Ego Nol

Dalam debat kemarin saya berusaha mempraktekan apa yang telah disarankan kepada saya oleh seorang yang sangat perhatian dengan saya, beliau telpun saya kemarin pagi,beliau inilah yang mengajarkan saya patrap secara intens tahun 2000an. saya diminta untuk mengenolkan ego. dan itu saya rasakan betul betapa manfaat dari pada ego nol, ego zero ini. serasa semua hal negatif yang ditujukan ke saya terasa hambar artinya tidak berasa apapun dalam diri saya. dan anehnya saya semakin kkuat memegang apa yang saya yakini kebenarannya.
jadi semakin saya tidak melawan keyakinan terhadap apa yang saya yakini semakin kuat. semakin di tekan, semakin di pengaruhi semakin dibujuk semakin kuat saya mempertahankannya. Seperti bermain taichi semakin daya itu besar maka tidak perlu melawannya, cukup dengan menghindar sedikit dan menggunakan kekuatan lawan untuk mengembalikannya.
diskusi atau debat ternyata tidak harus menggunakan bahasa verbal, dengan bahasa nonverbal pun ternyata bisa memberikan jawaban dari apa yang didebatkan atau didiskusikan. saya lebih banyak menggunakan bahasa nonverbal untuk mempengaruhi audiens. sehingga audiens pun secara bawah sadar bisa memberikan suatu penilaian sendiri tentang apa yang terjadi.
ya Ego Nol ternyata memang sangat mujarab. kemarin saya betul betul belajar dan mengerti bagaimana menerapkan ego nol dalam keadaan seperti kemarin.
mau belajar Ego Nol…. he he belajar dzikir nafas dulu insya Allah nanti akan merasakan keadaanya. salam

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

4 thoughts on “Ego Nol

  1. alhamdulillah, ternyata Allah telah memberikan pelajaran bagi para salikin dengan penuh rahman dan rahimNya, semoga semua hati senantiasa bersih, tidak terkotori dengan ego… semoga ego nol menjadi lifestyle kita semua…. selamat pak pur..

  2. Selamat Pak Pur… nanti bisa ditulis buku Ego Nol hasil kesinambungan buku Zikir Nafas… jehe….

  3. Good…good….ego zero…semoga kita semua bisa menerapkannya. Semua dikembalikan pada Allah. Innalillahi wa ina ilaihi rojiun. Dari Allah kembali pada Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *