Dzat Allah tidak seperti apa apa

Ketika kita bicara dzat Allah maka kita harus bisa keluar dari ruang dan waktu dan wujud. karena Allah itu tidak bertempat sehingga tidak menempati ruang, tidak kemarin atau besuk sehingga terbebas dari waktu, dan tidak berujud sehingga Allah tidak memiliki wujud nyata materi.

kita tidak bisa menyebut bahwa Allah itu diatasnya arasy, karena arasy itu tidak ada. arasy saja tidak maka Allah diatasnya yang tidak ada. ini bukan berarti Allah tidak ada, Allah ada tapi tidak bertempat diatas atau dibawah.

membicarakan Allah berarti kita harus rela tidak menggunakan pikiran kita. gunakanlah kesadaran kita. kesadaran ini yang akan memahami eksistensi Allah SWT. kita sadar bahwa Allah itu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher. Kedekatan kita dengan Allah sedekat urat leher membuat kita tidak bisa berpikir, seperti apa lebih dekat dengan urat leher tersebut. lebih dekat dengan urat leher tentunya memaksa kita untuk menggunakan kesadaran dalam memahami kedekatan kita dengan Allah. Sebagian manusia salah dalam memahami ini dia tetap menganggap Allah itu ada dalam pikirannya, lama lama pikirannya menolak dan akhirnya membuat dia tidak percaya dengan Allah. sebenarnya ini tidak perlu terjadi jika kita menggunakan kesadaran kita bukan pikiran kita.

karena Allah bisa dipahami dengan kesadaran maka komunikasi kita juga harus kita lakukan dengan kesadaran, pujilah Allah dengan kesadaran, memintalah kepada Allah dengan kesadaran, bersujudlah dengan kesadaran dan semua bentuk komunikasi kita dengan Allah harus menggunakan kesadaran kita. Sehingga getaran komunikasi ini akan dapat kita rasakan betapa Allah itu membalas pujian kita, Allah membalas permintaaan kita dan Allah membalas setiap yang kita komunikasikan kepada Beliau.

baiklah membahas Dzat Allah harus dikembalikan kepada sifat Allah laa kamitslihi syaiun, artinya Allah tidak bisa disamakan dengan apapun. jadi Allah tidak seperti apa apa.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 thoughts on “Dzat Allah tidak seperti apa apa

  1. Assalaamu’alaikum warohmatulloh. Ngapunten ustadz…, Untuk ayat “laa kamitslihi syaiun” mungkin kurang ketikan huruf geh…di q.s Asy Syuura: 11, “Laisa kamitslihi syai’un”. Matur nuwun
    Wassalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *