cita cita seorang anak pedagang rokok di kawasan kampung baru solo

Bapak pedagang rokok, seorang pedagang yang pikirannya sederhana ingin agar anaknya belajar dan belajar, sampai anaknya ketakutan ketika waktu itu mendengarkan cerita saur sepuh. jaman dulu cerita saur sepuh sangat populer dan namanya anak dia ikutan asyik mendengarkan secara berjamaah … tapi buyar ketika Bapaknya datang …. cepat cepat lari mencari buku ataupun yang bisa dilihat seolah dia belajar.

kakek si anak itu seorang petugas tata usaha di STM jogja waktu itu. Mungkin ada unsur ini juga ya karena bapaknya sangat getol dalam pendidikan.

si anak akhirnya secara bawah sadar juga memiliki semangat untuk menjadi seorang profesor, dia ingat sekali ketika dia menang lomba melawak se RW , dan mendapat hadiah interkom waktu itu, kemudian di beli pamannya dan di tukar dengan sebuah kamus besar bahasa inggris. bagi si anak alat interkom tidak bermanfaat apa apa dibanding dengan kamus besar yang di belikan pamannya. dan dia menuliskan namanya di kamus pemberian pamannya… yang di depannya namanya bergelar sangat panjang yang paling depan adalah gelar profesor… waktu itu dia masih smp.

Semenjak di smp si anak terbiasa dengan belajar dan puasa waktu itu, shalat berjamaah di masjid bahkan rumah keduanya adalah masjid. dari smp inilah prestasi belajarnya mulai nampak sampai pada akhir studi smp dia mendapat juaran 2 secara paralel. sebuah prestasi yang bagi dia sendiri sesuatu yang tidak mungkin.

cita cita mulai tertanam sejak di smp dengan keinginannya untuk menjadi seorang santri, tapi memang Allah tidak berkehendak , sampai dia  kuliah berhasil mencicipi menjadi santri di krapyak ya santri santrinan karena memang statusnya mahasiswa UGM tapi tinggalnya di pondok. Sama pondoknya malah di jadikan cantrik yaitu bantu bantu pak kyai.

setelah bekerja cita cita untuk menjadi santri tentunya sudah lewat, ketika masih mahasiswa dia berpikiran untuk bercita cita untuk memiliki pondok pesantren . Dan alhamdulillah Allah mengabulkan dengan didirikannya pesantren sadar Allah di bawah yayasan yang dia dirikan yaitu yayasan solospiritislam.

Sadar bahwa Quran itu petunjuk dari Allah

ketika kesadaran seseorang bangkit maka dia akan disadarkan dengan berbagai hal, termasuk salah satunya adalah bangkitnya kesadaran bahwa al quran adalah petunjuk Allah. dengan kesadaran ini, maka seseorang akan mencari tahu bagaimana caranya untuk mendapatkan petunjuk  Allah melalui Al quran. Misalnya tidak paham bahasa arab di dalam al quran dia akan mencati tahu apa artinya, ketika arti terjemahan nya dia masih kurang paham maka dia akan mencari tahu apa tafsir dari arti bahasa arab tersebut.

Seperti halnya seorang arkeolog, ketika menemukan bahasa kuno di penemuannya, maka dia akan mencari tahu apa makna di dalam tulisan yang ia temui tersebut.

Al Quran bukan masalah bagus bacaannya untuk apa bagus bacaannya kalau tidak tahu artinya, karena dia tidak mendapatkan petunjuk apa apa yang di bacanya jika hanya masalah bagus bagus an bacaan. seperti menyanyi lagi rusia yang bisa menyanyikan lagunya tapi tidak paham apa yang ia nyanyikan.

pentingnya sadar al quran sebagai petunjuk Allah, akan merubah kebiasaan yang sudah ada dari sekedar membaca, menghafal dan melagu lagukan menjadi meningkat yaitu mencari tahu apa arti dan makna dari bacaan yang ia baca kemudian dari sini akan mudah dalam menjalankan al quran . kalau hanya membaca tanpa tahu arti, menghafal tanpa tahu arti, atau melagukan tanpa tahu artinya, tidak akan sampai kepada pengamalan al quran, padahal mengamalkan makna al quran ini menjadi point utama al quran di turunkan.

 

Jiwa yang bersih

Jiwa yang bersih makna sebenarnya adalah jiwa yang bersih dari ego, dari keakuan. bagaimana dengan dosa ? perbuatan dosa di akibatkan oleh terkotorinya jiwa dengan ego. pembersihan jiwa tidak berkaitan langsung dengan dosa, tapi dengan ego, nah ego inilah yang kemudian menghasilkan perbuatan dosa. jadi kalau ingin bersih dari dosa maka jiwa harus dibersihkan dari keakuan kemudian minta ampun kepada Allah.