DALIL RAKA'AT SHALAT WAJIB

Dari ‘Aisyah, ia berkata: Sholat itu awalnya diwajibkan dua raka’at, lalu ia ditetapkan sebagai sholat dalam perjalanan, dan sholat di tempat disempurnakan (ditambah).

(Muttafaq ‘alaih)

Kemudian beliau hijrah, lalu diwajibkan sholat empat rak’aat, dan sholat dalam perjalanan ditetapkan seperti semula.

(HR.Bukhari)

Kecuali Maghrib karena ia pengganjil sholat siang dan Shubuh karena bacaannya dipanjangkan.

(HR. Ahmad)

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : “Aku pernah shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadhar (negeri sendiri) dan dalam safar…… dan shalat Maghrib dalam hadhar dan safar sama, (yaitu) tiga raka’at, tidak kurang dalam hadhar dan tidak (juga) dalam safar, dan dia adalah shalat ganjil pada siang hari…… “

(HR. Tirmidzi)

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : “Aku pernah shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, shalat Isya’ di Mina dua raka’at, dan bersama Abu Bakar dua raka’at, dan bersama ‘Umar dua raka’at, dan bersama Utsman dua raka’at di permulaan pemerintahannya, kemudian ia (Utsman) sempurnakannya sesudah itu.

(HR. Ahmad)

Dalam sanad lainnya, Ibnu ‘Umar berkata : “………………………… kemudian ia (Utsman) shalat Isya’ dengan empat raka’at”

(HR. Ahmad)

Kemudian, dalam riwayat lain, dari Abbad bin Abdillah bin Az-Zubair, ia berkata : “……………… dan adalah Khalifah Utsman menyempurnakan shalat apabila masuk Makkah, (yaitu) ia shalat di situ : Shalat Zhuhur, Shalat Asar dan Isya’, empat raka’at-empat raka’at”

(HR. Ahmad)

Dari Ibnu Abbas, ia berkata : “Aku pernah shalat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam 8 raka’at jama’ (Zhuhur-Asar), dan 7 raka’at jama’ (Maghrib-Isya’)

(HR. Ahmad)

diambil dari http://www.islamdotnet.com/index.php?option=com_content&task=view&id=719&Itemid=51

0 thoughts on “DALIL RAKA'AT SHALAT WAJIB

  1. Saya nih pengin tahu. Apakah ada hadis yang menceritakan Nabi Muhammad sedang memberi pelajaran shalat di suatu tempat yang dihadiri pengikutnya? Menurut pemikiran saya, Muhammad adalah Rasul Allah sehingga beliau akan secara aktif menjalan tugasnya sebagai pemberi peringatan. Menurut kesan saya, dalam kitab hadis, Nabi diceritakan seperti bersifat pasif. Kalau memang cara shalat itu penting, mengapa dalil tentang shalat tidak ada yang menerangkan nabi pernah mengajari shalat secara khusus? Misalnya, apakah ada hadis yang Nabi sebagai satu-satunya nara sumber utama sedang menerangkan cara shalat secara utuh?

    • kalau kita sudah bener2 sholat dengan bener dan merasakan nikmatnya sholat, seumpama sholat itu tidak ada dalilnya, kita pasti membutuhkan dan senang dengan yg namanya sholat.

  2. Ada : Kata Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam :”Shallu kamaa ra’aytumuuni ushalli” artinya “Shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat” (HR.Bukhari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *