debat hadis tidak ada habisnya

debat hadis tidak ada habisnya, sama saja dengan mendebatkan sesuatu yang sama sama benar, bagaimana mungkin semua fiqh itu bisa sama antara satu dengan yang lainya, pasti ada perbedaan… dan itu merupakan kelebihan islam bukan kelemahan. ¬†perbedaan adalah luasnya ilmu islam, kalau sama kita lihat seperti sekolah yang pakai seragam…. nggak ada variasinya, nggak enak ditonton. semua harus pakai pakaian itu kan intinya. kalau sholat yang satu pakai duduk tahiyat dengan telunjuk jari diputar putar, di naik turunkan kemudian yang lainnya diam, ya itu malah bagus …. yang tidak bagus itu kalau duduk tahiyat telunjuknya tidak menunjuk ke depan…. perkara mau diam, bergerak atau berputar ya itu terserah fiqh yang dipakai.

jadi marilah kita berakhlak dlam perbedaan ini, akhlaknya apa , akahlaknya adalah tidak merasa diri paling benar, karena maunya meluruskan pemahaman fiqh ehhh malah perbuatannya tidak berakhlak, ini malah lebih parah. penyampaian yang tidak berakhlak misalnya dengan mengatakan orang yang tidak sama fqihnya dengan kita, dengan kata kata bidah, salah, kafir…. bahkan parah lagi sesat, saya yakin orang yang di katakatain seperti akan sakit hati.

sampaikan dengan baik jangan merasa diri sombong , egois, dan merasa lebih benar dengan pemahaman orang lain. karena kseombongan itu sendiri sesuatu yang jelas jelas dilarang dalam islam.