Durhaka kepada Guru dalam Islam

Pengertian durhaka adalah bersikap tidak baik kepada Guru. Guru terutama Guru agama atau guru spiritual bisa saja disebut dengan ustadz, murysid atau apalah… yang jelas seorang guru memiliki kontribusi terhadap perkembangan spiritual yang kita alami sekarang.

Durhaka kepada Guru sangat dilarang dalam islam, sebab secara keilmuan yang benar, apa apa yang sudah pernah diajarkan guru kepada kita tidak akan bisa lepas dari memori. Misalnya guru tersebut pernah mengajarkan bagaimana bisa berkomunikasi kepada Allah maka ajaran itu akan ada dalam diri kita seumur hidup kita , tidak akan bisa lepas dan tidak akan bisa tergantikan dengan guru siapapun. jadi seperti software yang tertanam seumur hidup dan saat saat tertentu akan running. Karena apa apa yang diajarkan guru tersebut tidak bisa hilang maka kita harus selalu menghormati guru tersebut secara batiniah. Penghormatan ini sebenarnya agar software yang terinstal dalam diri kita oleh guru kita bisa running dengan baik, tidak menimbulkan ketidakbaikan atau malah menyebabkan error dalam diri kita.

Siapapun guru itu ketika ada sesuatu yang masuk dalam diri kita maka agar software berjalan dengan baik kita harus menghormati guru tersebut. Berguru tidak harus bertatap muka, secara tidak langsung pun itu bisa menjadi guru kita, misalnya saya berguru kepada seseorang melalui internet dan kemudian guru tersebut dengan keihlasan mengajarkan apa apa yang beliau ketahui maka kitapun harus menghormat kepada beliau. Menghormat ini tidak harus cium tangan tapi lebih dari  itu yaitu tidak mengingkari guru tersebut di kemudian hari.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *