datangnya pencerahan harus segera disimpan

pencerahan itu lebih banyak datang ketika dalam keadaan beraktivitas, jadi bukan pada saat patrap, justru dalam sela sela aktivitas itu , oleh karena itu agar daya daripada pencerahan itu bisa tersimpan maka siapkan media penyimpanan. hal yang paling aneh dan paling mudah adalah dengan menuliskan dengan jari (bukan dengan bolpen) bisa dituliskan di paha kita, atau dituliskan di lantai kalau kita sedang duduk santai. jadi seperti kita menulis tapi tidak ada bekasnya. namun bekas tulisan itu akan lebih tersimpan dari pada kita tidak melakukannnya sama sekali.

tips ini saya peroleh dari guru saya ngaji yaitu ust Muhammad ketika ngobrol tangannya seringkali seperti menuliskan sesuatu di karpet dengan menggunakan jari telunjuknya. dan Ust abu pun sering melakukan ini. meski belum saya konfirm ke beliau. jadi ini hanya analisa saya. tapi secara logika memang daya itu bisa lebih tersimpan.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *