dua duanya menjadi perantara kesembuhan, hakikat yang menyembuhkan adalah allah. masihkah kita menganggap kalau ponari itu syirik dan dokter itu tidak membuat kita syirik?, dua duanya sama sama potensialnya dalam menimbulkan kesyirikan. malah kalau ke dokter orang lebih mudah melakukan kesyirikan dibandiing ponari atau rekan seprofesinya.. karena dokter sudah dianggapnya tidak syirik sehingga orang cenderung tidak hati hati.
baik ponari maupun dokter merupakan alatnya allah untuk menyembuhkan penyakit manusia perkara sembuh dan tidak sembuh itu bukan urusan ponari ataupun dokter mereka cenderung berusaha untuk menymbuhkan sedangkan hasil akhirnya adalah allah. jadi sangat wajar kalau banyak pasien ponari yang tidak sembuh demikian pula wajar jika pasien dokter juga tidak sembuh. sekali lagi kesembuhan bukan karena orangnya tapi karena allah.