Uncategorized

Aku Diperintahkan Untuk Puasa, Aku diperintahkan Untuk cuci piring

Kita menganggap bahwa perintah Puasa lebih tinggi nilainya dengan perintah Cuci piring, belum tentu. Kadang perintah cuci piring nilainya lebih tinggi dibanding dengan perintah puasa. Ketka seorang sudah menjalankan puasa kemudian merasa dirinya “sudah berpuasa” merasa sudah menjadi orang hebat dan tidak mau cuci piring maka cuci piring adalah lebih mulia dari pada puasa. Karena disini cuci piring menghilangkan ke egoan sedangkan puasa justru meninggikan ego.  Maka perintah Allah cuci piring lebih tinggi dibandingkan dengan puasa.

 

Allah Menghadapkan pada keadaan yang Pelik

jaman Rasulullah penuh dengan pertarungan hidup atau mati, keadaan yang dicontohkan nabi adalah keadaan ekstrim. Contoh ini agar umatnya dapat mengambil bagaimana cara para Nabi dan Rasul dapat survive dari keadaan tersebut. Survive dari keadaan yang sangat pelik, bahkan keadaan hidup atau mati.

Nabi Yusuf dengan kesadarannya kepada Allah ketika bersama siti zulaekah

Nabi Musa dengan ketaatannya kepada Allah, ketika di perintah Allah memukulkan tongkat ke laut  yang tidak masuk akal

Nabi Nuh yang dengan ketidak bisaannya namun tetap mengikuti perintah ALlah yaitu ketika diperintah membuat kapal di atas bukit.

Semua contoh solutif dari cerita para Nabi ini adalah contoh riil bagaimana agar kita dapat keluar dari masalah yang pelik dan seakan tidak mungkin terselesaikan.

Jadzab adalah istilah untuk keluar dari masalah dengan cara spiritual. Jadzab bukan tidak tanpa tujuan, jadzab adalah cara Allah agar kita dapat keluar dari masalah yang pelik , amanah yang berat hinggat beratnya tingkat dewa. jadzab sering di artikan sebagai sebuah maqom kedekatan dengan Tuhan, bagi saya tidak sekedar itu, jadzab adalah keadaan kedudukan dimana kita dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak masuk nalar. Perhatikan “cara” bukan hasil. Yang jadzab adalah cara nya bukan hasilnya. Allah memberikan cara pemecahan yang aneh bukan solusinya. Cara yang aneh ini jika kita jalankan maka kita akan dapat survive.

diantara kita tidak kuat dengan keadaan jadzab ini. ketika kuatan ini terletak pada kesabaran dan ketabahan dalam menjalaninya. Kemudian peran pikiran dan yang terutama adalah ego yang selalu menjadi hijab. Kalau mau menghilangkan jadzab syaratnya harus menghilangkan ego. ego yang kuat menyebabkan kita selalu berpikir dan selalu enggan untuk menjalankan perintah Allah yang berlawanan dengan ego tersebut.

hancurkan ego

hancurkan ego

dan hancurkan ego

Dengan lenyapnya ego maka cara Allah akan nampak nyata sehingga mudah untuk dijalankan. dengan menjalankan ini maka masalah kita akan selesai amanah atau masalah pelik akan terselesaikan.

 

Kenapa Tuhan tidak bisa di cari ?

Tuhan punya sifat tidak sama dengan apapun, lha bagaimana mau  di cari? kalau kita mencari berarti kita salah mindset. Mencari pasti ketemunya sesuatu, dan Tuhan pasti bukan sesuatu. Jadi kata “mencari” dalam proses makrifat tidak tepat dan tidak benar. wis ngono wae….

kunci patrap shalat khusyu “seperti di jantur”

mungkin sedikit yang pernah mendengar kata jantur, kata jantur ini kata ketika saya masih kanak kanak dimana jangkrik masih banyak, agar jangkriknya menjadi giras dan gandang suaranya maka jangkrik itu di jantur.
setelah saya mempraktekan patrap shalat baik dalam latihan atau dalam praktek shalat yang sesungguhnya, rasanya seperti jangkrik yang di jantur. Jantur ini mirip dengan di gantung tapi tidak mematikan justru semakin khusyu. baiklah lupakan jantur. begini maksud saya adalah bahwa ketika kita berdiri shalat rukuk dan posisi shalat yang lain kita harus berada pada titik keseimbangan dan titik keseimbangan itu menggantung kepada Dzat yang lebih besar dari pada apapun. Jadi seperti kita berada di titik keseimbangan tertentu kemudian menggantung jadi berat badan akan lebih ringan. Ringan yang pertama karena mencapai titik keseimbangan dan ringan yang kedua adalah karena kita menggantungkan diri kepada Allah (jantur)
untuk bisa seperti ini diperlukan latihan dan praktek untuk mencapai titik keseimbangan dan tali bergantung. Jantur menggunakan tali, dan ibaratnya dengan tali, maka tali ini sebagai penghubung yang menggantungkan kita dengan Allah.
memang agak susah untuk menggambarkan keadaan yang saya alami terkait dengan metode patrap shalat khusyu ini , tapi insya Allah akan jelas jika langsung praktek. jadi silahkan datang ke padepokan ya…

Al Isra 15: Semua atas petunjuk Allah

Petunjuk Allah apakah hanya perintah shalat, puasa baca shalawat atu berdzikir saja ? tidak. Kalau kita cermati perintah Allah di surat al Isra ayat 15 maka semua hal semua tindakan kita harus berdasarkan atas petunjuk Allah SWT. Jadi tidak hanya perintah yang bersifat ibadah saja tapi semua tindakan dari yang kecil sampai yang besar. Kita melihat duri di jalan atau melihat batu dijalan maka perintahnya adalah jelas , yaitu menyingkirkan. Bagaimana dengan kita melihat cucian piring di dapur? pasti perintah Allah sangat jelas yaitu cuci. Cuci piring ini di jalankan bukan karena takut istri, bukan karena tugas rumah, bukan karena kebersihan atau karena agar mudah untuk menggunakannya lagi tapi cuci piring ini dilakukan adalah menjalankan perintah Allah.

Memahami perintah Allah itu sangat mudah, tinggal segala sesuatu kita niatkan karena perintah Allah. Misalnya kita menyingkirkan batu di jalan, tinggal diniatkan karena perintah Allah, bukan karena kalau dibiarkan membahayakan pengendara. Maka disini sangat penting untuk selalu meng ON kan kesadaran kita kepada Allah. Dengan On ini ibarat lampu yang kita nyalakan sehingga sangat nampak apa apa yang Allah perintahkan kepada kita.

Setelah sadar Allah di On kan, selanjutnya adalah niat untuk menjalankan perintah Allah. Niat ini merupakan bentuk dasar ketakwaan kita kepada Allah untuk siap menjalankan perintah Allah.

sebenarnya ada rahasia untuk menjalankan perintah Allah dengan sempurna yaitu dengan keadaan FANA. Keadaan ini akan mem by pass pikiran dalam proses menjalankan perintah Allah. Sebab dalam menjalankan perintah Allah diperlukan sikap samikna wa athona yaitu suatu sikap dimana tidak ada proses berpikir dalam menjalankan semua perintah Allah. Misalnya melihat cucian piring kotor di dapur maka tanpa berpikir langsung bersihkan, jika berpikir maka akan tertunda atau tidak jadi menjalankan. Tapi keadaan FANA memang sulit dan harus dipelajari setiap hari. metode sudah saya susun yaitu di Dzikir nafas level 4 dan di patrap rumi. Sayapun sekarang masih terus berlatih, karena naik turun dan kadang tidak sadar kalau tidak fana.

Demikian lah tadarus surat al isra ayat 15, Bapak dan Ibu juga bisa mendapatkan pencerahan dari Allah tentang surat al isra ayat 15 tersebut.

 

Mencari dunia ditipu dunia, meninggalkan dunia akan ditinggalkan dunia

dunia tidak untuk di cari dan tidak untuk ditinggalkan, terus…. yang benar yang mana. Mencari salah meninggalkan juga salah? baik, dunia akan diberikan Allah kepada siapa yang dikehendaki, berarti yang harus kita fahami adalah bagaimana agar kita dikehendaki Allah?. ternyata untuk dikehendaki Allah ada pada surat at talaq 2 dan 3, yaitu mereka yang bertakwa. Orang yang bertakwa akan diberikan dunia oleh Allah. Jadi kita tidak perlu lagi mencari dunia. dan pemahamam jika kita meninggalkan dunia maka dunia akan mengejar kita adalah pemahaman salah. Justru kalau kita meninggalkan dunia kita akan ditinggalkan dunia. Karena orang meninggalkan dunia dirinya tidak semangat menjalankan perintah Allah yang berupa kerja. Kalau orang meninggalkan dunia dan tidak semangat kerja maka dunia akan meninggalkannya. Dia akan selalau kekurangan duniawi, meski mereka mengatakan qonaah, bersyukur, tapi yang pasti bahwa mereka tidak bisa bersedekah sebanyak orang yang semengat dalam menjalankan perintah Allah yaitu dalam bekerja.

 

Redha gelar para sahabat

RA radliyallahu anhu, adalah gelar tertinggi yang ada pada diri diri sahabat NAbi SAW. Redha kepada Allah sifat Allah dan af al atau perbuatannya Allah. Redha model ini yang membedakan dengan redha manusia yang tidak beriman. Kalau redhanya orang beriman maka redha terhadap Allah, kalau orang tidak beriman redha kepada apa yang terjadi, kepada apa yang sedang di alami. Tentu sangat beda antara redha kepada Allah dengan redha kepada kejadian yang sedang di alami. Kalau redha kepada Allah maka seluruh kejadian yang menimpanya akan membuatnya redha, sebab kejadian kejadian yang ada adalah merupakan perbuatan Allah. Redha kepada Allah ini lebih luas dari pada redha terhadap kejadian yang sedang di alaminya. Dan yang ajaib adalah, dengan redha kepada Allah maka akan lebih mudah dibandingkan dengan redha kepada kejadian yang sedang dialami. Banyak orang yang tidak redha kepada anaknya yang tidak sesuai keinginannya sebagai orang tua. Tapi kalau redha kepada Allah terhadap anaknya yang tidak sesuai dengan keinginan orang tua maka redha kepada anak akan lebih mudah.

Redha ini dapat memberikan keajabaiban kepada hal hal yang kita redhoi, misalnya kita redha kepada Allah dengan anak yang mbolos sekolah misalnya, maka Allah akan memberikan solusi terhadap  masalah itu. Misalnya lagi Redha kepada suami atau istri yang berbeda pendapat maka Allah akan memberikan pemecahan dan jalan terbaik dari perbedaan pendapat itu.

Redha kepada Allah terhadap apa apa yang tidak cocok di hati , Allah akan memberikan tuntunan dan akan memberikan cara cara bagaimana menyelesaikan masalah. Misalnya dengan ridha dituntun untuk diam jangan membantah, jangan mengeluh, atau cara cara lain yang masuk dalam pikiran atau hati kita, hal itu kita ikuti dan masalah selesai.

sifat sahabat yang redha kepada Allah ini patut kita contoh dan kita jalankan. Bukan hanya itu sebagai contoh tapi karena keajaibannya yang dapat menyelesaikan masalah tanpa kita duga duga.

memang pada saat menjalani redha, seperti tidak ada penyelesaiannya dan seperti kita berada pada keadaan yang semakin tersiksa, semakin terpuruk dan lain sebagainya namun hati jika tetap bertahan pada posisi redha maka akan tenang dan tidak takut dan jika itu bertahan maka lama lama maka masalah itu akan selesai dengan jalan yang tidak kita duga.

okelah, hal seperti ini akan menjadi cerita jika anda tidak mempraktekannya. Tapi cara ini akan menjadi nyata dan terbukti jika anda mengamalkan seperti yang sudah saya amalkan….

Ridho itu dapat membahagiakan diri dan orang lain

Ridho bisa membuat kita bahagia dan membuat orang lain bahagia, misalnya meridhoi perbedaan pendapat orang lian, maka ridho kita akan dapat membahagiakan kita sendiri dan membahagiakan orang lain. Kita bahagia karena pendapat kita, kita rdhoi, dan membahagiakan orang lain karena pendapat orang lain tersebut kita ridhoi. Ridho ini lebih dari sekedar menerima , menerima saja sudah membuat kita bahagia terlebih dengan ridho akan lebih membuat kita ridho.

BIsa anda bayangkan jika diri dan orang lain disekitar kita bahagia karena keridhoan kita. Jadi ridho ini dapat menjadikan kita bahagia kuadrat, artinya bahagia yang berlipat. Orang yang ridho dengan apapun tidak akan bisa sedih, tidak akan bisa miskin dan tidak akan bisa stress.

Belajar ridho caranya adalah dengan  meridhoi apapun yang terjadi tanpa syarat, tanpa penilaian dan tanpa pertimbangan. Kalau perlu ridhoi semua tanpa proses berpikir, jadi langsung saja ridho. Ridho terhadap apapun yang berlangsung dalam pikiran. kadang kita tidak ridho dengan masa depan yang belum terjadi maka ridhoi apa apa yang akan terjadi di masa depan, masa depan saja kita ridhoi terlebih sekarang dan saat ini akan lebih kita ridhoi lagi

Antara Ridho dan Santai santai saja

Ciri orang yang redha adalah hidupnya santai santai saja, dia tidak muluk muluk berpanjang angan angan, cukup hidupnya adalah disini dan saat ini. Dimana saat ini harus menyelesaikan masalah yang ada disini dan disaat sekarang. Pikirannya sederhana dan simpel, mungkin agak di katakan bodoh, tapi sebenarnya cerdas. Ketika dia redha maka hal hal yang ada dalam sekitarnya akan membuat hatinya senang dan itu semakin membuat dia santai santai saja. Redha dalam menjalankan amanah Allah berarti menjalankan amanah dengan santai santai saja. Orang yang redha tidak akan kemrungsung harus ini dan itu, tapi cukup ini dan ini, itu nanti di kerjakan nanti.

redha ini harus selalu di on kan, kita tidak perlu berlatih karena pilihannya hanya ada dua yaitu on atau off. Cuma yang perlu dipelajari adalah titik on nya sehingga dengan mengetahui titik On nya ini kita akan dapat meng on kan setiap saat. Meng on kan redha pun tidak sulit, cukup dengan apa yang kita dengar kita lihat dan kita rasakan serta alami cukup kita terima dan kita redhoi.

latihan dalam dzikir nafas cukup dengan bernafas dengan santai, semakin kita bernafas dengan santai maka kita akan semakin redha semakin kita redha dengan nafas maka rasa santai akan sangat terasa.

 

Kriteria Calon Presiden Ala Padepokan

padepokan patrap adalah tempat memnggembleng perilaku dan ahlak. Ada dua ahlak utama yaitu sadar Allah dan santai santai saja. jadi dua kriteria itu yang harus ada pada calon presiden yang akan dipilih. Terserah mau 1 atau 2. Dalam pendidikan di padepokan pendidikan ahlak yang menggunakan cara menghilangkan ego. Ego Diri kuat maka pasti itu adalah calon terburuk. Maka pilihlah presiden yang egonya minim atau yang paling sedikit dari keduanya. Rasulullah mengajarkan untuk memilih pejabat yang tidak meminta jabatan, arahan rasul ini jelas, lihat mana dari kedua calon itu yang sangat bernanfsu berarti dia lebih meminta jabatan. Kalu terlalu minta jabatan ya jangan dipilih.