dimana letak “the power of iman”

dalam kekuatan iman tidak ada pemaksaan kehendak. ada di sesuatu di balik kehendak disitulah “yakin”. kalau anda berkehendak maka sebenarnya yakin anda lemah, makanya anda berusaha untuk membuat kekuatan agar bisa yakin. Jika anda sudah yakin maka tidak perlu mengeluarkan kekautan apa apa. Kalau anda yakin bahwa Allah memberikan rejeki maka anda tidak perlu “ngoyo” untuk minta rejeki sampai berdoa berjam jam. Cukup doa sekali kamudian anda ambil selimut dan tidur. orang yakin hanya mengandalkan kekuatan yakinnya kepada allah tidak mengandalkan doa, tidak mengandalkan wiridan apapun. makanya setelah bedoa kepada Allah … ambil selimut lalu tidur.

orang yang yakin kepada Allah biasanya orangnya santai, tapi anehnya setiap masalah yang dia hadapi sepertinya dia tidak pernah berusaha dan selesai dengan segala kemudahannya.

tentunya kita ingin sekali memiliki iman yang kuat sehingga hidup kita lebih santai dan relaks, semakin kita beriman maka kita akan bisa menikmati hidup kita. bekerjalah seperti biasa, tidak perlu ngoyo ..invest ini invest itu…. dengan pekerjaan yang ada cukup disertai keyakinan kepada Allah maka rejeki tidak akan lari jauh jauh, dan akan datang kepada kita.

ini juga bisa menjadi test keimanan ketika kita menghadapi suatu masalah. apakah kita menyertainya dengan penuh ketenangan yang dihasilkan dari keimanan kita atau kita cemas yang mana itu juga berasal dan lemahnya iman kita.

baiklah apa pun masalah anda hadapi penuh dengan keyakinan sehingga anda bisa menghadapi masalah dengan tenang dan segalanya dimudahkan Allah SWT.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *