Dendam anak kepada orang tua

saya banyak menemui kasus orang tua yang mengalami masalah dengan anaknya. Tiba tiba saja anak menjadi berani dan sulit di nasehati, umumnya kasus yang saya tangani adalah orang tua yang bermasalah dengan anaknya yang menginjak remaja. salah satu sebab munculnya permasalahan ini beberapa saya menemukan karena adanya dendam anak pada orang tua, dimana hal ini terjadi di alam bawah sadar si anak. permasalahan ini semakin menjadi semakin rumit ketika orang tua merasa kecewa, orang tua merasa bersalah, orang tua merasa di durhakai, dan orang tua marah marah. Hal ini menambah perilaku negatif anak semakin menjadi.

Banyak sekali hal hal yang tidak disadari orang tua tentang perilaku masa lalunya, bagaimana perilaku orang tua kepada anak. Ketika anak masih berusia anak anak, ketika dia masih SD, maka sikap perlawanan itu tidak ditunjukkan kepada orang tua, dan orang tua nggak sadar padahal sebenarnya benih benih perlawanan sedang menunggu saat yang tepat untuk berani melawan.

begitu anak menginjak remaja maka kebebasan dari keterikatan terhadap keluarga mulai pudar dan dia mulai berani untuk unjuk gigi. Maka dengan perkembangan sosial yang semakin pesat dia secara tidak sadar akan mencari celah dimana dia bisa menunjukkan kebebasannya, menunjukkan keberaniannya, dan berusaha secara tidak sadar menunjukkan bahwa siapapun tidak boleh semena mena dengan dirinya.

Pada tahap ini orang tua mulai sadar bahwa sebagai orang tua jaman now tidak boleh sembarangan asal main perintah, asal main kehendak, anak tidak lagi menjadi objek penderita yang harus selalu mengikuti kehendak orang tua yang bagi anak itu belum tentu benar.

untuk menetralisir dendam dendam tak disadari anak ini maka orang tua harus menjalin keakraban dengan anak. Komunikasi harus segera di perbaiki tidak asal marah tidak asal perintah. komunikasi layaknya dengan teman, ya orang tua harus bisa berkomunikasi ala remaja, orang tua harus faham bagaimana remaja jaman now. Tujuan nya adalah agar anak bisa klik dengan orang tua.

Jika kommunikasi antara anak dan orang tua tidak ada gap, maka dendam dendam anak yang tidak disadari ini akan redam bahkan bisa hilang. Sehingga perilaku secara otomatis berubah menjadi baik dengan sendirinya.

Anak anak yang seperti ini seringkali mendapatkan penanganan yang keliru yaitu datang ke ahli ruqyah, kemudian sang Ustad pun bilang bahwa memang anak yang berani dengan orang tua ini ada JIN nya. keadaan ini tidak akan menjadikan baik justru akan menjadikan anak yakin bahwa dalam dirinya ada jin, dan jika ada dorongan berbuat jahat maka dia menganggap bahwa jin nyalah yang sedang menganggu bukan dirinya. Anak seperti ini akan selalu merasa dirinya benar dan selalu menyalahkan jin bila dia berbuat jahat.  Saran saya jangan sekali kali anak dibawa ke ahli Ruqyah dengan JIn sebagai tertuduh.

Orang tua harus berani berubah, jaman sudah berubah, dulu jaman old, sekarang jaman now. Orang tua jangan  kolot, dengan mempertahankan ego sebagai orang tua, gila hormat bahwa anak harus hormat, padahal dia sendiri tidak hormat dengan anak, tidak hormat dengan orang lain. Orang tua ingin anaknya tidak nakal tapi orang tua lepas tangan, dan menjebloskan anak ke pondok pesantren. Anak yang merasa di jebloskan di pondok pesantren akan dendam kepada orang tua. Di pondok dia tidak akan belajar dengan baik dan ketika seudah selesai di pondok pun tidak ada perubahan akhlak pada anak , bahkan anak sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan yang tidak baik.

orang tua harus menghindari menanamkan benih benih dendam pada diri anak. jadikan anak adalah amanah, yang harus kita perlakukan dengan baik sehingga dia menjadi orang baik, tidak ada ceritanya memperlakukan anak dengan kasar menjadikan anak menjadi halus , dia akan lebih kasar dari perakukan orang tuanya, dan itu akan kembali kepada orang tua. Gunakan prinsip bahwa anak adalah amanah Allah, anak bukanlah milik orang tua tapi sebuah tanggungjawab yang harus dijalnakan orang tua sebaik baiknya. dan sekali lagi jangan membuang anak di manapun termasuk di pondok pesantren. Jadikan pondok pesantren adalah tempat belajar bukan tempat pembuangan. Ingat semua akan kembali kepada orang tua, jika amanah maka anak akan baik, jika khianat anak akan menjadi mala petaka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *