Dalam Ibadahpun anda harus sadar Amanah Allah

setiap perbuatan harus diiringi dengan niat, yaitu suatu niat karena Allah. Niat karena Allah ini berarti mendasarkan kepada apa perintah Allah dalam kalau perintah Allah berarti mendasarkan pada apa amanah Allah. Kesadaran dalam berbuat ini sangat penting karena nilai ibadah kita akan sangat ditentukan oleh niat. sesungguhnya semua perbuatan akan dikembalikan kepada niatnya. artinya benar atau tidaknya ibadah kita tegantung dari niat. Misalnya Umroh meski ini adalah perbuatan ibadah ke tanah suci, tapi belum tentu ini memberikan nilai disisi Allah, jika tidak ada niat karena Allah di dalam menjalankanya. Misalnya pergi umrah karena ajakan teman, pergi umrah karena dapat hadiah, pergi umrah karena alasan dari pada ke eropa, atau pergi umrah untuk melihat jam terbesar di dunia, atau bahkan perg umrah untuk melihat kakbah, atau pergi umrah karena belum pernah ke sana. Alasan alasan perbuatan yang bukan karena Allah meski itu UMRAH tetap tidak ada nilainya.

Shalat tahajud pun jika tidak ada niat karena Allah juga tidak ada nilai disisi ALlah, misalnya shalat tahajud agar sehat, shalat tahajud agar rejeki berlimpah. Bershalawat misalnya, bisa jadi shalawat atau baca maulid jika niatnya tidak karena Allah tapi karena duniawi maka tidak akan ada nilai disi Allah, misalnya shalawat yang karena duniawi adalah baca shalawat agar dagangan laris, baca maulid agar selamat, baca shalawat agar mendapatkan keselamatan . itu semua adalah bukan karena Allah dan niat yang salah ini akan berakibat tidak ada nilainya disisi Allah.

Dalam ibadah saja yang jelas jelas dituntunkan dalam al quran jika tidak ada niat karena Allah maka nilainya tidak ada, apalagi dengan perbuatan perbuatan keseharian. Untuk itu niat itu sangat penting. Niat itu mengiringi perbuatan. Dan niat harus benar, sebab kalau nggak benar pasti salah. Niat yang benar adalah niat karena Allah, niat karena Allah berarti ada perintah Allah, ada perintah Allah berarti ada amanah Allah. saya ulang kalimat terakhir ini agar kita benar benar sadar akan niat dan perbuatan.

masalah niat ini adalah masalah diri kita masing masing, karena memang tanggung jawab kita masing masing. Kita ikut pengajian akbar dengan jumlah yang wow… coba niatnya apa? adakah disitu amanah Allah, adakah dsitu perintah Allah, adakah disitu karena Allah. Atau karena yang lain. Kalau ikut pengajian akbar karena “solidaritas” tentunya ini tidak karena Allah, kalau karena “undangan” bukan karena Allah maka itu juga tidak ada nilainya. sangat beda ikut pengjian akbar karena Allah dan karena undangan. Sangat beda ikut pengajian akbar karena solidaritas dan karena Allah.

yang saya bicarakan ini adalah masalah niat, yaitu ujung dari alasan sebuah perbuatan. Bisa saja anda dapat undangan pengajian akbar, tapi ujungnya apa, ujungnya karena undangan atau ujung niatnya karena Allah? anda tidak perlu marah ketika saya mengatakan bahwa ikut pengajian akbar itu tidak ada nilainya, karena memang niat anda adalah karena undangan maka akui saja bahwa itu adalah salah, lain kali kalau dapat undangan pengajian akbar dan dapat udangan lagi maka niatkan karena Allah di ujung niat anda, maka pengajian anda akan bernilai disi Allah.

Guru saya pernah mengajarkan kepada saya, selalu jaga niatmu, Ust MUhammad MUin pernah memberikan menceritakan bahwa ada seorang wali, dalam setap perbuatannya selalu sadar akan niat karena Allah, kemana mana selalu ada niat, main ke rumah teman pasti ada niat silaturahmi karena Allah. Itu pesan guru saya tentang niat. Begitu pentingnya niat iniĀ  maka mari kita sama sama jaga niat dalam setiap perbuatan kita terlebih dalam ibadah dan tentu juga dalam kegiatan kita sehari hari . Niat ini akan dapat menjaga dari perbuatan sia sia.