Uncategorized

Amanah yang terintegrasi dengan shalat

Allah mewajibkan shalat agar shalat ini dapat membawa kita kepada keadaan amanah yang benar. Amanah jika tidak di dasari dengan sikap jiwa yang benar maka akan menjadi berat dan jika tak tertangani bisa menjadi masalah. Kalau sudah menjadi masalah akan dapat merusak jiwa.

jadi kita perlu cara untuk dapat memperkuat amanah agar terus menerus terjaga pada stamina yang mencukup untuk menjalankan amanah tersebut. Salah satu caranya adalah dengan shalat wajb yang kita lakukan. Shalat wajib ini dapat memberikan pendidikan kepada jiwa agar siap dan siaga selalu dalam menjalankan amanah Allah.

integrasi shalat dan amanah akan saya sampaikan di acara halaqoh gresik apda 7 maret ini. selamat mengikuti

Apakah rejeki itu dari usaha

kita meminta kepada Allah untuk memohon rejeki, lalu rejeki itu apakah dari usaha kita ? tentu tidak sama sekali Allah tidak tergantung dari usaha yang kita lakukan. Rejeki itu akan terus mengalir tanpa sebab usaha kita. Kalau kita khawatir bagaimana masa tua nanti , kemudian kita membuat berbagai usaha usaha yang bisa memberikan manfaat di masa tua apakah rejeki Allah nantinya karena itu, tentu tidak. Ketika kita hidup maka rejeki itu akan terus ada bukan karena usaha. Maka sebenarnya hidup tidak perlu usaha. anda cari di al quran pun tidak akan ditemukan perintah untuk berusaha mendapatkan rejeki.

konsep rejeki di al quran sangat jelas bahwa rejaki adalah pemberian, pemberian yang terus menerus. Yang kita lakukan hanyalah beriman dan bertakwa itu saja. Mungkin kita terbersit untuk membuat bekal usaha di hari tua, tapi kalau itu diniatkan untuk mendatangkan rejeki maka jelas salah, sebab apakah di hari tua Allah tidak akan memberikan rejeki? kemudian apakah iya bekal usaha di hari tua itu dapat memberikan rejeki kepada kita? Pertanyaan ini harus kita jawab sehingga kita tidak ragu lagi dalam menghadapi masa tua. Nah kemudian apa salah kalau kita membuat usaha untuk bekal di hari tua? lha tidak ada yang menyalahkan …he he , . yang penting adalah mindset bahwa usaha itu bukan pemberi rejeki, kita rubah mindset kalau usaha itu harus ada amanah dan perintah Allah. Apa kalau jelas amanah dan perintahnya maka jalankan , kalau tidak ada ya tidak perlu dijalankan. MIsalnya sebelum pensiun bukan kos-kosan atau persewaan rumah, nah adakah nilai amanah disitu? adakah orang yang terbantukan dengan persewaan kos kosan kita? kalau memang iya segera eksekusi untuk pembangunannya.

Mulai sekarang harus kita rubah mindset rejeki ini bahwa rejeki bukan dari usaha kita tapi rejeki adalah dari Allah. kemudian agar Allah banyak memberika rejeki yang kita lakukan ada dua yaitu beriman dan bertakwa. nah kalau prinsip nya sederhana seperti ini maka hidup akan terasa ringan dan membahagiakan

biasakan untuk menggunakan kekuatan Allah

Hai MUhammad bukan engkaiu yang melempar tapi aku yang melempar. Itulah salah satu ayat al quran dimana Rasulullah diperintahkan Allah untuk menggunakan kekuatan Allah bukan kekuatan Nabiyullah MUhhamad SAW. Pengafirmasian kekuatan Allah ini lah yang akan kita pelajari diperemuan 3 bulanan di padpeokan patrap surakarta pada tanggal 23 dan 24 februari 2019.

menggunakan kekuatan Allah bukan kekuatan kita dapat memberikan kekuatan baru dalam diri kita. Dari yang paling sederhana minum misalnya, mengangkatnya tangan untuk memegang gelas kita sadari adalah kekuatan Allah, sampai pada aktivitas yang besar kita afirmasikan dengan kekuatan Allah.

sampai jumpa di gumpang 23 dan 24 febr

ATP : Amanah Tanda Perintah

ada tiga pilar yang  agar kita mengetahui apa yang harus kita lakukan terkait dengan amanah ini , yang pertama adalah Amanah : kita harus mengetahui dengan sesadar sadarnya apa yang menjadi amanah kita, misalnya pekerjaan, awal menerima pekerjaan adalah awal kita menerima amanah, ibarat ijab qobul maka pekerjaan ini menjadi amanah yang harus kita sanggupi dan kita pegang. Setelah mengetahui dengan sesadar sadarnya kita harus niatkan untuk menjalankan sebaik baiknya, sebagus bagusnya, se elok eloknya. Profesionalitas dalam bekerja, sekecil apapun itu, 1 rupiahpun itu harus menjadi amanah yang besar. Kesanggupan ini akan membingkai seluruh aktivitas kita nantinya. Rasa malu jika amanah gagal harus kita tanamkan dalam hati, bahwa tidak ada kata gagal dalam kesanggupan menerima amanah. 1 detik adalah sangat berharga yang tidak boleh terlewatkan begitu saja. kalau kita mengatkan akan “istirahat” maka istirahat ini bukan untuk  keluar dari amanah sebentar, tapi istirahat adalah amanah untuk menghimpun energi agar lebih kuat lagi dalam menjalankan perintah dalam amanah tersebut. Amanah ini adalah semacam niat ihlas dari semua perbuatan yang akan kita lakukan, karena amanah akan menghubungkan kita dengan Allah, semua perbutan karena perintah Allah.

yang kedua adalah tanda, setiap amanah mengandung tanda, Allah memberikan tanda pada dua hal yaitu tanda alam dan tanda al quran, tanda ini yang kita sebut dengan ayat, ayat qauniyah dan ayat qouliyah. Tanda  ini merupakan petunjuk apa yang harus kita lakukan. Tanda selalu melekat kepada amanah. amanahnya badan, jika tandanya sakit, maka peirntahnya adalah berobat, tanda capek berarti perintahnya adalah istirahat. INilah yang membedakan perbuatan kita yang karena Allah atau  karena nafsu. Jika perbuatan kita karena Allah maka harus berdasarkan amanah jika tidak berdasarkan amanah berarti itu nafsu. Misalnya kalau perut sudah kenyang berarti perintahnya jangan makan lagi, perintah jangan makan lagi jika dilanggar dengan makan lagi maka itu berarti perbuatan nafsu. Kita harus peka dan responsif dengan tanda, Peka disini artinya kita harus waspada dengan tanda yang Allah berikan. Karena kadang tanda ini sifatnya halus.

yang terakhir adalah P, yaitu perintah, namanya juga perintah ya harus di jalankan. Setelah paham tanda maka kita harus bergerak, dan menjalankan apa yang seharusnya dijalankan sesuai dengan petunjuk tanda atau isyarah yang diberikan.

 

Perjalanan murid murid Dzikir Nafas

Kawan seperjalanan, sahabat seperjalanan semua bersama berjalan dari start masing masing dan latar belakang yang berbeda beda. Tidak bisa di samakan, karena ada yang dari pedagang, adaya mantan preman, ada yang terapis, ada yang suka touring, ada yang dari seorang guru, ada yang tukang batu, ada yang jual di pasar malam, dari berbagai macam latar belakang ini jelas tidak akan sama model pembahasan. Kalau saya mengamati diskusi di group whatsapp yang jumlahnya 8 group , mungkin masih ada lagi karena saya tidak ikut gabung, diskusi nya sangat variatif. Tapi di group tetap ada aturan main. Tidak boleh membicarakan diluar jalur sadar Allah. Larangan keras adalah membicarakan politik dukung sana sini.

Perjalanan tiap murid akan menyesuaikan keadaan latar belakangnya. Silahkan saja untuk mulai dari mana mau dari Dzikir nafas ok, mau dari patrap ok, mau dari amanah atau 3T pun ok. Dan semua juga berangkat dari pemahaman masing masing.

Dibentuknya group adalah untuk menjadi ajang konsultasi, ajang tanya jawab dari laku yang sudah dilakukan, bukan membandingkan dengan metode lain, misalnya tarekat, atau model tasawuf lainnya. karena pasti tidak ada manfaatnya meski ada beberapa yang beranggap bahwa perbedaan adalah rahmat. Saya katakan perbedaan adalah rahmat kalau di luar tapi kalau di dalam group sadar Allah maka yang di bahas adalah tentang sadar Allah dengan metode DN atau patrap dengan aplikasinya di Amanah. Kalau nekat biasanya saya ingatkan , masing mbandel saya remove dari group, tapi ini jarang terjadi.

 

Cara Hidup Bahagia dengan Amanah

Allah menciptakan manusia adalah untuk menjadi khalifah, barang siapa yang mengingkari untuk menjadi khalifah ini maka hidupnya tidak akan bahagia. Allah membuat manusia dengan segala hal yang berkaitan dengannya, dan Allah sebagai pencipta ingin kita hidup bahagia untuk itu kita harus mengikuti apa apa yang Allah kehendaki pada kita, ketika kita melawan atau berlawanan maka sistem Allah yang sudah di buatNya akan berlaku kebalikanya atau berlaku negatif, sehingga muncullah ketidak bahagiaan. Menurut pandangan manusia kehendak Allah ini sangat berat, menjalankan amanah itu sangat berat, ya.. itu pandangan manusia, tapi sekali lagi bahwa Allah sudah mempersiapkan segala sesuatunya ketika kita berhadapan dengan amanah yang berat, Allah sudah mempersiapkan bagaimana amanah yang kita jalankan dengan berat itu dapat selesai dengan mudah dan membahagiakan.  untuk yang penting bagi kita manusia ciptaan Allah ini adalah nekad saja ketika Allah amanahkan kepada kita meski itu sangat berat dan sulit.

Urutan untuk mendapatkan bahagia sebagai berikut:

  1. Sadar Allah (dengan dzikir nafas)
  2. Siap menerima amanah Allah (tetap sadar Allah dengan dzikir nafas)
  3. Menjalankan perintah Allah (dalam amanah yang kita emban)

ya simpel dan mudah. Bahagia itu mudah, yang penting kita menjalankan tugas kita masing masing. Justru ketika kita berat menjalankan amanah disitulah letak pertolongan Allah akan terlihat dengan jelas. Pengertian sedemikian jelasnya sehingga ketika masih belum bisa menerima amanah dan mejalankan perintahNya maka dia tergolong orang yang bodoh. Orang yang bodoh adalah orang yang masih saja memikirkan sesuatu padahal sudah jelas. Orang bodoh adalah orang yang masih memikirkan 1+1  kenapa bisa 2. Padahal sudah jelas 1 + 1 ya sama dengan 2, sehingga jika ada pertanyaan 1 + 1 ya jawab saja 2. Kita ini kadang merasa bahwa dengan berpikir menunjukkan kecerdasan, padahal tidak sama sekali justru sesuatu yang sudah jelas dan bisa dijalankan ya jalankan saja.

Hidup bahagia adalah hidup dengan menjalankan bukan memikirkan, karena hidup ini kita tinggal menjalankan. Menjalankan dengan kesadaran terhadap Allah, dengan dzikir nafas tentunya. Kita menjalankan tapi kesadaran yang harus kita jaga untuk selalu sadar Allah. Kalau kita menjalankan tapi tidak ada sadar Allahnya nanti akan tersesat dan konyol. Kalau tidak mau sadar Allah maka pikirkan sebelum menjalankan, tapi kalau sudah sadar Allah jalankan saja karena pikiran kita tertuntun dengan kesadaran kita

Dengan kesadaran ini kita sama saja kita sedang menyesuaikan diri dengan kehendak Allah, dan Jika kita menajalankan perintah Allah berdasarkan amanah yang kita emban maka sejalan dengan perbuatan Allah, kalau kehendak kita sama dengan kehendak Allah dan perbuatan kita sama dengan perbuatan Allah maka otomatis kita akan bahagia.

Amanah dan dzikir nafas saling meng-upgrade

Ketika kita menjalankan amanah maka sikap tawakal itu akan muncul, karena amanah ini sesuatu yang dari Allah dan kita sandarkan kepada Allah. Sedangkan dzikir nafas akan melatih kita untuk bersandar dan sadar Allah dengan benar. Semakin kita berdzikir nafas maka semakin kuat kesadaran kita kepada Allah dan semakin kita sanggup menjalankan amanah maka semakin kuat pula ketawakalan kita kepada Allah.

Dzikir nafas merupakan latihan yang dapat memperkuat jiwa kita untuk bersandar kepada Allah sedangkan amanah dapat memahirkan kita dalam bertawakal kepada Allah.

malam hati kita kuat dalam berdzikir nafas sedangkan siang hari kita kuat dalam menjalankan perintah Allah dalam setiap amanah yang Allah bebankan kepada kita.

Islam jaman Rasulullah yang tidak ribet

ISlam awal didirikan Rasulullah, sangat simple dan sederhana, tapi kemajuan islam mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kebalikan dengan sekarang, saat ini islam ini ribet, tidak sederhana dan banyak hal lain … tapi kemajuan islam tidak mengalami akselerasi yang sebanding dengan pengorbanan, perjuangan umat islam , dari mulai ngaji, beribadah, membangun sekolah sekoalh islam, mendirikan pergerakan islam dan lainnya. Jaman Rasululah tidak banyak ilmu, cukup berpegang lurus ke Allah dan mengikuti sunah rasulullah sudah cukup. Kalau sekarang banyak ilmu yang dipelajari dari mulai fiqh sampai ilmu tasauf yang kalau dipelajari sampai mati tidak akan ada habisnya.

Ternyata kunci keberhasilan Rasulullah dalam berdakwah adalah keberhasilan Beliau mengajak umat islam waktu itu untuk mengikuti kehendak Allah. Secara mudah umat islam hanya di ajak Rasulullah untuk siap menerima amanah dan menjalankan perintah Allah. Pergerakan islam dengan menjalankan perintah Allah dalam setiap amanah yang di emban menjadi kunci keberhasilan jaman dulu dan jaman sekarang. Berperang pada waktu Rasulullah tidak untuk  kekuasaan tapi karena menjalankan perintah Allah SWT. Semangat menjalankan perintah Allah inilah yang sangat motivated bagi para sahabat untuk berperang hingga eropa.

Kalau kita mau fokus pada ajaran rasulullah yang amanah maka islam ini simpel dan berkemajuan. Umatnya tidak  disibukkan dengan mempelajari islam saja tapi lebih disibukkan dengan menjalankan perintah Allah dalam setiap amanah. Ilmu yang digunakan adalah ilmu laduni yaitu ilmu yang di dapat karena menjalankan bukan karena pengajian tiap ahad….. Model pembelajaran yang digunakan adalah belajar kepada Allah dimana Allah akan mendidik dengan ilmu laduni. Semakin kita menjalankan agama atau menjalankan perintah Allah maka Allah akan memberikan llmu dan itu berjalan terus. Sehingga kemajuan islam ini akan benar benar terjadi. Sebab ilmu yang digunakan bukan ilmu manusia tapi ilmu laduni yang diturunkan kepada siapa saja yang mau menjalankan perintah Allah. Ilmu manusia adalah ilmu usang, misalnya kitab kitab kuno maka itu sangat bagus pada jamannya, dan itu dikatakan usang pada masa sekarang, karena ilmu dalam kitab itu adalah ilmu laduni yang diberikan Allah sekian abad yang lalu.

Kita ingin islam ini sederhana saja, tidak jlimet, coba mulai sekarang gunakan kesederhanaan ini yaitu dengan menjalankan perintah Allah dalam setiap amanah yang kita terima, nanti Allah akan memberikan ilmunya. Biarkan buku buku karya ulama dahulu menjadi bahan referensi saja, acuan kita tetap pada ilmu laduni yang diberikan Allah karena kita menjalankan perintahNya. Jika umat islam seperti ini maka semua umat di dunia akan merujuk ke kita karena kita berhasil mengakses ilmu laduni ini. Jadi dari islam yang sederhana ini akan menjadi islam yang berperadaban, dan orang akan sangat tertarik dengan islam dan memeluk islam.

 

Materi pembelajaran di Group FB Marga Dzikir Nafas

group Marga Dzikir Nafas adalah group baru yang saya buat untuk menyediakan tempat bagi kawan kawan yang baru atau lama untuk belajar secara lebih tertata dan terarah di media On LIne. Alasan kenapa saya menggunakan Group FB karena  beberapa hal

  1. Fitur yang lengkap untuk sebuah pembelajaran online
  2. Tersedianya pengelompokan topik dimana anggota dapat memilih topik topik yang ingin dipelajarinya
  3. Tersimpannya diskusi atau materi pelajaran sehingga anggota baru bisa mengikuti apa apa yang sudah pernah dibahas
  4. Admin dapat mengontrol secara penuh trafic diskusi sehingga lebih terarah
  5. adanya fasilitas survey, ini bisa saya gunakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman anggota terhadap materi yang sudah saya berikan, dan untuk mengetahui minta pelajaran yang akan di bahas kedepannya
  6. Antar anggota akan lebih mudah saling mengenal karena identitas baik foto, aktifitas dan lainnya bisa terlihat di Fb
  7. Setiap anggota bisa saling memberi masukan, dan langsung berinteraksi dengan saya di kolom Komen.

Pebelajaran yang akan saya buat antara lain

  1. Dzikir nafas (level 1 – 4)
  2. Sadar Allah
  3. Amanah

Sementara ini saya akan fokuskan pada pelajaran tersebut. Karena ke 3 pelajaran ini menjadi basic yang harus dikuasai. Jika ke tiga pelajaran ini dapat dikuasi dan di amalkan maka semua pelajaran yang pernah saya berkan baik itu di youtube, di Wall FB saya, atau di solospiritislam.com akan mudah dikuasai juga.

siapa saja dapat bergabung dengan group ini cukup dengan klik link berikut dan klik join atau gabung. Tidak ada biaya apapun yang saya kenakan, jadi Free dan anda bisa belajar lebih  baik.

https://www.facebook.com/groups/MargaDzikirNafas/ kemudian klik gabung atau join

Pelatihan Patrap Sakaratul Maut

mati adalah Pasti, tapi hanya sekali saja. Banyak orang takut mati, dan tidak paham apa hakikat mati serta bagaimana cara untuk mati. itulah mengapa banyak orang yang ingin khusnul khatimah tapi tidak tahu caranya bagaimana untuk khusnul khatimah. Memang khusnul khatimah ini adalah hidayah Allah, tapi kita bisa mengusahakan atau berusaha untuk mencapai khusnul khatimah.

Mati yang khusnul khatimah tidak tiba tiba saja ada caranya dan ada hakikat kematian yang harus dipelajari. Mati adalah terpisahnya jasad dan jiwa, karena Ruh diambil oleh Allah, atau jasad sudah tidak bisa lagi berfungsi dengan semestinya. proses yang perlu dipelajari mati adalah bagaimana proses terlepasnya Jiwa ini dari jasad, kalau terlepasnya Ruh tidak bisa kita pelajari, tapi dengan latihan yang benar kita akan tahu kemana arah Ruh ini selalu menuju, tentunya ke Allah. Terpisahnya ruh dan jiwa dari jasad dapat kita simpulkan dalam latihan yang sederhana yaitu lurus kembali kepada Allah.

untuk dapat lurus kembali kepada Allah, ternyata bukan hal yang sulit dan bukan hal yang sederhana. Kita harus melatih dan harus tahu caranya. cara yang paling mudah akan kita gelar pada pelatihan patrap sakaratul maut. ok tunggu tanggal mainnya