalankan amanah dan akan menjauh jika kita tidak amanah. jadi untuk menduduk maqom tajrid maka amanah harus dapat dijalankan dengan sebaik baiknya

Mengapa Jokowi Memilih Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan

Sekedar berbagi prediksi kenapa Pak Nadiem dipilih Pak Jokowi untuk menjadi menteri pendidikan Republik Indonesia. Berkiblat dari karya besar Pak Nadiem yaitu Gojek, yang merupakan produk lokal yang dapat merubah sistem transportasi manual menjadi sistem transportasi aplikasi yang mudah, tidak njlimet dan multi fungsi. Hal ini sangat mirip dengan model pendidikan indonesia saat ini yang saya anggap masih seperti transportasi manual, taksi masih pakai argo, pesan tiket kereta harus di stasiun, transaksi terjadi setelah ketemu supir ojek, angkot masih semrawut, bis kota ngetem seenaknya, copetnya banyak lagi, dan masih banyak lagi. Dengan adanya aplikasi gojek maka semua berubah menjadi lebih baik.

Harapan Pak Nadiem menjadi menteri adalah bagaimana dunia pendidikan yang manual ini menjadi digital menjadi lebih simpel. Anak yang harus belajar berhitung, cukup dengan aplikasi dia sudah paham bagaimana menghitung sampai aplikasi matematika yang sulit. Anak tidak perlu lagi menghafal sejarah, menghafal rumus 2, karena cukup dengan google atau aplikasi yang terprogram semua pelajaran yang harus di simpan diotak sudah  ada di aplikasi, dan tentunya ini akan menghemat waktu anak di rumah dan di sekolah. Anak tidak perlu stress orang tua juga. Dalam pendidikan era GOJEK, Guru tinggal mengarahkan murid melalui aplikasi, guru mengevaluasi belajar dengan aplikasi.

Ya harapan kepada Bapak Menteri GOJEK, kedepannya akan lebih digitilzed, orang tua juga perlu di pahamkan bahwa gadget untuk memudahkan belajar siswa, bukan menjadi momok bagi orang tua. Gadget tidak untuk di hindari tapi untuk di maksimalkan harus dimanfaatkan. Ketika semua ilmu pengetahuan sudah digitilized maka waktu belajar siswa sangat banyak berkurang dan itu bisa digunakan siswa untuk berkreasi, untuk belajar mengamati, meneliti dan inovasi. Paradigma sekolah tentang pintar harus berubah, karena pintar bukanlah siswa yang mudah menghafal, atau siswa yang bisa menghitung matematika di luar kepala, tapi siswa yang pintar adalah siswa yang mampu berkreasi, menemukan bakat dirinya, berinovasi dan selalu menanyakan hal hal yang tidak diketahuinya. SELAMAT TINGGAL SISWA BER IQ TINGGI selamat datang siswa yang inovatif dan produktif.

Olimpiade harus segera ditiadakan karena itu hanya milik siswa yang IQ nya tinggi… itu tidak adil, sekolah sekolah yang bangga dengan prestasi lomba lomba di pampang di pintu masuk sekolah harus segera merubah diri menjadi sekolah yang menghargai siswa yang berkreasi dan inovatif.

Dan kita akan menjumpai siswa siswa yang asyik bersekolah, bukan siswa yang kalau bangun tidur malas mandi, malas berangkat sekolah , mereka akan sangat termotivasi bahkan mereka sangat antusias dengan kegiatan kegiatan sekolah yang guru gurunya kreatif dan menyenangkan.

disekolah mereka di ajari bagaimana menggunakan aplikasi melalui gadget, sehingga mereka asyik disitu mereka bisa belajar berbagai bahasa karena tinggal pakai google translate tinggal guru mengajarkan bagaimana menggunakan google translate secara benar dan tepat.

yah itulah prediksi saya kenapa pak Jokowi memilih Pak Nadiem Juragan GOJEK. Siswa akan maju dan indonesia siap menyambut generasi emas