duniawi yang ukhrowi

siapa yang tidak ingin muda kaya raya mati masuk surga, saya pun sangat ini. saya ingin muda kaya kalau mati masuk surga. kebanyakan orang takut kaya karena kalau kaya masuk neraka. dulu saya memang berkayakinan demikian bahwa orang yang bekerja siang malam tidak bisa masuk surga, sekarang filosofi itu saya balik yaitu dengan menganggap pekerjaan saya adalah ibadah saya. saya cari uang nilai pahalanya melebihi dzikir sholat dan wirid.

sekarang bagaimana caranya ? caranya cukup mudah apa apa yang kita lakukan agar bernilai ibadah harus kita ihlaskan karena Allah. saya mengajar, saya memberikan konseling, saya memberikan pelatihan atau ceramah saya ihlaskan karena Allah. meski disitu saya di bayar atau di gaji. uang bukanlah tujuan saya, tujuan saya hanya ridlo Allah. saya siang malam semampu saya menyampaikan apa yang saya ingin sampaikan, saya menyelesaikan tugas kantor saya, saya menyelesaikan pekerjaan saya yang lain. saya ihlaskan karena Allah, meski di depan saya minta kejelasan berapa saya akan dibayar.

kebalikan uhrowi yang duniawi

sama halnya kalau kita sholat yang kita lakukan bukan karena Allah maka ibadah kita yang uhrowi ini menjadi bersifat duniawi. artinya tidak mendapat nilai dihadapan Allah.

duniawi yang uhrowi, uhrowi yang uhrowi

nah sekarang kita sadar bahwa semua harus dikarenakan Allah, kita mencari uang karena Allah, kita sholat karena Allah. kalau demikian maka tidak ada duniawi lagi yang ada adalah uhrowi semua.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *